Dikunci

"Cepatlah makan, apa kamu pikir dengan menatap aku perut kamu bisa kenyang," omel Arsen.

Setelah marah Arsen senyum-senyum sendiri, "Apa jangan-jangan kamu mau minta aku untuk menyuapi kamu," kata Arsen dengan menatap Airin.

"Ogah," sahut Airin lalu dia segera menyantap makanannya.

Arsen terus saja menatap Airin yang makan dengan lahap, Airin yang merasa dilihati Arsen jadi kikuk, lalu dia balik menatap Arsen.

"Tuan muda Arsen apa anda menginginkan makanan ini?" tanya Airin

"Enggak, aku habis makan," jawab Arsen

"Lalu kenapa melihati aku seperti itu?" tanya Airin lagi

"Nggak aku heran saja, kamu makan seperti orang kesurupan," jawab Arsen.

Airin memutar bola matanya, "Wah hebat ya pernah lihat orang kesurupan makan, untung kamu nggak dimakan," sahut Airin dengan tertawa.

Lalu Arsen merebahkan dirinya di tempat tidur meninggalkan Airin yang melanjutkan makannya di sofa. Kamar yang dibooking Arsen adalah kamar VVIP, tentu fasiltas lengkap di kamar Arsen.

Arsen menatap langit-langit kamarnya dengan senyum-senyum sendiri, dia tidak percaya kalau Airin berada di kamarnya dengan dirinya sekarang.

Entah apa yang dipikirkan Arsen saat ini hingga suara ketukan membuyarkan lamunan Arsen.

Arsen yang merasa diganggu menggerutu lalu dia beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu, ternyata yang datang adalah anggota A4.

Arsen nampak bingung kalau mereka bertiga sampai masuk kamarnya bisa hancur reputasinya karena ada Airin di dalam.

Sebelum hal itu terjadi Arsen, menutup pintu kamarnya lalu menguncinya dari luar dan mengajak anggota A4 lainnya pergi.

"Kita pergi ke geladak saja, sebentar lagi sunset pemandangannya pasti sangat indah," kata Arsen lalu menarik tangan Aaron.

Aaron yang bingung dengan sikap Arsen hanya diam, dia ikut kemana Arsen membawanya.

Arthur dan Arcelo curiga dengan Arsen, ada apa dalam kamarnya sehingga Arsen tidak membiarkan mereka masuk dan langsung mengajak lihat pemandangan sunset, padahal magrib sudah lewat.

"Aku curiga dengannya," kata Arcelo

"Iya, aku juga," sahut Arthur

"Besok kita cari tahu apa yang dia sembunyikan di kamarnya," timpal Arcelo

"Ok," ucap Arthur.

Aaron yang sedari tadi ditarik Arsen pun melepas tangan Arsen.

"Udah, nggak enak dilihat orang dikiranya jeruk minum jeruk," kata Aaron yang membuat Arsen kesal

"Brengsek, aku masih normal," umpat Arsen.

"Oh, ya Arsen kenapa kami nggak boleh masuk ke dalam kamar kamu?" tanya Aaron yang membuat Arsen gugup.

"Boleh, cuma tadi itu aku kesal dan mengobrak abrik kamarku sehingga berantakan sekali, aku malu lah dengan kalian masa kamar pimpinan geng berantakan seperti itu," jawab Arsen berbohong

Ketiga anggota A4 saling pandang dan tertawa, "Brengsek kamu pikir kami anak kecil yang bisa kamu bodohi," kata Arcelo

Mendengar kata Arcelo membuat Arsen marah, "kalau nggak percaya ya sudah," sahutnya kesal.

"Arsen kamu nggak nyimpan bom kan, kamu nggak berniat bunuh diri dengan meledakkan kapal ini kan," ucap Aaron yang membuat semua anggota A4 tertawa.

"Brengsek kalian, aku masih sayang dengan nyawaku aku saja belum menikah bagaimana aku memikirkan untuk bunuh diri," sahut Arsen kesal.

Setibanya di geladak mereka hanya melihat laut gelap, dan udara mulai dingin.

"Maaf, ternyata sunset sudah lewat," katanya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Karena tidak menemukan apa-apa mereka memutuskan pergi ke bar untuk nongkrong sekalian Arcelo dan Arthur mau mencari wanita.

Di sisi lain Airin yang sudah selesai makan menumpuk piring-piring kotor jadi satu, dia juga membuang tisu kotor di tempat sampah.

Karena Arsen pergi Airin pun ingin kembali ke kamarnya, dia ingin mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.

Saat Airin membuka pintu kamar Arsen dia heran pasalnya kamarnya terkunci dari luar.

"Lo Lo Lo, ini kok terkunci dari luar," kata Airin dengan panik.

Airin berteriak meminta tolong namun kelihatannya sia-sia saja. Karena lelah berteriak Airin memutusakan untuk mandi, namun naas bagi Airin bajunya terjatuh dan basah sehingga membuat Airin bingung, nggak mungkin dia memakai baju basahnya, nggak mungkin juga dia telanjang.

Saat bingung melanda, tiba-tiba mata Airin menemukan handuk yang masih terbungkus plastik dan bisa dipastikan handuk ini masih belum dipakai.

Beruntungnya Airin saat membuka handuk tersebut ternyata itu model handuk model kimono sehingga tanpa pikir panjang Airin memakainya.

"Untung, ada handuk ini," gumam Airin.

Seusai mandi Airin keluar, lalu dia mengambil ponselnya dan ingin menghubungi Arsen namun tidak ada sinyal sama sekali sehingga membuat Airin berteriak kesal.

Aaaarrrggggg Arseeeeeeen," teriaknya.

Airin mengusap rambutnya dengan kasar, dia bingung sekarang.

Pusing memikirkan Arsen, Arini memutuskan untuk naik ke tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya yang lelah hingga dan baru sebentar saja Airin sudah terlelap.

Saat teman-temanya menikmati waktu mereka di bar, Arsen nampak memikirkan sesuatu. Dia gugup dan bingung. Dia takut terjadi apa-apa dengan Airin yang dikuncinya di dalam kamar.

"Hey Arsen," kata Arthur dengan menepuk bahu Arsen.

"Iya Airin," sahutnya yang membuat anggota A4 lainnya saling pandang.

"Fix dia jatuh cinta dengan si pesek dan tinggi semampai itu," sahut Arthur

"Sok tau," ucap Arsen kesal.

Arcelo dan Arthur nampak tertawa sedangkan Arsen langsung saja pergi meninggalkan mereka semua.

Aaron yang boring dengan suasana bar memilih ke geladak utama untuk menyendiri namun saat mendekat dia arah tepi geladak dia melihat wanita yang tidak asing di matanya, siapa lagi kalau bukan Keira.

"Kak Keira," gumam Aaron lalu mendekati Keira yang menatap laut luas.

Mendengar ada yang mendekat membuat Keira menoleh ke belakang dan betapa kagetnya dia kalau yang mendekat adalah Aaron.

"Aron," panggilnya. Sebenarnya Keira sudah tau kalau A4 berlibur mendampingi teman-teman beda jurusan mereka untuk praktek, untuk itu Keira meminta Arcelo membelikan tiket karena dia ingin ikut sekalian untuk menenangkan diri sebab pernikahannya batal.

Keira sangat kasian dengan papa dan juga mamanya karena dia orang tuanya harus menanggung malu. Bagaimana tidak persiapan pernikahan sudah berjalan tiga puluh persen.

"Kak Keira ngapain di sini? tanya Aaron

"Menenangkan pikirkan, Aaron!" jawab Keira.

Aaron dan Keira bercanda bersama di geladak utama sambil menikmati pemandangan laut yang gelap.

"Apa rencana kak Keira selanjutnya?" tanya Aaron.

"Entahlah Aaron, aku masih bingung," jawab Keira dengan tersenyum.

Melihat senyum Keira membuat Aaron ingin memeluk wanita yang tak lain adalah kakak temannya.

*********

Arsen segera membuka pintu kamarnya, "Ai.... Rin," panggil Arsen lalu tersenyum melihat wanita yang terlelap di tempat tidurnya.

Dia mendekat ke arah tempat tidurnya, dia nampak heran melihat Airin yang tidur dengan menggunakan handuk.

"Maaf, aku mengunci kamu di kamar," kata Arsen dengan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Airin.

Terpopuler

Comments

Aim Sholihah

Aim Sholihah

q jadi keinget meteor garden

2022-02-18

0

Reeyantie

Reeyantie

hmmm otw ki

2022-02-04

1

MegaCitra

MegaCitra

fall in love tu Arsen

2022-01-21

1

lihat semua
Episodes
1 Masuk pertama kali di B.A university
2 Airin
3 Mulai mengagumi Aaron
4 Keira
5 Mama Arini hamil
6 Bagai Kaktus
7 hukuman hormat di depan tiang bendera
8 Gusar
9 Peraturan baru
10 Debatnya para Papa
11 Kesal
12 Praktek
13 Jadi asisten
14 Kecewa dengan Aaron
15 Kenapa malah dia yang melayani aku?
16 Dikunci
17 Mulai curiga
18 Sudah menjadi candu
19 Lagi-lagi Aaron yang menolong
20 Bingung dengan sikap Arsen
21 Ikut Praktek
22 Arsen cemburu
23 Lagi-lagi
24 Belanja
25 terlambat pulang.
26 Suara gaib di kamar mama dan papa
27 Harus membantu di kantor
28 Bingung
29 Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30 Antar aku pulang
31 Mama Arini kesal
32 Gak bisa hidup
33 Motornya nggak bisa
34 Tidak ingin pacaran.
35 Airin nggak mau ikut
36 Janjian pergi bersama
37 Jajan di taman
38 Makanan ternak dan makanan unggas
39 Malu
40 Suka olahraga
41 Aku akan menghukum kamu
42 Bingung
43 Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44 Maaf kadoku ketinggalan
45 Jam tangan biasa
46 memutuskan untuk pulang
47 Yakin dia setia?
48 Cuti kuliah
49 Pesan papa Sean
50 Mengantar Aaron
51 Ke pantai
52 Dipecat
53 Misi penting
54 DO
55 Queen and King
56 Taman hiburan
57 Memukul Reza
58 Menyesal
59 Butuh dokter jantung
60 Sama-sama galau
61 Permintaan maaf Airin
62 Semakin sayang
63 Semoga nggak hilang
64 Dimana ya
65 Bukannya kerja malah cari jam
66 Protes
67 Malam mingguan
68 Karena hujan
69 Terciduk
70 Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71 Malah debat sendiri
72 Siapa Mereka?
73 Kecelakaan
74 Cari loker
75 Sikap Aneh Arsen dan A4
76 Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77 Sakit
78 Datang menjenguk
79 Tidur
80 Jatah memang penting
81 Diantar pulang Aaron
82 Di tengok warga
83 Papa dan mama Daffa datang
84 Ancaman papa Daffa
85 Berhasil
86 Daring
87 Minta ijin
88 Tinggal di apartemen aku
89 Nasi pecel
90 Audisi
91 Berdebar
92 Duet Aaron dan Airin
93 Enak enakan
94 Rayuan Arcelo
95 Saling curhat
96 Dipeluk wanita lain.
97 Ancaman Arsen
98 Airin polos
99 Menemui Arcelo
100 Pergi ke hotel
101 Arcelo
102 Arthur marah
103 Ujian
104 Cemburu
105 Terabaikan
106 Lebih baik kita putus
107 Ingin cendramata dari hubungan kita
108 Pergi ke danau bersama
109 Ungkapan perasaan
110 Rapat
111 Ke Bali
112 Belum siap nama
113 Pergi
114 pengumuman
115 Antara 2 Billionaire
116 Beautiful revenge
117 salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118 Married with a stranger
119 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Masuk pertama kali di B.A university
2
Airin
3
Mulai mengagumi Aaron
4
Keira
5
Mama Arini hamil
6
Bagai Kaktus
7
hukuman hormat di depan tiang bendera
8
Gusar
9
Peraturan baru
10
Debatnya para Papa
11
Kesal
12
Praktek
13
Jadi asisten
14
Kecewa dengan Aaron
15
Kenapa malah dia yang melayani aku?
16
Dikunci
17
Mulai curiga
18
Sudah menjadi candu
19
Lagi-lagi Aaron yang menolong
20
Bingung dengan sikap Arsen
21
Ikut Praktek
22
Arsen cemburu
23
Lagi-lagi
24
Belanja
25
terlambat pulang.
26
Suara gaib di kamar mama dan papa
27
Harus membantu di kantor
28
Bingung
29
Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30
Antar aku pulang
31
Mama Arini kesal
32
Gak bisa hidup
33
Motornya nggak bisa
34
Tidak ingin pacaran.
35
Airin nggak mau ikut
36
Janjian pergi bersama
37
Jajan di taman
38
Makanan ternak dan makanan unggas
39
Malu
40
Suka olahraga
41
Aku akan menghukum kamu
42
Bingung
43
Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44
Maaf kadoku ketinggalan
45
Jam tangan biasa
46
memutuskan untuk pulang
47
Yakin dia setia?
48
Cuti kuliah
49
Pesan papa Sean
50
Mengantar Aaron
51
Ke pantai
52
Dipecat
53
Misi penting
54
DO
55
Queen and King
56
Taman hiburan
57
Memukul Reza
58
Menyesal
59
Butuh dokter jantung
60
Sama-sama galau
61
Permintaan maaf Airin
62
Semakin sayang
63
Semoga nggak hilang
64
Dimana ya
65
Bukannya kerja malah cari jam
66
Protes
67
Malam mingguan
68
Karena hujan
69
Terciduk
70
Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71
Malah debat sendiri
72
Siapa Mereka?
73
Kecelakaan
74
Cari loker
75
Sikap Aneh Arsen dan A4
76
Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77
Sakit
78
Datang menjenguk
79
Tidur
80
Jatah memang penting
81
Diantar pulang Aaron
82
Di tengok warga
83
Papa dan mama Daffa datang
84
Ancaman papa Daffa
85
Berhasil
86
Daring
87
Minta ijin
88
Tinggal di apartemen aku
89
Nasi pecel
90
Audisi
91
Berdebar
92
Duet Aaron dan Airin
93
Enak enakan
94
Rayuan Arcelo
95
Saling curhat
96
Dipeluk wanita lain.
97
Ancaman Arsen
98
Airin polos
99
Menemui Arcelo
100
Pergi ke hotel
101
Arcelo
102
Arthur marah
103
Ujian
104
Cemburu
105
Terabaikan
106
Lebih baik kita putus
107
Ingin cendramata dari hubungan kita
108
Pergi ke danau bersama
109
Ungkapan perasaan
110
Rapat
111
Ke Bali
112
Belum siap nama
113
Pergi
114
pengumuman
115
Antara 2 Billionaire
116
Beautiful revenge
117
salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118
Married with a stranger
119
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!