Sudah menjadi candu

"Nggak lucu deh Arsen," kata Airin sambil mencoba memegang tangan yang menutupi matanya.

Aaron tersenyum kecut, "Arsen? aku Aaron kali Rin," sahut Aaron dengan tersenyum.

Entah mengapa dia terlihat kecewa karena Airin mengira dirinya adalah Arsen.

Airin menoleh, lalu dia menggigit bibir bawahnya karena nggak enak dengan Aaron.

"Eh maaf Aaron, aku kira kamu Arsen soalnya akhir-akhir ini dia selalu mengganggu aku," ucap Airin dengan raut wajah yang sulit diartikan.

"Nggak apa-apa, apa kini hatimu sudah beralih ke Arsen?" tanya Aaron dengan menatap Airin.

Airin nampak kikuk, bagaimana bisa Aaron bertanya seperti itu, jelas-jelas Aaron sudah memiliki wanita dan saat itu Airin dibuat patah hati.

"Tidak, hatiku masih setia pada diriku sendiri, aku sadar diri Aaron, mencintai seseorang dengan statusku yang level zero akan membuat aku sakit sendiri, jadi sebisa mungkin aku menikmati waktu mudaku tanpa terbebani dengan yang namanya cinta," jawab Airin dengan tersenyum.

"Exactly Airin, tapi kita nggak tau kapan cinta itu datang dan mengisi ruang hati kita. Kita juga nggak bisa request pada siapa, kapan dan dimana kita akan mendapatkan cinta, dia datang dengan tiba-tiba tanpa kita memintanya," ucap Aaron.

"Yes, u right. But kita bisa mengatur dan mengendalikan cinta itu sendiri, cinta semakin tumbuh jika kita memupuknya namun cinta akan hilang jika kita mematikannya," timpal Airin.

Aaron nampak tersenyum, "Tapi sikapmu nggak seperti ucapan kamu, karena aku tahu karena di hati kamu ada seseorang sekarang," sahut Aaron.

Airin tidak bisa berkata apa-apa, namun dia masih bingung dengan maksud Aaron yang bilang kalau di hatinya ada seseorang. Memang benar beberapa hari lalu ada dirinya di hati Airin namun Airin mencoba melupakan Aaron karena Aaron telah memiliki wanita.

Saat asik mengobrol ada Keira yang ikut bergabung, Airin yang baru pertama kali melihat Keira sangat tertarik dengan kecantikan Keira.

"Keira" kata Keira memperkenalkan dirinya.

"Airin," balas Airin.

"Astaga kak Keira cantik sekali, aku yang sama-sama kaum hawa saja suka dengan kak Keira apalagi para kaum adam," ucap Airin yang membuat Keira dan Aaron tersenyum.

Lalu mereka berdua pamit untuk turun kapal sedangkan Airin kembali melemparkan tatapan matanya ke laut lepas.

Airin melamun dengan mata yang terus menatap laut, Dalamnya laut sangat indah namun tidak bisa di jamah, begitu pula dengan Airin dalam hatinya tidak ada yang menjamah sebelumnya hingga datang Aaron yang sempat memberinya keindahan namun keindahan tersebut perlahan memudar dan kini tiba-tiba Arsen datang yang mencoba melukiskan keindahan itu kembali.

Lagi-lagi ada sebuah tangan yang menutup matanya lagi, Airin pun tersenyum lalu dia berucap

"Kamu kembali lagi Aaron,"

"Aku Arsen bukan Aaron!" serunya

Airin menoleh dengan meringis, dia membuka jari telunjuk dan jari tengahnya yang artinya damai dan meminta maaf pada Arsen.

"Tunggu! kembali lagi?" kata Arsen penuh penekanan. "Jadi kamu tadi bertemu Aaron!" teriaknya melengking yang siap merusak gendang telinga Airin.

"Iya, kenapa? masalah?" tanya Airin.

"Masalah lah, kan kamu adalah asisten aku jadi kamu nggak boleh bertemu dengan pria lain selain aku," jawab Aaron

"Kamu waras kan Arsen? aku cuma asisten kamu bukan pacar maupun istri, jadi kamu nggak ada hak untuk melarang aku bertemu dengan siapa pun," sahut Airin lalu pergi meninggalkan Arsen.

Arsen yang kesal mengepalkan tangannya lalu mengejar Airin, dia menarik tangan Airin dan membawanya ke kamarnya. Tentu hal ini membuat Airin takut.

Lagi-lagi Arsen melemparkan tubuh Airin di tempat tidurnya, dia menindih Airin. Arini terus saja berontak namun tangan Arsen cukup kuat.

"Beraninya kamu melawanku Airin, tidakkah kamu baca peraturan yang aku buat kemarin, hah!" maki Arsen.

"Itu peraturan bodoh Arsen, mana ada peraturan yang seperti itu," timpal Airin

"Tapi kamu sudah make a deal with me!" teriak Arsen.

Arsen langsung saja mencium bibir Airin, dengan kasar Arsen menikmati bibir Airin yang mulai membuat dia kecanduan.

Karena kesal Airin menggigit bibir Arsen hingga berdarah.

"Brengsek kamu Airin!" umpat Arsen

"Lepas, Arsen kamu sudah gila. Aku bukan budak kamu, kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini, Aku membencimu!" teriak Airin.

Arsen yang semakin emosi menciumi leher Airin bahkan dia meninggalkan jejak di sana sehingga membuat Airin terus berontak hingga kakinya menendang rudal Arsen. Sontak seketika Arsen kesakitan.

Aauuwww berengsek kamu Airin." Arsen memekik kesakitan karena ulah Airin.

"Sukurin, mampus kamu Arsen!" kata Airin lalu dia mencoba keluar kamar Arsen. Namun lagi-lagi kamar Arsen terkunci, Airin menggedor-gedor pintu namun tidak ada yang mendengar.

Arsen dengan memegangi rudalnya berjalan menuju Airin dan itu membuat Airin terduduk di lantai dengan menangis.

"Arsen jangan!" ucapnya dalam tangis.

Melihat Airin menangis membuat Arsen kasian, lalu dia memeluk Airin dan menenangkannya.

"Maafkan aku," kata Arsen dengan menyesal

"Kalau maaf berguna untuk apa ada polisi," sahut Airin.

Karena tidak ada tisu, dia menggunakan kaos Arsen untuk mengusap ingusnya.

"Woy Airin kamu jorok sekali!" teriak Arsen yang merasa jijik dengan kaosnya.

"Biarin, salah sendiri membuat aku menangis," sahut Airin

Arsen segera melepas kaosnya dan terlihat tubuhnya yang sixpack sehingga membuat Airin menelan salivanya.

Dengan selorohnya Airin memegang otot dada Arsen yang besar.

"Keras sekali," kata Airin.

"Iya iya lah kalau lembek dada kamu," seloroh Arsen yang membuat Airin melemparkan tatapan tajamnya pada Arsen.

"Benar kan, coba sini aku pengang," kata Arsen yang membuat Airin marah.

"Berani memegangnya, akan aku patahkan tangan kamu," ancam Airin

Arsen tertawa mendengar ancaman Airin, lalu dia mencubit hidung Airin.

"Galak sekali," sahut Arsen

"Harus galak supaya kalian kaum Adam tidak macam-macam denganku," timpal Arini

"Aku jadi kasian dengan suami kamu nanti, karena mendapatkan kamu yang di bawah standar galak lagi," ucap Arsen.

"Kamu saja yang jadi suami aku, biar setiap hari aku marahi, hahahaha," ujar Airin dengan tertawa.

Mendengar kata Airin membuat Arsen tersenyum, otaknya kini traveling membayangkan jika suatu nanti dia menikah dengan Airin.

Melihat Arsen yang melamun dengan senyum-senyum sendiri membuat Airin mencibirnya.

"Dasar sinting,"

Entah apa yang mereka berdua pikirkan, tiba-tiba ada suara pintu di ketuk, lalu Arsen membukanya.

Terlihat Arcelo dan Arthur datang.

Arsen berusaha menutup pintunya dari luar namun Arcelo dan Arthur menerobos masuk dan betapa kagetnya mereka ada Airin yang duduk di sofa dengan keadaan yang berantakan.

"Airin!" kata mereka berdua barengan.

Airin tersenyum ketir dan melambaikan tangannya pada Arcelo dan Arthur.

Lalu Arthur dan Arcelo menatap Arsen

"Kamu hutang penjelasan pada kami Arsen,"

Terpopuler

Comments

adekku

adekku

ceritanya kog kyk meter garden ma kyk komik dr jepang itu tp untuk seri novel nya emg lom ada sih.....

2022-02-17

0

Reeyantie

Reeyantie

Penasaran kan sopo sek nutup mataMu kita tunggu di Babselanjutny 😅

2022-02-04

0

Fenty Izzi

Fenty Izzi

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ketahuan deh🤭😆😆😆bakalan d buli tuh arsen sama A4😂😂😂😂

2022-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Masuk pertama kali di B.A university
2 Airin
3 Mulai mengagumi Aaron
4 Keira
5 Mama Arini hamil
6 Bagai Kaktus
7 hukuman hormat di depan tiang bendera
8 Gusar
9 Peraturan baru
10 Debatnya para Papa
11 Kesal
12 Praktek
13 Jadi asisten
14 Kecewa dengan Aaron
15 Kenapa malah dia yang melayani aku?
16 Dikunci
17 Mulai curiga
18 Sudah menjadi candu
19 Lagi-lagi Aaron yang menolong
20 Bingung dengan sikap Arsen
21 Ikut Praktek
22 Arsen cemburu
23 Lagi-lagi
24 Belanja
25 terlambat pulang.
26 Suara gaib di kamar mama dan papa
27 Harus membantu di kantor
28 Bingung
29 Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30 Antar aku pulang
31 Mama Arini kesal
32 Gak bisa hidup
33 Motornya nggak bisa
34 Tidak ingin pacaran.
35 Airin nggak mau ikut
36 Janjian pergi bersama
37 Jajan di taman
38 Makanan ternak dan makanan unggas
39 Malu
40 Suka olahraga
41 Aku akan menghukum kamu
42 Bingung
43 Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44 Maaf kadoku ketinggalan
45 Jam tangan biasa
46 memutuskan untuk pulang
47 Yakin dia setia?
48 Cuti kuliah
49 Pesan papa Sean
50 Mengantar Aaron
51 Ke pantai
52 Dipecat
53 Misi penting
54 DO
55 Queen and King
56 Taman hiburan
57 Memukul Reza
58 Menyesal
59 Butuh dokter jantung
60 Sama-sama galau
61 Permintaan maaf Airin
62 Semakin sayang
63 Semoga nggak hilang
64 Dimana ya
65 Bukannya kerja malah cari jam
66 Protes
67 Malam mingguan
68 Karena hujan
69 Terciduk
70 Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71 Malah debat sendiri
72 Siapa Mereka?
73 Kecelakaan
74 Cari loker
75 Sikap Aneh Arsen dan A4
76 Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77 Sakit
78 Datang menjenguk
79 Tidur
80 Jatah memang penting
81 Diantar pulang Aaron
82 Di tengok warga
83 Papa dan mama Daffa datang
84 Ancaman papa Daffa
85 Berhasil
86 Daring
87 Minta ijin
88 Tinggal di apartemen aku
89 Nasi pecel
90 Audisi
91 Berdebar
92 Duet Aaron dan Airin
93 Enak enakan
94 Rayuan Arcelo
95 Saling curhat
96 Dipeluk wanita lain.
97 Ancaman Arsen
98 Airin polos
99 Menemui Arcelo
100 Pergi ke hotel
101 Arcelo
102 Arthur marah
103 Ujian
104 Cemburu
105 Terabaikan
106 Lebih baik kita putus
107 Ingin cendramata dari hubungan kita
108 Pergi ke danau bersama
109 Ungkapan perasaan
110 Rapat
111 Ke Bali
112 Belum siap nama
113 Pergi
114 pengumuman
115 Antara 2 Billionaire
116 Beautiful revenge
117 salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118 Married with a stranger
119 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Masuk pertama kali di B.A university
2
Airin
3
Mulai mengagumi Aaron
4
Keira
5
Mama Arini hamil
6
Bagai Kaktus
7
hukuman hormat di depan tiang bendera
8
Gusar
9
Peraturan baru
10
Debatnya para Papa
11
Kesal
12
Praktek
13
Jadi asisten
14
Kecewa dengan Aaron
15
Kenapa malah dia yang melayani aku?
16
Dikunci
17
Mulai curiga
18
Sudah menjadi candu
19
Lagi-lagi Aaron yang menolong
20
Bingung dengan sikap Arsen
21
Ikut Praktek
22
Arsen cemburu
23
Lagi-lagi
24
Belanja
25
terlambat pulang.
26
Suara gaib di kamar mama dan papa
27
Harus membantu di kantor
28
Bingung
29
Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30
Antar aku pulang
31
Mama Arini kesal
32
Gak bisa hidup
33
Motornya nggak bisa
34
Tidak ingin pacaran.
35
Airin nggak mau ikut
36
Janjian pergi bersama
37
Jajan di taman
38
Makanan ternak dan makanan unggas
39
Malu
40
Suka olahraga
41
Aku akan menghukum kamu
42
Bingung
43
Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44
Maaf kadoku ketinggalan
45
Jam tangan biasa
46
memutuskan untuk pulang
47
Yakin dia setia?
48
Cuti kuliah
49
Pesan papa Sean
50
Mengantar Aaron
51
Ke pantai
52
Dipecat
53
Misi penting
54
DO
55
Queen and King
56
Taman hiburan
57
Memukul Reza
58
Menyesal
59
Butuh dokter jantung
60
Sama-sama galau
61
Permintaan maaf Airin
62
Semakin sayang
63
Semoga nggak hilang
64
Dimana ya
65
Bukannya kerja malah cari jam
66
Protes
67
Malam mingguan
68
Karena hujan
69
Terciduk
70
Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71
Malah debat sendiri
72
Siapa Mereka?
73
Kecelakaan
74
Cari loker
75
Sikap Aneh Arsen dan A4
76
Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77
Sakit
78
Datang menjenguk
79
Tidur
80
Jatah memang penting
81
Diantar pulang Aaron
82
Di tengok warga
83
Papa dan mama Daffa datang
84
Ancaman papa Daffa
85
Berhasil
86
Daring
87
Minta ijin
88
Tinggal di apartemen aku
89
Nasi pecel
90
Audisi
91
Berdebar
92
Duet Aaron dan Airin
93
Enak enakan
94
Rayuan Arcelo
95
Saling curhat
96
Dipeluk wanita lain.
97
Ancaman Arsen
98
Airin polos
99
Menemui Arcelo
100
Pergi ke hotel
101
Arcelo
102
Arthur marah
103
Ujian
104
Cemburu
105
Terabaikan
106
Lebih baik kita putus
107
Ingin cendramata dari hubungan kita
108
Pergi ke danau bersama
109
Ungkapan perasaan
110
Rapat
111
Ke Bali
112
Belum siap nama
113
Pergi
114
pengumuman
115
Antara 2 Billionaire
116
Beautiful revenge
117
salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118
Married with a stranger
119
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!