"Kamu ini yang bener dong Arsen, tadi ngajak pindah dari sini sekarang minta makan di sini, mau kamu tu apa sih!" maki Arthur
"Sudahlah ayo kita turun, bukannya kalian sudah lapar, aku berubah pikiran karena kasian sama kalian," sahut Arsen lalu dia keluar dari mobil.
Dia berjalan dulu masuk cafe dan meninggalkan anggota A4 lainnya yang masih di belakangan.
"Ingin sekali aku jitak kepalanya biar geser tu otak," omel Arcelo
"Sabar, mungkin dia lagi datang bulan jadi moodnya gak jelas," sahut Aaron yang membuat semua tertawa.
Arsen sudah duduk, bola matanya mencari keberadaan Airin.
"Dimana dia?" batin Arsen.
Tak selang berapa lama, ketiga anggota A4 lain menyusul, mereka langsung saja duduk.
Aaron memanggil pelayan dan kebetulan pelayannya adalah Airin.
"Kalian?" ucap Airin kaget
Arthur dan Arcelo menatap Arsen dengan tatapan kesal, "Pantas," kata mereka berdua barengan.
"Kamu kerja di sini?" tanya Aaron.
"Iya, aku kerja di sini," jawab Airin.
Arsen hanya diam dengan sedikit kikuk dan gugup, dia bingung mau pesan apa, melihat Airin sudah cukup baginya.
"Kamu pesan apa Arsen?" tanya Arcelo
"Kalian pesan dulu, aku masih belum menemukan makanan yang cocok," jawab Arsen berbohong.
Mereka bertiga sudah pesan makanan tinggal Arsen saja yang masih membolak-balikkan buku menu.
Airin kemudian membacakan pesanan mereka.
"Pesanannya tiga nasi goreng seafood, tiga kentang goreng dan juga jus alpukat, jus mangga dan juga lemon tea, benar ya," kata Airin.
Lalu Airin menatap Arsen, "Arsen kamu pesan apa?" tanya Airin
Arsen nampak gugup, dia bingung mau pesan apa.
"Terserah kamu, menunya biasa-biasa saja, kelihatannya juga makanan di sini tidak enak." jawab Arsen
Mendengar jawaban Arsen tentu membuat Airin kesal, kalau merasa tidak cocok dengan menunya kenapa tidak makan di tempat lain saja.
"Baiklah, aku samakan saja dengan teman-teman kamu," sahut Airin dengan menahan kesal.
Airin kini masuk ke dalam untuk memberikan pesanan pelanggan.
Kini Arcelo dan Arthur meminta penjelasan pada Arsen.
"Jadi karena ada Airin kamu tiba-tiba berubah pikiran?" tanya mereka berdua dengan menatap Arsen yang sudah kikuk.
"Siapa bilang, aku tidak tau kalau dia bekerja di sini jangan sembarangan kalian," jawab Arsen dengan berbohong.
Arcelo dan Arthur saling pandang mereka menyunggingkan senyuman mereka. Sedangkan Aaron nampak memainkan ponselnya tidak begitu menggubris teman-teman mereka.
"Bagaimana menurutmu Aaron?" tanya Arthur
"Bisa jadi Arsen berubah pikiran karena kasian dengan kita bisa jadi karena ada Airin bisa jadi karena hal lainnya," jawab Aaron bias.
Tak berselang lama, Airin datang dengan pesanan mereka.
"Selamat menikmati ya," kata Airin sambil menyajikan makanan mereka tak lupa senyum manisnya.
"Terima kasih Airin," sahut Aaron, Arcelo dan juga Arthur sedangkan Arsen hanya diam dengan ekspresi datarnya.
Airin nampak melihat Arsen, "Dasar sombong," kata Airin dalam hati.
Airin pamit untuk undur diri, ketiga laki-laki ini langsung melahap nasi goreng mereka sedangkan Arsen melihat Airin yang berjalan meninggalkan mejanya.
"Cepatlah makan kenapa melihati Airin?" tanya Arcelo
Arsen seketika langsung memasukkan nasi gorengnya dalam mulut namun dia kembali memuntahkan nasi gorengnya karena terlalu pedas.
"Brengsek kamu Airin," umpatnya lalu minum minumannya.
Arsen yang kesal langsung berjalan mendatangi dan menarik Arini keluar, kemudian dia mencengkeram lengan Airin, "Beraninya kamu mengerjai aku!" seru Arsen dengan marah.
Karena heran kenapa tiba-tiba Arsen marah membuat anggota A4 lainnya menyusul.
"Mengerjai apa maksud kamu?" tanya Airin yang bingung.
"Kenapa nasi goreng aku pedas sekali, asal kamu tau aku nggak bisa makan pedas," teriak Arsen
"Aku nggak tau Arsen, mungkin pesanannya tertukar," sahut Airin.
Arsen yang kesal mendorong tubuh Airin hingga dia tersungkur ke lantai, saat hendak bangkit Aaron menjulurkan tangannya untuk membantu Airin, seketika rasa kesal Airin menguap begitu saja dia nampak tersenyum manis pada Aaron dan ini membuat Arsen kesal.
"Ayo kita pulang," kata Arsen dengan ketus.
"Tapi makanan belum habis," jawab Arcelo
"Cari kafe lain," sahut Arsen.
Airin menatap Arsen dengan tatapan bencinya, bisa-bisanya dia menuduh dirinya padahal Airin tidak tau apa-apa.
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Aaron
"Tidak," jawab Airin
Lalu Aaron menyusul ketiga temannya yang sudah di mobil.
Arsen yang kesal dengan Aaron melemparkan tatapan mautnya ke luar jendela, kenapa Aaron seolah sebagai dewa penolong untuk Airin.
"Aku perhatikan kamu care sekali dengan Airin, jangan-jangan kamu suka dengan Airin ya Aaron," kata Arcelo yang membuat Arthur tertawa.
"Apa saja hebatnya wanita itu, udah pesek, tinggi semampai, semeter tak sampai maksudnya," sahut Arthur dengan tertawa
"Meskipun begitu dia mampu membuat ketua dan wakil ketua A4 jatuh hati Lo," timpal Arcelo
Aaron tersenyum geli, dia heran dengan pemikiran kedua temannya tersebut.
"Aku hanya tidak suka saja jika ada yang bersikap kasar pada wanita," kata Aaron yang membuat Arsen menatapnya.
"Apa kamu menyindirku Aaron!" seru Arsen
"Yang merasa saja," sahut Aaron
Arcelo segera mengemudikan mobilnya untuk pulang, jika mereka terus bersama akan ada perang dunia ke sepuluh.
Setelah sampai di rumah, Arsen langsung turun tanpa bilang apa-apa lalu ketiga temannya langsung melajukan mobil keluar rumah Arsen.
Saat masuk nampak Papa Sean dan mama Arini bermesraan sehingga membuat Arsen semakin kesal.
"Baru pulang sayang?" tanya mama Arini
"Nggak ma," jawab Arsen sewot
"Trus?" tanya mama Arini lagi
"Kan mama sudah tau kenapa masih bertanya," jawab Arsen frustasi lalu ikut bergabung dengan mama papanya.
Arsen kemudian mengambil apel yang berada di atas meja dan langsung memakannya karena dia lapar.
"Kamu kenapa pulang-pulang sewot begitu," tanya Papa Sean.
"Nggak papa pa," jawab Arsen
"Pasti bertengkar dengan A4 yang lain ya," terka mamanya.
"Mama sok tau," sahut Arsen.
Mama menghampiri Arsen lalu merangkul anaknya tersebut.
"Apapun masalah kalian mama harap kalian nggak memutuskan persahabatan kalian," pesan mama Arini.
"Nggak kok ma," sahut Arsen.
"Good," timpal Papa Sean.
"Besok kasih contoh buat adik kamu yang masih di perut ini," kata mama Arini.
Arsen yang dasarnya nggak suka dengan kehamilan mamanya membuat dia semakin kesal jika mama papanya membahas adik dengannya.
"Arsen ini sudah besar Lo ma, masak iya sih mau punya adik lagi," ujar Arsen sambil menikmati apelnya.
"Mama juga malu punya anak lagi sayang saat usia mama udah nggak muda lagi, tapi ingat ini titipan dari yang di atas jadi kita harus terima," kata mama Arini mencoba memberi pengertian pada anaknya.
"Dan kamu harus menyayangi adikmu kelak Arsen, karena setelah mama dan papa nggak ada siapa lagi yang akan menjaga adik kamu kalau bukan dirimu," sahut papa Sean
"Iya ya pa,ya udah Arsen masuk kamar dulu ya ma pa," kata Arsen lalu mengecup kening mamanya.
Meskipun tempramental, pemarah dan seenaknya Arsen sangat menyayangi mamanya. Dari kecil papa Sean sudah mengajarkan hal itu pada Arsen supaya menyayangi orang tua dan keluarganya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Pujiyanty
cemburu thu si arsen😴
2022-03-03
0
Fenty Izzi
arsen cemburu y... jangan gengsi2... buruan pepet airin mumpung belum d pe2t aron🤭😆😆
2022-02-01
0
Magda
Arthur mirip papa shane
2022-01-27
0