6. Inginkan kamu.

"Kau.. akan kupindahkan ke perbatasan.. ke ujung timur negara...!!!" bentak komandan yang masih memegangi rahangnya karena giginya terlepas satu.

"Siap laksanakan..!!!" jawab Bang Yudha pasrah tanpa perlawanan.

"Dasar prajurit tak bermoral..!!" ejek komandan saking kesalnya.

-_-_-_-_-_-

"Aku nggak biasa makan nasi bungkus" tolak Netta saat Bang Yudha membawakannya nasi Padang.

"Kamu mau apa?"

"Salad"

"Anak kita butuh banyak gizi. Jangan hanya diet saja yang ada di pikiranmu" tegur lembut Bang Yudha.

"Netta nggak bisa makan nasi. Mual..!!" tolak Netta.

"Kamu mau makan apa? Asalkan kamu bisa makan, Abang carikan..!!"

"Katakan dulu, siapa Abang sebenarnya..!!"

"Jangan keluar dari jalur. Ini soal anak kita, tidak perlu bahas yang lain..!!" jawab Bang Yudha.

Netta bersandar lemas di sofa tapi tetap bersikeras menolak bantuan Bang Yudha.

Bang Winata hanya bisa mengintip dari balik pintu kamar. Hatinya tak karuan menghadapi situasi rumit ini.

...

"Titik hitam itu calon bayi bapak dan ibu. Masih sangat kecil dan rentan. Tiga bulan pertama masih sangat beresiko" kata dokter.

"Tapi Mamanya nggak mau makan dok. Bau nasi seketika itu juga mual" tanya Bang Yudha.

"Itu keluhan awal kehamilan Pak, kita biasa kenal dengan istilah mengidam. Jadi bapak harus lebih sabar, ibu juga pastinya lebih sensitif."

"Siap dok.. saya paham" Mata Bang Yudha berkaca-kaca. Calon bayinya memang belum terlihat jelas rupa dan bagian tubuhnya, tapi ada rasa berbeda yang ia rasakan, layaknya ayah dan anak.. ada rasa sayang dan ikatan batin antara Bang Yudha dan calon anaknya.

"Saya minta foto USG nya dok..!!"

Arnetta pun merasakan hal yang sama, tapi bedanya.. di lubuk hatinya yang terdalam, tak tau apa alasannya, ia ingin selalu dekat dengan Bang Yudha.

...

Malam itu juga Bang Yudha langsung menerima surat mutasi karena mengalami gagal misi. Skep khusus kepindahannya karena di anggap lalai dalam tugas. Ia di tugaskan dalam distrik terpencil dan jauh dari akses manapun.

"Kamu tidak bisa bawa Netta kesana..!!" cegah Bang Winata.

"Nikahkan aku sama Netta agar aku bisa membawanya..!!" pinta Bang Yudha.

"Netta nggak biasa hidup susah. Dia nona yang terbiasa mendapatkan fasilitas memadai, tidak pernah hidup di jalan becek, tak tau bagaimana rasanya hidup di rumah yang atapnya bocor, kekurangan air" ucap Bang Winata mengingatkan littingnya.

"Oke.. semua pilihan ada di tanganmu pot. Tapi aku sudah katakan, menikahi adikmu bukan hal yang main-main. Menurut mu membiarkan adikmu hamil tanpa suami apa suatu keputusan yang benar?"

"Aku bisa mengurus adikku sendiri. Kau pergi saja. Anak yang ada dalam kandungan Netta tetap darah Winata" jawab Bang Winata.

"Netta ikut Bang Ori.." Netta berdiri dan memutuskan pilihannya.

"Kamu jangan asal memutuskan, kamu nggak tau sulitnya hidup di perbatasan" cegah Bang Winata.

"Netta ikut Bang Ori" ucapnya menegaskan sekali lagi.

Bang Winata memijat pelipisnya, kini keputusan terakhir ada di tangannya. Papa sudah tidak mau di hubungi dan hanya dirinya yang menjadi wali Netta satu-satunya.

"Sampai kau buat adik ku menangis.. kau akan habis di tanganku pot..!!!" ancam Bang Winata.

"Kalau kamu mengenalku, harusnya kamu tidak meragukanku" jawab Bang Yudha.

***

Bang Yudha duduk berhadap-hadapan dengan Bang Winata. Tangan mereka terlepas usai ijab qobul. Kini Netta sudah sah menjadi istri littingnya. Istri siri Lettu Armedya Yudha K.

"Aku hanya memberimu waktu satu bulan saja. Cepat naikan status adikku..!!"

"Akan ku urus di tempat yang baru" janji Bang Yudha.

Berat terasa menyelimuti hati Bang Winata, ia belum mengikhlaskan adik perempuan satu-satunya menikah. Banyak hal yang menjadi pergulatan dalam batinnya.

"Netta masih belasan tahun. Seharusnya dia masih menginjak bangku SMA. Yang kutahu.. sahabatnya hanya Anya karena Papa tidak menyekolahkan Netta di sekolah umum. Adikku terbiasa menjadi nona, ia akan sulit adaptasi dengan lingkungan kita. Apalagi dari anak-anak lalu menjadi istri seorang tentara. Sabar kah kamu menghadapi adik ku?" tanya Bang Winata.

"Aku terima resikonya" jawab tegas Bang Yudha.

...

Bang Yudha lumayan cemas melihat Netta kembali muntah hebat.

"Apa kamu tidak usah ikut Abang? Disana kamu sudah dek"

"Netta pengen ikut Abang, Netta mual, Abang mau lepas tanggung jawab?" tanya Netta.

"Ya sudah kalau kamu memaksa ikut, tapi jangan salahkan Abang kalau kamu mabuk dan tinggal seadanya disana ya..!!" jawab Bang Yudha.

***

"Hhhkk..." Netta tak hentinya muntah terombang ambing tergoyang air laut.

"Netta nggak kuat jalan Bang"

"Muntah disini saja nggak apa-apa. Nanti Abang bersihkan" kata Bang Yudha tak tega melihat keadaan istri kecilnya.

Benar saja, baru berusaha jalan.. Netta sudah muntah. Muntahannya sampai mengotori seragam Bang Yudha. Dengan sabar Bang Yudha menunggui Netta, suara mual itu terdengar sangat menyiksa.

:

Bang Yudha menggantung seragam yang baru ia cuci di toilet kamar dalam kapal. Tak lama ada seorang ibu setengah baya mengantar teh hangat ke kamar Bang Yudha.

"Terima kasih banyak Bu. Nggak begitu manis khan?" tanya Bang Yudha.

"Nggak pak, seperti yang bapak pesan tadi.

~

"Satu jam lagi sampai dek. Sabar ya..!!" bujuk Bang Yudha.

"Netta nggak mau naik kapal lagi, goyang begini buat Netta pusing..!!" omelnya mengeluh khas seorang wanita.

"Memangnya mau naik apa? Berenang??"

"Naik apa saja, asalkan jangan naik kapal. Kapal ini pun nggak ada fasilitas apapun, nggak bisa menanggulangi ombak" omel Netta lagi.

"Ini hanya sejenis kapal Ferri, bukan kapal pesiar." jawab Bang Yudha.

Netta terlihat cemberut mendengarnya.

"Nanti sampai sana kita beli ayam M*D ya Bang"

"Astagfirullah hal adzim.." Bang Yudha mengurut dadanya menanggapi kerewelan ibu negara.

"Kita tinggalnya nggak di kota dek. Mana ada ayam M*D.. ada juga ayam hutan"

"Tapi Netta mau"

"Nanti sampai sana Abang berburu. Sekarang tidur dulu..!!" bujuk Bang Yudha mengalihkan pikiran Netta.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Alisha Wahiid

Alisha Wahiid

Di atas katane Neta kuliah Thor...
Ko kk nya bilang masih SMA 🙏🙏

2022-01-14

1

Alif Septino

Alif Septino

sabar bang Yudha
semangat kak Nara 🥰🥰

2022-01-12

1

Lili Suryani Yahya

Lili Suryani Yahya

Sabar Bang Yudha hadapin Bumil yg rewel krna turun derajat💪💪💪😘😘😘

2022-01-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!