Hari berganti, tampak Ye Chen duduk di kelilingi ketua Song dan yang lain. Pertemuan yang kemarin sempat tertunda kini di lanjutkan kembali.
"Selamat pagi saudaraku semua, semoga hari ini kita semua dilimpahi rejeki dan kesehatan." Ye Chen menyapa semua yang hadir.
"Selamat pagi tuan muda..!" Jawab mereka serempak.
"Baik, kalau semua sudah siap, kita mulai pertemuan kita hari ini."
Wuss...
Aray tipis menutupi aula pertemuan.
"Nona Ong bagaimana dengan persediaan pil kita?" Sebuah journal buku di serahkan nona Xiao kepada Ye Chen.
"hmm ini terlalu sedikit.." Ucap Ye Chen ketika membaca laporan persediaan pil di gedung alkemis.
Pil-pil ini dibagi menjadi dua bagian, satu untuk kultivator dan lainnya untuk penduduk biasa.
Hal ini karena pil untuk kultivator tidak bisa dikonsumsi oleh yang bukan kultivator.
Biasanya penduduk desa yang bukan kultivator akan dibuatkan pil biasa atau ramuan herbal untuk diminum
Seratus pil kultivasi perak
Dua ratus pil pemulih Qi
Seratus pil pemulih jiwa
Sedangkan pil dan ramuan herbal untuk penduduk jumlah nya tidak seberapa banyak, yang kalau di total, mungkin hanya bisa mengobati sekitar seratus orang saja.
Inipun hanya untuk yang sakit ringan, misalnya seperti sakit kepala, batuk-batuk ringan demam karena cuaca.
Persediaan sumber daya sudah tinggal sedikit lagi, bahkan sumber daya yang berusia di atas Lima tahun sudah tidak ada lagi.
"Ketua Song berapa jumlah kultivator desa sekarang?" Tanya Ye Chen pada ketua Song. Ia ingat beberapa kultivator menjadi korban saat insiden di gua api abadi.
Ketua Song yang ikut mendengar laporan kelompok alkemis menghela nafas lalu berkata.
"Sebelum insiden di gua, kultivator kita sekitar Lima ratusan tapi saat ini berkurang setengahnya. Ditambah lagi dengan ada kultivator yang tidak kembali saat menjalankan misi berburu atau mencari kebutuhan desa."
Qin Gang juga melaporkan kegiatan pembangunan desa. Dari ceritanya, desa Ye sekarang telah membangun irigasi.
Penduduk yang menjadi petani di desa asalnya di arahkan, diberikan lahan.
Begitu juga dengan para peternak, semua di berikan lahan dan hewan ternak.
Penduduk desa menyambut baik arahan ini, dengan begini desa Ye tidak akan kekurangan bahan pangan lagi, sudah bisa menghidupi diri.
Namun sayangnya kebutuhan akan benih dan hewan ternak tidak bisa dipenuhi semua, faktor dana dan sulitnya membawa ke desa jadi halangan tersendiri.
Bukan karena kondisi alam atau letakya yang terlalu jauh, tapi karena banyak perampok yang sering menghadang di tengah jalan.
Qin Gang mengakhiri penuturannya.
"Oh ya bagaimana dengan sekte dan perwakilan dagang itu, apakah mereka membuat gerakan yang mencurigakan?" Tanya Ye Chen lagi.
"Saudara Sun Yi giliran anda." Qin Gang berkata pada pria yang duduk di sampingnya.
"Tuan muda.. hamba Sun Yi yang bertugas memata-matai gerakan mereka." __ "Lanjutkan." ucap Ye Chen.
Dari penuturan Sun Yi, sekte dan perwakilan dagang kerap melakukan pertemuan tapi Ia tak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Ia tak berani terlalu dekat.
Ia juga melihat anggota sekte kerap keluar desa tanpa melapor dan setiap mereka kembali, pasti membawa teman. Pergi satu orang kembali tiga orang.
Laporan terkahir dari Sun Yi tentang rombongan kedua dari perwakilan dagang, menurut laporannya, paling lambat rombongan ini akan tina besok.
"Kalau sekte dan perwakilan dagang itu di gabung, bisakah kau perkirakan berapa jumlah mereka semua." Tanya Ye Chen lagi.
"Menurutku sekitar enam ratusan tuan muda, termasuk rombongan kedua yang akan tiba." Jawab Sun Yi.
"Sepertinya dugaanku tidak meleset, aku malah curiga mereka memang sudah mengatur ini semua. Bagaimana menurut anda ketua Song..?"
"Menurut hematku, biarkan saja mereka melakukan semua itu, tapi tetap awasi jangan sampai kits kecolongan.
Kita perlu berlatih lagi sebelum semua terlambat, lalu kelompok alkemis meracik pil pemulih untuk
persediaan jika kemungkinan buruk terjadi." Ketua Song memberikan sarannya.
Ye manggut-manggut mendengar ini, lalu berkata
"Aku setuju usulan ketua Song, lebih baik kita fokus berlatih menambah kekuatan."
"Nah untuk alkemis, nanti ikut aku. Kita naik ke atas bukit, ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan."
"Ketua Song, Ini koin yang dulu anda titipkan padaku, pakailah untuk keperluan desa." Ye Chen mengibaskan tangannya mengeluarkan semua koin emas yang di simpannya.
"Umm.. sebaiknya nona Xiao yang ikut aku ke atas bukit, nona Ong dan Qin Gang lebih baik mengurusi hal yang lain..." Saat Ye Chen mengucapkan ini, Ia senyum-senyum sendiri.
Yang lain tampak biasa saja melihat tapi ketika mereka melihat Qin Gang dan nona Ong yang agak sedikit malu-malu, mereka akhirnya mengerti.
Mata tuan muda memang tidak bisa di tipu pikir mereka.
"Baiklah, rapat hari ini sampai di sini. Oh ya Sun Yi, teruskan mematai-matai sekte itu dan perwakilan dagang, firasatku mengatakan mereka merencanakan sesuatu."
"Ketua Song, tolong siapkan kultivator kita. Setelah aku selesai dengan urusanku di bukit, aku akan turun. Aku menyiapkan sesuatu untuk mereka, semoga belum terlambat." Rapatpun bubar.
Ye Chen masih di aula, menunggu rombongan perwakilan dagang yang menurut Sun Yi akan tiba besok.
Perwakilan dagang ini adalah kumpulan pedagang-pedagang dari berbagai benua tapi bukan perkumpulan besar.
Biasanya para pedagang ini mendirikan perkumpulan sendiri untuk memudahkan urusan mereka, perkumpulan yang terbentuk ini dinamakan perwakilan dagang.
Perwakilan dagang bukan hanya ada satu, jadi setiap pedagang membuat perwakilan dagangnya sendiri.
Keesokan harinya rombongan perwakilan dagang datang. Sesuai yang telah disepakati, mereka memberikan kristal kepada Ye Chen yang di simpan di dalam cincin.
Setelah memberikan cincin berisi kristal jiwa ungu, rombongan ini berlalu dan bergabung dengan rombongan pertama yang sudah membangun wilayahnya lebih dahulu.
"Seribu kristal ungu, dengan begini kurasa sudah cukup, waktunya ke bukit." gumam Ye Chen.
"Kakek Song apakah anda mau ikut ke atas?" Sapa Ye Chen yang bertemu dengan ketua Song saat akan pergi ke bukit.
"Aku masih banyak pekerjaan, lain kali saja." Kata ketua Song sambil melirik nona Xiao.
"Oh begitu, baiklah kalau begitu.. oh ya tolong sampaikan pada Qin Gang dan nona Ong untuk mencabut semua tanaman herbal dengan akar-akarnya.
Antarkan ke atas bukit, tidak boleh lebih dari tiga hari. Kalau mau, ikutlah ke atas... oh tidak jangan, besok atau lusa kakek sudah harus ada di atas."
Ye Chen lalu menghampiri ketua Song dan berbisik kepadanya kalau nona Xiao akan sendiri di atas karena ada sesuatu yang akan Ia kerjakan.
Ketua Song hanya diam, Ia tampak bimbang tapi akhirnya Ia mengangguk setuju.
...
Di atas bukit
"Nona Xiao, ini yang aku katakan kemarin ingin menunjukkan sesuatu, lihatlah.." Begitu sampai di bukit, Ye Chen mengajak Xiao Yun ke belakang pondoknya. Di sana terdapat taman tanaman herbal, beberapa di antaranya adalah herbal langka.
"Ini... Tuan muda, ah sungguh menakjubkan, apakah anda yang membuat ini semua?" Tanya nona Xiao seolah tak percaya.
"Tentu saja, kai pikir yang bisa membuat ini selain aku..?" Dengan bangganya Ye Chen berkata.
Perasaan Xiao Yun tidak bisa di salahkan atau di anggap berlebihan.
Kebun tanaman sumber daya adalah surga bagi setiap alkemis, tak ada seorangpun alkemis akan menolak pesona kebun tanaman herbal.
Seringkali Xiao Yun diam di depan sebuah tanaman, Ia bahkan tak tau nama beberapa tanaman di depannya.
Wajar jika Xio Yun tak tau karena sebagian besar tanaman yang di depannya ini adalah tanaman yang ada di dimensi cincin milik Ye Chen.
"Nah kalau yang itu namanya pohon kecubung merah, khasiatnya yang utama adalah untuk mabuk hehehe... " Kata Ye Chen saat melihat Xiao Yun sebuah pohon sambil berpikir.
"Tuan muda... jadi untuk apa ini ditanam kalau hanya untuk mabuk-mabukan..? Xiao Yun tampak kurang begitu suka dengan khasiat tanaman ini.
"Maaf.. maaf, itu hanya khasiat yang lainnya saja.. khasiat utamanya adalah menenangkan pikiran.
Untuk orang biasa, kita berikan ini dulu sebelum di obati agar pikirannya tenang, seperti obati bius. sedangkan untuk kultivator, ini sangat berguna untuk membantu menguatkan pondasi kultivasi. Nanti aku berikan resepnya."
Seharian lebih Ye Chen menerangkan berbagai jenis tanaman yang ada di kebun.
"Apa sudah kau catat semuanya nona Xiao..? Yanya Ye Chen tiba-tiba.
"Ha... aduh aku lupa, maaf... " Xiao Yun berkata sambil menunduk dengan rasa bersalah.
"Sudahlah... nanti akan kutuliskan semuanya, sekarang masak dulu aku lapar, jangan bilang kau tak bisa masak hehe.. "
"Ok bos siaap... " Xiao Yun yang masih merasa senang berlari kecil ke dalam pondok.
"Eh nona Xiao ini cantik juga... "
"Enaaaak... "
Ye Chen berteriak senang saat mencoba masakan Xiao Yun.
"Tuan muda... bukankah anda juga adalah kultivator? kenapa setiap saat anda selalu saja lapar, daya tampung perut anda sangat besar." Xiao Yun yang heran bertanya melihat nafsu makan Ye Chen yang besar.
"Nona Xiao, dari awal aku ini memang bukan kultivator, disamping itu aku memang suka makan, aku sangat suka mencoba berbagai macam masakan.
Kau sendiri tau ceritaku dari awal, mungkin karena alasan ini juga aku jadi suka makan.. Nona Xiao, terima kasih makanannya." Ucap Ye Chen tulus sambil tersenyum.
deg..
"eh.. tuan muda sangat tampan saat tersenyum begitu, aduh.. apa yang aku pikirkan.. " Xiao Yun memegang dadanya memandang senyum Ye Chen.
Sementara Ye Chen sudah masuk ke pondoknya, tidur.
Ya, satu lagi kebiasaan Ye Chen, tidur. apalagi kalau sehabis makan, jangan di tanya Ia pergi kemana. Cari saja di kamar atau di bawah pohon rindang, pasti Ia rebah di sana.
Dua hari berlalu, ketua Song sudah berada si atas bukit.
Ye Chen yang sedang meracik pil, dikagetkan dengan panggilan Xiao Yun yang memberitahu kedatangan ketua Song.
"Dia tak datang untukku, sana temani dia. Sepertinya ada sesuatu yang hendak Ia sampaikan. Jangan ganggu aku, panggil aku kalau Qin Gang dan nona Ong sudah di sini." Sahut Ye Chen dalam.
Wuuss..
Aray tipis menutupi ruangan tempat Ye Chen meracik pil.
Xiao Yun yang baru saja hendak mengatakan sesuatu terhenti saat melihat aray ini.
"Apa tuan muda sedang sibuk..?" Tanya ketua Song saat melihat Xiao Yun keluar pondok sendiri.
"Tuan muda tak mau di ganggu.. Katanya anda ingin membicarakan sesuatu denganku, apakah ada sesuatu yang terjadi ketua Song?"Jawab Xiao Yun.
Sebetulnya Xiao Yun tau apa yang akan ketua Song bicarakan, dia hanya pura-pura tidak tau, hanya ingin mendengarnya sendiri dari ketua Song.
Glekk...
Ketua Song menelan ludah.
"Siaal kenapa jadi susah begini.. " batin ketua Song.
"Um.. Nona Xiao, jadi begini.... "
Ketua Song dengan terbata-bata mengutarakan maksudnya.
"Ketua Song, aku tak bisa mengambil keputusan, biarlah ibuku yang memutuskannya, aku setuju saja apapaun keputusan beliau. Sebagai anak, tentu akan mendukung."
Mendengar jawaban Xiao Yun, ketua Song sedikit lega, paling tidak dia tak langsung menolak, pikirnya.
Mengalihkan pembicaraan yang terasa canggung, ketua Song bertanya apa yang Ye Chen lakukan di sini.
Xiao Yun yang juga paham situasi ini mengajak ketua Song melihat kebun herbal sumber daya yang Ye Chen buat.
Sama seperti Xiao Yun saat pertama melihat kebun yang di penuhi sumber daya ini, ketua Song Yi juga terkejut melihat ratusan tanaman yang tumbuh subur.
Sungguh hebat.. hanya itu yang ada di pikiran ketua Song.
Waktu yang dijanjikan Qin Gang dan nona Ong untuk naik ke bukitpun tiba, mereka terlihat naik dengan wajah sumringah.
Tiba di atas, Ye Chen belum keluar.
Nona Ong di temani Xiao Yun melihat-lihat kebun sumber daya sedangkan Qin Gang duduk berdua dengan ketua Song.
"Aku lihat kalian tampak bahagia sekali, apakah... " Ketua Song hanya bertanya memastikan, sama sekali bukan bertanya heran. Terlihat jelas dari tatapan matanya saat bertanya.
"Tidak seperti yang anda pikirkan ketua.. " Qin Gan berkata dengan wajah sedikit memerah.
"Oh jadi begitu... aku mengerti tenang saja, tunggu sampai tuan muda mendengar ini hahaha...." Ketua Song tampak senang, Ia tak sabar melihat reaksi Ye Chen.
Biasanya Ia yang selalu digoda, kali ini giliran Qin Gang, lagi-lagi ketua Song tertawa.
Berbeda dengan Qin Gang yang melihat ini, Ia terlihat pasrah.
Hari ke-empat Ye Chen baru keluar.
"Qin Gang, wah sepertinya ada yang bahagia di sini.. dimana ketua Song?" Baru keluar saja sudah berkata aneh-aneh, segala bertanya ketua Song.
"Hais tuan muda.. " hanya kata ini yang sanggup Qin Gang katakan.
Dari jauh ketua Song tertawa terkikik.
"Nona Ong, tuan muda sudah keluar, ayo kita kesana.. " Teriak ketua Song, lalu mereka bertiga berjalan mendekat.
"Nona Ong, apakah anda sudah melihat kebun tanaman herbal kita..? Tanya Ye Chen saat nona Ong dan yang lain mendekat.
"Sungguh tak pernah aku duga, anda memiliki kebun herbal ini." Jawan nona Ong.
"Nah apakah anda membawa tanaman herbal lain? Kalau ada, tanamlah di sini.
Kebun ini memang aku siapkan untuk keperluan desa nantinya."
"Maaf... aku tak bisa membawa semua, sangat merepotkan jika harus dibawa semua." Jawab nona Ong.
"Oh benar juga, nah bawalah ini.." Ye Chen menyerahkan cincin pada nona Ong.
"Kembalilah dan ambil semua lalu tanam di sini, oh jangan lupa mengajak Sun Yi dan yang lain kesini."
Nona Ong belum bergerak juga, Ia kira Ye Chen akan berkata lagi, tapi...
"eh Qin Gang, tunggu apalagi....?? teriak Ye Chen setengah berteriak, padahal jarak mereka tidak jauh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
💟💪🏼💟💪🏼💟💪🏼💟🤞🏽💟
2024-03-25
3
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2024-03-25
1
heroes
.
2024-02-29
1