19. Luka dalam.

"Ion" kata Lingga kecil.

"Minion? Lingga mau Minion?" tanya Netta.

Lingga menggeleng kesal karena mamanya tak kunjung paham maksud ucapannya.

"Apa sih nak? Mama nggak tau" Netta pun gemas melihat putranya.

Ya sudah, ayo ikut Papa saja" Bang Rico pun menggendong Lingga agar tidak berdebat dengan mamanya.

...

Bang Yudha terbayang wajah si kecil Lingga hingga ia terus gelisah. Gelas kopi di tangannya hanya ia putar saja hingga isinya menjadi dingin.

flashback on..

Bang Yudha mendudukkan Lingga di pangkuannya. Ada wangi familiar menusuk hidungnya. Tangannya mengusap lutut Lingga.

"Pintar sekali. Jagoan nggak boleh nangis. Itu baru laki-laki kuat" ucapnya padahal dirinya sendiri tak sekuat itu.

Mata Bang Yudha tak sengaja memandang kalung di dalam kemeja Lingga. Matanya berkedip ulang saat tak sengaja melihat nama Netta disana.

"Benarkah itu nama Netta?" gumam Bang Yudha. Ada nomer ponsel tertera disana. Secepat kilat otak cerdasnya menghapal nomer ponsel itu dengan cepat.

"Den Lingga.. Ya Allah untung ketemu" bibi hampir menangis saat melihat Lingga.

"Terima kasih ya Pak" ucap bibi.

"Sama-sama bi. Oiya.. bibi disini kerja dengan orang negeri sendiri?" tanya Bang Yudha yang langsung menangkap jelas keadaan yang terjadi.

"Benar pak." jawab Bibi.

"Bibi tinggal dimana?"

"Maaf pak, Tuan meminta saya untuk menjaga identitas kami"

Bang Yudha tidak bisa berbuat apapun tapi kalung yang berada di leher Lingga membuatnya penasaran.

flashback off..

"Apa Netta disini?? Apa mungkin benar itu anak Netta, tapi anak itu terlalu besar. Kalau di hitung dari HPL. Benarkah dia......"

"Aahh.. pusing sekali aku memikirkan nya" Bang Yudha mengacak rambutku lalu meminum kopi hitamnya.

***

Netta melihat Bang Rico begitu dekat dengan Lingga. Mereka berdua bercanda layaknya anak dan bapak. Hatinya terasa teriris perih melihat kebersamaan mereka.

"Eehh.. Mama sudah kerja tugas. Papa dapat IB long weekend nih ma. Mama mau nggak kalau kita jalan-jalan ke Yakutsk..!!" ajak Bang Rico.

"Itu dingin sekali Bang. Lingga nggak akan kuat" kata Netta.

"Tenang, Abang sudah siapkan semua"

"Kenapa tiba-tiba ada rencana seperti ini?" tanya Netta.

"Setelah long weekend ini, kami anggota yang sedang ikut pendidikan akan mengadakan penataran dan latihan luar gabungan serta penutupan kegiatan selama satu bulan" jawab Bang Rico.

"Dek.. Abang akan temui Bang Yudha."

"Untuk apa Abang menemuinya??" Netta bersikap sinis saat mendengar nama Bang Yudha.

"Sejak Abang tau tentang kamu, Abang memang sudah menghubungi Bang Yudha melalui email dan Abang sudah mengakui kalau kamu sedang bersama Abang, tapi tak ada satu pun jawaban dari Bang Yudha."

Netta langsung terdiam. Ada hati yang tidak bisa ia ungkapkan satu persatu bagaimana sakitnya. Hatinya menang terasa sakit karena Bang Yudha sudah menghabisi nyawa ibunya, tapi harus ia akui ada hati yang berharap bahwa pria itu mau mencari dan menemuinya tapi setelah detik ini, rasa itu pupus karena Bang Rico yang sudah mengirim email pun tidak di tanggapi, dengan kata lain.. Bang Yudha tidak menyesali dan menginginkan perpisahan ini.

Mungkin saat ini Abang sedang tersenyum atau sudah berbahagia dengan wanita lain sedangkan aku disini terus memikirkan Bang Yudha. Kenapa aku begitu berharap pria seperti itu bisa mencintaiku. Tak mungkin aku yang 'musuhnya' akan menjadi ratu di hatinya.

"Nggak usah di cari Bang. Netta anggap Bang Yudha sudah mati" ucapnya berlinang air mata.

"Tapi dek, Abang juga butuh kejelasan statusmu. Jangan sampai Abang melarikan istri orang" jawab Bang Rico.

"Apakah Abang ada bukti kalau Netta istri orang? Bang Yudha sudah mengijinkan Netta pergi"

"Jika Bang Yudha mengusirmu dengan amarah, maka tidak jatuh talak apalagi Bang Yudha tidak mengucapkan kata pisah itu. Itu juga berarti pikiran nya sedang tidak dalam keadaan stabil. Lalu bagaimana kemarin dek"

"Abang tidak marah dan meminta Netta pergi.. dengan sadar" jawab Netta.

Seketika Bang Rico memeluk Netta, ia pahami perasaan wanita yang begitu ia cintai itu.

"Apapun yang terjadi, Abang akan berada di sampingmu"

...

"Bang Yud.. bolehkah Zahra punya perasaan untuk Abang"

"Abang tidak melarang kamu punya perasaan, tapi.. Abang takut kamu akan sakit hati karena hati Abang hanya untuk Netta seorang, sudah tertutup untuk wanita lain" jawab Bang Yudha.

"Tapi Netta tak pernah kembali dan Abang tidak tau kabarnya sampai saat ini."

"Abang tidak mau menerka sebuah berita jika tidak melihat langsung. Kami harus bertemu dan kembali bicara berdua" kata Bang Yudha sembari menyentuh kedua tangan Zahra.

"Zahra.. kamu adalah wanita yang cantik.. sangat cantik, tapi maaf.. terdalam dalam cinta Abang untuk Netta"

"Bagaimana kalau dia menikah dengan pria lain? Apa Abang masih sanggup untuk mencintai dia?" tanya Zahra.

"Saat tak bersama Abang, dia pergi dari Abang.. Abang tau, dia butuh perhatian.. yang bisa menenangkan hatinya. Tapi kalau untuk menikah.. itu tidak mungkin. Karena...."

...

Hawa di Yakutsk begitu dingin. Bang Yudha hanya berguling di ranjang, pikirannya terbayang wajah sang istri, rindu di dada terasa memuncak membuatnya hampir gila rasanya.

"Kamu dimana dek? Abang rindu sekali sama kamu. Kapan Tuhan akan pertemukan kita? Abang sudah tidak kuat disiksa rindu" Bang Yudha kembali berguling membayangkan Netta, tangannya menggenggam kuat foto USG sang wanita yang begitu ia cintai itu.

***

Para siswa sudah berangkat ke kota Yakutsk, hawa disana begitu dingin.

"Adek baik-baik ya sama Mama. Tunggu bulan depan Papa pulang" ucap Bang Winata menyapa buah hatinya dalam sambungan telepon.

Bang Yudha menghembuskan asap rokoknya tersenyum getir melihat Bang Winata bisa menyapa sang putra meskipun hanya lewat ponsel. Tak lama ia melihat seorang anak kecil di tengah padang salju sedang kesulitan bergerak karena kakinya terjerat sesuatu tapi anak itu tidak menangis. Bang Yudha berdiri dan segera membantunya.

"Lingga..!!!!" Tak disangka pria kecil itu adalah Lingga.

"Kamu sama siapa kesini?" tanya Bang Yudha cukup cemas.

"What??" tanya Lingga.

"Gaya sekali ini bocah" gumam Bang Yudha.

"Who are you here with?" tanya Bang Yudha.

"Pap and Mam" jawab Lingga dengan pintarnya.

"Lingga.. le..!!!" sapa seorang pria disana nampak kebingungan mencari Lingga.

"Ada nggak Bang?" tanya seorang wanita kebingungan.

"Abang juga cari nih dek"

"Kenapa Abang ajak main salju???" tegur Netta.

"Dia yang minta. Abang tinggal angkat telepon tapi sudah nggak ada"

Bang Yudha menggendong Lingga dan memperhatikan wajah itu baik-baik. Ia berjalan menghampiri Netta dan Rico. Hatinya terasa sangat sakit melihat keduanya.

"Apa kabar dek?" sapa Bang Yudha dan membuat Netta menoleh ke arahnya. Begitu juga dengan Bang Rico.

"Rico.. ini putramu" sapa Bang Yudha.

"Siap Abang..!! Terima kasih" Bang Rico segera mengulurkan tangannya saat menyerahkan Lingga, tapi pria kecil itu memeluk erat Bang Yudha seakan tak ingin berpisah. Bang Rico mundur tak berani berbuat lebih.

"Lingga.. ikut Mama..!!!" bentak Netta kuat dan melepas paksa pelukan itu.

"Ikuut ii..oonn"

"Linggaa..!!!!!!!"

"Jangan di kasar dek. Biar Abang yang bujuk" pinta Bang Yudha. Ia mengajak Lingga sedikit menjauh dan membujuk pria kecil itu. Melihat itu Netta menangis terisak sampai akhirnya Bang Rico memeluk Netta.

Ada hati yang begitu sakit melihat Netta dalam dekapan pria lain, tapi ia seolah tak tau.. tak melihat apa yang terjadi.

"Jelaskan.. kenapa hatiku sakit melihatmu, tapi aku sayang padamu. Apa hanya Papamu Rico yang bisa menaklukan hati Venus?" tanya Bang Yudha tak terasa menitikan air mata.

Ada tangan kecil menghapus air mata itu.

"Ca_yang ion"

"Kamu sayang aku??"

Lingga kecil menggangguk.

"Terima kasih jagoan" jawab Bang Yudha memaksakan senyum getir di wajahnya.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Mira Lusia

Mira Lusia

yg kayak gini nih yg bikin aku gak kuatt..semangat ya bang yudha🥰🥰

2024-05-16

0

timbuljaya

timbuljaya

ikatan batin itu kuat.

2022-09-12

1

Lani Kusmaryani

Lani Kusmaryani

aaahhhh nara jahat mewek aq😭😭😭

2022-01-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!