Buah Kehidupan

Suara kicauan burung membangunkan Ye Chen dari tidurnya.

Hal pertama yang Ia lakukan saat bangun adalah memastikan keadaan sekelilingnya, Ia kuatir ada yang mengejarnya.

Setelah memastikan situasi aman, Ia segera mengambil sikap lotus menghadap matahari dan mulai menyerap energi mentari pagi.

Seperti yang selalu Ia lakukan.

"hm.. energi di sini lebih padat, sepertinya saat ini aku berada di benua Tengah" Gumam Ye Chen dengan mata terpejam, yang masih menyerap energi alam.

Puas menyerap energi mentari pagi, Ia kemudian berkeliling memeriksa area di sekitar tempatnya berada.

Tempat ini cukup menarik menurut Ye Chen, mungkin lebih tepatnya aneh.

Area yang bisa dibilang bukit ini dikarena letaknya yang agak tinggi.

Jika berdiri di sini maka kita dapat melihat jelas daerah sekitar yang agak jauh.

Puncaknya sendiri cukup luas dan datar ditumbuhi rerumputan yang menghijau.

Yang membuatnya merasa aneh adalah tak ada satupun hewan yang hidup di sini.

Tapi jika melihat ke bawah, hewan-hewan ini dapat terlihat dengan jelas.

Tak ada satupun yang masuk ke area perbukitan.

Bukit ini seperti memiliki dunia sendiri, pikirnya.

Berpikir untuk menetap di sini, Ye Chen dengan susah payah hanya mengandalkan sebuah belati kecil, Ye Chen mengumpulkan batang-batang pohon, rencananya Ia akan membangun pondok sederhana.

Tempat tidur, dapur dan sebuah ruangan yang akan dia pakai untuk menaruh barang-barangnya, asalkan tidak kehujanan juga sudah cukup.

Setelah dirasa cukup, Ye Chen kemudian mulai mengumpulkan kembali segala macam tanaman herbal dan menata bukit tempatnya tinggal.

Ini dilakukan Ye Chen sampai usianya sebelas tahun, ini berarti sudah satu tahun Ia pergi dari rumahnya dan hampir setengah tahun Ia berada di bukit ini.

Suatu malam Ia berfikir untuk menjelajahi area Selatan bukit ini, ada satu hal yang menarik perhatiannya, yakni sepasang batu yang berdiri berjajar seperti sebuah gerbang.

Kalau diperhatikan lagi, di batu itu tertulis simbol-simbol yang sangat Ye Chen pahami sebagiannya, simbol formasi.

Tapi fungsinya untuk apa, Ye Chen belum tau, simbol-simbol ini adalah simbol kuno, begitulah menurut pemahamannya.

Keesokan harinya Ia bersiap memeriksa batujajar ini, begitulah Ye Chen menyebutnya.

"Aakh! sebetulnya ini apa, apakah sebuah artefak...?" Ye Chen merasa kesal, berulang kali Ia berteriak-teriak tidak jelas.

Tanpa sengaja Ye Chen tergelincir di tanah melewati batujajar.

"Eh..? dimana ini?" Ia merasa asing dan aneh, hutan di sini lebih lebat, energinya juga lebih padat dibanding bukit tempatnya tinggal.

Hanya satu kesamaan dengan bukitnya, hewan-hewan buas di sini juga tak ada yang mau masuk, seolah ada tembok yang menghalangi mereka untuk masuk.

" Mungkinkah aku berteleportasi? batinnya sambil mencari-cari sesuatu.

"Ah ini dia, sepertinya memang betul batujajar merupakan gerbang teleportasi. Mungkin tidak sempat di hancurkan di masa perang, atau mungkinkah tidak terlihat..?" gumam Ye Chen sambil terus mengamati batujajar yang memang sama persis dengan yang ada di bukit.

Lama berpikir, akhirnya Ia memutuskan untuk berkeliling memuaskan rasa penasarannya, toh di sini tak ada yang harus Ia khawatirkan.

Pernah sekali Ia ingin memastikan kumpulan hewan di luar tembok yang menurut pengamatannya, sering berganti.

Ada sekumpulan Serigala, kemudian jenis ular bertanduk dan masih banyak lagi jenis yang lain, dari yang kecil sampai yang berukuran besar seperti kelabang hitam yang panjangnya tidak kurang dari tiga meter.

Seolah menunggu sesuatu, mereka datang dan pergi, duduk diam kemudian pergi.

"hehe.. yang ini saja, coba kita lihat apa betul mereka tidak bisa masuk."

Ye Chen tertawa kecil melihat seekor kera berbulu putih yang duduk diam.

Ia lalu mengambil ranting pohon lalu menusuk-nusuk si kera putih.

Dia harus memastikan ini, bisa gawat kalo ternyata hewan-hewan ini bisa masuk ke sini.

Tak satupun hewan-hewan ini yang sanggup Ia kalahkan.

Merasa terganggu, Kera putih membuka matanya mencari sumber masalah.

"Manusia sialaaan..! apa yang kau lakukan..? apa kau cari mati..!" Kera putih melotot ke arah Ye Chen.

Kera putih setinggi empat meter ini mempunyai kulit tebal, senjata biasa aja tidak akan mampu melukai kulitnya.

Ye Chen yang cerdas juga tau hal ini, oleh karena itu rantingnya sengaja Ia tajamkan ujungnya dan Ia menusuk secara terus-menerus di tempat yang sama.

Mustahil Kera putih tidak merasakan ini. Jika dalam keadaan biasa, gangguan ini sama sekali tidak berarti.

Sayangnya saat ini Ia sedang berkonsentrasi menyerap energi alam, keadaan inilah yang membuat daya tahan tubuhnya menurun.

Meskipun tidak berbahaya namun perbuatan Ye Chen ini sangat mengganggu.

Melihat reaksi Kera putih, Ye Chen yang sempat ketakutan akhirnya bisa tenang saat menyadari Kera putih tak bisa berbuat apa-apa terhadapnya.

Tembok transparan membuatnya tak bisa menyentuh Ye Chen, seolah ada daya tolak yang sangat halus setiap ada hewan yang mendekat.

Pemahaman Ye Chen yang dalam ditambah kegemarannya membaca membuatnya menarik kesimpulan bahwa ada sesuatu di tempat ini.

Hewan-hewan ini tak bisa masuk bukan karena tak mau, jalan satu-satunya untuk ke sini sepertinya hanya bisa lewat portal batu jajar pikirnya.

Mereka hanya bisa menyerap energi dari luar.

Yang Ye Chen tidak habis pikir adalah, kenapa mereka ini seolah akur-akur saja tidak ada pertempuran yang biasa terjadi.

Memang sangat mengherankan melihat fenomena ini, dunia ini adalah dunia dimana yang kuat yang berkuasa.

Menindas yang lemah adalah hal yang biasa terjadi.

Bila diselidiki lebih jauh, fenomena di tempat ini sangat berkaitan dengan kepadatan energi yang keluar dari dalam tempat Ye Chen.

Ada beberapa titik yang menjadi tempat terbaik untuk menyerap energi.

Dan di titik inilah semua hewan berkumpul.

Ye Chen hanya tertawa kecil melihat tingkah si Kera putih, tapi tidak segera pergi.

Ia masih berniat melakukan beberapa kali percobaan lagi tapi dia urungkan karena melihat tatapan tidak senang beberapa pasang mata di depannya.

Beberapa pasang mata ini bahkan terlihat mau menelannya.

Tanpa disadari, kelakuan Ye Chen ini membuat yang lain menghentikan aktifitas mereka.

Mereka kuatir Ye Chen juga akan menganggu mereka karena masih memegang ranting.

...

Hari berlalu sejak Ye Chen menggangu Kera putih, Ia kemudian memutuskan untuk tinggal di sini dan mulai belajar membuka kekuatan jiwanya.

Sesekali Ia akan kembali ke bukitnya untuk membawa tanaman-tanaman herbal yang Ia kumpulkan untuk di jemur.

Suasana di tempat ini sangat berbeda, tidak ada malam ataupun siang yang terik.

Di sini terasa seperti pagi hari, dengan langit biru. Ia perlu kembali ke bukitnya untuk menyerap energi mentari pagi di sana.

Waktu berlalu, saat ini Ye Chen sudah bisa membuka kekuatan jiwanya, walaupun hanya di tingkat dasar tapi ini sudah cukup untuk membuka dan menyimpan sesuatu dalam cincin penyimpanannya.

Cincin pemberian Lu Pin berisi beberapa koin emas, perak beberapa potong pakaian dan sejumlah tanaman herbal.

Sedangkan cincin warisan ayahnya belum bisa Ia buka karena dikunci dengan segel formasi.

Harus belajar formasi untuk membuka cincin ini.

Ia juga terus melatih gerakan jurus-jurus dari kitab yang di hafalnya.

Ini Ia lakukan dalam dimensi portal batu jajar, jadi setelah menyerap energi mentari, Ia akan kesini untuk berlatih.

Tidak ada Qi tidak membuatnya malas berlatih, untuk apa menghafal ribuann jurus kalo tidak dilatih? pikirnya, dan lagi, latihan ini bisa meningkatkan kesehatan tubuh.

...

Suatu hari entah kenapa Ye Chen merasakan sesuatu terjadi di ruang dimensi portal batu jajar, bumi sedikit bergetar. Hewan-hewan yang berada di luar portal juga tampak gelisah seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

Yang paling terasa adalah berkurangnya kepadatan energi di tempat ini.

Keadaannya kini hanya sedikit lebih padat dibandingkan benua Tengah, bukit tempatnya tinggal.

Perasaan ini pernah Ia alami tak lama setelah memasuki dimensi ini.

Saat itu, saat Ia mencari tanaman herbal, secara tak sengaja Ia menemukan sebuah pohon yang diselimuti cahaya tapi tidak menyilaukan mata.

Tumbuh melayang di atas kolam berair sangat jernih.

Setiap helai daun yang gugur, begitu menyentuh air kolam, tiba-tiba lenyap begitu saja, bersatu dengan air kolam.

Daun ini masih berwarna hijau bukan kuning seperti umumnya.

Daun-daun yang berguguran inilah yang menyebabkan fenomena ini, fenomena seperti kehilangan sesuatu.

Waktu itu Ye Chen melihat pohon ini mempunyai satu buah yang berwarna keemasan.

Pernah sekali waktu Ia mencoba mengambil air kolam dan melihat pohon ajaib ini dari dekat. Tapi begitu menyentuh air, jiwanya seolah melayang.

Tak ingin mengambil resiko, Iapun mengabaikannya.

Mengingat ini, Ye Chen segera berlari ke arah pohon ajaib.

Ia terkejut menemukan pohon ajaib telah mati, dan kolam berair jernih bertambah luas beberapa kali dan airnya terlihat tidak sejernih dulu terutama di bagian dasar kolam.

Lalu Ia melihat buah berwarna hijau pekat yang memiliki garis-garis keemasan.

Buah yang seukuran telapak tangan ini tampak melayang di atas kolam.

Kembali Ia memeriksa sekitar kolam, Ia takut sesuatu terjadi yang akan membahayakan dirinya, lalu tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah retakan yang muncul di gundukan tanah.

"Gua..? heh rupanya ada gua disini." Gumamnya.

Segera Ia memasuki gua dan memeriksanya, tak ada apapun di sana selain kerangka manusia yang tampak berserakan di belakang sebuah meja kecil.

Merasa tak enak, Ye Chen kemudian membungkukkan badannya dengan hormat. "Senior, maafkan kelancangan junior yang masuk tanpa ijin." Ucap Ye Chen.

"eh.. tulisan apa ini?" Posisi yang membungkuk membuatnya bisa melihat tulisan-tulisan kecil seperti guratan di atas meja.

Ye Chen kini duduk sedikit menunduk untuk melihat tulisan ini, posisi ini kalau diperhatikan akan tampak seperti murid yang mendapat pengajaran dari seorang guru.

Bukalah, saat engkau membaca ini berarti saat ini juga engkau resmi menjadi muridku.

"Apa yang dibuka..? semua yang ada di sini terbuat dari batu, tak mungkin aku bisa menghancurkannya." batin Ye Chen sambil mengusap-usap, meraba-meraba meja kecil yang terbuat dari batu di depannya.

Merasa putus asa, Ye Chen kemudian memutuskan mengangkat yang membuat tulisan ini sebagai gurunya.

Bukan karena terlalu ingin mengambil guru, menurutnya tidak ada salahnya menjadi murid seseorang.

Dia hanya berpikir sederhana, mengubur kerangka di depannya dan memberinya penghormatan terakhir. Penghormatan dari seorang murid mungkin membuatnya lebih tenang di alam sana.

"Guru.. terimalah hormat muridmu, meskipun aku tidak tau siapa engkau tapi yakinlah aku akan menjadi murid yang baik." terdiam beberapa saat, Ye Chen kemudian menambahkan lagi.

"Oh ya guru, aku tidak akan mau menurutimu jika itu bertentangan dengan hatiku."

Selesai mengucap janji murid, Ia kemudian bersujud, membenturkan kepalanya di lantai layaknya seorang murid kepada gurunya.

"Rasanya ada yang kurang, um.. oh iya teh penghormatan. Guru tunggu di sini, aku akan mengambilnya."

Tanpa Ye Chen sadari, sebuah retakan muncul tepat di tempat Ia bersujud membenturkan kepalanya.

Tak lama kemudian Ye Chen tampak masuk kembali membawa daun berisi air kolam. Sejak matinya pohon di atas kolam, Ia bisa dengan mudah menyentuhnya.

"Guru aku kembali, maaf menunggu lama dan maaf sekali lagi, tidak ada teh di sini, pakai air ini saja yah guru..."

Ye Chen kemudian menuangkan air di atas retakan yang tak Ia sadari.

Krakkk..!

"eh suara apa itu.?" melihat ke bawah, ternyata di sana terdapat lubang kecil, samar-samar ada cahaya kehijauan dari dalam lubang.

Ye Chen kemudian mengambilnya dan ternyata sebuah cincin berwarna hijau.

"Lagi-lagi formasi, hah apakah orang-orang di dunia ini gila formasi?" Ye Chen hanya bisa pasrah karena tak bisa melihat isi di dalam cincin.

Setelah menguburkan tulang belulang dan berdoa untuk ketenangan gurunya, Ye Chen duduk di kursi tempat kerangka sebelumnya berada.

Pemandangan dari sini memang beda pikirnya. "Hei kamu! baca yang keras, jangan seperti orang tidak makan berhari-hari." Ye Chen membayangkan dirinya adalah seorang guru kemudian tertawa keras.

Tiba-tiba matanya tertuju pada lingkaran di meja di depannya, dari sini memang terlihat jelas. orang yang berada di depan tak mungkin bisa melihat ini.

Lingkaran ini seolah tercetak pada meja batu kecil di depannya. Seolah mengerti, Ye Chen mengambil cincin hijau lalu memasukkannya dalam.

Klak..

meja kecil di depannya tiba-tiba terbuka, Ye Chen kemudian mengambil sebuah kitab yang terletak di dalamnya.

"Bukalah, oh rupanya inilah yang dimaksud tulisan itu." batinnya.

Tak ada sampul yang menerangkan ini kitab apa tapi dari tulisannya Ye Chen tau, ini adalah tulisan kuno.

Ini bukan masalah buat Ye Chen.

Mungkin bagi orang lain, kitab ini tidak akan berguna tapi tidak untuknya.

Dengan mudah Ia dapat membaca seluruhnya.

Merasa tak ada apa-apa lagi di dalam gua, Ye Chen memutuskan untuk keluar.

Ia sangat penasaran dengan isi buku ditangannya.

Mengambil tempat di dekat kolam, Ye Chen lalu membuka sampul pertama.

Catatan Perjalanan, begitulah tulisan dari bab pertama kitab ini.

Kitab ini terlihat sangat tua sangat rapuh, beberapa bagian bahkan ada yang sudah hancur menjadi bubuk.

Begitu halaman pertama di balik untuk melihat halaman selanjutnya, halaman pertama tadi hancur begitu saja, berubah menjadi bubuk.

Resapilah jika engkau merasakannya.

Halaman keduapun hancur menjadi bubuk setelah di balik.

Berjalan menembus waktu

Melangkah sampai batas atas

Terpopuler

Comments

Arie Chaniago70

Arie Chaniago70

ckckck CK,,,harus bisa memahami,,,nya semangat

2025-02-20

0

Rationatsu Studio

Rationatsu Studio

*Aktivitas*

2025-02-22

2

void

void

gogoggogo

2025-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Perang Besar
2 Tidak Seperti Anak Seusianya
3 Buah Kehidupan
4 Pengungsi
5 Situasi Tiga Benua
6 Desa Ye
7 Mulai Berkultivasi
8 Pembunuhan Pertama
9 Mengatur Kelompok Alkemis
10 Tungku Pil
11 Dimensi Cincin
12 Tingkat Perak
13 Api Abadi
14 Tungku Yin Yang dan Pil Kehidupan Surga
15 Arak Khusus Ciptaan Ye Chen
16 Aku Adalah Pewaris Tahta?
17 Melamar?
18 Kultivator Desa Ye
19 Siasat Yang...
20 Tak Ada Yang Boleh Mati
21 Mengerikan.. Tuan Muda, Apakah Itu Anda?
22 Inilah Batasku
23 Hilangnya Dimensi Batu Jajar
24 Hari Bahagia
25 Pasukan Inti Desa Ye
26 Xiao Yun di Tawan
27 Menyelamatkan Xiao Yun
28 Rencana Ye Chen
29 Informasi Sekte Racun Darah
30 Dimensi Kekaisaran Akan di Buka
31 Rumah Makan Pelangi
32 Tehnik Pedang Terbang
33 Siluman Kuda Bertanduk Dua
34 Panglima Muda Du
35 Kawanan Macan Belang
36 Kantung Dimensi
37 Naga Air dan Phoenix Api
38 Inti Kehidupan
39 Formasi Waktu
40 Pemukiman Pemburu
41 Gulungan Peta
42 Tehnik Telepati
43 Desa Bunga
44 Siluman Angsa Pelangi
45 Song Fei Yang Harum Mewangi
46 Penawar Racun
47 Kota Kenanga
48 Di Tepi Telaga
49 Lu Jia Li
50 Paviliun Teratai
51 Saham Paviliun Teratai
52 Arak Yang Istimewa
53 Dua Orang Sampah
54 Kerja Sama Yang Gagal
55 Haruskah Ia tinggal Di Kamarku?
56 Latihan Bersama
57 Peyelidikan Ye Chen
58 Di Kamar Gu Xia
59 Penyelamatan Ketua Gu Liang
60 Membersihkan Gedung Paviliun Teratai
61 Kecewa
62 Bandit Hutan Dan Murid-murid Akademi
63 Ma Dong Mulai Berlatih
64 Lu Jia Li Terbunuh?
65 Ye Chen vs Menteri Su
66 Menerobos ke Tahap Tinggi
67 Menteri Su Menyerah
68 Akademi Kekaisaran? Aku Menolak
69 Mengobati Kaisar
70 Hais Merepotkan Saja
71 Song Fei, Apa Kau Baik-Baik Saja?
72 Lu Jiao Pulih Kembali
73 Berlatih Kembali
74 Lu Ping Yang Tidak Sadar
75 Masalah Dengan Anak Tuan Kota
76 Aku Mendukungmu
77 Hadiah
78 Kembali Ke Desa Bunga
79 Orang-orang Bertudung Kepala
80 Sekte Kegelapan
81 Obat Tidur
82 Gedung Kiri
83 Membawa Song Fei
84 Bersiaplah
85 Aura Yang Familiar
86 Serum Kegelapan
87 Rombongan Panglima Cia Tiba
88 Artefak Pangeran Kegelapan
89 Rencana
90 Menyerang Sekte Kegelapan
91 Pertempuran Dimulai
92 Hancurnya Sekte Kegelapan
93 Kembali ke Desa Ye
94 Kota Qingyun
95 Rumah Lelang
96 Perseteruan di Dalam Ruang Lelang
97 Menyelesaikan Masalah
98 Tehnik Belati Iblis
99 Akademi Kekaisaran Han
100 Pemilik Rumah Lelang
101 Konflik Dengan Rumah Alkemis
102 Tetua Kam Bergabung
103 Datang Berkunjung
104 Han Le, Pimpinan Akademi Kekaisaran
105 Membakar Tetua Ong
106 Han Meilan
107 Sambutan Penjaga Desa Ye
108 Perkenalan
109 Hukuman Untuk Ye Chen
110 Tingkat Langit di Desa Ye
111 Dimensi Kristal Roh
112 Kristal Roh Ungu
113 Tingkat Suci Tahap Awal
114 Menyelesaikan Pemimpin Dimensi
115 Sekte Teratai
116 Ada Apa Dengan Peta?
117 Masalah Dengan Sekte Teratai
118 Kota Shinyang
119 Artefak Berisi Peta
120 Kehancuran Dua Sekte
121 Tikus Gurun Menyerah
122 Meninggalkan Kota Shinyang
123 Syarat Ikut Pelelangan
124 Masalah Sumber Daya
125 Suasana Pelelangan
126 Kemelut di Bagian Selatan
127 Pengungsi Pertama dan Terakhir
128 Perahu Terbang
129 Masakan Pertama di Perahu Terbang
130 Arak Yang Berevolusi
131 Wilayah Ye
132 Metode Kultivasi
133 Menghukum Penyusup
134 Keputusan He Liang
135 Lokasi Akar Abadi Kedua
136 Jejaknya Menghilang
137 Keberhasilan Jiang Ji
138 Tehnik Tapak Teratai v Tehnik Pedang Petir
139 Ye Chen v Tetua Luar
140 Sedikit Titik Terang
141 Penduduk Baru di Wilayah Ye
142 Aturan Baru
143 Meninggalkan Wilayah
144 Kerja Kerja Kerja
145 Akar Abadi Ketiga
146 Segel Pengikat Jiwa
147 Masa Lalu
148 Raja Iblis
149 Guru Baji
150 Penghalang Berlapis
151 Penatua Xiao Mendatangi Desa Ye
152 Kebahagiaan Xiao Yun
153 Pertemuan Ayah dan Anak
154 Mengganti Segel Pelindung
155 Guru Baji v Ye Chen
156 Rahasia Kunci Portal
157 Sangat Kuat
158 Tehnik Tapak Semesta
159 Penatua Xiao Tidak Terlibat
160 Hampir Saja
161 Ruang Gelap
162 Raja Iblis Sejati Terlahir
163 Benua Utara
164 Sekte Chu
165 Wakil Sekte Yin
166 Menyelidiki Sekte Yin
167 Kristal inti Es
168 Kembali ke Sekte Chu
169 Menghabisi Sekte Yin
170 Mengungkapkan Jati Diri
171 Ye Chen v Raja Iblis Youpi
172 Tehnik Bayangan
173 Raja Iblis Youpi Tewas
174 Puteri Jia Jia
175 Menyalin Peta
176 Suasana Yang Canggung
177 Perpisahan Dengan Puteri Jia Jia
178 Puteri Jia Menolak
179 Mencari Jejak Aura Raja Iblis
180 Di Rumah Makan
181 Menjadi Kaisar?
182 Kawanan Siluman Menyerbu
183 Siluman Kerbau
184 Daging Kirin Panggang
185 Tuan, Anda Harus Berkata "Bangunlah"
186 Menginjakkan Kaki di Alam Peri
187 Kirin Menyerang Alam Peri
188 Ikut Dalam Pertempuran
189 Dia Keponakanku
190 Membebaskan Panglima Muda
191 Kaisar Setuju
192 Seratus Tingkat Surgawi Awal
193 Mengundurkan Diri
194 Ke Alam Langit Bersama Lin Yungtao
195 Ruoyi dan Ayahnya
196 Kelompok Penculik
197 Divisi Informasi
198 Mencoba Tehnik Segel
199 Misi Rendahan
200 Adik Yue
201 Yue Diculik
202 Tehnik Langkah Cahaya
203 Akhirnya Muncul
204 Rahasia Kelompok Penjahat
205 Panglima Perang Giro
206 Lautan Api di Kediaman Kepala Beng
207 Segel Jiwa Sukses
208 Terima Kasih Kakak Chen
209 Seleksi Murid akademi
210 Membius Peserta Seleksi
211 Menjadi Murid Akademi
212 Ye Chen Yang Tak Tahu Apa-apa
213 Tradisi Akademi Langit
214 Kawanan Iblis Muncul
215 Meminta Belati
216 Menemukan Celah Dimensi
217 Siluman Treggiling Batu
218 Belati Putih
219 Guru Baji v Raja Iblis Sumo
220 Puncak Pertempuran
221 Selamat Tinggal Baojing
222 Mengikuti Kelas Akademi
223 Memberi Pelajaran Kepada Instruktur
224 Teknik Formasi
225 Senior Chen
226 Misi ke Desa Simao
227 Markas Makhluk Terkutuk
228 Pembagian Pil
229 Manjadi Penyidik Akademi
230 Rencana Tetua Lan
231 Raja Iblis Mema
232 Teknik Tubuh Api Kirin
233 Akhir Cerita Lima Iblis
234 Pelajaran Untuk Murid Dalam
235 Insiden di Dapur Akademi
236 Praktik Dan Teori Teknik Belati
237 Pertemuan Para Iblis
238 Puteri Jia Terluka
239 Inti Naga Air
240 Pertempuran Berakhir
241 Alam Peri Dalam Bahaya
242 Menyusup ke Istana
243 Perang Dimulai
244 Perang Satu Hari
245 Pertempuran Puncak
246 Ye Chen v Sirio
247 Suar Penentu Kemenangan
248 Menteri Kun Tewas
249 Kemenangan Istana
250 Akhir Dari Sirio
251 Bergerak Mati!
252 Leluhur Ras Peri Muncul
253 Ratu Jiajia
254 Gerakan Ratu
255 Ye Chen v Petinggi Desa Ye
256 Menuju Wilayah Selatan
257 Perbatasan Wilayah
258 Hujan Petir
259 Iblis Empat Lengan
260 Membantu Menerobos
261 Iblis Kraten
262 Rahasia Hukum di Laut Mati
263 Hukum Kehampaan
264 Bertemu Masalah
265 Pilar Lubang Hitam
266 Hukum di Dalam Hukum
267 Warisan
268 Draft
269 Efek Pil Darah
270 Bertemu Yue Kembali
271 Rapat Keluarga Tianmeng
272 Tunangan Yue
273 Sumber daya Elemen Petir
274 Menara Api
275 Rahasia Menara Api
276 Membakar Api Dengan Api
277 keberhasilan Yue
278 Pembukaan Dimensi Lain
279 Aturan Sebelum Berangkat
280 Sekte Api Abadi
281 Menjadi Murid Terluar
282 Sangat Susah
283 Sedikit Informasi
284 Perpustakaan Murid Dalam
285 Memilih Teknik Pertempuran
286 Berdebat
287 Membantu Ketua Bong
288 Turnamen Lima Sekte
289 Persiapan
290 Seleksi Sekte
291 Teknik Pilar Api
292 Cambuk Api
293 Hanya Dua Wakil
294 Tetua Bai
295 Kolam Jiwa
296 Kultivasi Jiwa
297 Waktunya Berangkat
298 Pemahaman Lima Elemen Alam
299 Munculnya Aura Yang Tak Asing
300 Pintu Dimensi Terbuka
301 Perseteruan Lima Patriark
302 Latihan Untuk Yue
303 Gabungan Teknik Elemen
304 Keputusan
305 Menjadi Penghubung
306 Menyusun Portal Selesai
307 Mencari Informasi
308 Menyamarkan Menjadi Keluarga Bai
309 Menjadi tetua Keluarga Bai
310 Mengacaukan Pertemuan
311 Batu Inti Kolam Jiwa
312 Hancurnya Sekte Lautan Air
313 Patriark Su Terpojok
314 Menyerang Semuanya
315 Kenang-Kenganan
316 Meratakan Kediaman Bai
317 Memasuki Dimensi Lima Elemen
318 Bertemu Musuh Lama
319 Jiwa-jiwa Yang Terkutuk
320 Rahasia Dimensi Lima Elemen
321 Jalan Lain
322 Mendapat Pengakuan
323 Lorong Kehampaan
324 Keluar
325 Kota Siang
326 Undangan Tuan Kota
327 Menantang Duel
328 Giliran Kepala Keluarga Du
329 Serangan Jiwa
330 Hasrat Membunuh
331 Meminta Kompensasi
332 Leluhur Du
333 Sekte Pengobatan Ilahi
334 Perbedaan Tingkatan Kultivasi
335 Ujian Berlanjut
336 Merebut Gulungan
337 Sepuluh Besar
338 Menyelesaikan Dengan Cambuk Api
339 Permintaan Tuan Tang
340 Tujuan Sebenarnya Dari Kompetisi
341 Dimensi Perang Kuno
342 Penuh Dengan Harta Langka
343 Bertemu Sesama Anggota
344 Sekte Api Langit
345 Teknik 3000 Api
346 Mencoba Teknik Baru
347 Buah Bunga Hitam
348 Tunggu Sebentar Lagi
349 Lebih Baik Menunggu Daripada Berkeliaran
350 Potensi Hong Shin
351 Hutan Kematian
352 Warisan Ras Iblis
353 Mayat Iblis
354 Munculnya Raja Mayat
355 Membantu Raja Mayat menerobos
356 Namamu Adalah Lan lan
357 Gundukan Makam
358 Peti Mati dan Rahasianya
359 Leluhur Iblis
360 Kamu Tidak Terlalu Kuat
361 Esensi Kabut Darah
362 Mengejar Leluhur Iblis
363 Makan Sedikit Saja
364 Garis Darah Murni
365 Segel Pemurni Iblis
366 Warisan Leluhur Dewa Obat
367 Kultivasi Jiwa
368 Kemunculan Yemin
369 Selalu Mencari Masalah
370 Gabungan Dua Unsur
371 Dikepung Dua Kelompok
372 Itu Memang Tungku Pemurnian
373 Rahasia Tungku Penyulingan
374 Esensi Yang Melimpah
375 Semuanya Berhasil
376 Warisan Lain
377 Fitnah Murid-murid Satu Sekte
378 Menambahkan Unsur Angin
379 Kembali Pulang
380 Keterangan Yang Meragukan
381 Tanyakan Pada Mereka
382 Mencari Jejak Sekte Api
383 Masalah di Kapal Terbang
384 Melenyapkan Masalah
385 Maju Selangkah Lagi, kamu Kubunuh
386 Meninggalkan Kapal Terbang
387 Memecahkan Formasi Gerbang Teleportasi
388 Menggunakan Teknik Baru
389 Hutang Asosiasi Bulu Terbang Harus Selesai
390 Aura Membunuh Yang Meresahkan
391 Harta Rampasan
392 Lanlan Disegel
393 Rencana Tetua Sekte
394 Rencana Pembersihan Sekte
395 Pencarian Dimulai
396 Dua Tetua
397 Alasan Yue Dibawa Pergi
398 Hanya Formasi Untuk Anak Kecil
399 Area Ruang Tahanan
400 Patriark Terbangun
401 Jing Beraksi
402 Ini Bisa Melemahkan Segel Yue
403 Perubahan Formasi Yang Tidak Berarti
404 Mengakhiri Perlawanan
405 Rahasia Menghilangnya Yue
406 Penusnahan Total
407 Sekte Api Abadi Bergerak
408 Munculnya Masalah Baru
409 Ruang Rahasia
410 Bereskan Mereka
411 Masalah Harus Selesai Sampai Akar
412 Langsung Menuju Markas Rumah Langit
413 Membersihkan Semuanya
Episodes

Updated 413 Episodes

1
Perang Besar
2
Tidak Seperti Anak Seusianya
3
Buah Kehidupan
4
Pengungsi
5
Situasi Tiga Benua
6
Desa Ye
7
Mulai Berkultivasi
8
Pembunuhan Pertama
9
Mengatur Kelompok Alkemis
10
Tungku Pil
11
Dimensi Cincin
12
Tingkat Perak
13
Api Abadi
14
Tungku Yin Yang dan Pil Kehidupan Surga
15
Arak Khusus Ciptaan Ye Chen
16
Aku Adalah Pewaris Tahta?
17
Melamar?
18
Kultivator Desa Ye
19
Siasat Yang...
20
Tak Ada Yang Boleh Mati
21
Mengerikan.. Tuan Muda, Apakah Itu Anda?
22
Inilah Batasku
23
Hilangnya Dimensi Batu Jajar
24
Hari Bahagia
25
Pasukan Inti Desa Ye
26
Xiao Yun di Tawan
27
Menyelamatkan Xiao Yun
28
Rencana Ye Chen
29
Informasi Sekte Racun Darah
30
Dimensi Kekaisaran Akan di Buka
31
Rumah Makan Pelangi
32
Tehnik Pedang Terbang
33
Siluman Kuda Bertanduk Dua
34
Panglima Muda Du
35
Kawanan Macan Belang
36
Kantung Dimensi
37
Naga Air dan Phoenix Api
38
Inti Kehidupan
39
Formasi Waktu
40
Pemukiman Pemburu
41
Gulungan Peta
42
Tehnik Telepati
43
Desa Bunga
44
Siluman Angsa Pelangi
45
Song Fei Yang Harum Mewangi
46
Penawar Racun
47
Kota Kenanga
48
Di Tepi Telaga
49
Lu Jia Li
50
Paviliun Teratai
51
Saham Paviliun Teratai
52
Arak Yang Istimewa
53
Dua Orang Sampah
54
Kerja Sama Yang Gagal
55
Haruskah Ia tinggal Di Kamarku?
56
Latihan Bersama
57
Peyelidikan Ye Chen
58
Di Kamar Gu Xia
59
Penyelamatan Ketua Gu Liang
60
Membersihkan Gedung Paviliun Teratai
61
Kecewa
62
Bandit Hutan Dan Murid-murid Akademi
63
Ma Dong Mulai Berlatih
64
Lu Jia Li Terbunuh?
65
Ye Chen vs Menteri Su
66
Menerobos ke Tahap Tinggi
67
Menteri Su Menyerah
68
Akademi Kekaisaran? Aku Menolak
69
Mengobati Kaisar
70
Hais Merepotkan Saja
71
Song Fei, Apa Kau Baik-Baik Saja?
72
Lu Jiao Pulih Kembali
73
Berlatih Kembali
74
Lu Ping Yang Tidak Sadar
75
Masalah Dengan Anak Tuan Kota
76
Aku Mendukungmu
77
Hadiah
78
Kembali Ke Desa Bunga
79
Orang-orang Bertudung Kepala
80
Sekte Kegelapan
81
Obat Tidur
82
Gedung Kiri
83
Membawa Song Fei
84
Bersiaplah
85
Aura Yang Familiar
86
Serum Kegelapan
87
Rombongan Panglima Cia Tiba
88
Artefak Pangeran Kegelapan
89
Rencana
90
Menyerang Sekte Kegelapan
91
Pertempuran Dimulai
92
Hancurnya Sekte Kegelapan
93
Kembali ke Desa Ye
94
Kota Qingyun
95
Rumah Lelang
96
Perseteruan di Dalam Ruang Lelang
97
Menyelesaikan Masalah
98
Tehnik Belati Iblis
99
Akademi Kekaisaran Han
100
Pemilik Rumah Lelang
101
Konflik Dengan Rumah Alkemis
102
Tetua Kam Bergabung
103
Datang Berkunjung
104
Han Le, Pimpinan Akademi Kekaisaran
105
Membakar Tetua Ong
106
Han Meilan
107
Sambutan Penjaga Desa Ye
108
Perkenalan
109
Hukuman Untuk Ye Chen
110
Tingkat Langit di Desa Ye
111
Dimensi Kristal Roh
112
Kristal Roh Ungu
113
Tingkat Suci Tahap Awal
114
Menyelesaikan Pemimpin Dimensi
115
Sekte Teratai
116
Ada Apa Dengan Peta?
117
Masalah Dengan Sekte Teratai
118
Kota Shinyang
119
Artefak Berisi Peta
120
Kehancuran Dua Sekte
121
Tikus Gurun Menyerah
122
Meninggalkan Kota Shinyang
123
Syarat Ikut Pelelangan
124
Masalah Sumber Daya
125
Suasana Pelelangan
126
Kemelut di Bagian Selatan
127
Pengungsi Pertama dan Terakhir
128
Perahu Terbang
129
Masakan Pertama di Perahu Terbang
130
Arak Yang Berevolusi
131
Wilayah Ye
132
Metode Kultivasi
133
Menghukum Penyusup
134
Keputusan He Liang
135
Lokasi Akar Abadi Kedua
136
Jejaknya Menghilang
137
Keberhasilan Jiang Ji
138
Tehnik Tapak Teratai v Tehnik Pedang Petir
139
Ye Chen v Tetua Luar
140
Sedikit Titik Terang
141
Penduduk Baru di Wilayah Ye
142
Aturan Baru
143
Meninggalkan Wilayah
144
Kerja Kerja Kerja
145
Akar Abadi Ketiga
146
Segel Pengikat Jiwa
147
Masa Lalu
148
Raja Iblis
149
Guru Baji
150
Penghalang Berlapis
151
Penatua Xiao Mendatangi Desa Ye
152
Kebahagiaan Xiao Yun
153
Pertemuan Ayah dan Anak
154
Mengganti Segel Pelindung
155
Guru Baji v Ye Chen
156
Rahasia Kunci Portal
157
Sangat Kuat
158
Tehnik Tapak Semesta
159
Penatua Xiao Tidak Terlibat
160
Hampir Saja
161
Ruang Gelap
162
Raja Iblis Sejati Terlahir
163
Benua Utara
164
Sekte Chu
165
Wakil Sekte Yin
166
Menyelidiki Sekte Yin
167
Kristal inti Es
168
Kembali ke Sekte Chu
169
Menghabisi Sekte Yin
170
Mengungkapkan Jati Diri
171
Ye Chen v Raja Iblis Youpi
172
Tehnik Bayangan
173
Raja Iblis Youpi Tewas
174
Puteri Jia Jia
175
Menyalin Peta
176
Suasana Yang Canggung
177
Perpisahan Dengan Puteri Jia Jia
178
Puteri Jia Menolak
179
Mencari Jejak Aura Raja Iblis
180
Di Rumah Makan
181
Menjadi Kaisar?
182
Kawanan Siluman Menyerbu
183
Siluman Kerbau
184
Daging Kirin Panggang
185
Tuan, Anda Harus Berkata "Bangunlah"
186
Menginjakkan Kaki di Alam Peri
187
Kirin Menyerang Alam Peri
188
Ikut Dalam Pertempuran
189
Dia Keponakanku
190
Membebaskan Panglima Muda
191
Kaisar Setuju
192
Seratus Tingkat Surgawi Awal
193
Mengundurkan Diri
194
Ke Alam Langit Bersama Lin Yungtao
195
Ruoyi dan Ayahnya
196
Kelompok Penculik
197
Divisi Informasi
198
Mencoba Tehnik Segel
199
Misi Rendahan
200
Adik Yue
201
Yue Diculik
202
Tehnik Langkah Cahaya
203
Akhirnya Muncul
204
Rahasia Kelompok Penjahat
205
Panglima Perang Giro
206
Lautan Api di Kediaman Kepala Beng
207
Segel Jiwa Sukses
208
Terima Kasih Kakak Chen
209
Seleksi Murid akademi
210
Membius Peserta Seleksi
211
Menjadi Murid Akademi
212
Ye Chen Yang Tak Tahu Apa-apa
213
Tradisi Akademi Langit
214
Kawanan Iblis Muncul
215
Meminta Belati
216
Menemukan Celah Dimensi
217
Siluman Treggiling Batu
218
Belati Putih
219
Guru Baji v Raja Iblis Sumo
220
Puncak Pertempuran
221
Selamat Tinggal Baojing
222
Mengikuti Kelas Akademi
223
Memberi Pelajaran Kepada Instruktur
224
Teknik Formasi
225
Senior Chen
226
Misi ke Desa Simao
227
Markas Makhluk Terkutuk
228
Pembagian Pil
229
Manjadi Penyidik Akademi
230
Rencana Tetua Lan
231
Raja Iblis Mema
232
Teknik Tubuh Api Kirin
233
Akhir Cerita Lima Iblis
234
Pelajaran Untuk Murid Dalam
235
Insiden di Dapur Akademi
236
Praktik Dan Teori Teknik Belati
237
Pertemuan Para Iblis
238
Puteri Jia Terluka
239
Inti Naga Air
240
Pertempuran Berakhir
241
Alam Peri Dalam Bahaya
242
Menyusup ke Istana
243
Perang Dimulai
244
Perang Satu Hari
245
Pertempuran Puncak
246
Ye Chen v Sirio
247
Suar Penentu Kemenangan
248
Menteri Kun Tewas
249
Kemenangan Istana
250
Akhir Dari Sirio
251
Bergerak Mati!
252
Leluhur Ras Peri Muncul
253
Ratu Jiajia
254
Gerakan Ratu
255
Ye Chen v Petinggi Desa Ye
256
Menuju Wilayah Selatan
257
Perbatasan Wilayah
258
Hujan Petir
259
Iblis Empat Lengan
260
Membantu Menerobos
261
Iblis Kraten
262
Rahasia Hukum di Laut Mati
263
Hukum Kehampaan
264
Bertemu Masalah
265
Pilar Lubang Hitam
266
Hukum di Dalam Hukum
267
Warisan
268
Draft
269
Efek Pil Darah
270
Bertemu Yue Kembali
271
Rapat Keluarga Tianmeng
272
Tunangan Yue
273
Sumber daya Elemen Petir
274
Menara Api
275
Rahasia Menara Api
276
Membakar Api Dengan Api
277
keberhasilan Yue
278
Pembukaan Dimensi Lain
279
Aturan Sebelum Berangkat
280
Sekte Api Abadi
281
Menjadi Murid Terluar
282
Sangat Susah
283
Sedikit Informasi
284
Perpustakaan Murid Dalam
285
Memilih Teknik Pertempuran
286
Berdebat
287
Membantu Ketua Bong
288
Turnamen Lima Sekte
289
Persiapan
290
Seleksi Sekte
291
Teknik Pilar Api
292
Cambuk Api
293
Hanya Dua Wakil
294
Tetua Bai
295
Kolam Jiwa
296
Kultivasi Jiwa
297
Waktunya Berangkat
298
Pemahaman Lima Elemen Alam
299
Munculnya Aura Yang Tak Asing
300
Pintu Dimensi Terbuka
301
Perseteruan Lima Patriark
302
Latihan Untuk Yue
303
Gabungan Teknik Elemen
304
Keputusan
305
Menjadi Penghubung
306
Menyusun Portal Selesai
307
Mencari Informasi
308
Menyamarkan Menjadi Keluarga Bai
309
Menjadi tetua Keluarga Bai
310
Mengacaukan Pertemuan
311
Batu Inti Kolam Jiwa
312
Hancurnya Sekte Lautan Air
313
Patriark Su Terpojok
314
Menyerang Semuanya
315
Kenang-Kenganan
316
Meratakan Kediaman Bai
317
Memasuki Dimensi Lima Elemen
318
Bertemu Musuh Lama
319
Jiwa-jiwa Yang Terkutuk
320
Rahasia Dimensi Lima Elemen
321
Jalan Lain
322
Mendapat Pengakuan
323
Lorong Kehampaan
324
Keluar
325
Kota Siang
326
Undangan Tuan Kota
327
Menantang Duel
328
Giliran Kepala Keluarga Du
329
Serangan Jiwa
330
Hasrat Membunuh
331
Meminta Kompensasi
332
Leluhur Du
333
Sekte Pengobatan Ilahi
334
Perbedaan Tingkatan Kultivasi
335
Ujian Berlanjut
336
Merebut Gulungan
337
Sepuluh Besar
338
Menyelesaikan Dengan Cambuk Api
339
Permintaan Tuan Tang
340
Tujuan Sebenarnya Dari Kompetisi
341
Dimensi Perang Kuno
342
Penuh Dengan Harta Langka
343
Bertemu Sesama Anggota
344
Sekte Api Langit
345
Teknik 3000 Api
346
Mencoba Teknik Baru
347
Buah Bunga Hitam
348
Tunggu Sebentar Lagi
349
Lebih Baik Menunggu Daripada Berkeliaran
350
Potensi Hong Shin
351
Hutan Kematian
352
Warisan Ras Iblis
353
Mayat Iblis
354
Munculnya Raja Mayat
355
Membantu Raja Mayat menerobos
356
Namamu Adalah Lan lan
357
Gundukan Makam
358
Peti Mati dan Rahasianya
359
Leluhur Iblis
360
Kamu Tidak Terlalu Kuat
361
Esensi Kabut Darah
362
Mengejar Leluhur Iblis
363
Makan Sedikit Saja
364
Garis Darah Murni
365
Segel Pemurni Iblis
366
Warisan Leluhur Dewa Obat
367
Kultivasi Jiwa
368
Kemunculan Yemin
369
Selalu Mencari Masalah
370
Gabungan Dua Unsur
371
Dikepung Dua Kelompok
372
Itu Memang Tungku Pemurnian
373
Rahasia Tungku Penyulingan
374
Esensi Yang Melimpah
375
Semuanya Berhasil
376
Warisan Lain
377
Fitnah Murid-murid Satu Sekte
378
Menambahkan Unsur Angin
379
Kembali Pulang
380
Keterangan Yang Meragukan
381
Tanyakan Pada Mereka
382
Mencari Jejak Sekte Api
383
Masalah di Kapal Terbang
384
Melenyapkan Masalah
385
Maju Selangkah Lagi, kamu Kubunuh
386
Meninggalkan Kapal Terbang
387
Memecahkan Formasi Gerbang Teleportasi
388
Menggunakan Teknik Baru
389
Hutang Asosiasi Bulu Terbang Harus Selesai
390
Aura Membunuh Yang Meresahkan
391
Harta Rampasan
392
Lanlan Disegel
393
Rencana Tetua Sekte
394
Rencana Pembersihan Sekte
395
Pencarian Dimulai
396
Dua Tetua
397
Alasan Yue Dibawa Pergi
398
Hanya Formasi Untuk Anak Kecil
399
Area Ruang Tahanan
400
Patriark Terbangun
401
Jing Beraksi
402
Ini Bisa Melemahkan Segel Yue
403
Perubahan Formasi Yang Tidak Berarti
404
Mengakhiri Perlawanan
405
Rahasia Menghilangnya Yue
406
Penusnahan Total
407
Sekte Api Abadi Bergerak
408
Munculnya Masalah Baru
409
Ruang Rahasia
410
Bereskan Mereka
411
Masalah Harus Selesai Sampai Akar
412
Langsung Menuju Markas Rumah Langit
413
Membersihkan Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!