Orang-orang di kaki bukit yang kerap melihat asap di atas bukit merasa sedikit ada harapan untuk mendapat pertolongan, inilah sebabnya sebagian dari mereka ada yang menetap di kaki bukit.
Hanya tenda sederhana yang mereka bangun, sekedar untuk beristirahat.
Tapi ini hanya berlaku bagi pengungsi kecil atau pengungsi yang hanya terdiri tiga sampai lima orang.
Berbeda dengan pengungsi besar yang terdiri dari sepuluh sampai duapuluh orang, mereka ini biasanya membangun tenda.
Mereka datang dari berbagai daerah di tiga benua, ada yang hanya sekedar lewat ada yang kembali lagi karena bertemu dengan pengungsi daerah tujuannya.
Ada juga yang memang niatnya datang ke bukit Ye ini dengan berbagai macam alasan.
Jumlahnya tidak main-main, hampir lima ratus orang pengungsi dari berbagai daerah.
Ini bisa disamakan dengan sebuah desa. Mereka tersebar di beberapa tempat di kaki bukit.
Ye Chen tak pernah mau ambil perduli dengan ini, menurutnya jika ingin Ia menolong, mereka harus datang kesini.
Beberapa pengungsi terutama yang mengalami luka memang ada yang berniat naik meminta pertolongan, tapi begitu menyentuh aray yang memang tidak terlihat, mereka seolah kehilangan arah, tidak bisa menemukan arah menuju bukit.
Akhirnya mereka kembali dan mengobati luka mereka seadanya.
Hal inilah yang Ye Chen tidak sadari, Ia tidak tau dimensi batu jajar dan bukit tempat Ia tinggal adalah satu.
Portal batu jajar sengaja dibuat khusus sehingga aura kehidupan di dimensi batu jajar bisa dirasakan juga di bukit meskipun hanya sedikit.
Hanya Ye Chen yang bisa membawa masuk orang ke bukit, jika tidak mendapat izinnya, jangan pernah berharap untuk bisa masuk.
...
Ye Chen saat ini sudah berada di dimensi batu jajar, hari ini recananya akan memanen tanaman herbal lagi.
Ia berharap menemukan tanaman herbal yang cocok untuk kultivasi, dantiannya yang telah bisa menerima sedikit Qi membuat sangat bersemangat membuat racikan pil.
Kitab yang Ia temukan sudah Ia hafal semua, dibagian terakhir sebetulnya ada bab lagi berisi tentang tata negara.
Mulai dari susunan pemerintahan suatu kekaisaran, dari kaisar sampai ke tingkat desa, pemimpin desa.
Disana juga dijelaskan tentang hukum-hukum dalam suatu pemerintahan.
Ye Chen hafal saja, sama sekali tak mendapat perhatian lebih darinya.
Bukan malas membaca tapi karena Ia sudah sangat paham bagaimana struktur sebuah kekaisaran. Banyak kitab yang sebelumnya Ia baca berkaitan dengan tata negara.
...
Di tempat para pengungsi, terjadi hal yang sangat sering terjadi di dunia ini.
Asap membubung tinggi, mayat-mayat tak berdosa berjatuhan, hampir semua merupakan pria dan wanita tua atau anak kecil mencapai ratusan.
Aroma anyir darah bahkan tercium dari jauh.
Rupanya kehadiran para pengungsi di sini berhasil di ketahui para perampok, para para pedagang budak.
Semua yang tidak berguna di habisi.
Setelah para perampok pergi, sejumlah hewan buas kemudian datang karena mencium bau darah.
Merekapun ikut berpesta.
Tak ada lagi yang tersisa.
...
Ye Chen yang kembali dari dimensi batu jajar merasa sedikit aneh saat melihat ke bawah bukit, tak tampak lagi tenda-tenda atau bayangan orang yang biasa Ia lihat.
Sudahlah mungkin mereka telah pergi, pikirnya.
Saat ini usianya sudah empat belas tahun, gemblengan alam dan pembawaannya membuat fisiknya terlihat seperti lebih tua dari usianya, seperti sudah berusia enam belas atau tujuh belas tahun.
Kitab yang ditemukannya telah hancur menjadi bubuk setelah Ia pelajari.
Sayang sekali ada bab yang tidak bisa dibuka, bab ini ada di bagian akhir dari kitab.
Hanya lembar pertama dan kedua saja yang bisa Ia buka.
Bab penempa, tulisan di lembar pertama dan dilembar kedua berisi jenis-jenis bahan untuk menempa, ini juga hanya sebagian kecil yang busa terbaca, sisanya tak bisa lagi.
Saat ini Ia sudah bisa membuat pil dengan kualitas rendah dengan kesempurnaan tidak lebih dari enam puluh persen.
Untuk formasi, saat ini hanya sebatas membentuk ruang di sekitar objek yang biasanya Ia pakai untuk meredam suara atau membentuk aray tipis untuk melindungi tubuhnya dari angin.
...
Seperti biasa, saat kehabisan bahan makanan, Ye Chen akan turun dari bukit. Targetnya biasanya hewan-hewan kecil seperti kelinci atau ayam hutan yang terdapat di hutan sekitar kaki bukit.
Sesampainya di bawah, Ia sedikit kaget dengan keadaan sekitarnya, seperti ada bekas pertempuran, meskipun samar-samar tapi Ia bisa melihat dan menduga ini.
Mungkinkah orang-orang yang dulu yang Ia lihat itu bertempur? pikir Ye Chen.
Setelah mendapatkan buruannya, Ye Chen yang berniat kembali ke bukit di kejutkan dengan suara erangan, seperti suara yang sedang menahan sakit.
Ternyata seorang pria tua berusia sekitar lima puluh tahun sedang berbaring memegangi perutnya, darah terlihat merembes dari sela jarinya.
Melihat ini Ye Chen berinisiatif langsung memeriksanya.
"hm... ini racun, tapi sepertinya aku mengenal racun ini, tapi aku memeriksa untuk memastikannya." Batin Ye Chen.
"Paman, mari aku bantu mengobati lukamu, kita ke tempatku." Ucap Ye Chen, yang bersiap akan memondong.
"Anak muda aku masih bisa berjalan."
"Aku bantu memapahmu kalau begitu." Ye Chen tau orang tua ini tak akan sanggup berjalan lagi, hanya saja harga dirinya yang terlalu tinggi untuk di gendong orang.
Melewati aray tipis saat memasuki area bukit, pria tua ini sempat kaget.
"Siapa anak ini dan aray apa ini, apakah anak ini yang membuatnya..?" batinnya dalam hati sambil memandangi Ye Chen yang memapahnya dengan santai.
Setelah merebahkan tubuh pria tua di pondoknya, Ye Chen yang tak ingin membuang waktu dengan cekatan memeriksa lukanya.
"Seperti yang kuduga, ini racun yang sama yang menyerangku dulu. Apakah kelompok itu berkeliaran sampai sini..?
Kalo tidak salah mereka dari sekte darah." ucap Ye Chen dalam hati.
Ia kemudian mengambil pil penawar racun. Ia memang telah membuat beberapa pil penawar racun ini, untuk persiapan saja kalau-kalau Ia akan membutuhkannya nanti.
"Bagaimana, apakah sudah baikan paman... "
"Namaku Song yi, kau boleh memanggilku kakek Song." Jawabnya sambil memeriksa lukanya yang telah sembuh.
Bukan hanya lukanya tapi kekuatannya meskipun belum pulih seluruhnya, paling tidak hampir setengah dari kekuatannya telah kembali.
Benar-benar pil yang sangat hebat, pikirnya.
"Kakek Song, sebenarnya apa yang terjadi..? Kenapa kakek Song terluka..? Tanya Ye Chen.
" Oh ya aku Ye Chen." Lanjutnya lagi.
"Jadi kau yang bernama Ye, pemilik bukit Ye..?" Tanya Song Yi.
"Kalo pemilik bukit, mungkin iya karena bisa di katakan akulah yang menemukan bukit ini dan tinggal di sini.
Tapi kalo bukit Ye... Seingatku, aku tak pernah menyebut ini sebagai bukit Ye."
"Begitu rupanya, kau tau..? sejak engkau mengobati beberapa orang-orang yang terluka, mereka kemudian menyebut tempat ini dengan nama bukit Ye.
Aku mendengar banyak pengungsi maupun kultivator yang mencarimu, jangan tanya alasannya karena pasti alasannya bermacam-macam." Jelas Song Yi.
Song Yi lalu menambahkan.
"Ada juga kabar dari seseorang yang mengatakan, engkau memberinya petunjuk dalam latihan dan jurusnya semakin sempurna."
Song Yi sebetulnya juga penasaran, benarkah anak yang di depannya ini yang melakukan ini semua.
Jika di lihat sepertinya di hanya sedikit bisa berkultivasi, belum bisa di katakan kultivator, bahkan masih terlalu jauh.
Jawaban Ye Chen selanjutnya membuat Song Yi kaget.
"Betul kakek Song, aku memang mengobati beberapa orang, bukan apa-apa aku hanya iba, lagipula tak mungkin kan aku melihat ada orang yang hampir mati di depanku tanpa berbuat apa-apa."
Mengenai memberi petunjuk, hal seperti terlalu di lebih-lebihkan." Jawab Ye Chen.
Tapi Song Yi tidak percaya, dia bisa melihat apa yang dikatakan orang-orang di luar sana itu benar adanya.
"Kakek Song, kenapa akhir-akhir sepertinya pengungsi makin banyak? bukankah perang telah berakhir, ataukah ada perang lagi..?
Dan lagi kenapa mereka lewat daerah ini, aku tau ini adalah benua tengah, letak bukit ini jauh ke selatan , di tengah hutan yang masih liar."
Song Yi menghela nafas, lalu berdiri memandang jauh kedepan.
"Untuk mengobati rasa penasaranmu, baiklah aku akan menceritakan apa yang aku tau." Ia lalu duduk di depan Ye Chen.
"Aku percaya padamu, akan kuceritakan dulu siapa aku." Lanjut Song Yi kembali.
"Seperti yang kau tau, namaku Song Yi, aku adalah patriak." berhenti dan melihat ekspresi Ye Chen yang tampak biasa saja.
Sedikit kecewa, lalu Song Yi melanjutkan lagi ceritanya.
Setelah perang besar reda, tiga benua mulai membenahi urusan dalamnya masing-masing yang dimulai oleh benua Utara.
Benua Barat terdapat tiga sekte besar dan masih banyak lagi sekte-sekte kecil.
Song Yi adalah patriark dari sekte Pedang Suci, salah satu sekte besar di sana.
Dua sekte lain adalah sekte Teratai Suci dan sekte Tombak Langit.
Kehilangan beberapa tetua ,termasuk patriark sekte dan murid-murid berbakat membuat sekte-sekte ini mengalami kemunduran.
Song Yi yang menjadi patriark ini dulunya adalah tetua sekte, dia diangkat setelah kematian patriark sekte sebelumnya.
Dua sekte lainnya pun sama, patriark mereka adalah patriark yang baru.
Perbedaan pendapat dan perpecahan di antara para elite kekaisaran menular ke berbagai lini.
Masing-masing pihak berusaha mencari dukungan, dan menjatuhkan pihak lain.
Fitnah diman-mana.
Song Yi kemudian membawa sektenya tampil ke depan berusaha mejadi penengah, namun apa yang terjadi tidak sesuai keinginannya.
Tentu saja sektenya juga memihak salah satu elit kekaisaran.
Sektenya kemudian di anggap menjadi ancaman dan menjadi target dan melemah.
Jika ada salah satu pihak yang melemah, pihak lain pasti akan berlomba menghancurkannya.
Lebih sedikit saingan akan lebih baik.
Dalam suatu pertempuran, Song Yi akhirnya terluka dan berhasil melarikan diri.
Sekte Pedang Suci tinggal nama, Ia tak tau seberapa banyak murid dan tetua yang berhasil lolos.
Keadaan kekaisaran Utara dan Kekaisaran Han tak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di benua Barat.
Setelah membentuk kesatuan dan menjadi kekaisaran Utara, tidak serta merta membuat benua Utara membaik.
Sekte-sekte yang bergabung, utamanya sekte besar merasa lebih berhak menjadi kaisar dibanding kaisar yang sekarang.
Ini seperti api dalam sekam yang setiap saat dapat terbakar, beberapa patriark sekte terdahulu bahkan dengan diam-diam membentuk sekte baru.
"Lalu apa tindakan kaisar, apakah dia tidak akan hal ini..?" Tanya Ye Chen.
"Hah tidak mungkin tidak tau, tapi apa yang bisa Ia lakukan.. Jika Ia melarangnya, itu berarti Ia harus berhadapan dengan semuanya." Jawab Song Yi.
"Kaisar Shao sebetulnya dalam dilema, melarang bisa mengakibatkan perselisihan, jika dibiarkan saja suatu saat nanti bisa menimbulkan gejolak baru.
Kaisar Shao sebetulnya kaisar yang baik, sangat perduli dengan keadaan benua Utara.
" Lalu bagaimana dengan benua Timur?" Ye Chen sebetulnya tidak mau tau tapi bagaimana pun juga Ia berasal dari sana, sedikit banyak Ia juga ingin mengetahuinya.
Lalu Song Yi melanjutkan ceritanya.
Benua Timur sekarang bahkan tengah berperang, meskipun bukan dalam skala besar tapi ini tinggal menunggu waktu saja.
"Eh, siapa yang menyerang." Tanya Ye Chen penasaran.
"Bukan ada yang menyerang, tapi ini lebih ke pemberontakan. aku sendiri tidak tau apa yang sebenarnya terjadi." Kata Song Yi.
"Dari kabar yang aku dengar, seorang jenderal tua memimpin pasukan besar berusaha menjatuhkan kekaisaran Han.
Ada yang mengatakan Ia tidak puas dengan kebijakan kaisar dan ada juga yang mengatakan aksi ini adalah aksi balas dendam, entah mana yang betul." Ucap Song Yi melanjutkan ceritanya.
Keadaan kekaisaran Han memang tidak lebih baik dari dua kekaisaran yang lain, perang besar hanya menunggu waktu saja.
Gelombang pengungsi seolah tidak ada habisnya, mereka mencari jalan berharap akan menemukan kehidupan yang lebih baik.
Tapi mereka harus siap-siap kecewa, karena keadaan benua yang menjadi tujuan pengungsi tidak lebih baik dari tempat asalnya.
Ada yang akhirnya kembali lagi dan adapula yang dengan saat terpaksa menetap di tempat yang baru.
"Kau pasti bisa menduga kenapa di sini terlihat banyak pengungsi." Tanya Song Yi.
Perjalanan pengungsi bukanlah tanpa halangan, merekapun tau resikonya. Pemburu budak adalah momok yang paling mengerikan bagi mereka selain perampok.
Itulah mengapa beberapa dari mereka lebih memilih memasuki kawasan hutan benua Tengah dibanding melewati jalan umum.
Dalam setiap rombongan pengungsi, tidak jarang terdapat kultivator.
Dengan membentuk rombongan yang lebih besar maka keselamatan akan lebih terjamin dan lebih baik bertarung menghadapi binatang buas dibandingkan perampok.
Jangan harap ada yang bisa selamat jika bertemu perampok.
Song Yi mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas, sedangkan Ye Chen yang duduk di depannya hanya diam, hanya suara dari jari-jarinya yang mengetuk meja yang terdengar.
Entah apa yang dipikirkannya.
Melihat ini, Song Yi juga hanya terdiam, Ia seolah menunggu apa yang akan Ye Chen katakan.
"Ah lapar..!" tiba-tiba saja Ye Chen berseru.
Song Yi membulatkan matanya mendengar Ye Chen.
"Apakah yang akan kau lakukan? Tanya Song Yi.
" Tentu saja membuat makanan. Kakek Song apakah kau tak lapar..?
Tentu saja Song Yi tidak merasa lapar, sebagai kultivator hal seperti makan bukan lagi menjadi masalah. Ia bisa tidak makan sampai berbulan-bulan mengandalkan Qi sebagai nutrisi.
"Tidak.. tidak, aku lebih baik memulihkan kekuatanku." Terima kasih, jawab Song Yi.
Mendengar ini Ye Chen berlalu.
Sebetulnya Ia kadang-kadang bosan mendengar cerita yang panjang kali lebar.
Ia hanya tertarik dengan garis besar keadaan yang sekarang, bukan cerita detailnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 413 Episodes
Comments
DEBU KAKI
iya, sama seperti cerita ini, terlalu banyak menceritakan hal hal yang tidak penting sekedar untuk memperbanyak bab
2024-09-15
2
Jerry Cetonga
ngg sesuai judul, terlalu banyak intro, alur mutar mutar
2024-08-23
2
Abu Fadhila
dari tiga benua, "DI" itu kata tunjuk, "DARI" itu kata tambah utk asal 🙏
2024-05-11
4