Ruangan ini tidak terlalu luas, hanya tiga kali tiga meter saja seperti sebuah kamar di penginapan biasa. Tapi yang ada di dalamnya seperti sebuah gudang harta saja.
Sebuah tungku pil yang masih dalam kondisi sangat baik tergeletak begitu saja di lantai, peti-peti yang berisi ratusan senjata. Pedang, tombak dan panah tingkat tinggi.
Koin-koin emas dan perak sangat banyak di beberapa peti, belum lagi tumpukan inti hewan buas yang hampir menggunung.
Tapi tidak semua inti hewan ini tidak bisa digunakan secara maksimal, penyimpanan yang tidak baik merusak sebaian inti ini. Yang aneh adalah hampir tak ada lagi inti hewan ini yang berelemen api. Mungkin para serigala telah menggunakannya.
Juga terlihat botol-botol berjejer rapih berisi pil-pil berjejer rapih di rak yang ada di salah satu sisi ruangan.
Ketua Song juga tersenyum bahagia.
"Kakek Song dengan semua harta ini, aku berani menjamin kultivator desa ini akan menjadi sangat kuat.. tungku ini beserta semua inti hewan tipe api, aku akan bawa untuk kelompok alkemis."
Ketua Song mau tidak mau takjub juga dengan isi yang ada di dalam ruangan ini, mungkin ruangan ini sebelumnya di gunakan oleh seorang alkemis masa sebelum perang tiga benua pikirnya.
"Tapi apa yang terjadi..? kenapa Ia meninggalkan gua ini? ketua Song bergumam cukup heran sambil memeriksa botol-botol pil.
" Ah sayang sekali tak ada pil yang cocok untuk kultivasiku."
Sementara Ye Chen sibuk memeriksa peti-peti yang ada. Ia mencari sebuah kitab atau gulungan atau apa saja yang bisa membuat kultivasinya naik ke tingkat selanjutnya.
"Ah tidak ada.. kakek Song ayo kita kembali, aku lapa... r.. eh? apa ini..?" Sebuah peti kecil tampak terjatuh dari tumpukan peti yang Ye Chen periksa.
Memeriksa isinya, Ye Chen menemukan tiga buah botol pil berisi lima butir pil dan sebuah cincin. Ye Chen menyimpan cincinnya dan membuka botol pil.
"Pil kultivasi langit." Seru Ye Chen. " Ini Sangat cocok untuk kakek Song, dengan ini mungkin Ia bisa menerobos ke tahap atas. Yang ini untuk Qin Gang, bisa untuk atau paling tidak bisa naik ke tahap ke tahap atas.
Ketua Song langsung melompat mendengar seruan Ye Chen.
"Mana coba liat..!! pintanya tak sabar.
Dengan wajah sumringah ketua Song memeriksa botol pil yang di berikan Ye Chen. Siapa yang tak senang mendapatkan pil kultivasi. Dunia dimana yang kuat berkuasa, pil kultivasi adalah segalanya tak terkecuali ketua Song.
"Kakek Song, ini ada cincin penyimpanan, ambillah. Mana ada seorang ketua tak mempunyai sebuah cincin penyimpanan..?
" Benarkah..? ah akhirnya aku mendapatkannya lagi." tanpa menjawab perkataan Ye Chen lalu mengambil cincin dan memakainya.
Memeriksa isinya, Ia menemukam sebotol pil yang berisi sebuah pil putih bersih tapi Ia tak tau pil apa dan hanya menduganya adalah pil meridian.
"Ambillah, sepertinya ini adalah pil meridian, kalo dugaanku tak salah, pil ini berfungsi memperlebar meridian, siapa tau bisa berguna untukmu. Ayo kita pulang, kita bagi dua semua harta ini."
"Baiklah.. tapi bagaimana dengan api abadi di tengah gua itu? tanya Ye Chen.
"Tinggalkan saja, nanti kembalilah lagi jika sudah siap menyerapnya. Aku sendiri tidak tertarik dan tidak cocok dengan api itu."
Selesai membagi semua harta di gua, mereka lalu keluar kembali ke desa. Ye Chen menyegel gua, segel biasa tapi cukup untuk tidak membiarkan siapapun bisa masuk.
Tak ada perayaan kemenangan atau perayaan karena berhasil menemukan gua penuh harta, yang ada adalah perkabungan karena tidak sedikit kultivator yang tewas.
Dua hari berlalu, tampak Ye Chen bersiap naik ke atas bukit membawa tungku pil dan beberapa inti serigala merah. Inti serigala merah sangat cocok untuk bahan kultivasi para alkemis, dengan ini akan meningkatkan kultivasi mereka sekaligus memperkuat api yang mereka miliki untuk membuat pil.
Bukan tidak mau atau tidak ingin membagi energi dari api abadi di dalam gua, tapi mengingat resikonya yang sangat besar jika diserap oleh alkemis. Mungkin akan bertambah kuat tapi bisa juga malah sebaliknya, api abadi akan menelan elemen api yang sebelumnya sudah mereka miliki. Lebih baik tidak usah mengambil resiko, toh sudah ada inti serigala merah yang bisa diserap tanpa resiko.
Koin emas yang mereka ambil di dalam gua setelah di hitung hampir mencapai satu juta keping emas sedangkan koin perak lima ratus lebih, koin tembaga hanya sedikit.
Senjata sebetulnya lumayan banyak tapi hanya sebagian kecil yang masih layak di pakai, mungkin karena dimakan usia, sebagian besar tidak dapat dipakai lagi.
Untuk inti hewan juga sama, sebagian besar tidak bisa dipakai lagi atau energinya sudah tidak terlalu pekat. Sebagian diserap para kultivator desa dan sebagian lagi di bawa Ye Chen ke bukit untuk pembuatan pil.
Dari jumlah koin, ketua Song menyimpan delapan rates koin emas dan semua koin perak tembaga sedangkan sisanya disimpan Ye Chen.
Awalnya Ye Chen tak mau tapi ketua Song memaksa, jadi terpaksa Ye Chen menyimpannya.
Pedang yang dulu Ye Chen ambil telah diganti dengan pedang yang lebih baik.
...
"Nona Ong tebak apa yang aku bawa.. Jrengg.. tungku pil..!! hehehe... Kau tau? ini kudapatkan setelah aku bertarung dengan ratusan monster yang menjaga sebuah gua.. Wah nona Ong monster ini sangat kuat, kekuatannya setara dengan kultivator tingkat emas, tapi tentu saja aku tak takut hahaha... Ketika Ye Chen ingin melanjutkan bualannya, Xiao Yun dan tiga temannya datang, pelan-pelan sambil menunggu mereka datang , tujuannya agar mendapat pujian lebih.
Diselingi lirikan mata melihat kedatangan mereka, Ye Chen bercerita lambat-lambat sambil senyum-senyum sendiri.
Nona Ong yang melihat ini curiga, jangan-jangan... "Hais tuan muda ini... "
"Wah nona Xiao.. hehehe aku bawakan tungku dan kau tau aku dapatkan... " Ye Chen kembali menceritakan ulang ceritanya.
"Tuan muda sungguh hebat, apakah tuan terluka..? Jangan kuatir biar aku yang merawatmu.. " Xiao Ong dengan mata berbinar kagum mendengar cerita Ye Chen.
"Tidak perlu, aku ini pria kuat segerombolan siluman dan serigala itu tak akan sanggup melukaiku.. hahaha.. " Dengan bangga, Ye Chen sedikit mengangkat dadanya tapi matanya melirik reaksi Xiao Yun dan temannya.
Tapi malah nona Ong yang bereaksi lalu berkata. "Tuan muda, lalu apakah tuan membawa inti siluman dan monster-monster itu..?" Ia bertanya sambil memicingkan matanya, tapi terkejut juga ketika Ye Chen melambaikan tangannya mengeluarkan inti hewan.
"Hebaaatt..." kembali Xiao Yun berkata sambil bertepuk tangan dan kali ini tiga temannya juga ikut bertepuk tangan.
"Nah ini inti serigala merah" Ye Chen melambaikan tangannya lagi mengeluarkan inti serigala merah. Gunakan dengan baik, kalian pasti sudah tau kegunaan inti itu.
Mau tak mau Nona Ong juga ikut bertepuk tangan melihat ini, inti serigala merah sangat berguna untuk mereka yang berprofesi sebagai alkemis.
"Baiklaahh... aku pergi dulu, ada yang harus aku urus. Di desa masih banyak monster yang harus aku basmi." Ucap Ye Chen lalu pergi, tapi Ia tidak langsung pergi, Ia hanya mengambil jalan memutar karena tujuannya kali ini adalah dimensi Batu Jajar. Tapi sebelum itu Ia ingin melihat wajah bangga dari para kelompok alkemis.
Tapi tujuannya tidak seperti yang Ia harapkan, begitu nona Ong dan yang lain memeriksa inti hewan yang Ye Chen berikan, mereka hanya menggeleng.
Merasa telah ketahuan, Ye Chen dengan santai masuk ke dimensi Batu Jajar, Ia sudah tak sabar menyerap pil meridian seperti yang ketua Song katakan.
Ia bahkan tak sempat menanyakan perkembangan latihan formasi para alkemis.
...
Aliran energi hangat mengalir dengan sangat cepat diseluruh tubuh Ye Chen, aliran ini seolah menghentak-hentak meridiannya. sakitnya seperti terkena pukulan jiwa.
Terakhir aliran ini berkumpul dan terus berputar di dantiannya.
Boomm..
Ledakan kecil terdengar, Ye Chen merasakan dantiannya bertambah luas dan penuh dengan energi yang meluap-luap sampai akhirnya tenang kembali. Tak ada penerobosan, tak ada naik tingkat.
Hanya dantian yang bertambah luas dan penuh dengan energi Qi.
Lama melamun, Ye Chen bangkit dari duduknya dan mulai berpikir akan melakukan apa hari ini.
"hm.. ah sepertinya formasi, aku penasaran apa isi cincin hijau ini."
Sebulan berlalu lagi tanpa hasil, Ye Chen masih tampak sibuk membuat formasi-formasi tapi tak satupun yang cocok membuka segel cincin.
Bulan ketiga sejak berlatih formasi, Ye Chen tanpa sengaja melihat sebuah titik kecil pada cincin segel cincin.
Menelusuri titik-titik kecil ini, Ia menemukan celah di antara titik-titik ini.
"Bodooooh... hahahaha!!"
Ye Chen berteriak-teriak seperti kemasukan roh jahat. "Kenapa aku begitu bodoh, pantas saja tak bisa dibuka rupanya segel memiliki titik-titik seperti kunci.. hais bukannya segel itu juga berarti dikunci? di segel di kunci.. " Ye Chen seperti orang gila membicarakan kebodohannya sendiri.
Setelah mengingat-ingat kembali berbagai mantra dan kunci formasi dalam kitab peninggalan gurunya, Ye Chen menemukan sebuah susunan formasi yang cocok untuk membuka segel cincin.
Wuss... Segel terbuka
Karena latihan ini, entah sudah berapa banyak mantra formasi yang Ia buat. rumus-rumus formasi dari kitab gurunya juga telah Ia praktekkan semua dengan hasil yang memuaskan.
Tak terasa Ye Chen sudah mahir membuat dan membuka segel sendiri, berbagai mantra formasi telah bisa Ia buat tanpa kesulitan.
"Ternyata tak sesulit yang kubayangkan, gampaang hahaha.." dengan bangganya Ia berkata gampang padahal Ia sempat frustasi beberapa bulan ini. Dan kalau ada yang mendengar ini, pasti akan langsung muntah darah.
Mahir berbagai formasi tingkat tinggi di bawah dua puluh tahun, apalagi kalau bukan monster.
Perlu di ingat, cincin hijau adalah cincin gurunya, yang membuat kitab yang di baca Ye Chen dan tentu saja gurunya jugalah yang membuat segel pada cincin hijau.
Tak sabar ingin melihat isi cincin, Ye Chen kemudian duduk bersila. "Guru.. aku akan melihat isi cincin peninggalan guru ini, mohon ijin." Cincin hijau bersinar sangat terang, bereaksi mendengar kata Ye Chen.
Ye Chen membuka matanya saat merasakan energi Qi yang berbeda dari energi dimensi Batu Jajar.
Ia kaget melihat suasana di sekelilingnya, suasananya berbeda tapi pemandangan dan aura energinya sangat berbeda.
"Dimana ini.. apakah aku sudah mati? ataukah ini hanya mimpi..?" Ye Chen benar-benar bingung saat ini.
"Muridku... " seseorang datang menghampiri Ye Chen, seorang yang terlihat sepuh berambut putih. Pakaiannya hanyalah kain berwarna putih yang dibebatkan di tubuhnya.
"Anda... eh, oh senior... " Ye Chen menangkupkan tangannya dengan hormat. Dari auranya saja sudah membuat Ye Chen menundukkan wajahnya tak berani bertatapan langsung.
"Hahaha... muridku, kenapa kau seperti bingung begitu? bukankah kau sendiri yang memanggilku, mengangkatku menjadi gurumu?
Mari ikuti aku, kita duduk di sana, akan kujawab semua rasa penasaranmu.
Mereka lalu duduk berhadapan di bawah sebatang pohon besar.
"Panggil saja aku guru, dan terima kasih telah merawat jasadku. dan asal kau tau yang sekarang duduk di depanmu ini adalah pecahan jiwaku."
Ia adalah penjaga taman surgawi di alam atas atau yang di kenal dengan nama alam dewa.
Dimulai dari perselisihan kecil, akhirnya perang besar terjadi dan salah satu yang menyebabkan perselisihan itu adalah adanya pohon kehidupan.
Ia kemudian mengambil dan membawa pohon kehidupan ke dunia bawah lalu menyegelnya dengan formasi jiwa, dengan mengorbankan jiwanya sendiri.
"Kau pasti bertanya, kenapa aku membawa lari pohon kehidupan dan menyegelnya di dimensi Batu Jajar. tapi kemudian membuat portal sehingga orang lain bisa masuk. Kenapa aku tak menghancurkannya saja." Sang guru bertanya dan hanya mendapat anggukan dari Ye Chen.
"Muridku, keseimbangan alam perlu di jaga, tak perlu merusak hal yang tak perlu tak perlu. Biarlah, nantinya yang berjodoh dengan pohon kehidupan akan datang sendiri dan aku sangat senang orang itu adalah engkau, muridku."
Sang guru lalu berkata lagi bahwa dunia ini adalah dunia dimensi yang ada di dalam cincin.
Karena cincin ini sekarang milik Ye Chen maka dunia ini juga menjadi miliknya, cara memasukinya cukup membayangkan salah satu tempat di dimensi ini.
Mengenai buah kehidupan, sebaiknya Ia memasukkannya ke dimensi cincin karena dimensi Batu Jajar tidak lama lagi akan hancur dan terhubung kembali daratan benua.
Sang guru juga menjelaskan pohon kehidupan akan tumbuh kembali, inilah salah satu alasan sang guru meminta Ye Chen membawanya ke dalam dimensi cincin.
"Tapi guru bagaimana pohon kehidupan bisa tumbuh di sini? dan kalau tumbuh di sini apakah energi dimensi ini suatu saat akan habis diserapnya..? tanya Ye Chen yang penasaran. Di dalam pikirannya, ini adalah sebuah dimensi dan tentu saja suatu saat nanti energinya akan habis jika terus-menerus di serap.
"Muridku.. pemikiranmu tentang dunia ini terlalu dangkal dan sempit, apakah kau tau tempatmu yang sekarang bisa juga disebut dimensi? sama dengan dimensi cincin, bedanya dimensi cincin lebih kecil. Masalah energinya akan habis di serap pohon kehidupan, kau juga tak usah kuatir, pohon kehidupan ini terhubung dengan dunia atas dan secara otomatis Ia akan menyerap energi dunia atas."
"Jangan kau pikirkan lagi jika suatu saat energi dunia atas akan habis, dunia atas itu energinya jauh lebih padat dibanding duniamu."
"Baik guru aku mengerti, dan itu artinya dimensi cincin akan lebih baik dan energinya juga akan semakin padat dengan adanya pohon kehidupan di sini, benarkah begitu guru..?
Sang guru hanya tersenyum dan mengangguk mendengar pertanyaan ini.
"Um.. guru.... apakah aku..?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
good good,,,coba tanyakan Ama gurumu caranya menyerap kekuatan alam biar bisa berkumpul didantianmu sehingga jadi sumber kekuatan
2025-02-20
0
Winter Milo
debo menge uwam 😅
2024-10-17
0
Zoom Bee
judulnya lebih cocok PENDEKAR URAKAN
2024-05-05
2