"Kalau iya kenapa, aku akan menjadikannya asisten aku dan dengan begitu aku bisa mengerjainya," kata Arsen
"Oh my God, dia sudah gila," sahut Arcelo
"Bagaimana menurutmu Aaron, cemerlang kan ide aku?" tanya Arsen dengan menatap Aaron
Aaron tidak berkomentar apa-apa dia hanya mengangkat ibu jarinya yang artinya OK.
Sedangkan Arsen senyum-senyum sendiri menatap kertas yang dibawanya. Arcelo dan Arthur hanya mampu menggelengkan kepala, heran dengan Arsen yang semakin kesini semakin tidak wajar.
"Ya sudah ayo kita ke kelas," ajak Arthur
"Ayo," sahut Aaron.
Mereka berempat pergi ke kelas, saat masuk kelas sudah ada dosen yang mengajar.
Dosen segera mempersilahkan ke empat tuan muda tersebut duduk dan mengikuti pelajarannya.
Di kampus B.A university sekiller-killernya dosen nggak akan ada yang berani memarahi A4.
Sepulangnya dari kampus Airin masuk ke dalam kamarnya dia menatap botol minuman Aaron, Airin masih menyimpannya, dia juga terus memegangi pipinya yang tadi dicium Aaron.
Hati Airin sangat berbunga-bunga, "Ternyata yang mencuri ciuman pertamaku adalah Aaron," gumamnya.
Airin kini akan bersiap-siap untuk bekerja, karena tidak ingin bekas ciuman Aaron luntur kena air Airin pun menutup bekas ciuman Aaron dengan selotip.
"Nah kalau gini kan nggak luntur," kata Airin sambil memastikan pipi bekas ciuman Aaron tertutup oleh selotip.
Hari ini A4 tidak berkumpul, mereka menikmati waktu mereka bersama orang tua masing-masing.
Berbeda dengan teman-temannya, Aaron sendirian di rumah, papa Daffa mengantar mama Putri keluar karena ada kerjaan.
Aaron yang tidak punya teman memilih datang ke cafe dimana Airin bekerja, saat hendak masuk dia melihat Keira yang ditarik tangannya oleh seorang pria, dia memasukkan Keira ke dalam mobil dan langsung saja Aaron menghampiri mobil tersebut.
Dia mengetuk kaca mobil tersebut dan membuat di pria tersebut kesal.
Setelah membuka pintu mobilnya pria tersebut langsung menyerang Aaron namun untung saja Aaron bisa menghindar dan beberapa pukulan dari Aaron pria tersebut sudah terkapar.
Keira yang hampir saja dilecehkan menangis sambil memegangi bajunya yang sobek.
Aaron yang memakai jaket akhirnya memberikan jaketnya pada Keira.
"Kak Keira jangan menangis," hibur Aaron lalu membawa Keira keluar.
Keira memeluk Aaron, "Dia lelaki brengsek Aaron, aku tidak sudi menikah dengannya," kata Keira dalam pelukan Aaron.
Aaron nampak tersenyum, "Jadi nikahnya dibatalkan ya?" tanya Aaron. "Bagaimana kalau menikahnya dengan diriku saja," imbuhnya yang membuat Keira mendongakkan kepalanya menatap Aaron dengan sinis.
"Kenapa kak?" tanya Aaron
"Gak papa," Sahut Keira.
Keira ingin lepas dari pelukan Aaron namun Aaron enggan melepas pelukan Keira, bahkan Aaron berani mengecup kening Keira. Memang dari dulu Aaron sangat mengagumi Keira. Kecantikan Keira sangat luar biasa hingga mampu menarik perhatian Aaron.
Dari kejauhan nampak Airin yang melihat pemandangan indah tersebut, hatinya sungguh sakit melihat Aaron memeluk dan mengecup kening wanita lain.
"Apa yang aku pikirkan? A4 tetap A4 mereka brengsek semua termasuk Aaron," gumam Airin lalu dia masuk ke dalam dan mencuci mukanya dengan air lalu menggosok bekas ciuman Aaron dengan sabun.
"Aku harus menggosoknya dengan bersih supaya aku tidak tertular virus," gumamnya.
Airin terus saja menggosok bekas ciuman Aaron dengan menangis, dia baru pertama kali jatuh cinta tapi belum apa-apa Airin sudah patah hati.
Hancur-hancur cintaku sakit-sakit hatiku tetapi tak bisa aku menyalahkanmu, inilah nasibku inilah takdirku yang tak aku suka.
Mungkin sepenggal lirik lagu itu cocok untuk Airin saat ini, dia juga tidak bisa menyalahkan Aaron karena memang Aaron tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Airin hanya sikap baiknya saja yang membuat Airin terbuai dengan Aaron, kalau untuk ciuman pipi yang Aaron berikan Airin juga belum paham, dia kurang begitu memahami seluk beluk cinta, bisa saja ciuman pipi dari Aaron adalah bentuk rasa sayangnya dia pada sahabat atau lainnya.
Setalah puas mencuci pipinya Airin segera kembali bekerja, meski hatinya kacau namun dia masih bisa bekerja secara profesional.
Keesokan paginya, Airin malas sekali ke kampus selain Aaron, Arsen juga membuatnya kesal namun mau nggak mau dia harus tetap pergi ke kampus.
Setalah sarapan Airin pamit kepada ibundanya dengan mencium punggung tangan ibundanya tersebut.
Setibanya di kampus Airin langsung saja masuk dan menyendiri di taman belakang yang sepi, jam pertama Airin sengaja tidak masuk kelas karena dia malas sekali nanti saja dia menyalin materi yang diberikan dosen.
Arsen yang ingin memberikan peraturan Airin selama menjadi asistennya nampak bingung karena tidak menemukan Airin,
"Wanita jadi-jadian ini kemana?" gumam Arsen
Dia bertanya pada beberapa teman namun mereka tidak tau mereka juga bilang kalau Airin tidak ikut mata kuliah yang pertama.
Arsen nampak heran dan bingung, dia mencari ke rooftop namun lagi-lagi dia tidak menemukan Airin.
Lalu dia pergi kebelakang dan benar saja ada Airin di sana, dengan senyum yang mengembang Arsen menghampiri Airin yang tengah sendirian di taman.
"Hey, Airin," panggil Arsen
Arini menoleh lalu memutar bola matanya dengan malas, "Ada apa?" tanya Airin
"Aku ingin memberikan peraturan ini padamu, kamu pelajari dan jangan membantah," jawab Arsen lalu menyodorkan kertasnya.
Airin membaca sekilas dan dia langsung saja membolakan matanya, dia heran sekali dengan Arsen mengapa membuat peraturan yang tidak manusiawi padanya.
"Kamu gila ya Arsen, mana ada peraturan seperti ini, aku kan hanya asisten mengapa jadi seperti budak kamu?" maki Airin dengan kesal
"Sudah lakukan saja, jangan banyak membantah," sahut Arsen.
Airin mengumpat dalam hati merutuki Arsen yang bisa-bisanya mau menjadikannya budak.
"Ini ada poin kalau kita tidur sekamar bersama apa maksud kamu? aku bukan budak na*su kamu ya," kata Airin lalu membaca peraturan selanjutnya.
"Siapa juga yang mau tidur dengan kamu, kamu hanya standby saja di kamarku takutnya malam-malam aku ingin ini dan itu," ucap Aaron
"Apa maksud kamu ingin ini dan itu?" tanya Airin dengan melemparkan tatapan mautnya pada Arsen
Arsen nampak gugup, lalu dia menjawab asal
"Ya kalau sewaktu-waktu aku butuh minum atau makan," jawabnya
Arini membolakan matanya, dia sungguh kesal dengan Arsen. "Brengsek kamu, jadi kamu menyuruh aku standby hanya untuk melayani makan dan minum!" omel Airin yang membuat Arsen terkekeh.
"Sudahlah jangan mengeluh, lakukan saja apa yang tertulis di kertas itu, biar semua lancar jadi mohon kerja samanya," kata Arsen
Airin yang kesal meninggalkan Arsen begitu saja, dan Arsen senyum-senyum sendiri melihat Airin kesal padanya, dia sudah tidak bisa sabar menunggu momen momen Airin jadi asistennya.
"Arrrggg wanita ini," katanya dengan tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Pujiyanty
keren tor😀
2022-03-03
0
Fenty Izzi
makin keren ceritanya... langsung kasih favorit y❤❤❤❤❤❤sukses dn semangat kak🙏💪💪❤
2022-02-01
1
Magda
bagus cerita nya 😘😘😘
2022-01-27
1