Gusar

Keesokan harinya setelah jam pelajaran selesai Airin pergi ke rooftop, dia tak sabar untuk bertemu Aaron. Dari semalam Airin tidak bisa tidur karena terus memikirkan pertemuannya dengan Aaron di rooftop. Airin membayangkan kalau dia akan mengobrol dan bercanda dengan Aaron bahkan untuk demi mengobrol dengan Aaron dia rela tidak mengikuti kelasnya.

Saat tiba di rooftop dia tidak menemukan Aaron, Airin terus menunggu kehadiran Aaron namun hingga jam istirahat selesai Aaron masih belum datang.

Pupus sudah bayangan indah semalam yang ada kini dia kecewa karena Aaron tidak datang.

"Sudahlah Airin, dia adalah A4 nggak mungkin akan meluangkan waktu untukmu yang hanya seorang gadis dari rakyat jelata," Airin bermonolog dengan dirinya sendiri.

Airin nampak tersenyum, dia sungguh bodoh mengaggap Aaron akan menemuinya kembali di sini, lalu dia teringat akan kata-kata Febri kalau dia adalah pungguk jadi nggak mungkin bulan mau turun untuk menemui pungguk sepertinya.

Dengan langkah lemas Airin turun lalu masuk ke kelas untuk mengikuti kelas selanjutnya.

Dia kini akan fokus belajar dan tidak ingin menggubris A4 lagi, dia lebih baik diam jika Arsen mengerjainya.

Saat fokus mendengar penjelasan dosen tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk punggung Airin, lalu Airin menoleh ke belakang.

"Ada apa?" tanya Airin

"Nggak ada apa-apa kok," jawabnya dengan tertawa.

Semua teman di kelasnya tertawa hingga membuat dosen marah.

"Kalau ingin tertawa di luar sana," teriak dosen kesal dengan mahasiswanya, saat dirinya menjelaskan semua pada tertawa, entah apa yang ditertawakan sang dosen juga nggak mau tau.

Seketika semua berhenti tertawa, lalu dosen melanjutkan penjelasannya kembali.

Taka selang berapa lama bel berbunyi yang menandakan kalau kelas selesai.

Airin mengemasi buku-bukunya, dia ingin segera ke kantin untuk membeli makan.

Setiap Airin berpapasan dengan temannya mereka semua menertawakan Airin sehingga membuat Airin bertanya-tanya.

"Mereka kenapa sih," gumam Airin.

Setalah di kantin Airin memesan makanan dan mencari tempat duduk, kebetulan Anggota A4 juga berada di kantin yang sama.

Arsen tertawa puas melihat Airin ditertawakan oleh teman-temannya.

Sebenarnya Arsen yang menyuruh teman Airin supaya menempelkan tulisan aku idiot akut dan itulah yang membuat semua mahasiswa menertawakannya.

Di kantin semua menertawakan Airin hingga Febri yang baru tau memberi tahu Airin

"Punggung kamu Rin," bisik Febri

Airin agak menarik baju belakangnya dan benar saja ada tulisan aku idiot akut.

Airin nampak marah dan kesal, bola matanya memutar tak sengaja melihat Arsen dan anggota A4 lainnya tertawa termasuk Aaron.

"Tertawalah sepuas kalian," batin Airin.

Dia tau ini adalah kerjaan Arsen tapi Airin yang tidak ingin meladeni A4 lagi memilih diam tak membalasnya. Dia yakin kalau A4 akan berhenti mengerjainya kalau dia diam tak melawan.

Bodoh amat jika dianggap kalah oleh A4, lebih baik dia mengalah dan menang daripada terus melawan tapi tersiksa.

Airin membuang kertas yang menempel di punggungnya ke tempat sampah, lalu dia mendekati A4 dan berterima kasih pada mereka terutama Arsen.

"Terima kasih A4, berkat kalian aku bisa sedekah hari ini dengan membuat orang tertawa," kata Airin dengan tersenyum manis.

Kemudian Airin pergi meninggalkan A4 dengan wajah melongo mereka, padahal Arsen sudah bersiap-siap jika Airin membalasnya.

"Tumben," kata Arcelo

"Iya, biasanya langsung menyiram Aren kalau nggak gitu mengumpat dengan segala jenis umpatan dengan suara yang seperti speaker masjid," sahut Arthur

"Lagi PMS mungkin," timpal Aaron

"Kalau dia lagi PMS, dia pasti sudah seperti monster seperti wanita yang aku kencani saat PMS bawaannya marah terus," ujar Arthur.

Arsen terdiam, masih kepikiran Airin kenapa tidak membalasnya, apa dia sakit atau ada masalah? entahlah Arsen agak gusar dengan sikap Airin yang tidak membalas perbuatannya

Arsen beranjak dari tempat duduknya, dia terlihat marah kesal karena Airin tak membalasnya.

"Minggir," bentaknya sehingga para mahasiswa segera minggir dan memberi jalan Arsen.

Arsen pergi ke taman dia menyendiri di sana, "Awas kamu Airin," gumamnya kesal.

Ketiga anggota lainnya segera menyusul Arsen. Mereka cemas dengan Arsen biasanya dia akan senang jika lawannya menyerah namun kenapa saat Airin tidak membalasnya dia nampak murung?

Terpopuler

Comments

Pujiyanty

Pujiyanty

udah mlai tu si arsen😍

2022-03-03

0

Hendra Amarille

Hendra Amarille

bucin gorila kayaknya

2022-02-15

0

Eti Guslidar

Eti Guslidar

cinta tuh

2022-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Masuk pertama kali di B.A university
2 Airin
3 Mulai mengagumi Aaron
4 Keira
5 Mama Arini hamil
6 Bagai Kaktus
7 hukuman hormat di depan tiang bendera
8 Gusar
9 Peraturan baru
10 Debatnya para Papa
11 Kesal
12 Praktek
13 Jadi asisten
14 Kecewa dengan Aaron
15 Kenapa malah dia yang melayani aku?
16 Dikunci
17 Mulai curiga
18 Sudah menjadi candu
19 Lagi-lagi Aaron yang menolong
20 Bingung dengan sikap Arsen
21 Ikut Praktek
22 Arsen cemburu
23 Lagi-lagi
24 Belanja
25 terlambat pulang.
26 Suara gaib di kamar mama dan papa
27 Harus membantu di kantor
28 Bingung
29 Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30 Antar aku pulang
31 Mama Arini kesal
32 Gak bisa hidup
33 Motornya nggak bisa
34 Tidak ingin pacaran.
35 Airin nggak mau ikut
36 Janjian pergi bersama
37 Jajan di taman
38 Makanan ternak dan makanan unggas
39 Malu
40 Suka olahraga
41 Aku akan menghukum kamu
42 Bingung
43 Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44 Maaf kadoku ketinggalan
45 Jam tangan biasa
46 memutuskan untuk pulang
47 Yakin dia setia?
48 Cuti kuliah
49 Pesan papa Sean
50 Mengantar Aaron
51 Ke pantai
52 Dipecat
53 Misi penting
54 DO
55 Queen and King
56 Taman hiburan
57 Memukul Reza
58 Menyesal
59 Butuh dokter jantung
60 Sama-sama galau
61 Permintaan maaf Airin
62 Semakin sayang
63 Semoga nggak hilang
64 Dimana ya
65 Bukannya kerja malah cari jam
66 Protes
67 Malam mingguan
68 Karena hujan
69 Terciduk
70 Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71 Malah debat sendiri
72 Siapa Mereka?
73 Kecelakaan
74 Cari loker
75 Sikap Aneh Arsen dan A4
76 Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77 Sakit
78 Datang menjenguk
79 Tidur
80 Jatah memang penting
81 Diantar pulang Aaron
82 Di tengok warga
83 Papa dan mama Daffa datang
84 Ancaman papa Daffa
85 Berhasil
86 Daring
87 Minta ijin
88 Tinggal di apartemen aku
89 Nasi pecel
90 Audisi
91 Berdebar
92 Duet Aaron dan Airin
93 Enak enakan
94 Rayuan Arcelo
95 Saling curhat
96 Dipeluk wanita lain.
97 Ancaman Arsen
98 Airin polos
99 Menemui Arcelo
100 Pergi ke hotel
101 Arcelo
102 Arthur marah
103 Ujian
104 Cemburu
105 Terabaikan
106 Lebih baik kita putus
107 Ingin cendramata dari hubungan kita
108 Pergi ke danau bersama
109 Ungkapan perasaan
110 Rapat
111 Ke Bali
112 Belum siap nama
113 Pergi
114 pengumuman
115 Antara 2 Billionaire
116 Beautiful revenge
117 salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118 Married with a stranger
119 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Masuk pertama kali di B.A university
2
Airin
3
Mulai mengagumi Aaron
4
Keira
5
Mama Arini hamil
6
Bagai Kaktus
7
hukuman hormat di depan tiang bendera
8
Gusar
9
Peraturan baru
10
Debatnya para Papa
11
Kesal
12
Praktek
13
Jadi asisten
14
Kecewa dengan Aaron
15
Kenapa malah dia yang melayani aku?
16
Dikunci
17
Mulai curiga
18
Sudah menjadi candu
19
Lagi-lagi Aaron yang menolong
20
Bingung dengan sikap Arsen
21
Ikut Praktek
22
Arsen cemburu
23
Lagi-lagi
24
Belanja
25
terlambat pulang.
26
Suara gaib di kamar mama dan papa
27
Harus membantu di kantor
28
Bingung
29
Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30
Antar aku pulang
31
Mama Arini kesal
32
Gak bisa hidup
33
Motornya nggak bisa
34
Tidak ingin pacaran.
35
Airin nggak mau ikut
36
Janjian pergi bersama
37
Jajan di taman
38
Makanan ternak dan makanan unggas
39
Malu
40
Suka olahraga
41
Aku akan menghukum kamu
42
Bingung
43
Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44
Maaf kadoku ketinggalan
45
Jam tangan biasa
46
memutuskan untuk pulang
47
Yakin dia setia?
48
Cuti kuliah
49
Pesan papa Sean
50
Mengantar Aaron
51
Ke pantai
52
Dipecat
53
Misi penting
54
DO
55
Queen and King
56
Taman hiburan
57
Memukul Reza
58
Menyesal
59
Butuh dokter jantung
60
Sama-sama galau
61
Permintaan maaf Airin
62
Semakin sayang
63
Semoga nggak hilang
64
Dimana ya
65
Bukannya kerja malah cari jam
66
Protes
67
Malam mingguan
68
Karena hujan
69
Terciduk
70
Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71
Malah debat sendiri
72
Siapa Mereka?
73
Kecelakaan
74
Cari loker
75
Sikap Aneh Arsen dan A4
76
Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77
Sakit
78
Datang menjenguk
79
Tidur
80
Jatah memang penting
81
Diantar pulang Aaron
82
Di tengok warga
83
Papa dan mama Daffa datang
84
Ancaman papa Daffa
85
Berhasil
86
Daring
87
Minta ijin
88
Tinggal di apartemen aku
89
Nasi pecel
90
Audisi
91
Berdebar
92
Duet Aaron dan Airin
93
Enak enakan
94
Rayuan Arcelo
95
Saling curhat
96
Dipeluk wanita lain.
97
Ancaman Arsen
98
Airin polos
99
Menemui Arcelo
100
Pergi ke hotel
101
Arcelo
102
Arthur marah
103
Ujian
104
Cemburu
105
Terabaikan
106
Lebih baik kita putus
107
Ingin cendramata dari hubungan kita
108
Pergi ke danau bersama
109
Ungkapan perasaan
110
Rapat
111
Ke Bali
112
Belum siap nama
113
Pergi
114
pengumuman
115
Antara 2 Billionaire
116
Beautiful revenge
117
salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118
Married with a stranger
119
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!