Kini A4 bertransformasi menjadi seorang pria muda, dengan jas yang menempel di tubuh mereka.
Empat tuan muda turun dari mobil mereka masing-masing. Saat masuk kantor banyak mata yang melihat mereka.
"Mereka ganteng sekali sih," ucap salah satu pegawai di sana
"Iya, meskipun berondong aku juga mau," sahut lainnya.
"Tapi dia nya yang nggak mau sama kamu," timpal lainnya lagi.
Arthur yang sejatinya seorang playboy tentu tersenyum mendengar ocehan para pegawai.
Tak selang lama mereka sampai di ruangan papa Sean.
"Kemarilah A4," kata papa Sean
A4 langsung masuk dan duduk di sofa.
"Ada apa sih pa?" tanya Arsen
"Kami ingin kalian belajar sedikit-sedikit mengurus perusahaan, sehingga uang saku kalian ya hasil jerih payah kalian sendiri," jawab papa Sean.
"Astaga papa kami masih di bawah umur pa," sahut Arsen
Mendengar kata-kata Arsen membuat semau tertawa, bagaimana bisa usia sudah menginjak dua puluh tahun masih bilang di bawah umur.
"Ya sudah Minggu depan sepulang dari kampus datanglah ke kantor, sekarang kalian bisa pulang," kata papa Daffa
"Udah gitu saja," sahut Arthur
Anggota A4 memijat pelipis mereka, rasanya ingin sekali membuang para papa ke laut.
"Artur pulanglah, belajar yang rajin jangan wanita saja yang kamu pikirkan," pesan Papa Shane
"Nggak kok pa," kilah Arthur
"Nggak salah," sahut Shane.
Papa Nick juga berpesan pada anaknya harus belajar yang rajin juga, jangan seperti Arthur yang main wanita.
"Eh, Nick. jangan menyalahkan putraku, karena Arcelo juga doyan wanita," sahut Papa Shane tak terima.
"Kenyataannya memang begitu Shane," timpal Papa Nick.
"Semua nggak seperti anakku," sahut Papa Sean.
"Kamu nggak tau anak kamu di kampus sungguh semena-mena banyak yang mengeluhkan peringai Arsen," timpal Daffa
"Hey, Daffa kamu jangan menjatuhkan Arsen, memangnya Aaron terbaik," ucap Sean tak terima.
Keempat papa ini terlibat debat yang nggak bermutu sehingga A4 diam-diam keluar, mereka kesal sekali dengan para papa yang terkadang selalu mendebatkan sesuatu yang nggak penting seperti tadi.
Mereka berempat pergi dari kantor, rencananya mereka langsung ke basecamp mereka yaitu club Arthur.
Mereka berempat merencanakan sesuatu supaya para papa tidak menyuruh mereka datang ke kantor, menurut mereka seharian sudah kuliah tentu capek kalau harus ke kantor.
"Bagaimana kalau kita meminta bantuan para dosen, supaya mereka mengirimkan pesan pada para papa dan bilang kalau setiap hari ada jam tambahan," Arthur memberi ide.
"Bagus Arthur aku juga setuju," ucap Arcelo setuju.
Mereka berempat akan mengeksekusi ide mereka keesokan harinya.
Kini mereka bertiga mau makan malam di sebuah kafe, yang letaknya tak jauh beda dari club' Arthur.
Kini mobil mereka masuk ke dalam parkiran cafe, mereka lalu keluar dari mobil. Mata Arsen menjelajah kafe, dia nampak malas untuk masuk.
"Kalian yakin ingin makan di sini?" tanya Arsen
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Aaron balik
"Tempatnya kurang higienis, terus lihatlah agak ramai aku kurang suka," jawab Arsen.
"Sudahlah Arsen kita masuk, aku sudah sangat lapar," kata Arcelo.
Arsen tetap bersikeras untuk pindah cafe dan akhirnya mereka semua menyetujui keinginan Arsen.
"Ya sudah ayo kembali ke mobil," ucap Aaron.
Mereka berempat akhirnya kembali ke mobil.
Mata Arsen menangkap mahkluk yang tidak asing bagi Arsen ya siapa lagi kalau bukan Airin yang berpakaian seragam putih hitam dengan nampan di tangannya, Airin nampak melayani pelanggan.
"Stop! stop! Kita keluar lagi, aku berubah pikiran kita makan di sini saja," kata Arsen yang membuat mereka berempat kesal sekali pada Arsen.
Mereka bertiga ingin rasanya mengeroyok Arsen, jadi orang kok plimpan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
choirunissa
pst mo ngerjain airin lg
2022-05-09
0
Pujiyanty
baru merasakan si arsen😍
2022-03-03
0
Reeyantie
Berasa kehilanagan bang Lawan duet nya 😂
2022-02-03
0