"Ketua Song apakah anda ingat ramuan yang aku berikan dulu? seingatku, ramuan itu aku simpan dalam cincin ini, tolong ambilkan untukku." Ucap Ye Chen sambil menyerahkan cincin penyimpanan kepada ketua Song.
"Maksudmu ramuan yang kau berikan kepada kami, setelah kami hampir mati tempo hari?" Jawan ketua Song.
Ia masih ingat betul ketika Ia membantu Qin Gang dan temannya mencari bahan makanan yang Ye Chen minta, waktu itu Ia juga di minta mencari herbal.
Waktu itu Ia menghadapi siluman penunggu rawa, memang tidak terlalu kuat tapi jumlahnya yang sangat banyak benar-benar menguras tenaga. Jika waktu itu tidak ditolong dan dibawa rombongan pengungsi, takutnya Ia tak akan bisa berada di sini sekarang.
Belum lagi saat Ye Chen memberikan pertolongan dengan ramuannya, rasa sakitnya sangat menyiksa, satu hari penuh Ia merasa seolah di neraka.
Tapi dibalik itu Ia juga sangat bersyukur, karena ramuan yang diberikan Ye Chen membuatnya berhasil menerobos tingkat Langit tahap awal.
Ketua Song hanya mengangguk lalu mengambil apa yang yang Ye Chen minta.
Setelah menerima ramuan, Ye Chen berkata kepada ketua Song.
"Ketua Song jangan salah sangka, waktu itu aku memang menyuruh kalian ke tempat berbahaya itu bukan ridak ada tujuan, aku kira anda sekarang telah mengerti.
Ramuan yang kubuat ini memang sangat bagus untuk menerobos, tapi hanya yang orang yang berada di antara hidup dan mati saja yang bisa meminumnya, jika tidak maka ramuan ini tidak akan membawa manfaat apa-apa selain memulihkan keluatan saja. Kata Ye Chen menerangkan khasiat dan cara penggunaan ramuannya.
"Kondisi setiap orang yang berada pada situasi ini berbeda-beda.
Ada yang yang pasrah, ada yang mau mati saja dan ada juga yang kemauan hidup yang tinggi. Karena ketua Song memiliki kemauan hidup yang tinggi maka anda bisa mendapatkan khasiat ramuan ini, begitu juga sengan Qin Gang dan nona Ong, berbeda dengan dua yang lain, mereka hanya pasrah maka dari itu mereka tidak mendapat manfaat lebih."
Lalu Ye Chen menjelaskan lagi bahwa ramuan ini memulihkan meridian yang rusak.
Memperbaikinya, memperlebar dan membuka titik-titik yang baru.
Dengan begini maka aliran Qi akan menjadi lebih lancar.
Ye Chen melanjutkan penjelasannya.
Kondisi ini sama seperti yang di alami Ye Chen, sangat lambat dalam kultivasi. Usianya kini hampir lima belas tahun dan Ia masih di tingkat dasar tahap puncak.
Memang tidak banyak anak-anak yang bisa mencapai ini tetapi tidak sedikit juga anak-anak yang berusia si bawah lima belas tahun yang sudah di tingkat Perak.
Mendengar penjelasan ini, ketua Song akhirnya mengerti, pantas saja dua orang yang lain tak bisa naik tingkat.
Ye Chen sendiri tidak mengatakan perihal air kehidupan, kunci keberhasilan ramuannya. Tanpa adanya air kehidupan pada ramuan herbalnya, ramuan ini hanya ramuan penyembuh seperti yang di alami dua orang yang tidak berhasil naik tingkat.
Ye Chen lalu meminum ramuan herbalnya, lalu diam dengan posisi masih berbaring.
"Biarkan dia sendiri." perintah ketua Song lalu meninggalkan kamar diikuti yang lain.
"Ketua Song apakah tuan muda baik-baik saja?" tanya Qin Gang beberapa saat kemudian.
"Tenang saja, dia pasti akan baik-baik saja tapi kalau kau kuatir, kau boleh melihatnya. Ingat, hanya melihat jangan lakukan hal yang lain." Ketua Song mengingatkan agar Qin Gang tidak berbuat sesuatu yang bisa menganggu konsentrasi Ye Chen.
Qin Gang tau proses setelah meminum ramuan itu jadi kuatir dengan Ye Chen.
Saat dulu Ia minum ramuan, Ia seolah terbakar dari dalam, awalnya memang terasa hangat tapi perlahan-lahan rasa hangat ini berubah jadi panas. Teriakan kesakitan sudah pasti akan keluar dari mulutnya.
Tapi suasana di dalam kamar membuatnya kuatir, tak satupun suara yang terdengar dari dalam kamar setelah berjam-jam, seolah tak ada siapa-siapa di dalam.
Saat masuk ke dalam kamar, Qin Gang melihat Ye Chen yang berbaring, tempat tidurnya basah keringat yang terus keluar, bahkan di beberapa bagian tubuhnya mengeluarkan uap.
Qin Gang hanya menggeleng dan berbisik di dalam hati supaya Ye Chen tidak bisa melewati ujian ini.
"Tuan muda tidak apa-apa, sepertinya aku memang terlalu menguatirkannya." Kata Qin Gang setelah keluar dari kamar.
Ketua Song hanya tersenyum mendengar ini.
"Baiklah sekarang mari kita beristirahat, banyak pekerjaan yang menanti kita besok." Ajak ketua Song.
...
Desa Ye mulai berbenah, semua di atur sesuai instruksi Ye Chen.
Jalan-jalan diperlebar, rumah-rumah di bongkar untuk di tata ulang, hutan di sekitar dirambah untuk perluasan lahan pemukiman.
Penduduk bekerja dengan penuh sukacita, tak ada yang bermalas-malasan, semua melakukan tugasnya masing-masing dengan penuh semangat.
Tiga hari setelah meminum ramuan, Ye Chen tampak mengernyit sadar lalu duduk di tepi pembaringan.
"Belum cukup juga, sepertinya memang harus membuat pil itu." Gumam Ye Chen setelah tau Ia belum bisa juga untuk naik ke tingkat Perak.
Setelah membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru, Ye Chen lalu keluar dari dalam kamar.
Ia berniat pergi ke warung makan untuk mengisi perutnya.
"Eh.. Bibi, kenapa, kok ada di sini?" Tanya Ye Chen begitu melihat Bibi pemilik rumah makan yang ternyata ada di rumah ketua Song.
"Oh.. eh.. ?"
Bibi pemilik warung makan tampak bingung melihat Ye Chen
"Ini aku.. kenapa Bibi, apakah bibi tak mengenaliku lagi?"
"Buk..aan.. bukan begitu, eh ini Tuan muda? ah sepertinya tuan muda telah sadar rupanya, apakah anda akalln keluar..?"
"Iya bi tadinya aku memang berniat ke rumah makan, aku lapar.. " Jawab Ye Chen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku akan memasak untuk tuan muda, tunggulah sebentar." Ucapnya lalu bergegas pergi.
Tak lama setelah kepergian bibi, tampak seseorang orang datang mendekati Ye Chen.
"Tuan muda.. "
"Oh itu kau, ada apa kenapa kaupun memandangku seolah baru saja melihatku?" tanya Ye Chen.
"Tuan muda tampak berbeda, oh ya namaku Xiao Yun." Kata wanita yang datang yang ternyata adalah putri pemilik warung.
"Tuan tampak berbeda, tuan lebih tampan dari kemaren."
"Benar tuan, tuan benar-benar tampak berbeda dari yang kukenal selama ini" ucap nona Ong yang baru saja datang.
"He aku ini memang tampan, kalian saja yang tidak permah sadar hahaha..."
Ye Chen memang tampak berbeda, ramuan yang diminumnya memang tak membuatnya menerobos ke tingkat Perak tapi berkat ramuan yang diminumnya, kulitnya tampak lebih bersih wajahnya lebih tampan dan terlihat lebih dewasa untuk anak yang baru berusia lima belas tahun.
Ditambah selama ini memang Ye Chen tak pernah memakai pakaian baru, pakaian yang Ia kenakan sudah penuh tambalan sana sini bahkan ada yang sobek.
'Nona Xiao apakah kau dan ibumu tinggal di sini..?" Tanya Ye Chen.
"Tidak tuan, itu karena rumah kami di bongkar untuk pelebaran jalan dan kami belum memiliki rumah baru lagi. Ketua Song yang mengajak kami tinggal di sini.
"Dari yang aku ingat, bukankah Nona Xiao adalah seorang alkemis?" Tanya Ye Chen.
"Betul tuan, apakah ada yang anda perlukan?
"Ah tidak, aku hanya ingin memastikannya saja. Tolong kumpulkan kelompok alkemis yang kemaren berkumpul ada sesuatu yang akan aku katakan."
Xiao Yun kemudian pergi. Sementara nona Ong yang masih berdiri berkata pada Ye Chen.
"Tuan apakah aku juga harus tetap berada di sini?" Tanyanya.
"Apakah kau juga seorang alkemis nona Ong?" Ye malah balik bertanya.
Setelah mendengar bahwa nona Ong adalah seorang alkemis. Ye Chen lalu mempersilahkannya untuk tinggal.
"Tuan.. makanan telah siap" Ibu Xiao Yun datang dan mengajak Ye Chen ke ruang makan.
Nona Ong tidak ikut makan, Ia pergi menyusul Xioa Yun memanggil kelompok alkemis.
"Uwaaa bibi memang terbaik..!!" Ye Chen memuji masakan ibu Xiao sambil terus makan.
ibu Xiao Yun menceritakan bahwa sebenarnya Xiao Yun bukanlah anaknya, Ia merawatnya saat masih bayi dan sudah Ia anggap seperti anak sendiri.
"Bibi, apakah Xiao Yun tau hal ini?" Tanya Ye Chen.
"Waktu usianya memasuki dua puluh tahun, aku sudah memberitahukan hal ini padanya."
"Lalu...? "
"Awalnya Ia terlihat kecewa, dan berniat mencari siapa orang tua kandungnya tapi aku hanya memiliki sebuah kalung yang Ia pakai sewaktu menemukannya, tak ada petunjuk lain."
"Oh itu sebabnya marganya sama dengan bibi.. Uhuuk uhuuk...
" Pelan-pelan tuan... " Ucap Bibi Xiao sambil memberikan minum.
"Terima kasih.. ah kenyaaang..!!"
"Baiklah bi.. Terima kasih sekali lagi untuk makanannya. Aku pergi dulu, mereka seharusnya sudah menungguku." Ucap Ye Chen.
...
Ye Chen menatap lima alkemis di depannya termasuk nona Ong.
"Karena semua telah berkumpul, aku akan mendiskusikan sesuatu kepada kalian." Ye Chen lalu menjelaskan maksudnya.
Ye Chen berniat membangun sebuah gedung alkemis, Ia ingin penduduk desa Ye bisa mandiri tanpa mengandalkan pihak lain.
Tanpa ragu mereka semua setuju. Kemudian nona Ong terpilih menjadi ketua alkemis, ini karena tingkatan nona Ong paling tinggi di antara yang lain, yakni tingkat Menengah.
Dulunya nona Ong adalah salah satu anggota alkemis benua Utara.
Xiao Yun berada di tingkat rendah sementara yang lain masih di tingkat pemula.
"Masalah utama kita adalah... kita tidak mempunyai tungku pil untuk membuat pil yang baik. Jadi apakah ada yang tau dimana kita mendapatkan tungku ini..?"
"ini agak susah, biasanya tungku pil hanya dijual di toko-toko penempa yang juga menjual tapi mengingat keadaan seperti sekarang, banyak toko-toko yang hancur atau di tutup oleh pemilik nya." Sahut nona Ong.
"Saat masih menjadi anggota alkemis di kekaisaran Utara, memang setiap anggota alkemis memiliki tungkunya sendiri tapi sayang paviliun alkemis, aku tak yakin jika masih ada tungku yang tersisa." Kata nona Ong.
"Sepertinya memang masih sulit, bailklah.. untuk tungku pil kita kesampingkan dahulu.
Nah sekarang masalah gedung alkemis, kita membutuhkan sebuah tempat, nantinya penduduk desa yang membutuhkan pil atau pengobatan bisa ke sin." Lanjut Ye Chen lagi.
"Untuk sumber daya, aku masih menyimpan lumayan banyak tapi semua ada di bukit. Oh ya untuk sementara, kalian bisa ikut bersamaku ke atas kita membuat pil di sana saja."
"Umm.. kalian siapkan pakaian kalian, kita tidak setiap hari akan turun, mungkin seminggu sekali baru kita turun ke bawah. Aku perlu berbicara dengan ketua Song, setelah itu kita berangkat." Kata Ye Chen menambahkan.
"Tuan muda.. silahkan tehnya " Bibi Xiao datang membawa teh, lalu meninggalkan Ye Chen sendiri.
Tak lama kemudian, ketua Song datang bersamaku Qin Gang.
"Ketua Song, kebetulan anda datang... ada yang ingin kubicarakan." Kata Ye Chen melihat kedatangan mereka.
"Tuan muda.. silahkan, apa yang anda perlukan." Jawab ketua Song.
"Yang paling pertama adalah... bagaimana, apakah aku terlihat tambah tampan? hehehe... "
Ketua Song hanya diam menggeleng..
"Wah tuan muda memang tambah tampan terlihat penuh wibawa..! " Yang menjawab adalah Qin Gang.
"Benarkah..? hahaha pantas, memang pantas namanya juga tuan muda.. " bukankah begitu? "
"Anda benar tuan muda.. " Jawab Qin Gang memberikan dua jempolnya.
"Cepatlah.. aku masih banyak urban." Ucap Qin Gang mulai tak tahan dengan kelakuan Ye Chen yang memuji dirinya.
"Hehe... Baik ketua Song.
Begini, aku ingin membangun sebuah gedung untuk alkemis, ini sudah aku bicarakan dengan kelompok alkemis. Tapi tidak usah terburu-buru, kami nanti akan naik ke atas sementara menunggu gedung selesai di bangun." Ucap Ye Chen.
Ye Chen juga bertanya keadaan desa sekarang dan meminta ketua Song mengelompokkan para kultivator sesuai tingkat mereka.
Rencananya mereka akan dibuatkan pil kultivasi sesuai tingkatan mereka.
Ye Chen berencana menguatkan keamanan desa dengan meningkatkan kekuatan para kultivator.
"Tuan muda, tugas ini biar saya yang lakukan." tak menunggu jawaban, Qin Gang melangkah pergi.
Setelah Qin Gang pergi, Ye Chen berkata kepada ketua Song.
"Kakek Song, kenapa anda ikut2an mereka memanggilku tuan muda.. apakah anda berniat menjadi pengikutku..?" Tanya Ye Chen kepada Song Yi sambil mengangkat-angkat alisnya menggoda.
"Tapi maaf saja, aku tak menerima kakek tua senagai pengikutku.. " Ucap Ye Chen lagi.
Mendengar ini Song Yi tidak marah, hanya tersenyum melihat Ye Chen yang tampak senang.
"Hais anak ini kalo sudah bersikap begini, hilang sudah wibayanya yang sebelumnya terlihat." Batin Song Yi.
Tentu saja Ia tak mau meladeni omongan Ye Chen.
"Hah orang tua memang tidak me mempunyai selera humor yang baik.. " Gumam Ye Chen agak keras, sengaja untuk memancing reaksi Song Yi.
Tapi Ye Chen keliru jika menganggap Song Yi tergoda oleh ucapannya, Ia hanya tersenyum.
"Baiklah.. Oh ya kakek Song, bagaimana kultivasimu saat ini? sudah di tahap apa anda sekarang " Ye Chen akhirnya menyerah.
Saat berdua saja, Ye Chen memang masih memanggil Song Yi dengan panggilan kakek Song.
"Saat ini aku di tingkat langit tahap awal berkat ramuan yang kau berikan dulu." jawab Song Yi.
"Kakek Song, aku punya resep baru yang sepertinya bisa membantu anda mencapai tahap menengah, apakah anda mau mencobanya..?" kata Ye Chen sambil mengerjapkan matanya, berharap Song Yi mau.
"Kalo metode seperti ramuan kemarin, hah maaf saja aku tidak tertarik." jawan Song Yi.
"Aah sayang sekali.. " gumam Ye Chen.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
Iwa Kakap
ribetttttt
kayak mau bagi2 sembako
2025-03-09
0
Winter Milo
😂😅
2024-10-17
0
K4k3k 8¤d¤
💖🤞🏽💖🤞🏽💖🤞🏽💖🤞🏽💖
2024-03-24
3