"Baiklah.. masukkan ini dan teh sudah siap di nikmati." Ye Chen memberikan sebuah pil kecil yang tidak berwarna kepada nona Xiao.
Pil ini langsung larut begitu saja saat menyentuh teh herbal dalam poci yang masih panas.
"Nah sekarang tuangkan tehnya, seorang satu gelas, aku rasa itu sudah cukup. Akan kuberitahu manfaat teh ini.
Asal kalian tau teh ini sama seperti arak yang kalian minum tadi, bedanya teh ini tidak akan bisa membantu kalian menerobos lagi tapi teh ini memiliki manfaat lain yaitu menguatkan elemen dasar yang telah kalian punya."
"Penguatan elemen ini tidak akan terasa sekarang, tunggulah, nanti kita akan pergi latihan bersama-sama." Ye Chen mengatakan bersama-sama tapi sesungguhnya lain dengan kenyataannya nanti.
"He kenapa setiap kali aku melihat tuan muda tersenyum seolah ada hal buruk yang akan terjadi?" Salah satu rekan Qin Gang terlihat berbisik di telinga Qin Gang.
"Saudara Sun, kau terlalu kuatir. Pasti tuan muda tidak akan membahayakan kita." Qin Gang hanya berusaha menenangkan pikirnya saja dengan berkata seperti ini tapi sesungguhnya pikirnya sama seperti temannya, juga yang lainpun sama.
"Aku paling percaya pada kalian semua yang ada di sini, percayalah aku tak akan pernah bermain-main dengan hidup kalian.
Semua demi desa ini, kecuali ada di antara kalian yang berniat untuk pergi dari desa."
"Nah sebelum semua terjadi, sebelum ada yang menyesal, aku meminta kepada kalian yang berniat pergi untuk keluar sekarang. Aku tak mau membebani kalian dan tak mau dibebani oleh kalian."
Ye Chen sangat memahami apa artinya menjadi bagian dari sesuatu, Ia berniat menjadikan semua yang ada di sini sebagai pilar desa Ye nantinya.
Sebagai pilar desa, tentunya mereka tidak boleh pergi meninggalkan desa dan bersumpah setia kepada desa.
Tentunya Ia tak akan memaksa mereka yang tidak mau, ini hanya untuk yang mau saja dan harus betul-betul dari hati, harus tulus tanpa embel-embel yang lain.
Ye Chen lalu berdiri mengeluarkan pedang hitamnya, ujung pedang hitam mententuh lantai aula.
Lalu berkata lagi setelah mengeluarkan apa yang Ia pikirkan.
"Nah pergilah dan hiduplah sebagai penduduk yang desa yang baik, arak dan teh tadi anggaplah sebagai rasa terima kasihku karena sudah banyak membantu kemajuan desa selama ini."
Ye Chen berdiri dengan wibawa seorang pemimpin, rambutnya terlihat melambai tertiup angin semilir, tatapan mata hitamnya yang cerah tampak begitu agung terlihat.
"Kami semua bersumpah setia pada desa dan pemimpin Ye..!! "
Mereka semua tanpa terkecuali berlutut sambil menghaturkan tangan di depan dada, memberi hormat.
"Apa kalian yakin..? menjadi bagian desa bukanlah hal mudah. Desa kita ini masih sangat muda, entah apa yang akan terjadi esok hari." Tanya Ye Chen memastikan kesanggupan mereka.
"Kami semua yakin, akan kami pertaruhkan jiwa raga kami demi kemakmuran desa."
"Baiklah.. aku terima sumpah setia kalian. Tapi ingat! Jika ada di antara kalian yang berani berhianat, aku sendiri yang akan datang membunuh kalian. Percayalah aku pasti akan menemukan dimanapun kalian bersembunyi, akan Ku berikan kematian yang paling indah." Tak tanggung-tanggung, semua aura yang Ye Chen miliki Ia keluarkan, sampai-sampai pedang hitam mengeluarkan suara dengungan. Rambut hitamnya seperti tertiup angin, ikut terangkat.
Pelepasan aura ini hanya sebentar, hanya sedetik saja, Ye Chen tak mau ada di antara mereka yang terluka.
Meski hanya sedetik tapi mereka semua sudah jatuh ke lantai, dua tangan menopang tubuh mirip seperi bayi yang merangkak.
Hanya ketua Song yang sanggup terus berlutut, tapi dengan tubuh bergetar dan muka pucat pasi. Bisa dipastikan ketua Song akan tersungkur jika Ye Chen tak cepat manarik auranya.
Setelah semua tenang, Ye Chen menyuruh mereka duduk kembali lalu memasang segel formasi mengelilingi mereka semua.
Ye Chen tak mau ada yang mendengarkan apa yang ingin Ia sampaikan.
"Pemimpin Y.... "
Qin Gang yang barusan ingin berbicara berhenti ketika melihat Ye Chen mengangkat tangannya.
"Pergi dan cepat kembali, penggal kepala dan kedua kakinya... buang di dekat wilayah sekte." Tadinya Ye Chen membiarkan saja ketika merasa ada yang mengawasi mereka, tapi berubah saat orang ini ingin mendengarkan lebih jauh.
Biar mereka tau aku sama sekali tak pernah takut terhadap mereka, pikirnya setelah menyuruh Qin Gang membunuh orang yang mengawasi percakapan mereka.
Semua yang hadir juga merasakan ini tapi karena ada Ye Chen, mereka tak berani mengambil tindakan apa-apa.
"Tuan muda.. sepertinya dia salah satu pelayan di sini." Nona Song yang memang cukup sering berada di gedung desa mengenali penguntit tadi.
"Biarlah.. aku yakin dia orang sekte itu, kita lihat bagaimana reaksi mereka nanti saat menemukan mata-matanya terbunuh." Ucap Ye Chen santai.
Setelah Qin Gang kembali, Ye Chen melanjutkan pertemuan mereka.
"Saudaraku.. awalnya aku tinggal di desa ini seorang diri, aku tinggal di atas bukit.. Bukit yang kemudian berganti nama menjadi bukit Ye yang aku sendiri jujur tidak tau kapan dan siapa yang memberinya nama. Aku kemudian mengijinkan siapapun yang datang untuk tinggal dan menetap di sini tanpa memandang status dengan syarat membangun sendiri pemukiman dan melarang perselisihan." Kemudian Ye Chen menceritakan awal mula desa terbentuk, termasuk perasaannya waktu itu yang sama sekali tidak perduli jika ada yang mau menetap.
"Aku waktu itu menganggap biasa saja, toh ini juga bukan tempatku karena aku juga pendatang di sini, tepatnya lari dari perampok yang mengejarku.
"Mungkin kalian tidak tau darimana asal usulku ini dan siapa aku ini sebenarnya, karena memang aku tak berniat memberitahu kalian.
Namaku Ye Chen, aku adalah anak dari seorang menteri di kekaisaran Han. Mungkin ada di antara kalian yang pernah mendengar menteri Ye. ya dialah yang merawatku dan margaku adalah Ye sama seperti beliau."
"Yang mulia.. Terimalah hormat hamba semua!!"
Saat Ye Chen hendak melanjutkan ceritanya, Ia kaget ketika melihat semua orang kembali berlutut.
"Hais ada apa lagi ini...?? Tolong berdirilah, aku paling tidak suka melihat ini, memanggilku pemimpin saja aku tak mau, ini kalian malah berlutut lagi.. Ini benar-benar membuatku tak nyaman."
"Yang mulia.. " Yang berbicara ini adalah ketua Song
"Kakek Song... anda juga??
Nah kalian panggillah lagi dengan yang mulia, aku akan pergi dari sini.. terserah apa yang akan kalian lakukan dengan desa ini, aku tak akan perduli. Lebih baik aku naik ke bukit dan jangan harap ada yang bisa naik, kalian tak akan bisa bahkan jika menggunakan token."
Ye Chen berbicara dengan sangat tegas melihat perubahan mereka semua.
Mendengar perkataan Ye Chen, mereka memandang ketua Song meminta supaya Ia yang menjelaskannya.
Ketua Song yang juga merasa tak enak, jadi serba salah juga mendengar perkataan Ye Chen yang tegas.
Ia menghela nafas lalu berkata..
"Tuan muda.. anda tidak tau karena latihan tertutup yang anda lakukan dan aku juga belum sempat bercerita. Jadi begini.... "
Dibanding semua benua, benua Timur mungkin adalah benua yang paling parah, paling kacau setelah perang besar.
Terjadi perang lagi setelah perang besar, ini tak ada hubungannya dengan benua lain karena bisa dibilang perang ini adalah perang saudara.
Menteri Ye yang telah lama mengundurkan diri karena berbeda pendapat dengan kaisar Han diam-diam membentuk pasukan besar atau mungkin sudah dibentuk.
Pasukan besar ini bertahun-tahun menggempur pertahanan kaisar Han, sampai akhirnya berhasil menduduki setengah dari wilayah dari kekaisaran Han.
Kaisar Han yang semula berperang wafat kira-kira satu tahun yang lalu dan di gantikan oleh anaknya Han Le.
Kaisar yang baru ini tidak seperti ayahnya yang sangat ambisius sampai mengorbankan rakyat. Kaisar Han Le kemudian mengajak menteri Ye untuk berunding.
Sebagai mantan menteri di kekaisaran Han, tentu saja Ia mengenal siapa Han Le ini.
Lalu beberapa bulan yang lalu mereka mencapai kesepakatan, wilayah yang direbut pasukan menteri Ye menjadi bagian pasukan menteri Ye dan wilayah yang belum direbut akan tetap menjadi bagian kekaisaran Han.
Sekitar sebulan yang lalu, di deklarasikanlah kekaisaran Ye dan benua Timur akhirnya terbagi menjadi dua kekaisaran. Kekaisaran Han dan kekaisaran Ye dengan kaisar yang baru adalah mantan menteri Ye.
Secara resmi kaisar Ye meminta semua pengungsi dari benua Timur untuk kembali. termasuk yang berada di desa Ye.
Bahkan ada beberapa penduduk yang sebelumnya berasal dari benua Timur telah kembali.
Tapi ada yang aneh karena baru-baru ini kaisar Ye mengganti nama menjadi Zhao Tian. Jadi sekarang tak ada lagi kaisar Ye, yang ada adalah kaisar Zhao.
Sebelumnya, sang kaisar memberi titah bagi siapa saja yang menemukan seorang anak dengan ciri memakai kalung dengan bentuk seperti cincin penyimpanan akan mendapat hadiah besar. Anak ini adalah sang pewaris tahta selanjutnya.
Ketua Song mengakhiri ceritanya dengan tatapan seolah meminta Ye Chen menunjukkan kalung tersebut, Ia samar-samar masih ingat Ye Chen mempunyai kalung yang tergantung di lehernya saat Ia pertama kali membunuh, saat itu pakaiannya sobek dimana-mana hingga samar-samar bisa melihat kalungnya.
Lain cerita dengan nona Ong apalagi nona Xiao, merekalah yang membuka baju Ye Chen dulu dan nona Xiao lah yang membersihkan tubuh Ye Chen, dia jelas tau persis kalung di lehernya.
Tapi meskipun tak melihat kalung, mereka tetap percaya sepenuhnya bahwa Ye Chen lah yang dimaksud oleh sang kaisar.
Tak mungkin Ye Chen mengarang cerita dan apa utntungnya juga Ia mengarang cerita, Ia bahkan tak mau di panggil yang mulia.
Mendapat tatapan begini, Ye Chen lalu membuka kalung yang melingkar di lehernya dan melemparnya di atas meja.
"Apa sekarang kalian puas.. ? Cincin pada kalung itu adalah peninggalan orangtuaku, setidaknya begitulah kata orang yang memberikan cincin itu padaku.
Tatapan mata yang semula sangat ingin tau, kini tertunduk melihat cincin pada kalung.
"Memang benar, cincin ini sangat sesuai dengan yang di ceritakan orang itu." Ucap salah satu dari mereka.
"Iya betul sahut yang lain." Sahut yang lain.
"Usia tuan muda saat ini sangat cocok dengan yang di ceritakannya." Sahut yang lain.
"Oi... Oi.. apakah tak ada rencana di antara kalian yang berniat menceritakannya padaku? siapa orang yang kalian maksud itu." Ye Chen berkata sedikit kesal karena merasa di abaikan setelah semua memeriksa cincinnya.
"Maaf Yang Mulia.. eh maksudku tuan muda.." Yang berbicara adalah Qin Gang, Ia dengan cepat merubah panggilannya setelah melihat semua orang menatap padanya, bahkan nona Xiao Dan nona Ong melototkan matanya.
"Sudahlah cepat ceritakan... " perintah Ye Chen tak sabar.
"Baik tuan muda..
Beberapa hari yang lalu ada seorang utusan dari kekaisaran Ye, karena tertarik dengan nama desa ini desa Ye.
Mereka menanyakan perihal nama desa, seperti kenapa di sebut desa Ye dan sejak kapan desa Ye ini berdiri." Lanjut Qin Gang menerangkan.
"Lalu apa yang kau katakan..?" Tanya Ye lagi.
"Utusan ini mengatakan mencari seseorang yang usianya sama dengan tuan muda dan ciri-ciri cincin sebagai buktinya yang lagi-lagi ini sesuai dengan cincin tuan muda ini.
Sebenarnya aku dapat menduga Ia sedang mencari tuan muda karena hanya tuan muda yang bermarga Ye di sini. Tapi aku katakan padanya kalau aku tak tau."
"Bagus... Lalu bagaimana ciri-ciri orang itu? apakah kau mengingatnya?"
"Usianya sekitar empat puluh tahun, tapi saat hendak pergi dia memakai kain penutup wajah dan setelah aku perhatikan, ternyata mereka berjumlah empat orang.
Yang tiga orang bergerak seperti bayangannya." Win Gang mengakhiri ceritanya.
"Apakah itu A Kiu... sepertinya bukan, mungkin orang itu adalah orang yang sama yang mengantarku dulu.
Menteri Ye... apakah ayah masih hidup, lalu bagaimana dengan Ibu.. apakah Ibu juga masih hidup? Kalau masih, lalu siapa yang mati terbakar dulu... "
Ye Chen bergumam terus berusaha mencerna semua yang telah terjadi. Sementara yang lain hanya diam mendengarkan gumamam Ye Chen. Di dalam pikiran masing-masing, mereka merangkai-rangkai membayangkan masa kecil Ye Chen.
Sepertinya aku harus menunda petualanganku, aku harus berkunjung ke kekaisaran Ye ini. Mungkin memang betul ini ada hubungannya denganku pikir Ye Chen.
"Akan ku ceritakan semuanya..."
Mulailah Ye Chen menceritakan kehidupannya sejak masih tinggal di istana kekaisaran Han dulu sampai Ia akhirnya sampai di bukit Ye.
"Kira-kira begitulah perjalanan hidupku sampai di sini." Kata Ye Chen mengakhiri ceritanya.
Dalam benak masing-masing, ternyata tuan muda sangat menderita, usia sepuluh tahun sudah berpetualang seorang diri. Dari anak bangsawan tinggi menjadi anak yang hidup penuh dengan penderitaan.
Rasa iba bercampur rasa kagum, kira-kira begitulah pandangan setiap orang terhadap Ye Chen dan dengan status barunya, tentu saja kesetiaan mereka semakin bertambah. Apalagi Ye Chen ini sangat rendah hati, tidak pernah membeda-bedakan status orang. Sungguh seorang calon pemimpin masa depan yang hebat.
"Ah jadi lapar lagi.. yang mau ikut makan, hayo berangkat..!!"
"eh ketua Song, jangan malu-malu ayo ikut aku tau anda sangat ingin pergi ke sana." Ye Chen setengah berbisik di dekat ketua Song yang memang duduk di dekatnya.
Tentu saja yang lain mendengar ini, Ye Chen juga bukan berbisik terlalu kecil.
Mereka hanya senyum-senyum termasuk nona Xiao.
Ketua Song yang mukanya sudah memerah melangkah cepat menyusul Ye Chen.
"Tuan muda ini tidak berubah... " Ucap nona Ong yang ditanggapi dengan senyuman oleh yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
/Good//Good//Good//Good//Plusone//Plusone//Plusone//Rose/
2025-02-21
0
Winter Milo
/Rose//Rose//Good//Good/
2024-10-17
0
K4k3k 8¤d¤
❣✌🏻❣✌🏻❣✌🏻❣✌🏻❣
2024-03-25
3