Entah mengapa Arsen nampak kesal karena Airin tidak membalas perbuatannya, padahal semalaman dia memikirkan cara untuk membalas Airin jika dia membalasnya.
"Arrgggh, gadis ini mengapa mempermainkan aku, dia duluan yang menentang diriku kenapa sekarang dia menyerah, apa maksudnya coba. Gak boleh dia gak boleh menyerah," Arsen bermonolog dengan dirinya sendiri entah apa yang dipikirkan Arsen.
Anggota A4 lainnya menyusul Arsen di taman, mereka nampak tersenyum geli melihat temannya yang sudah mulai bersikap aneh.
"Kelihatannya teman kita mulai....," Arthur tidak melanjutkan kata-katanya, lalu dia dan Arcelo tertawa membayangkan bagaimana Arsen bisa jatuh cinta pada Airin.
"Tapi pas Lo, mamanya bernama Arini kekasihnya bernama Airin," sahut Arcelo.
Mereka berdua tertawa mengejek Arsen sedangkan Aaron hanya tersenyum dia tidak komentar sama sekali.
Mereka bertiga mendatangi Arsen yang duduk dengan kesal, melihat temannya tertawa Arsen hanya meliriknya saja, dia sudah tau kalau pasti teman-temannya mengejek Arsen.
"Pergi sana jangan mengganggu aku," ucap Arsen dengan sinis
"Come on Arsen, kami ingin menghiburmu yang tengah susah hati," sahut Arcelo
"Brengsek!" umpat Arsen. "Siapa juga yang susah hati. Aku hanya memikirkan cara apa lagi untuk mengerjai Airin kan dia sudah menyerah jadi kini aku harus menyerang habis-habisan," kata Arsen lagi dengan tertawa.
"Karena kamu rindu perlawanannya," cerca Arthur.
Lagi-lagi mereka berdua tertawa sehingga Arsen semakin kesal, " Apa yang kalian pikirkan!" seru Arsen
"Kami berfikir kalau dirimu kini terlah terpapar virus cinta, bahkan vaksin Sinovac dan AstraZeneca tak sanggup melindungi kekebalan tubuhmu," ucap Arthur
Mendengar ucapan temannya Arsen tertawa, bagaimana seorang Arsen terpapar virus cinta yang menurutnya begitu menjijikan.
"Mau taruhan?" tanya Arsen
"Of course, than u see, u Will lost," jawab Arthur percaya diri.
(Tentu, lalu kita lihat, kamu akan kalah)
"Oh tidak bisa, kalian lah yang akan kalah," sahut Arsen.
Tiba-tiba saja Aaron pergi meninggalkan teman-temannya, dia bergegas menuju rooftop namun dia tidak menemukan siapa-siapa.
"Aaa s*h*i*t, aku lupa," umpat Aaron.
Dia telah lupa kalau ada janji dengan Airin, dia menunggu sebentar namun tentu Airin tidak datang.
Di sisi lain, Airin terus saja diolok teman-temannya namun Airin hanya diam tanpa menggubris olokan teman-temannya. Dia masih galau karena Aaron tadi tidak datang ke rooftop.
Jam pun berakhir, Airin segera menuju parkiran motornya dan ingin langsung pulang namun saat dia mencoba menyalakan motornya mesin motor tidak mau menyala dan ini membuat Airin frustasi.
"Motor, kamu kenapa lagi sih," gerutunya dengan lemas.
Airin yang tidak tau menahu terkait mesin hanya diam di samping motornya dengan memukul-mukul motornya dengan ranting kecil.
Dia sungguh tak sanggup jika harus menuntun motornya keluar dari kampus ini.
"Aaarrrgg sial," teriaknya frustasi.
Kebanyakan murid dari B.A university adalah orang kaya otomatis kendaraan yang mereka bawa adalah mobil-mobil mewah kalau pun ada yang membawa motor itupun motor yang harganya selangit bukan motor butut seperti milik Airin.
Tiba-tiba Aaron datang dan bertanya pada Airin, "Kenapa motornya?" tanya Aaron
Airin menoleh dan menatap Aaron, dia kini bingung harus senang atau marah, karena kejadian di rooftop tadi.
"Ditanya diam saja, motornya kenapa?" tanya Aaron lagi.
Airin hanya mampu tersenyum manis,
"Nggak tau, mesinnya nggak hidup," jawab Airin.
"Bawa ke bengkel saja," kata Aaron memberi ide.
"Iya tapi masalahnya, bengkelnya jauh dari sini," sahut Airin.
Aaron memberikan botol minumannya pada Airin, lalu dia mencoba menghidupkan mesin sepeda Airin, memang nggak bisa di hidupkan lalu dia mencoba dengan cara manual namun masih saja nggak bisa.
"Kenapa ya?" kata Aaron dengan ekspresi berfikir.
Aaron tidak mau menyerah, dia menghidupkan mesinnya secara manual sekali lagi dan benar saja kali ini mesinnya dapat hidup, Airin sungguh senang akhirnya mesin motornya dapat hidup.
"Mungkin ada masalah dengan aki nya, coba kamu beli, harganya murah banget kok," ucap Aaron dengan mengusap peluh di dahinya.
"Bagi kamu murah Aaron tapi bagi aku mahal apalagi aku belum gajian," batin Airin dengan tersenyum ketir.
Nampak dari jauh anggota A4 melihat Aaron dan Airin, nampak Arsen sangat kesal sekali lalu dia memanggil Aaron karena mereka akan segera pulang.
"Aaron," panggilnya.
Aaron menoleh dan melambaikan tangannya, lalu dia pamit pada Airin kalau harus segera pergi.
"Aku pulang dulu, hati-hati," kata Aaron lalu pergi meninggalkan Airin.
Airin menatap punggung Aaron dan hilang setelah dia masuk mobil, entah apa yang dirasakan Airin rasa dongkol hatinya menguap seketika. Energi yang hilang kini full kembali.
Airin menatap botol minum yang dibawanya lalu dia membawa pulang botol minuman tersebut yang masih berisi air sedikit.
Sepanjang perjalanan pulang dia menyanyi, hatinya sungguh berbunga-bunga.
Airin baru pertama kali merasakan hal seperti ini, baru kali ini dia merasa senang saat melihat lelaki, begitu senang saat dekat dengan lelaki dan terngiang-ngiang dengan senyuman lelaki dan lelaki tersebut adalah Aaron.
Setalah sampai di rumah Arini segera meletakkan botol minuman bekas Aaron di kamarnya. Airin menatap botol minuman itu, dia membayangkan Aaron ada di hadapannya.
Di sisi lain Arsen nampak kesal dengan Aaron, "Hey Aaron, kenapa kamu dekat-dekat dengan Airin, bukankah dia adalah musuh A4," ucap Arsen dengan sedikit kesal.
Arthur dan Arcelo saling pandang lalu tersenyum miring.
"Dia musuh kamu Arsen bukan aku, lagian kasian dia motornya rusak," sahut Aaron yang semakin membuat Arsen kesal," timpal Aaron.
"Jangan bilang kamu suka padanya," kata Arsen dengan menatap Aaron
Aaron nampak santai sedangkan Arsen sudah kebakaran jenggot.
"Kalau suka memangnya kenapa sih Arsen, toh dia juga nggak punya kekasih," ucap Aaron dengan santai.
Arthur dan Arcelo tertawa di depan sedangkan Arsen memanas mendengar ucapan dari Aaron.
"Nggak boleh, kamu nggak boleh suka dengan wanita jadi-jadian yang idiot itu," sahut Arsen marah
Aaron mengerutkan alisnya, "Memangnya kenapa?" tanya Aaron.
"Ya nggak boleh, aku akan membuat peraturan baru kalau kita dilarang suka dengan musuh kita," ujar Aaron yang membuatnya ingin tertawa.
"Mana ada aturan seperti itu Arsen," sahut Arcelo dari depan.
"Mulai detik ini berlaku, aku yang buat," timpal Arsen dengan ketus.
Meraka bertiga hanya tertawa melihat Arsen nampak kalau Arsen cemburu pada Aaron.
Tak selang lama anggota A4 sudah sampai di rumah Arsen, nampak mama Arini duduk di teras dengan membaca majalah seputar kehamilan.
"Siang ma," salam Arsen lalu mencium mamanya.
"Siang Tante," salam anggota A4 lainnya.
"Siang juga," sahut mama Arini.
"Oh iya papa Sean dan juga papa papa kalian ada meeting, jadi kalian berempat di suruh datang kesana," kata mama Arini.
Arsen dan anggota A4 lainnya saling pandang, sebenarnya mereka tadi dihubungi oleh papa masing-masing tapi karena sudah tau kalau yang dibahas adalah pekerjaan kantor akhirnya mereka mengabaikan panggilan telpon papa mereka.
"Sana makan terus berangkat ke kantor, nanti mama dimarahin papa Sean dan papa papa kalian lagi," ucap Arini lagi lalu melanjutkan membaca majalahnya.
Mereka berempat pergi ke kamar Arsen, malas sekali pergi ke kantor tapi mau nggak mau mereka harus pergi karena pasti Mama Arini marah.
Diantara semua mama yang paling galak adalah mama Arini untuk itu mereka tidak mau cari gara-gara dengan mama Arini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Pujiyanty
😂😂
2022-03-03
0
Pujiyanty
jd ktwa sendri😂
2022-03-03
0
Fenty Izzi
arsen mulai cemburu y...mama arini mmang galak... tpi baik kok🥰
2022-02-01
0