"Apakah semua sudah tiba..? Ye Chen yang masih di dalam pondok bertanya saat Qin Gang datang memanggilnya.
"Sudah tuan muda.. sudah sejak tadi, tapi tidak memberitahu anda karena tidak mau mengganggu waktu istirahat anda." Jawab Qin Gang.
Ye Chen keluar dari pondoknya.
Di depannya sekarang telah berdiri ketua Song, Qin Gang dan sepuluh rekannya, nona Ong, Xiao Yun dan dan lima alkemis lain.
Lima alkemis lain ini memang jarang hadir saat rapat, bukan karena tidak mau atau tidak dipanggil tapi karena gedung alkemis harus ada yang menjaga.
Penduduk yang banyak membutuhkan pelayanan kesehatan, belum lagi mereka harus secara bergantian berkeliling kampung memeriksa keadaan penduduk, mendata dan mengobati di tempat.
Kadang juga mereka ikut dengan kultivator untuk berburu atau mencari tanaman herbal.
Bukan iseng tapi kadang saat berburu ini mereka menemukan sumber daya, kultivator yang memang pengetahuannya sangat terbatas mengenai tumbuhan herbal atau sumber daya tidak terlalu dapat di andalkan.
Ye Chen membuka pertemuan pertama mereka di bukit dengan memberikan pil Bumi kepada Qin Gang dan sepuluh rekannya.
Kelompok alkemis juga diberikan pil kultivasi, nona Ong dan nona Xiao Yun pil Bumi karena sudah berada di tingkat emas sedangkan lima alkemis lain diberi pil emas karena masih berada di tingkat perak.
"Harapanku adalah kalian semua bisa bertambah kuat dan dapat melindungi desa.
Untuk kelompok alkemis, mulai saat ini kalian tidak perlu lagi ikut berburu atau keluar desa mencari sumber daya. Lihat sendiri, di sini sudah ada kebun sumber daya milik kita sendiri, aku rasa ini lebih dari cukup."
"Nah sekarang seraplah semua khasiat pil yang ada di tangan kalian di sini, urusan desa serahkan padaku.
Jangan kuatirkan apapun, fokuslah menyerap pil itu. Ini berarti kelompok alkemis juga tetap tinggal."
"Waktunya satu bulan, ini seharusnya sudah cukup. Temui aku di bawah jika sudah selesai." Lanjut Ye Chen.
Setelah berpikir sejenak, Ia lalu berkata kepada nona Ong.
"Nona Ong cincin, ini buat anda saja sebagai kepala alkemis dan kau Sun Yi pakai juga cincin ini.
Untuk yang lain, tunggu setelah kita mendapatkan cincin lagi dan aku akan memberikannya pada kalian."
"Nah, aku pergi. Berusahalah."
Ye Chen menutup rapat dan meninggalkan mereka.
Tapi Ye Chen tidak langsung turun, Ia berlari ke delapan titik bukit. Di titik-titik ini Ia menguatkan aray formasi perlindungan dengan kristal jiwa ungu sebagai inti formasi.
Wuss...
Kubah aray yang sebelumnya mengelilingi seluruh bukit Ye berubah menjadi aray dengan simbol Yin Yang, Ye Chen lalu meletakkan kristal Ungu di beberapa tempat dan mengalirkan Qi.
Wungg...
Kubah aray berdengung sesaat setelah Qi yang di alirlan Ye Chen mengisi kristal Ungu.
Karena Qi milik Ye Chen berbeda dengan Qi kultivator lain pada umumnya, maka setiap formasi yang Ia buat selalu ada simbol Yin Yang, simbol keseimbangan alam.
Ini karena pengaruh pil elemen yang Ia serap sebelumnya. Aray ini bahkan lebih kuat dari aray yang gurunya ciptakan sebelumnya tapi dengan sifat yang sama.
Tidak ada siapapun yang bisa masuk. Akses masuk hanya dengan token yang di buat Ye Chen atau orang yang hendak masuk harus memiliki elemen unsur alam. elemen kehidupan dengan cara menyerap energi mentari pagi dan rembulan, seperti yang Ye Chen lakukan sejak kecil.
"Selesai dengan begini, tempat ini akan menjadi tempat teraman di sini. Selanjutnya membuat token tanda masuk. Gumam Ye Chen yang mengambil kristal Ungu, memberi tanda dan menyalurkan Qi nya ke dalamnya. Sebuah simbol Yin Yang terlihat jelas di atas batu.
Setelah semua selesai, Ye Chen turun ke desa. Tiba di desa Ia malah bingung mau mengerjakan apa. Sebaiknya pergi makan dulu, sekalian bertemu dengan bibi Xiao.
"Bibi, aku datang.." Sapa Ye Chen saat memasuki rumah makan Bibi Xiao.
"Oh tuan muda, silahkan... " Ujar bibi Xiao ketika melihat Ye Chen datang.
"Bibi bagaimana kondisi rumah makan anda sekarang? "
"Berkat kebaikan tuan muda.. semua lancar. Kesejahteraan penduduk desa semakin baik, Banyak penduduk yang sekarang membayar harga makanan menggunakan koin, meskipun masih ada juga yang melakukan barter seperti dulu tapi jumlahnya sudah sangat sedikit." Bibi Xiao menjelaskan keadaan rumah makannya dengan semangat.
Ye Chen hanya manggut-manggut mendengarkan bibi Xiao sambil melihat keadaan rumah makan. Cukup besar juga rumah makan ini, pikirnya.
Saat sedang berncang-bincang dengan Bibi Xiao, seseorang datang menghampiri Ye Chen.
"Tuan muda.. anda di sini, maaf jika tak sopan mengganggu anda, ada sesuatu yang harus anda lihat." Kata orang yang baru datang dengan suara memburu.
"Perlahan dulu, ini minumlah dulu.. " Yang berbicara adalah bibi Xiao, Ia menawarkan minum karena orang ini sangat lelah.
Setelah menghabiskan minumnya, Ia kembali menatap Ye Chen, menunggu.
"Katakan siapa kau ini?" Tanya Ye Chen.
"Oh maaf maaf, aku adalah salah satu anggota mata-mata di bawah komando ketua Sun Yi." Jawabnya
"Aku sudah mencari ke gedung kultivator dan ke gedung aula tapi menemukan ketua Sun Yi, ketua Song dan yang lain juga tidak ada. Kebetulan aku lewat sini dan melihat tuan muda."
"Oh mereka sedang melakukan latihan tertutup, ada apa katakan." Tadinya Ye Chen curiga dengan orang ini tapi mendengar Ia adalah salah satu anggota Sun Yi, Ye Chen jadi penasaran sepertinya ini sangat penting.
"Sebaiknya tuan muda ikut saya, tuan muda bisa menilai sendiri nanti." Ujarnya mengajak Ye Chen pergi.
"Bibi Xiao, aku pergi dulu terima kasih makanannya" Ye Chen memberikan sisa uangnya dan pergi.
"Ini... Sebenarnya apa yang terjadi?"
Saat tiba di tempat tujuan, pemandangan yang Ye Chen lihat sungguh di luar dugaannya, di depannya terbaring beberapa orang yang Ia tebak adalah kultivator desa.
Tanpa ragu Ia memberikan pil penyembuh kepada beberapa orang yang masih hidup setelah memeriksanya.
"Ini bukan luka yang biasa di lakukan hewan-hewan buas, ini pasti ulah manusia, katakan apa yang sebenarnya terjadi." Sepuluh orang tewas dan sepuluh lagi terluka, ini bukan jumlah yang sedikit. Di dekat mereka terdapat bangkai serigala seolah mengatakan mereka jadi korban serangan serigala liar, sayangnya mata Ye Chen tak bisa di tipu.
"Aku juga tidak tau tuan muda.. saat kami melakukan pengintaian pada sekte dan perwakilan dagang, tiba-tiba kami dikejutkan dengan serangan kelompok serigala liar.
Padahal di sini tidak ada lagi kawanan serigala, mereka telah masuk jauh ke dalam hutan.
Anehnya, saat kami semua tak dapat melawan lagi, kawanan serigala ini tiba-tiba saja pergi seperti ada yang memerintah mereka."
"Ayo kita ke gedung kultivator, kuburkan dulu mereka yang tewas." Kata Ye Chen.
Di aula gedung kultivator.
"Tuan muda, menurut perkiraanku ini adalah perbuatan sekte itu. Dari hasil pengamatanku, akhir-akhir ini mereka terlihat sering bersama serigala sepertinya mereka." Kata salah satu yang menjadi korban serangan serigala.
"Bagaimana dengan perwakilan dagang itu, apakah ada tindakan mereka yang mencurigakan?" Tanya Ye Chen.
"Justru merekalah yang melatih serigala-serigala itu tuan. Awalnya aku juga tidak tau tapi beberapa hari yang lalu seorang penduduk desa melihat mereka melatih serigala-serigala itu.
Wilayah perwakilan dagang ini memang cukup sering dilalui penduduk yang ingin pergi ke hutan."
Setelah berpikir sebentar sambil memutar-mutar cincin hijaunya, Ye Chen bangkit berdiri.
"Ayo kita ke pemukiman mereka, aku harus memastikan ini sendiri. Aku juga ingin melihat wilayah mereka, sudah seberapa jauh mereka membangun wilayahnya." Kata Ye Chen sambil mengajak dua orang untuk ikut dengannya.
Terlihat ragu dan takut-takut, akhirnya mereka memberanikan diri untuk ikut.
Apa yang ditakutkan, mereka pergi bersama pemimpin dan lihat sikap tuan muda, sangat tenang. Begitu pikir mereka.
"Lihat dan amati semua yang ada di sana nanti, tetaplah waspada dan ingat jangan melakukan sesuatu yang tidak perlu." Kata Ye Chen.
'Baik tuan muda.." Jawab mereka serempak.
Sesampainya di pemukiman sekte, mereka disambut oleh tetua yang ada di sana.
"Pemimpin, anda datang berkunjung, kenapa tidak memberitahu sebelumnya jika anda akan datang?" Sambut tetua sekte ramah. Sikap yang di buat-buat.
"Tidak masalah, aku kebetulan lewat dan ingin mampir. apakah patriark ada di dalam?" Jawab Ye Chen sambil bertanya.
"Ada.. Ada silahkan masuk."
Setelah di silahkan masuk, Ye Chen tidak terkejut melihat perwakilan dagang yang sedang asik berbincang dengan patriark sekte.
"Oh rupanya ada perwakilan dagang juga di sini, maaf bila kedatanganku menganggu anda berdua." Ucap Ye Chen sopan.
"Silahkan duduk dulu pemimpin kami...
Belum sempat berbicara, Ye Chen memotongnya dengan berkata "Tidak perlu, lanjutkan saja perbincangan kalian, aku hanya ingin melihat-lihat saja wilayah kalian. Sebagai pemimpin yang baik, tentu wajar bukan kalo aku datang melihat-lihat..?"
"Oh ya dari sini aku juga akan mampir di pemukiman perwakilan dagang." Lanjut Ye Chen lagi.
"Oh ya satu lagi, biar aku sendiri dengan dua orangku, anda tidak perlu bersusah-susah menemani." Ye Chen berkata tegas, tak ingin dibantah.
Ye Chen berkeliling sampai keluar batas pemukiman sekte sesekali berhenti lalu jalan lagi, ini terus dilalukannya sampai ke semua batas pemukiman. Seorang penjaga yang melihat ini memberanikan diri bertanya.
"Pe.. pemimpin.. apa ada yang anda butuhkan? tanyanya dengan gugup sedikit gemetar.
Semua anggota sekte tau siapa Ye Chen, masih terbayang dengan jelas bagaimana dua rekan mereka tewas secara mengenaskan hanya dengan memotong perkataannya saat rapat di aula pertemuan.
"Oh itu, tidak ada, aku hanya memeriksa tanah di sini, kelihatannya tanah di sekitar sini cukup subur. Patriark kalian sungguh pandai memilih lokasi pemukiman." Ye Chen berkata pelan saja dan santai.
"Di sini sudah selesai, sekarang kita pemukiman perwakilan dagang." Ajak Ye Chen, saat tiba di pertengahan antara pemukiman sekte dan pemukiman perwakilan dagang, Ye Chen berhenti diam sebentar menyentuh tanah.
Tiba pemukiman perwakilan dagang, Ye melakukan hal yang sama persis seperti yang Ia lakukan saat pemukiman sekte.
Dua orang yang mengikuti Ye Chen tidak than juga untuk tidak bertanya setelah mereka pulang, kembali ke aula kukltivator.
"Tuan muda, bolehkah kami tau apa yang anda lakukan tadi saat di pemukiman mereka?"
"Tidak penting, nanti kalian akan tau sendiri, sekarang lebih baik kalian istirahat. Aku akan ke aula alkemis." Ye Chen memang sengaja tak memberitahukan apa yang Ia lakukan tadi. Itu rahasia pikirnya.
Di pemukiman sekte tampak patriark dan ketua perwakilan dagang menerima laporan dari anggota sekte yang mengikuti Ye Chen. Tentunya mengikuti dari jauh.
"Tidak mungkin pasti ada sesuatu, apakah kalian sudah memeriksanya?" Tanya patriark pada anggotanya.
"Sudah patriark, kami bahkan menggali tanah di sekitar tempatnya berhenti tapi tidak menemukan apa-apa." kata anggota sekte.
"Sebaiknya kita memeriksanya sendiri, tidak mungkin Ia datang begitu saja tanpa maksud tertentu, atau... apakah Ia sudah tau mengenai serigala-serigala itu?" Yang berkata ini adalah ketua perwakilan dagang.
"Entahlah tapi sikapnya terlalu mencurigakan, mari kita lihat." kata patriark.
Tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, mereka akhirnya kembali.
"Ketua, kapan utusan sekte darah itu datang? aku sudah tidak sabar." kata patriark bertanya pada ketua perwakilan dagang.
"Bersabarlah, paling lama satu bulan mereka sudah datang, bersiaplah. Saat mereka tiba, kita bisa melaksanakan semua rencana kita." kata ketua perwakilan dagang.
...
Belum genap sebulan, Qin Gang dan yang lain turun dari bukit. Mereka langsung menuju aula alkemis.
"Tuan muda.." Sapa mereka serempak.
"Oh ketua Song belum selesai ternyata." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Ye Chen saat melihat mereka datang.
"Ayo minum teh dulu.. " Ajak Ye Chen ramah. "Sebelumnya selamat! kalian memang berbakat, tingkat Bumi awal. Sungguh hebat, bahkan tidak sampai sebulan." Puji Ye Chen melihat keberhasilan mereka menyerap pil Bumi yang Ia berikan.
"Ini semua berkat kebaikan tuan muda yang memberikan pil Bumi. Terima kasih." Qin Gang mewakili teman-temannya.
"Ini ambillah token ini, dengan ini kalian bisa masuk ke bukit tanpa halangan. Teteskan dulu darah kalian disitu, nantinya tak akan ada yang bisa memakainya slain kalian sendiri." Kata Ye Chen.
"Kelompok alkmemis, kebun tanaman herbal di atas aku serahkan pada kalian. Rawatlah baik-baik dan ambil ini, itu adalah resep serta daftar tanaman herbal di kebun." Lanjut Ye Chen.
Karena menyesuaikan dengan persediaan sumber daya yang baru, maka Ye Chen membuatkan resep yang juga baru.
Lalu meminta kelompok alkemis untuk berlatih. Ye Chen dan kelompok kultivator pergi ke aula kultivator.
"Aku sudah mendata ulang kultivator yang kita miliki, nah untuk kalian semua kecuali Qin Gang, Sun Yi dan Sun Li tetap disini.
Sun Li adalah saudara satu sekte dengan Sun Yi.
Setiap dua orang memimpin lima puluh kultivator, berbaris rapih. Jumlah kultivator desa sekitar dua ratus orang
Qin Gang lalu di angkat menjadi pemimpin kelompok kultivator, sementara Sun Yi dan Sun Li memimpin kelompok penyidik yang beranggotakan dua puluh kultivator.
"Dengarlah semua..!
Tugas pertama dari setiap kelompok adalah mencari sepuluh inti hewan, dua inti hewan di tingkat Bumi dan delapan di tingkat perak. Nah berangkatlah, dalam dua minggu, kalian harus sudah kembali."
Meski berat, tak ada yang protes.
"Eh kenapa kelompok kita juga harus pergi?" Tanya Sun Yi kepada anggotanya.
Anggota penyidik yang menemani Ye Chen kemudian menceritakan pengalaman mereka saat Sun Yi pergi.
Sun Yi hanya diam dan mengangguk. "Ayo berangkat." Katanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
Nur Tini
buat satuan
2023-12-17
6
Qing shan
🤩🤩🤩
2023-11-27
1
Qing shan
🙏🙏🙏
2023-11-27
1