Saat Airin membuka matanya dia melihat Arsen yang berbaring di sampingnya, seketika Airin berteriak kencang.
"Aaaaaaaaaaaaa, Arsen kamu ngapain tidur di sini," teriak Airin yang membuat Arsen terbangun.
"Ini kamar aku, kalau aku nggak tidur di sini lalu aku tidur dimana!" kata Arsen dengan kesal.
Airin melihat dirinya dan dia membolakan matanya karena dia memakai handuk saat tidur.
"Aaaaaaa ini kenapa aku hanya memakai handuk, jangan-jangan kamu sudah mengambil kegadisanku?" Lagi-lagi Airin berteriak.
Kini Airin menangis, "Kalau aku hamil gimana? pasti orang tuaku kecewa dengan aku," katanya kemudian.
Arsen memijat kepalanya, " Woy kamu itu nggak hanya jelek tapi pikun juga, saat aku kembali ke kamar kamu itu sudah memakai handuk," maki Arsen.
Seketika Airin berhenti menangis lalu dia mengingat kembali kejadian kemarin, dan dia baru ingat kalau dia mandi dan menjatuhkan bajunya lalu dia akhirnya memakai handuk.
"Sudah ingat sekarang!" maki Arsen
"Lagian kenapa kemarin kamu kunci aku dari luar, kamu tu ngawur banget Arsen, kalau kapal ini tiba-tiba tenggelam atau apa aku bisa mati di sini karena nggak bisa kabur," gerutu Airin.
Mendengar gerutuan Airin membuat Arsen kesal, tanpa aba-aba Arsen mencium Airin lagi, dia benar-benar mengunci tubuh Airin sehingga Airin tidak bisa berontak.
Kini dia hanya bisa menikmati setiap kecupan demi kecupan bibir Arsen. Baik Airin dan Arsen tidak pernah berciuman hingga cara ciuman mereka sangat kaku sekali.
Setelah puas berpaut kini mereka berdua saling pandang dan nampak kikuk,
"Aku mau kembali ke kamar karena sebentar lagi aku harus praktek," kata Arini dengan gugup.
Saat hendak beranjak Arsen menarik tangan Airin hingga Airin yang tak memiliki cukup keseimbangan akhirnya terjatuh tepat di atas Arsen.
Mereka berdua saling pandang, entah apa yang mereka pikirkan hingga mereka berada di posisi mereka cukup lama.
Arsen yang menanggung beban tubuh Airin merasa berat lalu mereka menyudahi acara saling tatapnya.
"Tubuhmu berat sekali," kata Arsen
"Memang BB aku kan seratus kilo gram," sahut Airin kesal lalu beranjak dan berjalan menuju pintu
"Woy Airin kamu ini asisten aku, kenapa nggak menyiapkan keperluanku dulu!" teriak Arsen
"Siapkan sendiri, aku sudah telat," kata Airin lalu dia keluar dan menutup pintu kamar Arsen.
Arsen nampak kesal namun di sisi lain dia sangat bahagia kerena bisa dua kali mencium Airin, wanita yang sedikit demi sedikit mulai mengacaukan sistem saraf Arsen sehingga Arsen kini memiliki dua kepribadian ganda, dia kini pintar bersandiwara dan berbohong. Virus yang telah masuk ke dalam tubuhnya dengan cepat menyerang hati, pikiran dan syarafnya.
Pagi ini anggota A4 lainnya, datang ke kamar Arsen mereka ingin mengajak Arsen sarapan bersama.
Saat masuk kamar Arsen nampak piring-piring kotor di atas meja.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Arcelo
"Belum," jawab Arsen
Mereka bertiga saling pandang dan mengangkat bahu mereka.
Karena Arsen belum mandi, dia mandi dulu namun sebelum Arsen mandi Arthur numpang ke kamar mandi.
"Bentar Arsen aku nebeng ke kamar mandi dulu," kata Arthur
Lalu Arthur pergi ke kamar mandi, saat hendak keluar dia melihat ada baju wanita di dalam kamar mandi Arsen.
Arthur mengerutkan alisnya, dia lihat dari bajunya jelas ini milik anak jurusan perhotelan dan juga kapal pesiar.
"Aku semakin curiga padamu Arsen," gumam Arthur
Saat keluar dari kamar mandi, Arthur segera bertanya pada Arsen.
"Itu di dalam baju siapa?" tanya Arthur
Arsen membolakan matanya, bingung harus menjawab apa.
"Itu, bajuuuuu, baju teman, iya baju teman aku," jawab Arsen dengan gugup.
Ketiga temanya saling pandang, "teman apa teman?" goda mereka
"Teman lah," sahut Arsen kesal karena teman-temannya menggodanya.
"Siapa nama teman kamu?" tanya Aaron
"Kalian ini banyak tanya," sahut Arsen dengan kesal.
Arsen masuk kamar mandi, meninggalkan ketiga temannya yang mulai mengadakan rapat untuk menguak siapa teman Arsen yang meninggalkan baju di kamar mandi.
"Apa mungkin si pesek itu," terka Arthur
"Bisa jadi iya, tapi kan dia sangat membenci Arsen bagaimana bisa dia datang ke kamar Arsen?" sahut Arcelo
"Apa jangan-jangan dia semalam manjadi teman ranjang Arsen, lalu tadi pagi dia mandi dan melupakan bajunya," timpal Arthur
"Tak aku sangka ternyata Airin adalah seorang cabe-cabean, ga laku buat om-om kini dia memikat Arsen" ucap Arcelo.
"Salah," sahut Aaron.
Arcelo dan Arthur menatap Aaron dengan lekat, sorot mata mereka mengisyaratkan kalau mereka sangat penasaran sekali.
"Apa maksud kamu Aaron?" tanya Arcelo
"Jadi Arsen lah yang membiayai praktek Airin, dan kelihatannya Arsen meminta Airin jadi asisten pribadinya," ungkap Aaron
"Bagaimana kamu tau?" tanya Arthur
"Aku dapat info dari dosen jurusan Airin, dan kalau Airin jadi asisten aku hanya menebaknya saja,' jawab Aaron.
"Wah, fix kita harus selidiki. Beraninya dia main rahasia-rahasia dengan kita, apa dia sudah tidak menganggap kita saudara," ucap Arcelo dengan kesal.
Arsen yang baru keluar dari kamar mandi segara memakai bajunya dan kini mereka bersiap untuk sarapan.
Saat menuju restoran A4 berpapasan dengan Airin dan teman-teman jurusannya.
"Halo A4," sapa mereka
"Halo," sahut Arsen dengan tersenyum
Sontak mereka berteriak senang karena dalam sejarah baru pertama kalinya Arsen tersenyum pada teman-temannya.
Arcelo, Arthur dan juga Aaron saling pandang seperti orang oon, Aaron mengecek dahi Arsen dan ternyata suhu tubuhnya normal.
"Suhu tubuhnya normal," kata Aaron
"Jangan-jangan dia kesurupan atau orang lain yang bersemayam di tubuhnya, seperti cerita-cerita time travel," sahut Arthur
Arsen yang mendengar teman-temannya menggunjingnya pun melemparkan tatapan mautnya.
"Brengsek," umpat Arsen. "Ini aku Arsen Kyle Bryan, penguasa kampus B.A university anak dari pengusaha nomer satu Sean Kyle Bryan dan cucu dari Ben Bryan pengusaha dari Jerman, puas kalian!" seru Arsen lalu berjalan terlebih dahulu.
Teman-temannya tertawa mendengar ucapan Arsen,
"Nanti malam, kita pasang saja kamera pengintai," kata Arthur
"Kamu ada-ada saja Arthur, biarkan sajalah Arsen. Mari kita cari senang kita sendiri, sebentar lagi kita akan sampai di Singapore lebih baik kita turun, nongkrong dan cari wanita," sahut Arcelo.
Berbeda dengan teman-temannya Aaron ada janji dengan Keira, mereka akan turun dan jalan-jalan di pelabuhan. Dan ini sangat di nantikan Aaron.
Satu jam kemudian ada pemberitahuan kalau kapan sudah mendarat di Singapura, karena semua senior sibuk untuk turun jadi praktek saat ini ditunda dulu, Airin yang tidak memiliki uang untuk turun lebih memilih bersantai di geladak utama, dia sengaja tidak mencari Arsen karena menurut Airin Arsen sibuk turun kapal.
Saat asik menatap laut ada seorang yang menutup mata Airin dari belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Pujiyanty
mlai tmbuh benih cinta
2022-03-03
0
Fenty Izzi
arsen kah itu🤔
2022-02-01
0
Magda
Arthur benar benar mirip papa shane
2022-01-27
0