Api Abadi

Sungguh desa yang maju dan makmur, hanya dalam waktu tidak lebih dari dua tahun, desa Ye telah berkembang dari hanya sebuah bukit kecil menjadi sebuah desa besar, dar kawasan hutan liar menjadi kawasan yang bersih teratur.

Desa Ye, begitulah penduduk menamai desanya. Gapura besar terpasang kokoh di depan pintu masuk desa.

Tak pernah pilih-pilih saat menerima kedatangan pengungsi yang mau menetap menyebabkan desa Ye memiliki penduduk yang beragam dan meskipun sudah di atur baik-baik oleh ketua Song, tetap saja terjadi beberapa konflik-konflik kecil tapi tak sampai membuat perselisihan yang besar.

Semua masalah tetap bisa di selesaikan dengan jalan kekeluargaan.

Seperti saat sekarang, saat ini perdebatan agak alot dan panas di gedung desa. Gedung rumah ketua Song kini di sebut gedung desa, di sana dibangun sebuah tempat yang mirip seperti sebuah auditorium.

Perselisihan bermula sewaktu rombongan pengungsi yang merupakan kumpulan sekte yang berniat mencari tempat baru datang ke desa Ye, awalnya sekte ini masuk desa dengan damai dan meminta izin untuk menetap.

Setelah diizinkan tinggal, lama-kelamaan sekte ini sedikit berulah. Awalnya dengan alasan sebagai tempat berlatih, mereka membabat hutan.

Seiring berjalannya waktu, mereka seperti membangun daerah sendiri, mulai dari membangun batas sampai memukul siapa saja yang melewati daerah yang mereka anggap wilayah mereka.

Merasa lebih kuat dan melihat sumber daya desa Ye yang melimpah, timbul keinginan menguasai desa.

Mungkin karena merasa masih lemah , mereka tidak berani berbuat macam-macam tapi keadaan berubah sewaktu patriark mereka datang. Patriark ini berada di tingkat langin menengah.

Di waktu inilah Ye Chen datang.

"Ketua Song.. apa kabar, lama tak berjumpa." sapa Ye Chen langsung tanpa perduli dengan kehadiran perwakilan sekte.

"Tuan muda...!"

Qin Gang dan sepuluh rekannya menyapa serempak sambil menghormat menundukkan wajah.

"Qin Gang.. wah kau di sini juga, dan hei kalian juga di sini.. apa kabar semuanya..? aku harap kalian semua baik-baik saja."

"Tuan muda.. akhirnya anda datang juga, selamat datang, maaf tidak bisa menyambut kedatangan anda." Ketua Song tak menunggu jawaban Qin Gang dan rekannya menyapa Ye Chen.

Ketua Song tersenyum seolah sebuah beban di angkat dari pundaknya, selama ini Ia memutuskan semuanya seorang diri.

Menjadi patriark sekte besar tidak sama dengan menjadi ketua sebuah desa apalagi desa sebesar desa Ye yang baru dengan penduduk yang beragam.

Sebuah sekte telah membangun hierarki, kehidupan di dalamnya meskipun berpenghuni sampai ribuan orang tapi kehidupannya telah teratur dan telah berdiri sangat lama.

Sedangkan desa Ye baru berusia dua tahun, semua di bangun dari nol.

Tentu saja ketua Song kewalahan, kadang Ia meminta saran dari Qin Gang ataupun yang lain tapi sama sekali tidak ada saran yang bisa membantunya.

Ye Chen yang datang membuatnya sangat senang dan bahagia, Ia tau Ye Chen ini meskipun masih muda tapi wawasannya sangat luas.

Ketua Song turun dari kursinya lalu mempersilahkan Ye Chen naik ke tempat duduk.

"Nanti akan kujelaskan detailnya, bisik ketua Song.

" Silahkan pemimpin Ye.." Sambut ketua Song lagi, mempersilahkan Ye Chen duduk di kursi pemimpin, kursi yang selama ini kosong jika ada pertemuan di sini.

"Katakan, siapa dan ada keperluan apa anda di sini..?" Ye Chen tersenyum bertanya pada patriark sekte di depannya.

Tak ada satupun suara saat Ye Chen bertanya, ditambah suaranya yang tenang dan sedikit lambat. Keadaan ini membuat patriark sekte bergetar.

"Pemimpin Ye... begini... " Patriark sekte lalu menjelaskan maksud kedatangannya.

Ye Chen diam mendengarkan sambil mengelus-ngelus, memutar-mutar cincin hijaunya dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

"Anda sudah tau bahwa di sini di desa ini dilarang membuat perkumpulan lebih-lebih lagi mendirikan sebuah sekte. Aturan ini berlaku bagi siapapun yang..

Belum selesai Ye Chen berbicara, seorang anggota sekte yang ikut hadir memotong pembicaraannya.

"cih cuma desa begini saja peraturannya begitu ketat." Yang berbicara ini adalah salah satu tetua sekte.

Ye Chen memicingkan matanya lalu tersenyum. Ia turun dari duduknya dan berjalan perlahan mendekati tetua yang berbicara.

"Oh jadi anda tidak setuju dengan peraturan yang kami buat?" Tanya Ye Chen santai."

"Peraturan yang...

Craass...

Belum selesai tetua berbicara, Ye Chen bergerak cepat mencabut pedang hitam dan membelahnya menjadi dua dari atas kepala ke bawah.

Tak ada seorangpun yang menyangka perbuatan Ye Chen ini.

" Kau.. berani sekali kau membunuh...

Craass...

Sekali lagi Ye Chen bergerak dan membunuh orang yang berbicara. Memotong kepala dari mulutnya, sebelum kepalanya jatuh, Ye Chen sekali lagi membabat tubuhnya jadi dua.

Diam..

Patriark sekte tak bisa berbicara, tatapan kebencian, kemarahan bercampur menjadi satu dengan rasa terkejutnya.

Bukan hanya berani membunuh anggotanya di depan matanya, tapi cara membunuhnya yang sangat sadis.

Ye Chen tak perduli tatapan orang-orang kepadanya, pedang hitamnya Ia panggul di pundak lalu berjalan kembali ke tempatnya. Tapi Ia tak segera duduk, hanya berdiri dan menancapkan pedang dilantai, percikan darah korbannya membasahi bajunya.

"Aku paling tidak suka ada yang memotong saat aku berbicara." Suasana yang mencekam dipecahkan oleh suara Ye Chen yang tetap tenang.

Tersadar dari rasa kagetnya, patriark berkata marah. "Aku meminta pertanggung jawaban, aku tidak terima anggotaku terbunuh." Patriark berdiri dari duduknya, di ikuti anggota yang lainnya.

Ketua Song, Qin Gang dan yang lain juga bersiap mencabut pedang, bersiap untuk bertarung.

"Kawasan ini sangat luas, kenapa memilih desa ini? dan satu lagi aku tak akan meminta maaf telah membunuh mereka. Anda lihat, kita sedang dalam rapat, antar pemimpin. Pakai akal sehatmu, sampai kapan ada kesepakatan jika ada yang selalu memotong rapat..?" Ucap Ye Chen.

"Baiklah begini saja, pulanglah jaga wilayahmu, aku akan melarang penduduk desa melintasi wilayahmu." Bukan mau mengalah, Ye Chen hanya tidak mau naif, pihak lawan memiliki dua tingkat langit, ini bukan sesuatu yang bisa di anggap remeh.

Kalaupun menang juga, pasti akan banyak korban diantara mereka.

Patriark sebenarnya sudah sangat marah, tapi mau bagaimana lagi, pihaknya juga tak mungkin bisa bertempur saat ini. Ia hanya membawa sedikit orang.

"Aku akan kembali, ingat kata-katamu, jangan ada yang berani melintasi wilayahku jika tidak ingin pulang hanya tinggal nama."

"Bawa jasad mereka." Dengan wajah masih menyimpan kemarahan, patriark berbalik pergi.

"Patriark apakah kita akan diam saja?" tanya seorang anggota sekte.

"Tunggu saja, kita pasti akan membalas ini semua, mereka akan membayarnya berkali-kali lipat." jawab patriark sekte sambil berjalan keluar.

Di balai pertemuan , Ye Chen yang sudah menyimpan kembali pedangnya berkata pada ketua Song.

"Ketua Song tenanglah, aku rasa mereka tak akan menyerang kita dalam waktu dekat ini."

"Tuan muda terlalu berani, bagaimana jika tadi mereka tidak menerima usulan tuan muda dan menyerang kita..?" kata ketua Song.

"Mereka tak akan berani, aku membunuh mereka bukan tanpa tujuan, ini menunjukkan bahwa kita tidak pernah takut pada apapun."

"Tapi aku memang tidak suka melihat mereka sejak aku masuk, wajahnya seolah mengingkan untuk di belah haha.. "

"Tuan muda.. tolong jangan main-main disaat seperti ini, aku sudah sangat kuatir tadi. Ketua Song berkata tapi entah kenapa Ia percaya perkataan terakhir Ye Chen tadi.

" Sudahlah, semua sudah terjadi.. nanti kita pikirkan lagi bagaimana, yang jelas mereka ini seperti duri dalam dating, harus segera di basmi." kata Ye Chen sambil meminta memanggil nona Ong.

"Tuan muda.. sebaiknya anda membersihkan diri dulu, lihatlah... hais paling tidak hindarilah percikan darah korban anda." Kata ketua Song.

"Baiklah, tapi bisakah aku minta diberikan baju? lihatlah baju ini, sudah lama tidak di ganti. Oh ya ketua Song, apakah ada makanan? sudah lama aku tak merasakan masakan enak."

"Ya pergilah, aku akan menyuruh seseorsng untuk menyiapkan pakaianmu dan memasak makanan untuk much." Ucap ketua Song.

Sambil berlalu pergi, Ye Chen berteriak.

" Yang banyak ya ketua Song makanannya."

Ketua Song hanya menggeleng pelan melihat tingkah Ye Chen.

"Entahlah mungkin aku yang terlalu kuatir." Gumamnya pelan.

...

"Apa kau yakin tak butuh bantuanku? atau begini saja, biarkan Qin Gang atau seseorang yang menjaga di luar gua." Kata ketua Song saat mendengar Ye Chen akan mulai menyerap api abadi.

Saat ini hanya ketua Song dan Ye Chen yang tinggal di balai pertemuan. Sebelumnya Ye Chen meminta untuk tim alkemis hanya fokus membuat pemulihan dan pil kultivasi.

Pil kultivasi hanya akan di buat oleh nona Ong karena tingkatannya yang paling tinggi sedangkan yang lain membuat pil pemulihan.

Ye Chen juga memberikan resep pil yang baru, resep ini membutuhkan tanaman herbal yang lebih banyak dibanding resep pil yang biasa alkemis buat.

Tentu saja hasilnya lebih bagus.

"Aku berangkat sekarang, lebih cepat lebih baik. Kakek Song, tolong berhati-hatilah, aku tak mau menghadiri pemakamanmu saat kembali nanti."

"Cih apa kau kira aku selemah itu? dasar kau ini, cepatlah kembali, aku tak melihat semangat mereka kalau kau tak di sini." Sahut ketua Song.

Aarghhh...

Di dalam gua, Ye Chen berteriak menahan rasa panas dari api abadi.

Ia sudah menyegel gua sebelum melakukan penyerapan. Suara sekuat apapun tak akan terdengar dari luar.

Seminggu berlalu akhirnya Ye Chen selesai menyerap seluruh energi api abadi.

Latihan-latihan kecil seperti mengeluarkan api ditangan dan melemparkannnya dilakukan Ye Chen sampai mahir.

Ia berpikir melatih kekuatan apinya di dimensi Batu Jajar.

Merasa cukup berlatih dengan apinya, Ye Chen kembali ke desa.

"Kakek Song, apakah ada gerakan mencurigakan dari kelompok sekte itu? Tanya Ye Chen setelah duduk berdua dengang Song Yi.

"Seminggu ini tak ada yang terjadi yang membahayakan desa, hanya mereka kadang terlihat sering keluar dari wilayah mereka, entah apa yang mereka cari di luar." jawab Song Yi.

"Oh ya apakah ads kabar tentang kristal jiwa ungu yang aku minta?"

"Kami menemukan beberapa tapi hanya itu, tim lain yang aku utus menelusuri hutan Selatan belum kembali, semoga tidak terjadi apa-apa pada mereka dan kembali membawa kabar baik.

Memang buat apa kristal jiwa ungu ini?" Lanjut Song Yi bertanya.

"Kakek Song aku tau ada aray tipis menuju bukit, bukan sengaja supaya tak ada bisa naik tapi memang aku tak tau, hanya saja aku baru menyadarinya kemaren.

Nah nanti aku akan membuat segel menggunakan kristal ini supaya yang lain bisa naik, sekaligus meningkatkan kekuatan aray pelindung.

"Apa kau sekarang sudah bisa formasi?" Ketua Song Yi lagi-lagi kagum mendengarnya, meskipun sudah lama tau tapi Ia tak menyangka Ye Chen bisa memperkuat formasi, ini berrarti Ye Chen juga bisa memasang formasi.

Asal tau saja, formasi aray pelindung adalah formasi tingkat tinggi, tidak semua ahli formasi bisa melakukan ini.

"Hehehe.. Apakah kini kau sadar betapa hebatnya aku ini hahaha... "

"Ya kau memang hebat, gayamu juga hebat." Sindir ketua Song.

Bukannya sadar disindir, Ye Chen malah semakin bangga.

"Sudahlah kakek Song, tak perlu terlalu terpesona begitu denga kehebatanku.. Sekarang ambillah kristal itu akan kubuat segelnya sekarang.

Setelah ini aku akan menutup diri lagi, berlatih kehebatanku yang lain hehehe... "

Ye Chen lalu membuat segel pada batu kristal yang diberikan ketua Song, lalu mengajaknya naik untuk mencobanya.

Hanya lima segel yang bisa di buat untuk saat ini, satu dipegang ketua Song, satu lagi oleh nona Ong sebagai ketua alkemis dan sisanya Ye Chen pakai sebagai titik formasi untuk menguatkan aray pelindung.

"Sempurna..!!

Teriak Ye Chen setelah segel yang di buatnya memang bisa dipakai melewati aray pelindung.

"Kakek Song segel ini hanya bisa dipakai untuk membawa maksimal sepuluh orang. Peganglah tangan orang yang akan di bawa ke dalam, saling bergandengan jika ingin masuk.

Maaf ini batasku, aku tak bisa membuat lebih dari ini." Dengan sedih Ye Chen menerangkan kondisi segel buatannya.

"Tidak usah di pikirkan, ini sudah cukup baik, dengan begini kita bisa menyelamatkan orang-orang kesini jika terjadi sesuatu di desa." Kata kakek Song membesarkan hati Ye Chen.

"Kakek Song, aku akan menambah kekuatan aray dari dalam. Setelah ini aku tak akan kembali, aku akan tetap di sini untuk menutup diri berlatih."

Dimensi Batu Jajar, di dunia dimensi cincin.

"Kalau tak salah ada di sekitar sini, um.." tampak Ye Chen mencari-cari sesuatu, membalik-balikkan tanah menyibak rerumputan dan.. "ah ini dia, sesuai dugaanku" tampak di tangan Ye Chen terdapat sebuah tungku pil, tungku berwarna hitam legam.

Tak apa yang penting bisa dipakai, pikir Ye Chen. Awalnya Ia kuatir tapi setelah mencoba melebur beberapa tanaman herbal, hasilnya cukup bagus.

Hari-hari berlalu, Ye Chen keluar dari dimensi Batu cincin dan berlatih menggunakan apinya dan sesekali bereksperimen menggunakan api dalam jurus-jurusnya.

Untuk pil, Ye Chen masih belum berlatih lagi, Ia mau membuat pil setelah berhasil menguasai penuh penggunaan apinya.

"Langkah angin ketiga, tapak jiwa formasi api"

Wuss...

Ye Chen melompat sangat cepat, menghantamkan tapaknya pada sebuah pohon.

Pohon besar berlubang, aray tipis mengelilingi pinggirang lubang dengan api merah membara ditengahnya.

"Selanjutnya pedang hitam.. " Ye Chen mengeluarkan pedang hitam dari dimensi cincin.

Terpopuler

Comments

Arie Chaniago70

Arie Chaniago70

semangat ye,,, tingkatkan kekuatan mu

2025-02-20

0

Driyanto Kriswan

Driyanto Kriswan

Waspada dari terror dan balas dendam kelompok yang tak tahu diri, tak tahu terima kasih, sekta pendatang, numpang tinggal di desa Ye. Sebaiknya diusir saja/dimusnahkan/ditaklukkan secara jelas tegas atau ditundukkan dengan belenggu racun... Ini bahaya latent yang merongrong Kedamaian Desa Ye... /Smug/

2024-04-05

4

K4k3k 8¤d¤

K4k3k 8¤d¤

❤✍🏼❤✍🏼❤✍🏼❤✍🏼❤

2024-03-25

0

lihat semua
Episodes
1 Perang Besar
2 Tidak Seperti Anak Seusianya
3 Buah Kehidupan
4 Pengungsi
5 Situasi Tiga Benua
6 Desa Ye
7 Mulai Berkultivasi
8 Pembunuhan Pertama
9 Mengatur Kelompok Alkemis
10 Tungku Pil
11 Dimensi Cincin
12 Tingkat Perak
13 Api Abadi
14 Tungku Yin Yang dan Pil Kehidupan Surga
15 Arak Khusus Ciptaan Ye Chen
16 Aku Adalah Pewaris Tahta?
17 Melamar?
18 Kultivator Desa Ye
19 Siasat Yang...
20 Tak Ada Yang Boleh Mati
21 Mengerikan.. Tuan Muda, Apakah Itu Anda?
22 Inilah Batasku
23 Hilangnya Dimensi Batu Jajar
24 Hari Bahagia
25 Pasukan Inti Desa Ye
26 Xiao Yun di Tawan
27 Menyelamatkan Xiao Yun
28 Rencana Ye Chen
29 Informasi Sekte Racun Darah
30 Dimensi Kekaisaran Akan di Buka
31 Rumah Makan Pelangi
32 Tehnik Pedang Terbang
33 Siluman Kuda Bertanduk Dua
34 Panglima Muda Du
35 Kawanan Macan Belang
36 Kantung Dimensi
37 Naga Air dan Phoenix Api
38 Inti Kehidupan
39 Formasi Waktu
40 Pemukiman Pemburu
41 Gulungan Peta
42 Tehnik Telepati
43 Desa Bunga
44 Siluman Angsa Pelangi
45 Song Fei Yang Harum Mewangi
46 Penawar Racun
47 Kota Kenanga
48 Di Tepi Telaga
49 Lu Jia Li
50 Paviliun Teratai
51 Saham Paviliun Teratai
52 Arak Yang Istimewa
53 Dua Orang Sampah
54 Kerja Sama Yang Gagal
55 Haruskah Ia tinggal Di Kamarku?
56 Latihan Bersama
57 Peyelidikan Ye Chen
58 Di Kamar Gu Xia
59 Penyelamatan Ketua Gu Liang
60 Membersihkan Gedung Paviliun Teratai
61 Kecewa
62 Bandit Hutan Dan Murid-murid Akademi
63 Ma Dong Mulai Berlatih
64 Lu Jia Li Terbunuh?
65 Ye Chen vs Menteri Su
66 Menerobos ke Tahap Tinggi
67 Menteri Su Menyerah
68 Akademi Kekaisaran? Aku Menolak
69 Mengobati Kaisar
70 Hais Merepotkan Saja
71 Song Fei, Apa Kau Baik-Baik Saja?
72 Lu Jiao Pulih Kembali
73 Berlatih Kembali
74 Lu Ping Yang Tidak Sadar
75 Masalah Dengan Anak Tuan Kota
76 Aku Mendukungmu
77 Hadiah
78 Kembali Ke Desa Bunga
79 Orang-orang Bertudung Kepala
80 Sekte Kegelapan
81 Obat Tidur
82 Gedung Kiri
83 Membawa Song Fei
84 Bersiaplah
85 Aura Yang Familiar
86 Serum Kegelapan
87 Rombongan Panglima Cia Tiba
88 Artefak Pangeran Kegelapan
89 Rencana
90 Menyerang Sekte Kegelapan
91 Pertempuran Dimulai
92 Hancurnya Sekte Kegelapan
93 Kembali ke Desa Ye
94 Kota Qingyun
95 Rumah Lelang
96 Perseteruan di Dalam Ruang Lelang
97 Menyelesaikan Masalah
98 Tehnik Belati Iblis
99 Akademi Kekaisaran Han
100 Pemilik Rumah Lelang
101 Konflik Dengan Rumah Alkemis
102 Tetua Kam Bergabung
103 Datang Berkunjung
104 Han Le, Pimpinan Akademi Kekaisaran
105 Membakar Tetua Ong
106 Han Meilan
107 Sambutan Penjaga Desa Ye
108 Perkenalan
109 Hukuman Untuk Ye Chen
110 Tingkat Langit di Desa Ye
111 Dimensi Kristal Roh
112 Kristal Roh Ungu
113 Tingkat Suci Tahap Awal
114 Menyelesaikan Pemimpin Dimensi
115 Sekte Teratai
116 Ada Apa Dengan Peta?
117 Masalah Dengan Sekte Teratai
118 Kota Shinyang
119 Artefak Berisi Peta
120 Kehancuran Dua Sekte
121 Tikus Gurun Menyerah
122 Meninggalkan Kota Shinyang
123 Syarat Ikut Pelelangan
124 Masalah Sumber Daya
125 Suasana Pelelangan
126 Kemelut di Bagian Selatan
127 Pengungsi Pertama dan Terakhir
128 Perahu Terbang
129 Masakan Pertama di Perahu Terbang
130 Arak Yang Berevolusi
131 Wilayah Ye
132 Metode Kultivasi
133 Menghukum Penyusup
134 Keputusan He Liang
135 Lokasi Akar Abadi Kedua
136 Jejaknya Menghilang
137 Keberhasilan Jiang Ji
138 Tehnik Tapak Teratai v Tehnik Pedang Petir
139 Ye Chen v Tetua Luar
140 Sedikit Titik Terang
141 Penduduk Baru di Wilayah Ye
142 Aturan Baru
143 Meninggalkan Wilayah
144 Kerja Kerja Kerja
145 Akar Abadi Ketiga
146 Segel Pengikat Jiwa
147 Masa Lalu
148 Raja Iblis
149 Guru Baji
150 Penghalang Berlapis
151 Penatua Xiao Mendatangi Desa Ye
152 Kebahagiaan Xiao Yun
153 Pertemuan Ayah dan Anak
154 Mengganti Segel Pelindung
155 Guru Baji v Ye Chen
156 Rahasia Kunci Portal
157 Sangat Kuat
158 Tehnik Tapak Semesta
159 Penatua Xiao Tidak Terlibat
160 Hampir Saja
161 Ruang Gelap
162 Raja Iblis Sejati Terlahir
163 Benua Utara
164 Sekte Chu
165 Wakil Sekte Yin
166 Menyelidiki Sekte Yin
167 Kristal inti Es
168 Kembali ke Sekte Chu
169 Menghabisi Sekte Yin
170 Mengungkapkan Jati Diri
171 Ye Chen v Raja Iblis Youpi
172 Tehnik Bayangan
173 Raja Iblis Youpi Tewas
174 Puteri Jia Jia
175 Menyalin Peta
176 Suasana Yang Canggung
177 Perpisahan Dengan Puteri Jia Jia
178 Puteri Jia Menolak
179 Mencari Jejak Aura Raja Iblis
180 Di Rumah Makan
181 Menjadi Kaisar?
182 Kawanan Siluman Menyerbu
183 Siluman Kerbau
184 Daging Kirin Panggang
185 Tuan, Anda Harus Berkata "Bangunlah"
186 Menginjakkan Kaki di Alam Peri
187 Kirin Menyerang Alam Peri
188 Ikut Dalam Pertempuran
189 Dia Keponakanku
190 Membebaskan Panglima Muda
191 Kaisar Setuju
192 Seratus Tingkat Surgawi Awal
193 Mengundurkan Diri
194 Ke Alam Langit Bersama Lin Yungtao
195 Ruoyi dan Ayahnya
196 Kelompok Penculik
197 Divisi Informasi
198 Mencoba Tehnik Segel
199 Misi Rendahan
200 Adik Yue
201 Yue Diculik
202 Tehnik Langkah Cahaya
203 Akhirnya Muncul
204 Rahasia Kelompok Penjahat
205 Panglima Perang Giro
206 Lautan Api di Kediaman Kepala Beng
207 Segel Jiwa Sukses
208 Terima Kasih Kakak Chen
209 Seleksi Murid akademi
210 Membius Peserta Seleksi
211 Menjadi Murid Akademi
212 Ye Chen Yang Tak Tahu Apa-apa
213 Tradisi Akademi Langit
214 Kawanan Iblis Muncul
215 Meminta Belati
216 Menemukan Celah Dimensi
217 Siluman Treggiling Batu
218 Belati Putih
219 Guru Baji v Raja Iblis Sumo
220 Puncak Pertempuran
221 Selamat Tinggal Baojing
222 Mengikuti Kelas Akademi
223 Memberi Pelajaran Kepada Instruktur
224 Teknik Formasi
225 Senior Chen
226 Misi ke Desa Simao
227 Markas Makhluk Terkutuk
228 Pembagian Pil
229 Manjadi Penyidik Akademi
230 Rencana Tetua Lan
231 Raja Iblis Mema
232 Teknik Tubuh Api Kirin
233 Akhir Cerita Lima Iblis
234 Pelajaran Untuk Murid Dalam
235 Insiden di Dapur Akademi
236 Praktik Dan Teori Teknik Belati
237 Pertemuan Para Iblis
238 Puteri Jia Terluka
239 Inti Naga Air
240 Pertempuran Berakhir
241 Alam Peri Dalam Bahaya
242 Menyusup ke Istana
243 Perang Dimulai
244 Perang Satu Hari
245 Pertempuran Puncak
246 Ye Chen v Sirio
247 Suar Penentu Kemenangan
248 Menteri Kun Tewas
249 Kemenangan Istana
250 Akhir Dari Sirio
251 Bergerak Mati!
252 Leluhur Ras Peri Muncul
253 Ratu Jiajia
254 Gerakan Ratu
255 Ye Chen v Petinggi Desa Ye
256 Menuju Wilayah Selatan
257 Perbatasan Wilayah
258 Hujan Petir
259 Iblis Empat Lengan
260 Membantu Menerobos
261 Iblis Kraten
262 Rahasia Hukum di Laut Mati
263 Hukum Kehampaan
264 Bertemu Masalah
265 Pilar Lubang Hitam
266 Hukum di Dalam Hukum
267 Warisan
268 Draft
269 Efek Pil Darah
270 Bertemu Yue Kembali
271 Rapat Keluarga Tianmeng
272 Tunangan Yue
273 Sumber daya Elemen Petir
274 Menara Api
275 Rahasia Menara Api
276 Membakar Api Dengan Api
277 keberhasilan Yue
278 Pembukaan Dimensi Lain
279 Aturan Sebelum Berangkat
280 Sekte Api Abadi
281 Menjadi Murid Terluar
282 Sangat Susah
283 Sedikit Informasi
284 Perpustakaan Murid Dalam
285 Memilih Teknik Pertempuran
286 Berdebat
287 Membantu Ketua Bong
288 Turnamen Lima Sekte
289 Persiapan
290 Seleksi Sekte
291 Teknik Pilar Api
292 Cambuk Api
293 Hanya Dua Wakil
294 Tetua Bai
295 Kolam Jiwa
296 Kultivasi Jiwa
297 Waktunya Berangkat
298 Pemahaman Lima Elemen Alam
299 Munculnya Aura Yang Tak Asing
300 Pintu Dimensi Terbuka
301 Perseteruan Lima Patriark
302 Latihan Untuk Yue
303 Gabungan Teknik Elemen
304 Keputusan
305 Menjadi Penghubung
306 Menyusun Portal Selesai
307 Mencari Informasi
308 Menyamarkan Menjadi Keluarga Bai
309 Menjadi tetua Keluarga Bai
310 Mengacaukan Pertemuan
311 Batu Inti Kolam Jiwa
312 Hancurnya Sekte Lautan Air
313 Patriark Su Terpojok
314 Menyerang Semuanya
315 Kenang-Kenganan
316 Meratakan Kediaman Bai
317 Memasuki Dimensi Lima Elemen
318 Bertemu Musuh Lama
319 Jiwa-jiwa Yang Terkutuk
320 Rahasia Dimensi Lima Elemen
321 Jalan Lain
322 Mendapat Pengakuan
323 Lorong Kehampaan
324 Keluar
325 Kota Siang
326 Undangan Tuan Kota
327 Menantang Duel
328 Giliran Kepala Keluarga Du
329 Serangan Jiwa
330 Hasrat Membunuh
331 Meminta Kompensasi
332 Leluhur Du
333 Sekte Pengobatan Ilahi
334 Perbedaan Tingkatan Kultivasi
335 Ujian Berlanjut
336 Merebut Gulungan
337 Sepuluh Besar
338 Menyelesaikan Dengan Cambuk Api
339 Permintaan Tuan Tang
340 Tujuan Sebenarnya Dari Kompetisi
341 Dimensi Perang Kuno
342 Penuh Dengan Harta Langka
343 Bertemu Sesama Anggota
344 Sekte Api Langit
345 Teknik 3000 Api
346 Mencoba Teknik Baru
347 Buah Bunga Hitam
348 Tunggu Sebentar Lagi
349 Lebih Baik Menunggu Daripada Berkeliaran
350 Potensi Hong Shin
351 Hutan Kematian
352 Warisan Ras Iblis
353 Mayat Iblis
354 Munculnya Raja Mayat
355 Membantu Raja Mayat menerobos
356 Namamu Adalah Lan lan
357 Gundukan Makam
358 Peti Mati dan Rahasianya
359 Leluhur Iblis
360 Kamu Tidak Terlalu Kuat
361 Esensi Kabut Darah
362 Mengejar Leluhur Iblis
363 Makan Sedikit Saja
364 Garis Darah Murni
365 Segel Pemurni Iblis
366 Warisan Leluhur Dewa Obat
367 Kultivasi Jiwa
368 Kemunculan Yemin
369 Selalu Mencari Masalah
370 Gabungan Dua Unsur
371 Dikepung Dua Kelompok
372 Itu Memang Tungku Pemurnian
373 Rahasia Tungku Penyulingan
374 Esensi Yang Melimpah
375 Semuanya Berhasil
376 Warisan Lain
377 Fitnah Murid-murid Satu Sekte
378 Menambahkan Unsur Angin
379 Kembali Pulang
380 Keterangan Yang Meragukan
381 Tanyakan Pada Mereka
382 Mencari Jejak Sekte Api
383 Masalah di Kapal Terbang
384 Melenyapkan Masalah
385 Maju Selangkah Lagi, kamu Kubunuh
386 Meninggalkan Kapal Terbang
387 Memecahkan Formasi Gerbang Teleportasi
388 Menggunakan Teknik Baru
389 Hutang Asosiasi Bulu Terbang Harus Selesai
390 Aura Membunuh Yang Meresahkan
391 Harta Rampasan
392 Lanlan Disegel
393 Rencana Tetua Sekte
394 Rencana Pembersihan Sekte
395 Pencarian Dimulai
396 Dua Tetua
397 Alasan Yue Dibawa Pergi
398 Hanya Formasi Untuk Anak Kecil
399 Area Ruang Tahanan
400 Patriark Terbangun
401 Jing Beraksi
402 Ini Bisa Melemahkan Segel Yue
403 Perubahan Formasi Yang Tidak Berarti
404 Mengakhiri Perlawanan
405 Rahasia Menghilangnya Yue
406 Penusnahan Total
407 Sekte Api Abadi Bergerak
408 Munculnya Masalah Baru
409 Ruang Rahasia
410 Bereskan Mereka
411 Masalah Harus Selesai Sampai Akar
412 Langsung Menuju Markas Rumah Langit
413 Membersihkan Semuanya
Episodes

Updated 413 Episodes

1
Perang Besar
2
Tidak Seperti Anak Seusianya
3
Buah Kehidupan
4
Pengungsi
5
Situasi Tiga Benua
6
Desa Ye
7
Mulai Berkultivasi
8
Pembunuhan Pertama
9
Mengatur Kelompok Alkemis
10
Tungku Pil
11
Dimensi Cincin
12
Tingkat Perak
13
Api Abadi
14
Tungku Yin Yang dan Pil Kehidupan Surga
15
Arak Khusus Ciptaan Ye Chen
16
Aku Adalah Pewaris Tahta?
17
Melamar?
18
Kultivator Desa Ye
19
Siasat Yang...
20
Tak Ada Yang Boleh Mati
21
Mengerikan.. Tuan Muda, Apakah Itu Anda?
22
Inilah Batasku
23
Hilangnya Dimensi Batu Jajar
24
Hari Bahagia
25
Pasukan Inti Desa Ye
26
Xiao Yun di Tawan
27
Menyelamatkan Xiao Yun
28
Rencana Ye Chen
29
Informasi Sekte Racun Darah
30
Dimensi Kekaisaran Akan di Buka
31
Rumah Makan Pelangi
32
Tehnik Pedang Terbang
33
Siluman Kuda Bertanduk Dua
34
Panglima Muda Du
35
Kawanan Macan Belang
36
Kantung Dimensi
37
Naga Air dan Phoenix Api
38
Inti Kehidupan
39
Formasi Waktu
40
Pemukiman Pemburu
41
Gulungan Peta
42
Tehnik Telepati
43
Desa Bunga
44
Siluman Angsa Pelangi
45
Song Fei Yang Harum Mewangi
46
Penawar Racun
47
Kota Kenanga
48
Di Tepi Telaga
49
Lu Jia Li
50
Paviliun Teratai
51
Saham Paviliun Teratai
52
Arak Yang Istimewa
53
Dua Orang Sampah
54
Kerja Sama Yang Gagal
55
Haruskah Ia tinggal Di Kamarku?
56
Latihan Bersama
57
Peyelidikan Ye Chen
58
Di Kamar Gu Xia
59
Penyelamatan Ketua Gu Liang
60
Membersihkan Gedung Paviliun Teratai
61
Kecewa
62
Bandit Hutan Dan Murid-murid Akademi
63
Ma Dong Mulai Berlatih
64
Lu Jia Li Terbunuh?
65
Ye Chen vs Menteri Su
66
Menerobos ke Tahap Tinggi
67
Menteri Su Menyerah
68
Akademi Kekaisaran? Aku Menolak
69
Mengobati Kaisar
70
Hais Merepotkan Saja
71
Song Fei, Apa Kau Baik-Baik Saja?
72
Lu Jiao Pulih Kembali
73
Berlatih Kembali
74
Lu Ping Yang Tidak Sadar
75
Masalah Dengan Anak Tuan Kota
76
Aku Mendukungmu
77
Hadiah
78
Kembali Ke Desa Bunga
79
Orang-orang Bertudung Kepala
80
Sekte Kegelapan
81
Obat Tidur
82
Gedung Kiri
83
Membawa Song Fei
84
Bersiaplah
85
Aura Yang Familiar
86
Serum Kegelapan
87
Rombongan Panglima Cia Tiba
88
Artefak Pangeran Kegelapan
89
Rencana
90
Menyerang Sekte Kegelapan
91
Pertempuran Dimulai
92
Hancurnya Sekte Kegelapan
93
Kembali ke Desa Ye
94
Kota Qingyun
95
Rumah Lelang
96
Perseteruan di Dalam Ruang Lelang
97
Menyelesaikan Masalah
98
Tehnik Belati Iblis
99
Akademi Kekaisaran Han
100
Pemilik Rumah Lelang
101
Konflik Dengan Rumah Alkemis
102
Tetua Kam Bergabung
103
Datang Berkunjung
104
Han Le, Pimpinan Akademi Kekaisaran
105
Membakar Tetua Ong
106
Han Meilan
107
Sambutan Penjaga Desa Ye
108
Perkenalan
109
Hukuman Untuk Ye Chen
110
Tingkat Langit di Desa Ye
111
Dimensi Kristal Roh
112
Kristal Roh Ungu
113
Tingkat Suci Tahap Awal
114
Menyelesaikan Pemimpin Dimensi
115
Sekte Teratai
116
Ada Apa Dengan Peta?
117
Masalah Dengan Sekte Teratai
118
Kota Shinyang
119
Artefak Berisi Peta
120
Kehancuran Dua Sekte
121
Tikus Gurun Menyerah
122
Meninggalkan Kota Shinyang
123
Syarat Ikut Pelelangan
124
Masalah Sumber Daya
125
Suasana Pelelangan
126
Kemelut di Bagian Selatan
127
Pengungsi Pertama dan Terakhir
128
Perahu Terbang
129
Masakan Pertama di Perahu Terbang
130
Arak Yang Berevolusi
131
Wilayah Ye
132
Metode Kultivasi
133
Menghukum Penyusup
134
Keputusan He Liang
135
Lokasi Akar Abadi Kedua
136
Jejaknya Menghilang
137
Keberhasilan Jiang Ji
138
Tehnik Tapak Teratai v Tehnik Pedang Petir
139
Ye Chen v Tetua Luar
140
Sedikit Titik Terang
141
Penduduk Baru di Wilayah Ye
142
Aturan Baru
143
Meninggalkan Wilayah
144
Kerja Kerja Kerja
145
Akar Abadi Ketiga
146
Segel Pengikat Jiwa
147
Masa Lalu
148
Raja Iblis
149
Guru Baji
150
Penghalang Berlapis
151
Penatua Xiao Mendatangi Desa Ye
152
Kebahagiaan Xiao Yun
153
Pertemuan Ayah dan Anak
154
Mengganti Segel Pelindung
155
Guru Baji v Ye Chen
156
Rahasia Kunci Portal
157
Sangat Kuat
158
Tehnik Tapak Semesta
159
Penatua Xiao Tidak Terlibat
160
Hampir Saja
161
Ruang Gelap
162
Raja Iblis Sejati Terlahir
163
Benua Utara
164
Sekte Chu
165
Wakil Sekte Yin
166
Menyelidiki Sekte Yin
167
Kristal inti Es
168
Kembali ke Sekte Chu
169
Menghabisi Sekte Yin
170
Mengungkapkan Jati Diri
171
Ye Chen v Raja Iblis Youpi
172
Tehnik Bayangan
173
Raja Iblis Youpi Tewas
174
Puteri Jia Jia
175
Menyalin Peta
176
Suasana Yang Canggung
177
Perpisahan Dengan Puteri Jia Jia
178
Puteri Jia Menolak
179
Mencari Jejak Aura Raja Iblis
180
Di Rumah Makan
181
Menjadi Kaisar?
182
Kawanan Siluman Menyerbu
183
Siluman Kerbau
184
Daging Kirin Panggang
185
Tuan, Anda Harus Berkata "Bangunlah"
186
Menginjakkan Kaki di Alam Peri
187
Kirin Menyerang Alam Peri
188
Ikut Dalam Pertempuran
189
Dia Keponakanku
190
Membebaskan Panglima Muda
191
Kaisar Setuju
192
Seratus Tingkat Surgawi Awal
193
Mengundurkan Diri
194
Ke Alam Langit Bersama Lin Yungtao
195
Ruoyi dan Ayahnya
196
Kelompok Penculik
197
Divisi Informasi
198
Mencoba Tehnik Segel
199
Misi Rendahan
200
Adik Yue
201
Yue Diculik
202
Tehnik Langkah Cahaya
203
Akhirnya Muncul
204
Rahasia Kelompok Penjahat
205
Panglima Perang Giro
206
Lautan Api di Kediaman Kepala Beng
207
Segel Jiwa Sukses
208
Terima Kasih Kakak Chen
209
Seleksi Murid akademi
210
Membius Peserta Seleksi
211
Menjadi Murid Akademi
212
Ye Chen Yang Tak Tahu Apa-apa
213
Tradisi Akademi Langit
214
Kawanan Iblis Muncul
215
Meminta Belati
216
Menemukan Celah Dimensi
217
Siluman Treggiling Batu
218
Belati Putih
219
Guru Baji v Raja Iblis Sumo
220
Puncak Pertempuran
221
Selamat Tinggal Baojing
222
Mengikuti Kelas Akademi
223
Memberi Pelajaran Kepada Instruktur
224
Teknik Formasi
225
Senior Chen
226
Misi ke Desa Simao
227
Markas Makhluk Terkutuk
228
Pembagian Pil
229
Manjadi Penyidik Akademi
230
Rencana Tetua Lan
231
Raja Iblis Mema
232
Teknik Tubuh Api Kirin
233
Akhir Cerita Lima Iblis
234
Pelajaran Untuk Murid Dalam
235
Insiden di Dapur Akademi
236
Praktik Dan Teori Teknik Belati
237
Pertemuan Para Iblis
238
Puteri Jia Terluka
239
Inti Naga Air
240
Pertempuran Berakhir
241
Alam Peri Dalam Bahaya
242
Menyusup ke Istana
243
Perang Dimulai
244
Perang Satu Hari
245
Pertempuran Puncak
246
Ye Chen v Sirio
247
Suar Penentu Kemenangan
248
Menteri Kun Tewas
249
Kemenangan Istana
250
Akhir Dari Sirio
251
Bergerak Mati!
252
Leluhur Ras Peri Muncul
253
Ratu Jiajia
254
Gerakan Ratu
255
Ye Chen v Petinggi Desa Ye
256
Menuju Wilayah Selatan
257
Perbatasan Wilayah
258
Hujan Petir
259
Iblis Empat Lengan
260
Membantu Menerobos
261
Iblis Kraten
262
Rahasia Hukum di Laut Mati
263
Hukum Kehampaan
264
Bertemu Masalah
265
Pilar Lubang Hitam
266
Hukum di Dalam Hukum
267
Warisan
268
Draft
269
Efek Pil Darah
270
Bertemu Yue Kembali
271
Rapat Keluarga Tianmeng
272
Tunangan Yue
273
Sumber daya Elemen Petir
274
Menara Api
275
Rahasia Menara Api
276
Membakar Api Dengan Api
277
keberhasilan Yue
278
Pembukaan Dimensi Lain
279
Aturan Sebelum Berangkat
280
Sekte Api Abadi
281
Menjadi Murid Terluar
282
Sangat Susah
283
Sedikit Informasi
284
Perpustakaan Murid Dalam
285
Memilih Teknik Pertempuran
286
Berdebat
287
Membantu Ketua Bong
288
Turnamen Lima Sekte
289
Persiapan
290
Seleksi Sekte
291
Teknik Pilar Api
292
Cambuk Api
293
Hanya Dua Wakil
294
Tetua Bai
295
Kolam Jiwa
296
Kultivasi Jiwa
297
Waktunya Berangkat
298
Pemahaman Lima Elemen Alam
299
Munculnya Aura Yang Tak Asing
300
Pintu Dimensi Terbuka
301
Perseteruan Lima Patriark
302
Latihan Untuk Yue
303
Gabungan Teknik Elemen
304
Keputusan
305
Menjadi Penghubung
306
Menyusun Portal Selesai
307
Mencari Informasi
308
Menyamarkan Menjadi Keluarga Bai
309
Menjadi tetua Keluarga Bai
310
Mengacaukan Pertemuan
311
Batu Inti Kolam Jiwa
312
Hancurnya Sekte Lautan Air
313
Patriark Su Terpojok
314
Menyerang Semuanya
315
Kenang-Kenganan
316
Meratakan Kediaman Bai
317
Memasuki Dimensi Lima Elemen
318
Bertemu Musuh Lama
319
Jiwa-jiwa Yang Terkutuk
320
Rahasia Dimensi Lima Elemen
321
Jalan Lain
322
Mendapat Pengakuan
323
Lorong Kehampaan
324
Keluar
325
Kota Siang
326
Undangan Tuan Kota
327
Menantang Duel
328
Giliran Kepala Keluarga Du
329
Serangan Jiwa
330
Hasrat Membunuh
331
Meminta Kompensasi
332
Leluhur Du
333
Sekte Pengobatan Ilahi
334
Perbedaan Tingkatan Kultivasi
335
Ujian Berlanjut
336
Merebut Gulungan
337
Sepuluh Besar
338
Menyelesaikan Dengan Cambuk Api
339
Permintaan Tuan Tang
340
Tujuan Sebenarnya Dari Kompetisi
341
Dimensi Perang Kuno
342
Penuh Dengan Harta Langka
343
Bertemu Sesama Anggota
344
Sekte Api Langit
345
Teknik 3000 Api
346
Mencoba Teknik Baru
347
Buah Bunga Hitam
348
Tunggu Sebentar Lagi
349
Lebih Baik Menunggu Daripada Berkeliaran
350
Potensi Hong Shin
351
Hutan Kematian
352
Warisan Ras Iblis
353
Mayat Iblis
354
Munculnya Raja Mayat
355
Membantu Raja Mayat menerobos
356
Namamu Adalah Lan lan
357
Gundukan Makam
358
Peti Mati dan Rahasianya
359
Leluhur Iblis
360
Kamu Tidak Terlalu Kuat
361
Esensi Kabut Darah
362
Mengejar Leluhur Iblis
363
Makan Sedikit Saja
364
Garis Darah Murni
365
Segel Pemurni Iblis
366
Warisan Leluhur Dewa Obat
367
Kultivasi Jiwa
368
Kemunculan Yemin
369
Selalu Mencari Masalah
370
Gabungan Dua Unsur
371
Dikepung Dua Kelompok
372
Itu Memang Tungku Pemurnian
373
Rahasia Tungku Penyulingan
374
Esensi Yang Melimpah
375
Semuanya Berhasil
376
Warisan Lain
377
Fitnah Murid-murid Satu Sekte
378
Menambahkan Unsur Angin
379
Kembali Pulang
380
Keterangan Yang Meragukan
381
Tanyakan Pada Mereka
382
Mencari Jejak Sekte Api
383
Masalah di Kapal Terbang
384
Melenyapkan Masalah
385
Maju Selangkah Lagi, kamu Kubunuh
386
Meninggalkan Kapal Terbang
387
Memecahkan Formasi Gerbang Teleportasi
388
Menggunakan Teknik Baru
389
Hutang Asosiasi Bulu Terbang Harus Selesai
390
Aura Membunuh Yang Meresahkan
391
Harta Rampasan
392
Lanlan Disegel
393
Rencana Tetua Sekte
394
Rencana Pembersihan Sekte
395
Pencarian Dimulai
396
Dua Tetua
397
Alasan Yue Dibawa Pergi
398
Hanya Formasi Untuk Anak Kecil
399
Area Ruang Tahanan
400
Patriark Terbangun
401
Jing Beraksi
402
Ini Bisa Melemahkan Segel Yue
403
Perubahan Formasi Yang Tidak Berarti
404
Mengakhiri Perlawanan
405
Rahasia Menghilangnya Yue
406
Penusnahan Total
407
Sekte Api Abadi Bergerak
408
Munculnya Masalah Baru
409
Ruang Rahasia
410
Bereskan Mereka
411
Masalah Harus Selesai Sampai Akar
412
Langsung Menuju Markas Rumah Langit
413
Membersihkan Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!