Airin

Begitulah hari-hari A4, hingga tak terasa waktu sudah berjalan setahun, kini A4 sudah menginjak semester tiga.

Arthur menyunggingkan senyuman, karena dia ingin mengerjai junior mereka yang rencananya akan masuk hari ini.

"Apa rencana kalian?" tanya Arthur

"Rencana apa?" tanya Arsen balik

"Rencana buat ospek," jawab Arthur

"Malas, untuk apa pusing memikirkan ospek," sahut Arsen.

Arthur yang tidak mendapat dukungan dari A4 lainnya melemaskan badan, pupus sudah mengerjai juniornya. Pikirnya dia ingin mengerjai juniornya lalu mencari para gadis yang cantik, pasti para junior dengan mudah dia rayu.

Saat itu A4 berjalan melewati Aula, dan para teman seangkatan memanggil mereka.

Salah satu teman mereka ingin mengungkapkan perasaannya pada Arsen dan ingin memberinya hadiah.

"Hey, A4! kemarilah!" panggil salah satu temanya

Mereka berempat masuk, seorang wanita mendekat dan memberi hadiah buket Bunga pada Arsen tak lupa coklatnya.

"Ini hadiah untuk kamu Arsen, aku sangat menyukai kamu," kata wanita tesebut dengan tertawa senang.

Arsen menerima bunga dan coklat dari temannya itu, "Jadi kalian memanggil aku hanya untuk ini," ucapnya dengan ekspresi wajah yang siap memangsa siapa pun.

"Iya Arsen, dia sangat mencintai kamu," sahut seorang wanita di sana.

Arsen yang kesal melempar Bunga dan coklat ke tempat sampah, "Aku benci para wanita, jadi aku peringatkan pada kalian jangan ada yang mengganggu aku lagi apalagi menyatakan perasaan konyol kalian padaku! mengerti!" Arsen lalu pergi begitu saja.

Si gadis yang memberi hadiah tadi menangis, dia tidak meminta Arsen untuk menerima cintanya minimal Arsen bisa menghargai pemberiannya.

A4 sudah berlalu namun gadis ini masih menangis, di depan teman-teman semua cintanya tak hanya ditolak namun dia juga dipermalukan.

Dari kejauhan nampak sepasang mata yang melihat A4, dia sungguh kesal sekali dengan A4 yang semena-mena pada teman-temannya.

"Dasar lelaki yang tidak punya otak," gumam Airin gadis yang baru masuk B.A university.

Kesan pertama pada A4 sungguh buruk, dia sangat membenci A4 terlebih lagi pada Arsen.

Mendengar cerita senior mereka kalau A4 adalah idola para kampus membuat Airin penasaran namun beberapa kali melihat A4 yang semena-mena membuat Airin membenci mereka.

Airin adalah mahasiswi baru yang masuk karena kemurahan hati salah satu petinggi kampus. Airin adalah anak dari salah satu pemilik kantin di kampus, Berkat nilai Airin yang bagus akhirnya dia diterima di kampus tersebut.

Setiap hari Airin membantu ibunya mengurus kantin dia meladeni mahasiswa yang jajan ataupun makan di kantin milik orang tuanya.

Hingga suatu hari ada A4 yang makan di kantin milik orang tua Airin dan Airin yang meladeni mereka.

"Kalian mau makan apa?" tanya Airin tanpa menunduk, seolah dia ingin menantang A4

Arsen yang melihat Arini gak ada sopan-sopannya mengerutkan alisnya.

"Menu seperti biasanya," jawab Arsen

Airin yang baru beberapa hari membantu ibunya tentu tidak tau menu yang biasa meraka pesan, lalu Airin bertanya kembali

"Maaf menu biasa yang kalian pesan itu apa?" tanya Airin lagi

Aaron yang ingin cepat makan membuka suara

"Nasi goreng seafood dan juga lemon tea," jawab Aaron

Airin menatap Aaron sekilas, senyum Aaron bagi Airin sangat manis.

Lalu Airin kembali untuk menyiapkan menu A4.

"Setelah ini kamu tutup ya Airin, soalnya ibu mau ke pasar," kata ibu

"Baik Bu," sahut Airin.

Jam kampus memang sudah habis untuk itu ibu Airin pergi ke pasar.

A4 adalah pelanggan terakhir kantin Airin.

Airin segera menyajikan pesanan A4, dan tanpa sengaja Airin menyenggol minuman Arsen dan membuat baju Arsen sedikit basah.

"Hati-hati, lihatlah bajuku basah!" bentak Arsen yang membuat Airin menatapnya lalu dia minta maaf.

"Kalau minta maaf berguna untuk apa ada polisi!" sahut Arsen dengan tatapan mautnya. Kata itu adalah kata andalan Arsen saat ada yang mencoba minta maaf padanya.

Airin juga menatap Arsen dengan sinis, "Ingin sekali aku colok matanya itu," batin Airin

Arsen meminta Airin mengusap bajunya dengan tisu namun Airin hanya terdiam berdiri menatap sinis Arsen dengan umpatan-umpatan dalam hati.

Arsen yang kesal menggebrak meja, "Kamu budeg ya?" maki Arsen

Airin segera mengambil tisu dan mengelap baju Arsen yang basah.

"Apa tangan kamu lumpuh hingga mengelap baju sendiri tidak bisa," kata Airin yang menyulut emosi Arsen

"Beraninya kamu!" bentak Arsen dengan menunjuk Airin.

"Untuk apa aku takut padamu, memangnya kamu siapa? Tuhan, sehingga aku harus takut," sahut Airin yang membuat Arsen geram

Arsen yang kesal mengambil gelas lemon teh miliknya lalu menumpahkan ke kepala Airin.

Airin mengusap rambutnya yang basah, Arsen tertawa melihat Airin basah kuyup karena tumpahan es yang Arsen sengaja tumpahkan.

"Itu balasan buat kamu yang berani padaku," kata Arsen dengan tertawa puas.

Airin tak mau kalah dia mengambil nasi goreng Arsen dan menumpahkannya di kepala Arsen.

"Mantap kan," katanya lalu pergi masuk ke dalam

Aaron, Arcelo dan Arthur terpaku menatap Arsen dan Airin yang sudah menjauh, mereka heran baru kali ini ada yang berani melawan Arsen.

Arcelo berdiri lalu menepuk bahu Arsen, "Sabar bro," katanya dengan menahan tawa.

Ekspresi Arsen sungguh lucu, wajahnya seperti keledai dungu dengan menahan amarah.

Arsen menundukkan kepalanya supaya nasi goreng yang berada di kepalanya jatuh namun meskipun sudah jatuh tetap ada sisa-sisa yang menempel di rambut Arsen.

"Kelihatannya wanita tadi mengibarkan bendera perang pada kita," ucap Arsen lalu pergi tanpa membayar nasi dan juga teh yang mereka pesan.

Arcelo dan Arthur segera menyusul Arsen namun berbeda dengan Aaron yang masuk ke dalam untuk meletakkan uang guna membayar makanan dan minuman yang mereka pesan tadi.

Arsen pergi pulang begitu pula dengan anggota A4 yang lain.

Saat di rumah betapa kagetnya Arini melihat anaknya dengan nasi yang menempel di rambutnya.

"Arsen kenapa Arcelo?" tanya Arini

Arsen mengkode Arcelo untuk tidak bilang karena pasti mamanya akan memarahinya.

"Tadi Arsen jatuh tante," jawab Arcelo yang membuat Arsen menatapnya tajam.

Arini mengerutkan alisnya, aneh sekali jatuh kok banyak nasi di kepala, kira-kira begitulah yang dipikirkan Arini.

Mereka bertiga pergi ke kamar Arsen sambil menunggu Arsen mandi.

Setalah mandi, Arsen memegang rambutnya dan mencium tangannya, nampak bau nasi goreng masih melekat sehingga membuatnya masuk ke dalam kamar mandi lagi untuk keramas.

"Wanita itu sungguh berani," kata Arthur

"Iya, besok pasti ada perang di kampus," sahut Arcelo

"Betul, kita lihat saja," timpal Aaron

Arsen keluar dengan ekspresi marah, dia melihat pantulan dirinya di cermin sambil mengepalkan tangannya.

"Lihatlah pembalasanku besok," gumamnya.

Sejak mendapatkan perlawanan dari Airin Arsen nampak kesal, seumur umur inilah pertama kalinya ada seseorang yang berani padanya, apalagi sampai menumpahkan nasi goreng di kepalanya.

Aaron, Arcelo dan Arthur yang melihat Arsen yang hanya melamun sedari tadi hanya diam, mereka bermain kartu bertiga tanpa Arsen.

Karena waktu menunjukkan pukul delapan malam, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, biasanya mereka akan kumpul di club' Arthur namun karena ketua geng mereka sedang bad mood mereka memutuskan untuk pulang.

"Aku kepo dengan rencana Arsen selanjutnya," kata Arcelo

"Iya, apa yang akan dia lakukan pada gadis itu," sahut Arthur

"Entahlah," sahut Aaron yang memang selalu slow respon dengan apa yang dilakukan Arsen.

Meraka bertiga pisah di halaman karena mereka membawa mobil sendiri-sendiri.

Mama dan papa Arsen melihat ketiga anak muda tersebut dari balkon mereka.

"Tak di sangka ya sayang, mereka sudah besar," kata Arini

"Iya betul, padahal rasanya kemarin kita baru saja pulang dari negara Tunisia dengan papa dan mama mereka," sahut sean.

"Betul, ayo kapan-kapan kita liburan bersama lagi dengan A4," timpal Arini

Sean mengerutkan alisnya, "A4 siapa?" tanya Sean

"Arsen, Aaron, Arcelo dan juga Arthur sayang," jawab Arini dengan tersenyum.

Ikutin terus ceritanya kak, karena ada give away menanti di akhir cerita, top fans dan top koment dengan total give away 300 ribu😘😘😘😘.

Jangan lupa vote, like dan hadiah ya kak😘

Terpopuler

Comments

Nur Lisyawati

Nur Lisyawati

aku baru baca novel ini , dan novel teman ranjang billioner jg baru baca . dan othor nya berhasil buat aku mengingat film yg pernah hits pada masanya . film boys before flower . hihi jd ngebayangin lee min ho dan kim hyun joong kan jd nya kalo liat sikap arsen dan aaron . duuhh , jd halu nya aku jd akutt deh thor . hihi

2022-10-22

1

kholifah ifah

kholifah ifah

jadi ingat F4 dan sancai

2022-06-28

0

choirunissa

choirunissa

serasa nonton drakor bbf

2022-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Masuk pertama kali di B.A university
2 Airin
3 Mulai mengagumi Aaron
4 Keira
5 Mama Arini hamil
6 Bagai Kaktus
7 hukuman hormat di depan tiang bendera
8 Gusar
9 Peraturan baru
10 Debatnya para Papa
11 Kesal
12 Praktek
13 Jadi asisten
14 Kecewa dengan Aaron
15 Kenapa malah dia yang melayani aku?
16 Dikunci
17 Mulai curiga
18 Sudah menjadi candu
19 Lagi-lagi Aaron yang menolong
20 Bingung dengan sikap Arsen
21 Ikut Praktek
22 Arsen cemburu
23 Lagi-lagi
24 Belanja
25 terlambat pulang.
26 Suara gaib di kamar mama dan papa
27 Harus membantu di kantor
28 Bingung
29 Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30 Antar aku pulang
31 Mama Arini kesal
32 Gak bisa hidup
33 Motornya nggak bisa
34 Tidak ingin pacaran.
35 Airin nggak mau ikut
36 Janjian pergi bersama
37 Jajan di taman
38 Makanan ternak dan makanan unggas
39 Malu
40 Suka olahraga
41 Aku akan menghukum kamu
42 Bingung
43 Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44 Maaf kadoku ketinggalan
45 Jam tangan biasa
46 memutuskan untuk pulang
47 Yakin dia setia?
48 Cuti kuliah
49 Pesan papa Sean
50 Mengantar Aaron
51 Ke pantai
52 Dipecat
53 Misi penting
54 DO
55 Queen and King
56 Taman hiburan
57 Memukul Reza
58 Menyesal
59 Butuh dokter jantung
60 Sama-sama galau
61 Permintaan maaf Airin
62 Semakin sayang
63 Semoga nggak hilang
64 Dimana ya
65 Bukannya kerja malah cari jam
66 Protes
67 Malam mingguan
68 Karena hujan
69 Terciduk
70 Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71 Malah debat sendiri
72 Siapa Mereka?
73 Kecelakaan
74 Cari loker
75 Sikap Aneh Arsen dan A4
76 Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77 Sakit
78 Datang menjenguk
79 Tidur
80 Jatah memang penting
81 Diantar pulang Aaron
82 Di tengok warga
83 Papa dan mama Daffa datang
84 Ancaman papa Daffa
85 Berhasil
86 Daring
87 Minta ijin
88 Tinggal di apartemen aku
89 Nasi pecel
90 Audisi
91 Berdebar
92 Duet Aaron dan Airin
93 Enak enakan
94 Rayuan Arcelo
95 Saling curhat
96 Dipeluk wanita lain.
97 Ancaman Arsen
98 Airin polos
99 Menemui Arcelo
100 Pergi ke hotel
101 Arcelo
102 Arthur marah
103 Ujian
104 Cemburu
105 Terabaikan
106 Lebih baik kita putus
107 Ingin cendramata dari hubungan kita
108 Pergi ke danau bersama
109 Ungkapan perasaan
110 Rapat
111 Ke Bali
112 Belum siap nama
113 Pergi
114 pengumuman
115 Antara 2 Billionaire
116 Beautiful revenge
117 salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118 Married with a stranger
119 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Masuk pertama kali di B.A university
2
Airin
3
Mulai mengagumi Aaron
4
Keira
5
Mama Arini hamil
6
Bagai Kaktus
7
hukuman hormat di depan tiang bendera
8
Gusar
9
Peraturan baru
10
Debatnya para Papa
11
Kesal
12
Praktek
13
Jadi asisten
14
Kecewa dengan Aaron
15
Kenapa malah dia yang melayani aku?
16
Dikunci
17
Mulai curiga
18
Sudah menjadi candu
19
Lagi-lagi Aaron yang menolong
20
Bingung dengan sikap Arsen
21
Ikut Praktek
22
Arsen cemburu
23
Lagi-lagi
24
Belanja
25
terlambat pulang.
26
Suara gaib di kamar mama dan papa
27
Harus membantu di kantor
28
Bingung
29
Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30
Antar aku pulang
31
Mama Arini kesal
32
Gak bisa hidup
33
Motornya nggak bisa
34
Tidak ingin pacaran.
35
Airin nggak mau ikut
36
Janjian pergi bersama
37
Jajan di taman
38
Makanan ternak dan makanan unggas
39
Malu
40
Suka olahraga
41
Aku akan menghukum kamu
42
Bingung
43
Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44
Maaf kadoku ketinggalan
45
Jam tangan biasa
46
memutuskan untuk pulang
47
Yakin dia setia?
48
Cuti kuliah
49
Pesan papa Sean
50
Mengantar Aaron
51
Ke pantai
52
Dipecat
53
Misi penting
54
DO
55
Queen and King
56
Taman hiburan
57
Memukul Reza
58
Menyesal
59
Butuh dokter jantung
60
Sama-sama galau
61
Permintaan maaf Airin
62
Semakin sayang
63
Semoga nggak hilang
64
Dimana ya
65
Bukannya kerja malah cari jam
66
Protes
67
Malam mingguan
68
Karena hujan
69
Terciduk
70
Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71
Malah debat sendiri
72
Siapa Mereka?
73
Kecelakaan
74
Cari loker
75
Sikap Aneh Arsen dan A4
76
Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77
Sakit
78
Datang menjenguk
79
Tidur
80
Jatah memang penting
81
Diantar pulang Aaron
82
Di tengok warga
83
Papa dan mama Daffa datang
84
Ancaman papa Daffa
85
Berhasil
86
Daring
87
Minta ijin
88
Tinggal di apartemen aku
89
Nasi pecel
90
Audisi
91
Berdebar
92
Duet Aaron dan Airin
93
Enak enakan
94
Rayuan Arcelo
95
Saling curhat
96
Dipeluk wanita lain.
97
Ancaman Arsen
98
Airin polos
99
Menemui Arcelo
100
Pergi ke hotel
101
Arcelo
102
Arthur marah
103
Ujian
104
Cemburu
105
Terabaikan
106
Lebih baik kita putus
107
Ingin cendramata dari hubungan kita
108
Pergi ke danau bersama
109
Ungkapan perasaan
110
Rapat
111
Ke Bali
112
Belum siap nama
113
Pergi
114
pengumuman
115
Antara 2 Billionaire
116
Beautiful revenge
117
salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118
Married with a stranger
119
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!