"Katakanlah.. jangan ragu, akan aku jawab semua pertanyaanmu sesuai pengetahuanku." kata sang guru melihat Ye Chen ragu.
Bukan ragu, sebenarnya Ye Chen merasa masih terlalu banyak yang akan Ia tanyakan, Ia bingung yang mana dulu yang akan Ia jawab.
Akhirnya Ye Chen memutuskan untuk menanyakan tentang kultivasinya yang tidak naik tingkat bahkan ketika dantiannya sudah penuh, saat Ia merasa mau tingkat malah tidak jadi.
"Dari yang aku lihat engkau memiliki tubuh surgawi murni, mungkin ini juga yang membuatmu berjodoh dengan pohon kehidupan." Jangan terlalu kuatir.
Di semesta ini terdapat beberapa tipe tubuh dan keistimewaannya masing-masing.
Ada tipe tubuh petir, yang bisa menjadi kultivator petir yang sangat kuat, lalu ada tipe tubuh es yang bisa menjadi dewi es, khusus tipe es ini biasanya pe miliknya adalah perempuan. Lalu sang guru menjelaskan tipe-tipe tubuh manusia yang lain.
"Oh ya muridku, buah itu bisa kau makan untuk meningkatkan elemen milikmu tapi aku sarankan kau lebih baik mengolahnya menjadi pil, aku masih memiliki resep untuk itu." kata sang guru meneruskan pendapatnya.
Dalam mata sang guru, Ye Chen ini sangat mengagumkan hatinya. pertama Ia sanggup membaca kitab yang tulisannya sangatlah tua yang Ia yakini bahwa tulisan ini sudah tidak dipakai lagi sekarang.
Kedua, muridnya ini pantang menyerah dan sangat tekun jika mengerjakan sesuatu. Dan masih banyak lagi kelebihah-kelebihan yang baik dari anak ini. Sungguh anak pilihan surga, menurutnya.
Setelah banyak memberi nasehat, sang guru berkata lagi.
"Muridku hanya ini yang bisa aku berikan untukmu, semua yang ada di sini sekarang adalah milikmu. Kalau kau ingin bertambah kuat, capailah batas maksimalmu.
Sang guru lalu membuat segel di tengah dimensi cincin , letaknya tak jauh dari tempat mereka sekarang.
Lalu membuat segel lagi dan, wuuss..... angin berhembus dan seketika tampaklah kolam kehidupan di tengah dimensi.
"Muridku selamat berpisah, ingatlah untuk tidak selalu langsung mempercayai seseorang, siapapun itu."
Ye Chen yang merasa akan berpisah dari gurunya, berlutut dan bersujud di depan gurunya , entah kapan matanya ini berair.
Perasaan berpisah sangat menyentuh hatinya, mungkin karena ini gurunya satu-satunya.
"Guru adakah cara agar guru kembali bisa mendapatka tubuh lagi, aku pasti akan berusaha kalo ada caranya..? Sambil sesenggukan, Ye Chen menanyakan ini.
" Ada tapi tidak mau lagi, kerangka tubuhku biarlah berbaring di sana, sebentar lagi kerangka itu akan bersatu dengan alam. Selesai mengucapkan ini, sang guru berubah menjadi cahaya dan melesat masuk ke dalam tubuh Ye Chen.
"Guru apa yang kau lakukan?
" Tenanglah dan seraplah, aku akan membantumu memperbaiki dantianmu dan menyesuaikannya dengan tubuhmu, jangan menolak dan berlatihlah dengan baik, jangan kecewakan gurumu ini."
"Murid mengerti guru." Ye Chen yang tidak tau apa yang gurunya lakukan hanya diam, mengikuti arus hangat berpusat di dantiannya.
"Guruuuuuuu.. oh tidak, tidak guru jangan lakukan ini, aku masih membutuhkan guru." Ye Chen menyadari ternyata gurunya meleburkan dirinya untuk memperbaiki dantiannya berteriak keras.
Sang guru hanya tersenyum, senyum yang sangat menawan, setidaknya dalam penglihatan Ye Chen. Bagi siapapun yang pernah mengenal sang guru atau tau mengenai kisahnya, pasti akan terpaku karena selama hidupnya, sang guru tidak pernah sekalipun tersenyum.
"Selamat tinggal muridku... " Inilah kata-kata terakhir sang guru. Ia kini tidak menyesal lagi.
Di tinggal sang guru, Ye Chen hanya diam di tempat, sikap duduknya masih sama seperti saat gurunya meleburkan diri ke dalam tubuhnya.
Ia masih tidak mau berkultivasi sesuai arahan gurunya, padahal dantiannya sudah diperbaiki, tinggal menunggu Ye Chen memaksimalkannya saja dan bisa dipastikan Ia akan naik tingkat.
"Guruu.. kenapa kau berkorban untukku..? bukankah guru mengatakan ada cara untuk mendapatkan tubuh fisik? kenapa guru tak membiarkan muridmu ini berbakti...? Suara batin Ye Chen.
Hampir satu minggu Ye Chen hanya duduk diam di dimensi cincin.
Ia kaget saat mendengar suara seperti gelembung air yang pecah. "Oh ternyata kolam kehidupan, tapi kenapa air ini seperti mendidih? gelembung airnya sangat banyak.."
Tak menggubris itu, Ye Chen kembali termenung tapi tiba-tiba saja Ia ingat pesan gurunya, jangan terlalu lama di dimensi cincin karena yang masuk ke dimensi cincin hanyalah jiwanya sedangkan tubuh fisiknya masih tetap di luar. Bahaya kalau membiarkan tubuh fisik lama di tinggal.
Sekali lagi Ye Chen bersujud lalu mengucapkan terima kasih.
"Untung saja ini dimensi Batu Jajar, kalau tidak, mungkin saja tubuhku yang tampan ini sudah berada di dalam perut hewan buas.
Menghela nafas panjang Ye Chen memutuskan untuk berkultivasi, tak ada gunanya juga meratap, semua telah terjadi dan tak akan bisa di ulang.
" Guru.. aku pasti tak akan mengecewakanmu." gumamnya pelan.
Boomm.. kraak..
Suara ledakan kecil dan suara retakan terdengar dari dalam tubuh Ye Chen. tingkat Perak awal, energi di dantian masih terus bergerak liar lalu berturut-turut terdengar suara retakan lagi.
"Tingkat Perak tahap tinggi, kurasa inilah batasnya. Oh jadi ini rasannya berada di tingkat Perak? sangat kuat hehe.. Sekali lagi terima kasih untuk semua kebaikan guru.. " Ucap Ye Chen sembari memandangi cincin hijau di jari kelingkingnya.
Sebenarnya Ye Chen masih merasa bisa menerobos tahap puncak tapi tetap tak bisa, namun Ia mengabaikan saja. Menurutnya sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik, biarlah Ia naik pelan-pelan, tak ada yang instan di dunia ini.
Yang tidak Ia sadari adalah penampilannya kini terlihat berbeda, tubunhya tambah tinggi dan berisi, matanya jauh lebih tajam dari sebelumnya, rambutnya bertambah hitam dan panjang sebahu. Di tingkatnya sekarang, tingkat emas awal tak akan bisa berbuat banyak padanya.
Tak mau menyia-nyiakan waktu, Ye Chen mulai berlatih jurus-jurus yang Ia tau termasuk langkah angin.
Hampir satu tahun Ye Chen berada di dimensi Batu Jajar. Berlatih jurus dan formasi adalah kegiatannya sehari-hari, untuk alkemis, Ia kesampingkan dulu karena selain tak memiliki elemen api sendiri, Ia juga tak mempunyai tungku. Lagipula sudah ada kelompok alkemis di desa, begitu pikirnya.
...
Desa Ye dalam setahun ini terus berbenah, hutan-hutan di sekitar desa terus di buka untuk memperluas pambangunan.
Rumah kediaman ketua Song telah di bertambah besar dan luas di kelilinhi taman yang luas, terlihat seperti sebuah istana kecil. Di sampingnya berdiri gedung alkemis yang cukup megah.
Di sebelah barat desa, pembangunan di fokuskan pada sektor pertanian untuk kebutuhan penduduk dan jalan-jalan penghubung di buat lebar sehingga tak menyulitkan tramsportasi.
Di sebelah Utara berdiri kokoh sebuah bangunan yang di pakai untuk latihan para kultivator desa.
Qin Gang dan sepuluh kultivator yang dulu berada di tingkat Emas awal kini sudah naik ke tingkat Bumi awal, kultivator yang lain ada yang naik tingkat Perak tapi masih banyak juga yang masih di tingkat Dasar.
Ketua Song masih setia di tingkat Langit awal.
Ini semua berkat bantuan dari kelompok alkemis yang membuat pil-pil untuk menunjang kehidupan desa. Semua alkemis desa sudah berada di tingkat rendah, kecuali nona Ong yang sudah naik menjadi alkemis tingkat menengah.
Bukannya gampang bagi seorang alkemis untuk naik tingkat, dibutuhkan pengalaman, kekuatan jiwa yang tinggi selain Qi untuk mengontrol api.
Ada kejadian lucu di antara kelompok alkemis, saat itu mereka berniat mengantar pil untuk kebutuhan penduduk desa. Ini adalah kali pertama kelompok alkemis turun mengantar pil.
Ketika hendak naik kembali, dia bingung karena tak menemukan jalan ke atas, alhasil Ia tak pernah naik lagi dan menetap di gedung alkemis yang baru, pengantaran pil dilakukan dengan hanya mengirim kotak pil saja.
Ketika hal ini dilaporkan pada ketua Song, Ia hanya tersenyum, nasibnya sama dengan Ia waktu itu yang tak bisa naik lagi dan akhirnya tinggal di bawah.
Ia hanya menyarankan mengantar kotak pil saja dari atas dengan cara dilempar dan meminta satu anggota lagi untuk turun menemani alkemis yang pertama dan nona Xiao lah yang turun menemani.
...
Gedung kultivator, tampak ketua Song sedang santai melihat Qin Gang dan sepuluh rekannya memberikan instruksi latihan pada para kultivator. mereka mengajarkan jurus langkah angin. Jurus ini adalah jurus wajib bagi setiap kultivator desa.
"Ketua Song, ada apa dengan tuan muda.. sudah satu tahun ini tidak pernah muncul? apakah sesuatu terjadi padanya? " Qin Gang datang menghampiri ketua Song dan menanyakan Ye Chen.
"Aku sendiri juga tak mengerti kemana sebenarnya anak itu, kau tau sendiri tak ada seorangpun dari kita yang bisa naik ke atas." Semoga dia baik-baik saja.
"Tapi ketua, menurut nona Xiao, tuan muda juga tak pernah terlihat lagi di atas bukit."
"Aku yakin dia sedang latihan tertutup, apa kau liat fenomena langit beberapa bulan yang lalu?"
Qin Gang mengangguk. "Bukan hanya aku, tapi semua penduduk melihatnya, apa ketua tau fenomema apakah itu?"
Berpikir sejenak, ketua Song lalu berkata. "Entahlah tapi semoga tidak terjadi sesuatu hal yang buruk, terutama bagi desa ini. Qin Gang apakah ada pengungsi yang datang lagi..?"
"Beberapa hari yang lalu ada lima rombongan pengungsi dari benua barat, jumlahnya hampir lima ratus orang." Jawab Qin Gang.
"Ada yang menarik ketua, di antara mereka ada dua alkemis, dan mereka membawa satu tungku pil. Aku sudah membawa mereka bertemu dengan nona Xiao di gedung alkemis." Lanjut Win Gang lagi.
Ketua Song terlihat senang mendengar ini tapi juga. Sebaiknya aku pergi melihat rombongan ini, mungkin mereka membawa berita dari benua Barat.
...
Ye Chen kini berusia enam belas tahun, terlihat lebih dewasa dengan badan tegak. Rambut hitam sebahu dibiarkan terurai, pupil matanya hitam menenangkan siapapun yang melihatnya. Cincin hijau terlihat di jari kelingkingnya.
Tingkat Perak Puncak. Ahli formasi tingkat tinggi dan alkemis tahap pemula.
Senyum tipis sesekali terlihat di mulutnya, kaum hawa yang melihat ini pasti akan langsung jatuh cinta.
Terlihat Ia memandangi pedang hitam di tangannya. Aura pedang yang sangat menekan, seolah akan siap menghisap jiwa.
Pedang sepanjang satu meter ini memiliki bilah tajam di kedua sisinya. Warnanya hitam pekat dengan garis-garis halus berwarna merah darah.
Pedang ini Ia dapatkan di dimensi cincin, waktu itu secara tak sengaja Ia menemukannya tertanam di bawah pohon tempat Ia dan gurunya berada.
"Baiknya aku simpan saja pedang ini.. pikirnnya. Saatnya turun, waktunya menyerap inti api dalam gua."
Ye Chen telah mengonsumsi buah kehidupan atau buah elemen menurut gurunya, jika ada yang memakan buah ini maka otomatis Ia akan mendapat sebuah elemen tergantung warna buah yang dimakan.
Buah di tangan Ye Chen ini adalah buah sempurna yang menyimpan semua energi elemen, sangat kuat. Benar-benar sumber daya super langka.
Meski begitu Ye Chen hanya memakan sedikit saja, berharap memiliki unsur elemen api dalam tubuhnya untuk bisa menyerap api abadi dalam gua. Ia berencana akan mengekstrak buah kehidupan dan meracik sebuah pil menurut nasehat gurunya.
"Nona Ong..!"
Seorang pria berdiri disamping nona Ong yang sedang meracik pil.
Boom..
Karena dikagetkan dengan kemunculannya, Nona Ong yang meracik pil kehilangan konsentrasi dan memecahkan racikan pil yang hampir selesai di tungku.
"Eh.. anda... oh tuan muda... " Nona Ong berkata perlahan, otaknya tak dapat berpikir melihat pria tampan di depannya, hatinya terpesona.
"Oi.. oi banguuun, apa kau tak mengrnaliku lagi? tuan muda yang tampan dan baik ini...? Ye Chen memegang pundak nona Ong sambil mengguncang-guncang pundaknya.
"Tuan muda.. anda kemana saja? setahun lebih anda pergi tanpa labor." Nona Ong sadar setelah mendengar perkataan Ye Chen, siapa lagi yang suka memuji dirinya sendiri selain tuan mudanya. Ia juga tak yakin ada orang lain yang bisa naik ke bukit ini.
"Hehehe.. Maaf membuatmu kuatir, aku melakukan latihan tertutup.. seperti yang kau lihat aku sudah naik ke tingkat Perak." Kata Ye Chen bangga.
"Selamat tuan muda.. selamat, akhirnya anda bisa naik tingkat." Nona Ong tersenyum bahagia mendengar ini.
Orang-orang terdekat Ye Chen paham kondisinya yang tak pernah bisa menembus tingkat Perak. Nona Ong sendiri berada di tingkat emas awal saat tiba di desa dan saat ini sudah di tahap menengah.
Meskipun begitu, Ye Chen sangat di hormati dan si sanjung oleh semua penduduk desa, hampir semua penduduk desa pernah diselamatkan Ye Chen.
Tidak diselamatkan secara langsung tapi dengan menyediakan tempat untuk tinggal dan menetap di desa, itu berarti sudah menyelamatkan hidup mereka.
"Nona Ong kemana nona Xiao dan yang lain, apakah terjadi sesuatu..?" Tanya Ye Chen yang tidak melihat ada orang lain selain nona Ong.
Nona Ong lalu menceritakan kejadian saat pertama kali mengantar pil ke bawah.
Nona Ong tinggal di sini sendiri untuk menjaga dan merawat tempat ini sekaligus menunggu Ye Chen datang.
Setelah mengerti semua yang terjadi, Ye Chen lalu mengajak nona Ong turun ke bawah. Tentu saja nona Ong setuju, sudah lama Ia tak turun, Ia terlihat sangat bahagia.
"Bawa saja semuanya, mulai sekarang kita meracik pil di gedung alkemis saja." Kata Ye Chen sambil membantu merapihkan semua bawaan.
Tidak lama kemudian terlihat dua orang turun dari bukit membawa buntalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
spooky836
energi guru hnya 1 tahap awal. nilah kultivator paling bodoh dan lembab. thor yang banggang.
2025-02-04
0
spooky836
basa nc tolol cerita sampah buat cerita pelacurlah mc ooooiii....
2025-02-04
0
spooky836
dlm dimensi dgn luar sama je. apa bedanya. tolol..
2025-02-04
0