Airin menatap Arsen dengan lekat, asumsi negatif hinggap dipikirannya.
Dia membayangkan kalau Arsen membawanya ke sebuah kamar dan memaksanya melakukan hubungan yang dilarang, sontak saja Airin berteriak
"Arsen kamu ca*ul sekali," katanya.
Arsen seperti orang bodoh, bingung dengan maksud Airin, memangnya apa yang dia lakukan hingga Airin mengatainya ca*ul, semua mata menatap Arsen dan Airin sehingga Arsen menutup mulut Airin yang terus saja berteriak sambil mengatai hal-hal buruk tentangnya.
"Woy! Airin, kamu gila ya! siapa juga yang ca*ul," bentak Arsen.
Seketika Airin tersadar dari lamunannya, lalu dia menatap Arsen.
"Diam, lihatlah banyak mata yang melihat kita, apa kamu mau merusak reputasi aku," omel Arsen.
Airin menggeleng kemudian Arsen melepas tangannya,
"Maaf Arsen," katanya sambil menutupi mukanya dengan buku karena malu.
"Pasti otak kamu ngeres kan Airin," sahut Arsen.
"Nggak kok," timpal Airin. "Jadi bagaimana aku harus membayar hutang aku?" tanya Airin kemudian.
"Jadi Asistenku selama kita di kapal pesiar," jawab Arsen
"Kamu ini gila ya Arsen apa-apaan kamu!" ucap Airin dengan melemparkan tatapan mautnya pada Arsen. Bagaimana bisa Arsen menjadikannya asisten.
"Ya sudah kalau nggak mau, lantas bagaimana kamu membayar hutang kamu?" tanya Arsen
"Setiap wanita berebut dekat denganku tapi kamu malah nggak mau," imbuh Arsen.
"Aku berbeda dengan mereka, aku tidak tertarik sama sekali dengan kamu," sahut Airin
"Cih! kamu pikir aku juga tertarik dengan kamu," timpal Arsen. "Jadi bagaimana?" tanya Arsen
"Ya sudah baiklah, cuma asisten kan?" jawab Airin lalu dia menekankan lagi.
"Eh kamu kenapa kok ikut, memangnya kamu jurusan perhotelan dan kapal pesiar?" tanya Airin
"Nggak, cuma aku ingin liburan saja." jawab Arsen
"Aaron ikut gak?" tanya Airin lagi
Mendengar pertanyaan Airin membuat Arsen marah, bagaimana bisa dia menanyakan Aaron.
"Kenapa kamu bertanya Aaron, dia itu sudah punya pacar jadi jangan dekat-dekat dengannya!" ucap Arsen yang membuat Airin melemas.
Airin nampak kecewa dengan perkataan Arsen, apa benar Aaron memiliki pacar.
"Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan," batin Airin dengan sedih.
"Sudah jangan bersedih, kan ada aku," kata Arsen dengan terkekeh, "Jangan GR maksud aku ada aku yang akan selalu mengerjai kamu jadi kamu akan tau siapa kamu dan siapa A4," imbuh Arsen.
Karena tidak ingin berlama-lama mendengar ocehan Arsen, Airin segera make a deal dengan Arsen.
"Besok aku beri daftar list pekerjaan kamu," kata Arsen
"Iya tuan muda," sahut Airin lalu meninggalkan Arsen begitu saja.
Airin patah hati karena ucapan bohong Arsen tentang Aaron. Dia merasa salah paham dengan sikap Aaron padanya selama ini. Dia mengira kalau Aaron mencintainya
Airin menyendiri di rooftop, Airin merasa kalau dirinya sudah terjatuh ketindihan tangga.
Kesal dengan Arsen yang menyuruhnya menjadi asisten kini dia mendengar kalau Aaron telah memiliki pacar.
Aaarrrgg
Teriak Airin frustasi, dia berteriak meluapkan kekesalan dirinya pada Arsen dan kecewanya dia pada Aaron.
Tanpa dia sadari Aaron sudah berada di sana lalu dia mendekati Airin.
"Kamu ngomong apa sih Airin," kata Aaron.
Airin nampak kaget, dia sungguh malu sekali karena tadi sempat mengatai Aaron.
"Eh Aaron," kata Airin dengan malu.
"Siapa yang bilang kalau aku memiliki pacar?" tanya Aaron
"Arsen," jawab Airin polos.
Aaron nampak tertawa, tapi Aaron suka.
"Memangnya kamu suka sama aku?" tanya Aaron.
Arini nampak kikuk, jantungnya berdebar-debar keringat dingin mulai keluar, bibirnya juga nampak pucat dan kering. Airin terdiam tanpa menjawab pertanyaan Aaron, mulutnya seakan terkunci tak sanggup berkata-kata.
Aaron menatap Airin dengan tersenyum, sikap Aaron sungguh santai persis sekali dengan papa Daffa
"Masih ragu ya?" tanya Aaron lagi.
Lagi-lagi Airin hanya terdiam, bingung harus jawab apa, karena memang sebenarnya dia menyukai Aaron.
Tiba-tiba saja Aaron mencium pipi Airin sehingga membuat Airin membolakan matanya, jantungnya berdegup kencang, ingin rasanya dia menggapai tubuh yang menciumnya namun tangannya sangat kaku berbeda dengan Aaron yang memang pernah mencium wanita jadi dia sangat santai.
"Hey Airin," panggil Aaron karena sedari tadi Airin hanya terdiam.
Karena tidak disahuti membuat Aaron menepuk bahu Airin.
Dan seketika Airin kembali dari lamunannya.
"Maaf," katanya dengan wajah yang merona karena malu.
Ini adalah ciuman pertama Airin, dia sangat gugup dan senang sekali saat Aaron menciumnya.
"Tidakkah ada reka ulang?" batinnya dengan menatap wajah Aaron yang super duper tampan.
Karena waktunya untuk ke kelas mereka memutuskan untuk turun.
Airin senyum-senyum sendiri mengingat Aaron menciumnya hingga membuat teman yang menatapnya jadi heran terlebih Febri
"Kamu kenapa Rin, habis dapat arisan ya?' tanya Febri heran.
"Aku lagi senang banget," jawab Airin yang lalu memeluk Febri temannya.
Febri nampak senang karena Airin bahagia, Airin adalah sahabat satu-satunya di kampus, Febri hanya anak pengusaha biasa jadi jarang ada yang mau berteman dengannya selain Airin.
Di sisi lain Arsen juga senyum-senyum sendiri, dia tidak sabar untuk berlibur karena Airin yang akan jadi asistennya selama 24 jam penuh.
Arcelo yang melihat temannya senyum-senyum sendiri menyenggol Arthur, "Kenapa dia?" tanya Arcelo pada Arthur
"Mana ku tahu, dapat arisan mungkin," jawab Arthur dengan mengangkat bahunya.
Mereka berdua hanya bisa menerka-nerka kenapa Arsen senyum-senyum sendiri.
"Hey, besok kita ikut liburan dengan anak jurusan perhotelan dan juga kapal pesiar," kaya Arsen yang mengagetkan teman-temannya.
Arthur dan Arcelo saling pandang, dia heran sekali dengan Arsen untuk apa ikut mahasiswa yang sedang praktek, toh jurusan mereka adalah bisnis dan menajemen.
"Untuk apa ikut?" tanya Arthur
"Aku ingin liburan," jawab Arsen
"Kalau ingin liburan kenapa harus ikut anak-anak jurusan hotel dan kapal pesiar kenapa nggak liburan sendiri.
"Kita bisa ke Rusia Arsen. Rute mereka Malaysia, Singapore, Thailand. Malas aku, ada apanya di Malaysia, Singapore dan Thailand," kata Artur
"Betul, kita sudah terlalu sering kesana, bahkan kadang kita nongkrong di Singapura lalu ngapain kita liburan kesana?" protes Arcelo
"Sudahlah jangan membantah," sahut Arsen
Aaron yang baru datang langsung setuju ikut kapal pesiar anak-anak perhotelan dan kapal pesiar.
"Nah, Aaron juga setuju jadi kalian berdua jangan membantah," ucap Arsen
Arthur dan Arcelo hanya pasrah dengan ketua mereka, "Baiklah baiklah," ujar Arcelo pasrah.
"Aku curiga dengan mereka berdua," bisik Arthur
"Betul," sahut Arcelo.
Tak selang beberapa lama ada Mahasiswa yang memberikan berkas pada Arsen.
Arsen tersenyum puas melihat berkas yang dibacanya.
"Apa itu Arsen?" tanya Aaron
"Kepo sekali kamu Aaron," jawab Arsen
Aaron yang sedikit usil menyambar berkas Arsen, dan membacanya.
"Tak boleh jauh-jauh denganku, harus mengikuti perintahku, tiap malam tidur di kamarku, melakukan...." belum sempat melanjutkan kata-katanya Arsen sudah menyahut berkasnya.
Arcelo, Arthur dan Aaron saling pandang, mereka curiga
"Jangan bilang itu untuk si pesek dan tinggi semampai," kata Arthur dengan tertawa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Pujiyanty
kocakk abis🤗
2022-03-03
0
Reeyantie
hmmmmm mulai gila Arsen 😂
2022-02-03
1
❥➻📴
knp y lbh sreg airin sm aron krn ga ky arsen kasar arogan
2022-01-31
0