Hanya sepuluh dari sekitar lima ratus kultivator desa yang berada di tingkat emas tahap awal termasuk Qin Gang, dan dua ratus tingkat perak tahap menengah paling tinggi. Sisanya berada di tingkat dasar.
Jumlah ini masih jauh, masih sangat lemah jika ingin melindungi desa. Yang terkuat hanya ketua Song tapi tetap tidak menjamin apa-apa, jika ada yang datang menyerang desa dengan kekuatan di bawah tingkat langit masih bisa di halau tapi lain cerita jika yang datang menyerang berada di tingkat langit ke atas, akan menjadi malapetaka bagi desa Ye.
Karena memikirkan ini, Ye Chen meminta data kekuatan kultivator dan meminta ketua Song melatih mereka, mengembangkan kekuatan mereka. Sementara Ye Chen dan kelompok alkemis akan berusaha membuat pil kultivasi.
Setelah mengatakan semua yang ada di pikirannya kepada ketua Song, Ye Chen bersama kelompok alkemis naik ke bukit untuk membuat pil.
...
Sesampainya di bukit, Ong dan empat anggota alkemis yang lain kaget juga ketika Ye Chen memperlihatkan tumpukan tanaman herbalnya yang menggunung.
"Karena tidak mempunyai tungku pil, maka kita hanya bisa membuat pil dengan cara yang paling sederhana, aku tau ini akan menyia-nyiakan banyak sumber daya tapi paling tidak kita bisa menyiapkan pil. Apakah ada di antara kalian yang bisa menggunakan formasi," Ye Chen kembali bertanya tapi hanya mendapat gelengan kepala dari kelompok alkemis di depannya.
"Jujur, aku sendiri belum memiliki unsur api untuk digunakan sebagai pembakar tungku pil tapi aku mempunyai metode penyulingan sendiri yang biasa kugunakan, yaitu menggunakan formasi pada tungku biasa. aku berniat mengajarkan ini pada kalian semua, kuharap pil yang kita buat nanti akan lebih baik. Istirahatlah, besok kita mulai berlatih.
Ye Chen lalu masuk ke kamarnya, mengeluarkan alat tulis dan menulis formasi sederhana untuk dipelajari kelompok alkemis.
"Nah ambil ini, ini adalah mantra sederhana formasi dasar, dengan ini kupastikan kalian akan bisa belajar formasi untuk meningkatkan kualitas pil buatan kalian nanti. Perhatikan urutan langkah-langkahnya, aku akan menunjukkan caranya."
"Ikuti aku." Ye Chen lalu mempraktekkan cara membuat formasi dasar, langsung di tungku pil. Ini tungku biasa, menggunakan api biasa, karena Ye Chen masih belum memiliki tungku pil.
Sama seperti biasa, setelah cairan di rasa cukup larut, Ye Chen membuat formasi disekeliling tungku.
"Inilah metode yang aku lakukan untuk membuat larutan herbal, dengan begini panas api akan membakar semua bagian tungku sehingga campuran herbal bisa larut sempurna."
Merasa sedikit sedih, Ye Chen kemudian berkata lagi. "Yeah hanya ini yang bisa aku lakukan, bahkan api abadi saja belum ada, cuma mengandalkan api pembakaran ini."
Hampir semua penduduk desa telah meminum ramuan herbal Ye Chen, termasuk kelompok alkemis sehingga mereka tau kualitas ramuan yang dibuatnya.
"Ternyata ada juga yang seperti ini, tuan muda memang hebat." kata nona Ong setelah menyaksikan proses meracik herbal yang di lakukan Ye Chen.
"Tapi akan lebih baik lagi kalo menggunakan api abadi, panasnya bisa kita atur sendiri. Aku tau kalian pasti sanggup membuat lebih dari ini."
Selanjutnya berlatihlah, paling lama satu bulan kalian harus sudah bisa membuat formasi." Ye Chen kemudian meninggalkan kelompok alkemis.
Masuk sebentar ke dimensi batu jajar sebelum turun ke bawah desa.
Ye Chen hanya berkultivasi sebentar dan melihat buah kehidupan, sebenarnya Ia sudah sangat tidak sabar untuk memakannya tapi dari catatan dari kitab gurunya, paling tidak harus berada di tingkat Perak untuk bisa mengonsumsi buah kehidupan, itupun bukan buah yang matang sempurna seperti buah di depannya ini.
Seminggu berlalu, Ye Chen yang berada di desa tidak pernah ke atas lagi. Ia sibuk latihan jurus dengan ketua Song, Qin Gang dan yang lain. Sesekali melihat pembangunan desa yang membuatnya sangat puas.
"Tuan muda, gerakan anda semakin kuat saja..."
Qin Gang yang menjadi latih tanding Ye Chen kali ini mengomentari gerakannya.
"Tidak, salah, yang betul gerakanmu terlalu kaku, nah lihat gerakanmu ini... hais tikus saja tak akan mati... hah bagaimana lawanmu mau mati, kena saja tidak."
"Kurang cepat, salaaah....!!"
"Angkat sedikit lutut kirimu setelah menjejak tanah, saat melompat tangan kanan lurus kebelakang."
Ye Chen memang sedang berlatih tanding atau lebih tepatnya memberikan arahan untuk Qin Gang, latihan ini hanya latihan fisik tidak memakai Qi. Pemahaman Ye Chen dalam jurus-jurus beladiri yang dalam dapat melihat kelemahan jurus Qin Gang.
"Baik sudah cukup, kita istrahat dulu." sambil menyeka keringatnya, Ye Chen duduk didekat ketua Song, Qin Gang juga duduk disampingnya.
Terlihat sangat lelah, bukan hanya dengan Qin Gang, sepuluh kultivator desa tingkat emas juga sudah lebih dulu selesai berlatih dengannya. Qin Gang adalah yang terakhir. Berkat ramuan Ye Chen di tambah Qi alam yang memang sangat melimpah di tempat ini membuat kultivasi mereka semua telah naik ke tahap menengah.
"Bagaimana kakek Song, apakah ada yang salah dengan jurus langkah angin ini?" tanya Ye Chen.
Sambil melihat gulungan di tangannya, ketua Song mengangguk puas lalu berkata kepada Ye Chen.
"Sungguh sempurna, sebetulnya siapa kamu ini tuan muda? kultivasi hanya di tahap dasar tapi pemahamanmu tentang jurus-jurus bagaikan tingkat dewa saja." Ketua Song memandang kagum lalu berdiri.
"Coba lihat apakah ada yang masih kurang." ketua Song mulai memperagakan tehnik Langkah Angin hasil gubahan Ye Chen.
"Umm.. eh, hm... " hanya ini yang terdengar dari mulut Ye Chen lalu mengambil gulungan dan mengubah beberapa tulisan di sana.
"Ketua Song, coba ulangi gerakan di langkah ketiga dan kelima." Pinta Ye Chen yang segera dilakukan ketua Song.
"Cukup ketua Song!"
Ye Chen tersenyum sendiri lalu garuk-garuk kepalanya. Lalu duduk lagi, berdiri lagi sambil mengerakkan tangan dan kakinya lalu duduk lagi. Ya! inilah kelakuan Ye Chen saat sedang menggubah gulungan tehnik dan ini bukan yang pertama kali.
"Nah di sini, ini sepertinya... ah ya!"
Hehehe... dengan begini, harusnya sudah bisa begini. Oo memang harus enam jurus saja, kakek bodoh itu kenapa harus sepuluh jurus sih?"
"Kakek tuaa... kakek tua, kenapa bisa jadi sebanyak ini jurus ini... Oh baiklah cukup tiga jurus saja." Ye Chen mengakhiri tulisannya.
"Ehem.. Ehemm" Suara deheman ketua Song terdengar, yang lain berusaha menahan tawa dengan menutup mulutnya, hanya orang bodoh yang tidak tau siapa yang Ye Chen sebut kakek tua bodoh, lagi pula jurus langkah angin ini adalah jurus dari ketua Song yang ingin Ye Chen sempurnakan lagi gerakannya.
Sebelumnya memang Ye Chen meminta ketua Song untuk mengajarkan jurus-jurusnya kepada yang lain.
Qin Gang yang tidak dapat menahan ketawanya lalu berdiri dan berkata "Teman-teman lebih baik kita kembali dulu ke rumah, bantu aku mengambil teh." ucap Qin Gang mengajak yang lain, mereka sudah tampak akrab.
"Kakek Song, ini aku ubah menjadi tiga jurus Langkah, coba lihat." ucap Ye Chen sembari menyerahkan gulungan yang sudah Ia perbaiki.
Ketua Song nampak puas melihat gulungan di tangannya. Meskipun kadang tidak tahan dengan kelakuan Ye Chen tapi memang harus Ia akui bakatnya sungguh luar biasa.
Jurus ini termasuk jurus inti di sektenya, hanya para tetua yang bisa menguasai jurus ini sampai puncaknya tapi ditangan Ye Chen, jurus ini menjadi hanya tiga jurus. Bukan hanya jadi lebih sedikit tapi juga tingkatan jurusnya naik berkali lipat.
"Tuan muda silahkan tehnya." Qin Gang datang membawa senampan teh.
"Eh kemana yang lain..?" Ye Chen sadar saat hanya Qin Gang yang terlihat
"Oh itu, saat tadi kami kembali, ada laporan seseorang menemukan sebuah gua di sebelah barat hutan. Mereka pergi melihat ke sana." jawab Qin Gang.
Tak lama kenudian tampak sebuah bayangan mendekat.
"Tuan muda.. Ketua Song, gawat!" katanya sambil terengah-engah.
"Tenangkan dirimu, jelaskan apa yang terjadi." yang berbicara adalah Qin Gang.
"Begini senior, saat kami sedang membantu membuka hutan di bagian barat, kami menemukan sebuah gua. Saat kami ingin memeriksanya tiba-tiba ada segerombolan serigala merah yang keluar dari dalam gua dan menyerang kami.. Sepuluh senior yang datang membantu kewalahan dan meminta kami meminta bantuan." jawabnya melaporkan situasi.
Tanpa menunda waktu, mereka berempat segera melesat menuju gua.
"Tuan muda!!"
"Semua mundur...!!" teriak ketua Song sembari melesat memukul rombongan serigala.
Bamm..
"Tingkat langit memang sangat hebat." Gumam Ye Chen melihat aksi ketua Song.
Hanya sepuluh orang yang sanggup melawan gerombolan serigala, kedatangan ketua Song yang langsung menyerang membuat semangat mereka bangkit kembali.
"Tehnik Langkah Angin." gumam Ye Chen yang tak mau kalah, Ia mencabut pedang yang dulu diambil dari korban pembunuhan pertamanya.
Meski tingkat kultivasinya yang terendah dari yang lain tapi gerakan Ye Chen sangat cepat, satu tusukan, dua tusukan, tiga tusukan dan empat tusukan. Karena tak bisa membunuh serigala dengan satu kali tusukan, Ye Chen terus menerus menusuk di tempat yang sama sampai satu serigala terbunuh.
Gerombolan serigala merah ini tidak terlalu banyak, hanya sekitar dua puluh ekor. Kekuatan mereka bisa di samakan dengan kultivator tingkat emas, dengan mengandalkan kecepatan dari langkah angin dan kekuatan tingkat langit ketua Song, akhirnya semua rombongan Serigala ini tewas.
Grrr....
Pimpinan serigala merah yang baru keluar dari gua tampak sangat marah melihat kawanannya tewas. Kekuatannya setara dengan kultivator tingkat bumi tahap puncak.
"Semua menyingkir! serahkan ini padaku dan jangan ada yang mendekat." kata ketua Song melihat kekuatan pimpinan serigala.
"Langkah Angin ketiga..." Ketua Song mengaktifkan jurus terakhir.
Meski kekuatannya setara dengan tingkat langit tahap awal tapi kecepatan ketua Song jauh lebih unggul.
"Tebasan Pedang Suci...!"
Teriak ketua Song di udara sambil menghantam pedangnya.
Crass...
Perlawanan Pemimpin serigala berakhir, kepalanya menggelinding terpisah dari tubuhnya akibat tebasan ketua Song.
Pembantaian, hampir lima puluh kultivator desa yang tewas karena insiden ini. Kemenangan ini membawa kesedihan bagi semua orang.
"Kumpulkan semua inti serigala, dan bawa yang terluka." Kata Ye Chen pelan, kesedihan tampak sangat jelas di matanya.
"Kakek Song sepertinya ada sesuatu dalam gua ini, tak mungkin serigala-serigala merah itu berkumpul dan menjaga tempat ini.."
"Masuklah, aku tak merasakan kehadiran serigala lain dari dalam, biarkan aku memulihkan diri dan menyusulmu nanti." ucap ketua Song.
Sampai di tengah gua, Ye Chen menemukan sebuah inti hewan melayang tenang di tengah-tenga pelataran gua.
"Ini... Inti api abadi, tapi inti hewan apa ini? aduh!"
Ye Chen tersengat api saat ingin menyentuhnya. "Panas sekali." ucapnya sambil meniup-niup tangannya.
Arghh...
"Ada apa..b.?" ketua Song yang belum pulih total melesat masuk mendengar teriakan Ye Chen.
"Tak apa aku hanya sedikit kesal saja." Jawab Ye Chen.
Ketua Song hanya tersenyum melihat ini, Ia tahu Ye Chen merasa kesal karena tak dapat menyerap inti api di tengah gua.
Ia tau, inti api sangat berharga bagi seorang alkemis, terlebih lagi Ye Chen yang tak punya elemen api, Ia pasti sangat menginginkannya tapi Ia juga tak bisa berbuat apa-apa.
Sebuah elemen pada diri setiap manusia adalah berkah dari surga, ada yang terlahir memiliki dua elemen, ada yang satu elemen dan ada juga yang tanpa elemen seperti yang Ye Chen alami. Ketua Song sendiri memiliki elemen tipe angin.
Memang elemen bisa dilatih, seperti elemen angin misalnya. Seorang pengguna elemen angin bisa saja melatih atau mempelajari tehnik elemen lain contohnya mempelajari tehnik elemen air. Tapi ini sangat susah dan kalaupun bisa, paling tinggi hanya kulitnya saja.
Ketua Song yang memiliki elemen angin, bisa mempelajari tehnik elemen air untuk menambah daya serang jurusnya. Tapi ketika berhadapan dengan pengguna elemen air, jurus ini hanya akan menjadi kelemahannya, tidak akan berguna sama sekali.
Lain lagi dengan seorang yang bisa atau memiliki dua tipe elemen. Misalnya memiliki elemen angin dan elemen api, jurusnya akan sangat kuat. Lalu adakah yang bisa memiliki lebih dari dua elemen di tubuhnya? jawabannya adalah mungkin saja ada dan memang bukan tidak mungkin.
Pada dasarnya, setiap orang memiliki semua elemen kehidupan dalam dirinya. Tapi ada elemen yang lebih dominan dibanding elemen lain, hal ini kemudian di kembangkan oleh seorang kultivator. Mempelajari atau mengembangkan elemen yang lebih dominan lebih baik daripada mengembangkan elemen yang hanya sedikit. Hanya buang-buang waktu saja.
Ketua song lalu meminta Ye Chen untuk menyegel tempat ini, harapannya agar suatu hari nanti Ye Chen bisa kembali kesini dan menyerap inti api abadi. Setelah itu Ia berkeliling ke bagian gua yang lain.
"Tuan muda cepat kemari, lihatlah..." ketua Song yang menemukan sebuah ruangan gua yang tampak telah lama di tinggalkan. Ia tertarik melihat sesuatu seperti sebuah tungku.
Ye Chen yang datang mendekat dan tersenyum lebar.
"Hahaha... akhirnyaa... ah kakek Song, sepertinya kita memang sangat beruntung. Desa Ye akan jadi lebih baik setelah ini." Ucap Ye Chen penuh semangat.
Hatinya yang sedikit kecewa terlihat sangat senang dengan temuan ini.
Rasa kecewanya segera terobati. Impiannya akan segera terwujud, memiliki api abadi sekaligus dengan tungkunya. Meskipun belum bisa menyerap api abadi tapi Ia yakin suatu hari nanti, Ia pasti bisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
spooky836
napa ulang2 sebelumnya dah cerita. noveltoon boleh terima sampah ni bodoh sungguh. macam dah xde yang lebih bagus nak terima. tolol
2025-02-04
0
Arie Chaniago70
cepatlah makan buah emas tersebut,,buah nirwana
2025-02-20
0
Winter Milo
😅. hilang sudah wibawa kakek song
2024-10-17
0