Mulai mengagumi Aaron

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Arsen, dia berangkat terlebih dahulu meninggalkan anggota A4 lainnya.

Sesampainya di kampus dia langsung menyuruh beberapa anak kampus untuk mengerjai Airin, tersungging senyuman di bibir Arsen.

"Mam*pus kamu Airin," kata Arsen dengan mengepalkan tangannya.

Karena berangkat pagi sekali, Arsen belum sempat sarapan hingga dia ingin makan di kantin kampusnya.

Namun naas buat Arsen saat Airin habis mengepel dia tak sengaja menabrak Arsen hingga air pel yang kotor tumpah di tubuh Arsen, tentu ini menyulut emosi Arsen.

"Apa yang kamu lakukan!" bentaknya dengan memegangi bajunya yang basah

Airin yang gugup mengelap baju Arsen yang basah dengan serbet yang dia selipkan di saku celananya.

"Maaf," katanya

Arsen segera menepis tangan Arini yang mengusap baju basah Arsen, dia sangat emosi saat ini, bagaimana serbet kotor Airin pakai untuk mengelap bajunya, sungguh ingin sekali Arsen melempar Airin ke kutub supaya bisa dimangsa beruang kutub di sana.

"Aku nggak butuh maaf kamu!" sahut Arsen kesal.

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Airin

"Pergi ke neraka sana," jawab Arsen

"Kamu yang nemenin ya," sahut Airin yang membuat Arsen semakin kesal.

Dia yang muak dan kesal dengan Airin menendang timba yang masih berisi sedikit air lalu pergi, Airin memandang kesal Arsen karena dia harus mengepel lagi lantai yang basah tersebut.

"Dasar lelaki gila!" umpat Airin.

Jam kuliah akan segera di mulai, Airin bergegas menuju kelas karena dia sudah telat saat berlari ada seseorang yang menjegal kaki Airin sehingga Airin jatuh tersungkur.

Saat bersamaan Aaron datang menolong Airin, "Kamu nggak papa?" tanya Aaron

"Nggak papa kok," jawab Airin berbohong. Jatuh terjungkal nggak mungkin kalau nggak ada apa-apa.

Aaron membantu Airin untuk berdiri, "Bisa jalan sendiri?" tanya Aaron

"Bisa," jawab Airin

Aaron lalu pergi meninggalkan Airin yang masih menahan sakitnya, tak jauh dari sana ada Arsen yang sudah mengepalkan tangannya karena kesal pada Aaron yang membantu Airin.

Arsen lalu pergi dia ingin ada yang lebih banyak yang mengerjai Airin.

Saat pergantian jam, Airin duduk di taman dengan temannya yang bernama Febri.

Dari kejauhan dia melihat A4 yang berjalan menuju taman juga.

"Hey Airin! minggir," teriak Arsen yang menyuruh Airin minggir

Tentu Airin enggan untuk minggir selain dia sudah pw kakinya juga masih sakit.

"Kamu ini lihatlah dia sana masih banyak bangku kosong mengapa menyuruh kami untuk pergi," sahut Airin.

"Beraninya kamu membantah diriku, apa mau aku DO?" maki Arsen.

Aaron menepuk bahu Arsen, "Sudahlah Arsen mari kita cari bangku yang lain," kata Arsen mencoba melerai debat sengit antara Arsen dan Airin.

"Kenapa kamu malah membela wanita ini," maki Arsen

"Bukannya membela daripada kamu capek-capek cek Cok dengannya," sahut Aaron

Arsen menatap Airin dengan kesal, sedangkan Febri sungguh takut dia tak menyangka kalau Airin sangat berani melawan A4.

"Kamu berani sekali Airin?" tanya Febri

"Untuk apa takut, dia makannya nasi sama dengan kita kan? lalu kenapa takut, iya kalau mereka makan menyan baru aku takut karena sudah dipastikan kalau mereka bukan manusia tapi mahkluk tak kasat mata," jawab Airin dengan tertawa keras.

Arsen yang melihat Airin tertawa keras nampak kesal, "Pasti mereka menertawakan kita karena mengalah tadi," kata Arsen yang membuat semua anggota gengnya melihat ke arahnya.

"Kamu lagian mengapa mengawasi mereka," sahut Aaron dengan menetap Airin dan temannya.

"Jangan jangan," terka Arcelo dengan tertawa

"Wah wah, pinalti kalau kamu sampai jatuh cinta pada si Airin itu, apa kamu nggak lihat dia jelek sekali, hidung mancung ke dalam, pendek," ejek Arthur

Mereka bertiga tertawa menertawakan Arsen yang sudah sangat kesal.

"Tertawa lah terus kalian, suka sekali mengejek aku," maki Arsen

"Come on bro, jangan marah," sahut Arthur dengan tertawa yang semakin keras sehingga membuat Arsen pergi dari tempat mereka sekarang.

Dari bangkunya Airin menatap Aaron yang tertawa menertawakan Arsen.

"Manis sekali dia, duh... Aaron" batin Airin dengan terus menatap Aaron hingga Febri menepuk bahu Airin supaya dia sadar.

"Woy, apa yang kamu lihat?" tanya Febri

"Itu Aaron cakep banget sih," jawab Airin tak sadar

"Cie cie," sahut Febri

Airin yang sudah sadar segera mengelak, "Maksud aku tu baju yang dipakai Lo bagus-bagus banget," elak Airin

"Bajunya yang bagus apa orangnya, tapi aku sarankan jangan bermimpi terlalu jauh untuk menyukai mereka, mereka itu bagai bulan dan kita adalah pungguknya, mereka bisa kita lihat tapi tidak bisa kita sentuh apalagi kita miliki," pesan Febri

Airin mengangguk paham, memang benar apa kata Febri para tuan muda mana mungkin mau meliriknya, apalagi dia hanyalah seorang anak dari pemilik kantin yang lahannya pun masih menyewa dari pihak kampus.

Jam kampus sudah di mulai kembali, kali ini guru sejarah mengajar tentang pemberontakan masa dulu saat para raja-raja yang semena-mena pada rakyatnya.

"Membosankan, kalian sok bijak saat mengajar, kalian mengajari kami harus bertindak saat para pimpinan bertindak semena-mena lalu bagaimana dengan A4 yang semena-mena pada mahasiswa/mahasiswi di sini? apa ada keadilan untuk kami?" batin Airin.

Jam kampus sudah selesai, Airin yang pergi ke toilet harus terkunci di dalam karena dia dikerjai teman-temannya lagi.

Airin terus berteriak meminta tolong namun tidak ada yang datang menolong.

Arsen puas sekali karena Airin terkunci di toilet, "Bagus, rasakan kamu Airin emang enak terkunci di toilet," kata Arsen puas.

Karena Arsen mau pulang dia meminta mahasiswa yang masih berada di kampus untuk mengawasi Airin, dia meminta kalau dua jam kemudian membuka pintu toilet.

Kini mobil A4 sudah meninggalkan kampus, kali ini para A4 pulang ke rumah mereka masing-masing dan kumpul di tempat biasa nanti sehabis magrib.

Aaron yang meninggalkan buku motivasinya di kelas mau nggak mau kembali ke kampus,

Saat di kampus dia melihat para mahasiswa yang masih belum membuka pintu toilet hingga Aaron sendiri yang membuka pintu toilet.

Dia melihat Airin terduduk lemas di lantai karena sedari tadi dia berteriak.

"Airin, are you ok?" tanya Aaron

Melihat Aaron, Airin langsung berdiri dan memeluknya dia sungguh ketakutan.

"Sudah, jangan takut. Kamu bisa pulang sekarang," kata Aaron melepas pelukan dari Airin.

"Terima kasih Aaron," sahut Airin

Aaron mengangguk lalu pergi meninggalkan Airin yang masih berdiri di dalam toilet.

Airin tersenyum ketir bagaimana dia tadi reflek memeluk Aaron.

"Maafkan aku Aaron karena lancang memelukmu," gumam Airin lalu keluar untuk segera pulang.

Saat hendak mengambil motornya Airin terkejut karena ban motornya kempes.

"Arsen brengseeeeeeeek!"

Terpopuler

Comments

choirunissa

choirunissa

salfok ma arini & airin..

2022-05-09

0

keyla

keyla

mau mirip ceritanx f4,jerry,vic,vaness dan ken

2022-03-21

0

Pujiyanty

Pujiyanty

baru bsa bca lg

2022-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Masuk pertama kali di B.A university
2 Airin
3 Mulai mengagumi Aaron
4 Keira
5 Mama Arini hamil
6 Bagai Kaktus
7 hukuman hormat di depan tiang bendera
8 Gusar
9 Peraturan baru
10 Debatnya para Papa
11 Kesal
12 Praktek
13 Jadi asisten
14 Kecewa dengan Aaron
15 Kenapa malah dia yang melayani aku?
16 Dikunci
17 Mulai curiga
18 Sudah menjadi candu
19 Lagi-lagi Aaron yang menolong
20 Bingung dengan sikap Arsen
21 Ikut Praktek
22 Arsen cemburu
23 Lagi-lagi
24 Belanja
25 terlambat pulang.
26 Suara gaib di kamar mama dan papa
27 Harus membantu di kantor
28 Bingung
29 Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30 Antar aku pulang
31 Mama Arini kesal
32 Gak bisa hidup
33 Motornya nggak bisa
34 Tidak ingin pacaran.
35 Airin nggak mau ikut
36 Janjian pergi bersama
37 Jajan di taman
38 Makanan ternak dan makanan unggas
39 Malu
40 Suka olahraga
41 Aku akan menghukum kamu
42 Bingung
43 Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44 Maaf kadoku ketinggalan
45 Jam tangan biasa
46 memutuskan untuk pulang
47 Yakin dia setia?
48 Cuti kuliah
49 Pesan papa Sean
50 Mengantar Aaron
51 Ke pantai
52 Dipecat
53 Misi penting
54 DO
55 Queen and King
56 Taman hiburan
57 Memukul Reza
58 Menyesal
59 Butuh dokter jantung
60 Sama-sama galau
61 Permintaan maaf Airin
62 Semakin sayang
63 Semoga nggak hilang
64 Dimana ya
65 Bukannya kerja malah cari jam
66 Protes
67 Malam mingguan
68 Karena hujan
69 Terciduk
70 Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71 Malah debat sendiri
72 Siapa Mereka?
73 Kecelakaan
74 Cari loker
75 Sikap Aneh Arsen dan A4
76 Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77 Sakit
78 Datang menjenguk
79 Tidur
80 Jatah memang penting
81 Diantar pulang Aaron
82 Di tengok warga
83 Papa dan mama Daffa datang
84 Ancaman papa Daffa
85 Berhasil
86 Daring
87 Minta ijin
88 Tinggal di apartemen aku
89 Nasi pecel
90 Audisi
91 Berdebar
92 Duet Aaron dan Airin
93 Enak enakan
94 Rayuan Arcelo
95 Saling curhat
96 Dipeluk wanita lain.
97 Ancaman Arsen
98 Airin polos
99 Menemui Arcelo
100 Pergi ke hotel
101 Arcelo
102 Arthur marah
103 Ujian
104 Cemburu
105 Terabaikan
106 Lebih baik kita putus
107 Ingin cendramata dari hubungan kita
108 Pergi ke danau bersama
109 Ungkapan perasaan
110 Rapat
111 Ke Bali
112 Belum siap nama
113 Pergi
114 pengumuman
115 Antara 2 Billionaire
116 Beautiful revenge
117 salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118 Married with a stranger
119 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Masuk pertama kali di B.A university
2
Airin
3
Mulai mengagumi Aaron
4
Keira
5
Mama Arini hamil
6
Bagai Kaktus
7
hukuman hormat di depan tiang bendera
8
Gusar
9
Peraturan baru
10
Debatnya para Papa
11
Kesal
12
Praktek
13
Jadi asisten
14
Kecewa dengan Aaron
15
Kenapa malah dia yang melayani aku?
16
Dikunci
17
Mulai curiga
18
Sudah menjadi candu
19
Lagi-lagi Aaron yang menolong
20
Bingung dengan sikap Arsen
21
Ikut Praktek
22
Arsen cemburu
23
Lagi-lagi
24
Belanja
25
terlambat pulang.
26
Suara gaib di kamar mama dan papa
27
Harus membantu di kantor
28
Bingung
29
Seandainya aku dewasa apa kamu mau menikah dengan aku?
30
Antar aku pulang
31
Mama Arini kesal
32
Gak bisa hidup
33
Motornya nggak bisa
34
Tidak ingin pacaran.
35
Airin nggak mau ikut
36
Janjian pergi bersama
37
Jajan di taman
38
Makanan ternak dan makanan unggas
39
Malu
40
Suka olahraga
41
Aku akan menghukum kamu
42
Bingung
43
Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin
44
Maaf kadoku ketinggalan
45
Jam tangan biasa
46
memutuskan untuk pulang
47
Yakin dia setia?
48
Cuti kuliah
49
Pesan papa Sean
50
Mengantar Aaron
51
Ke pantai
52
Dipecat
53
Misi penting
54
DO
55
Queen and King
56
Taman hiburan
57
Memukul Reza
58
Menyesal
59
Butuh dokter jantung
60
Sama-sama galau
61
Permintaan maaf Airin
62
Semakin sayang
63
Semoga nggak hilang
64
Dimana ya
65
Bukannya kerja malah cari jam
66
Protes
67
Malam mingguan
68
Karena hujan
69
Terciduk
70
Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?
71
Malah debat sendiri
72
Siapa Mereka?
73
Kecelakaan
74
Cari loker
75
Sikap Aneh Arsen dan A4
76
Jadikan dia sekertaris pribadi Arsen pa
77
Sakit
78
Datang menjenguk
79
Tidur
80
Jatah memang penting
81
Diantar pulang Aaron
82
Di tengok warga
83
Papa dan mama Daffa datang
84
Ancaman papa Daffa
85
Berhasil
86
Daring
87
Minta ijin
88
Tinggal di apartemen aku
89
Nasi pecel
90
Audisi
91
Berdebar
92
Duet Aaron dan Airin
93
Enak enakan
94
Rayuan Arcelo
95
Saling curhat
96
Dipeluk wanita lain.
97
Ancaman Arsen
98
Airin polos
99
Menemui Arcelo
100
Pergi ke hotel
101
Arcelo
102
Arthur marah
103
Ujian
104
Cemburu
105
Terabaikan
106
Lebih baik kita putus
107
Ingin cendramata dari hubungan kita
108
Pergi ke danau bersama
109
Ungkapan perasaan
110
Rapat
111
Ke Bali
112
Belum siap nama
113
Pergi
114
pengumuman
115
Antara 2 Billionaire
116
Beautiful revenge
117
salahkah aku mencintaimu (suami orang)
118
Married with a stranger
119
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!