5. Tragedi.

Bang Yudha diam seribu bahasa meskipun para anak buah Pak Subrata menghajarnya hingga nyawanya nyaris melayang.

"Kau tetap tidak mau buka suara??" tegur Pak Subrata.

Bang Yudha hanya tersenyum licik dan itu semakin menimbulkan amarah Pak Subrata semakin menjadi.

"Hajar dia lagi..!! sampai mau mengaku..!!!!!!" perintah Pak Subrata.

baagghh.. bugghhh.. baaaagghhh.. buugghhh...

Tak lama ada seorang pria bertubuh tambun mendatangi Pak Subrata dan membisikan sesuatu.

"Kamu jangan bercanda..!!" bentak Pak Subrata pada pria tersebut.

"Benar Tuan, kata dokter.. Non Arnetta terus saja mual." ucap lirih pria itu tapi masih terdengar jelas di telinga Bang Yudha maupun Bang Winata.

"Netta punya asam lambung yang tinggi, mungkin kambuh karena tugas kuliahnya menumpuk." jawab Pak Subrata

"Tapi Tuan. Non Netta marah minta di carikan manisan mangga muda"

Pak Subrata sampai melongo mendengarnya. Ia pun segera menemui Netta yang kini tengah menjalani pemeriksaan di kamar bersama dokter pribadi nya.

Bang Yudha memejamkan matanya. Rasa cemasnya semakin menjadi apalagi mimpi nya beberapa hari yang lalu masih terngiang dalam benaknya.

"Kau apakan adik ku???" tanya Bang Winata menatap tajam mata Bang Yudha.

Tanpa jawaban apapun, Bang Winata merasakan ada yang tidak beres dari raut wajah littingnya. Amarah seorang Abang kini memuncak, tak peduli rasa sakitnya Bang Winata menghajar Bang Yudha. Lebih kesal lagi saat Bang Yudha sama sekali tak membalas pukulannya hingga littingnya itu jatuh terkapar padahal ia tau betul siapa Yudha.

"Kenapa kau tak balas pukulan ku?? Apa ini artinya kau mengakui kalau memang kau telah menodai adikku?????" bentak Bang Winata.

"Laki-laki pantang lari. Kalau sampai benar Netta hamil, aku yang akan tanggung jawab" ucap tegas Bang Yudha.

"Kau benar-benar b******n Yud..!!!!" umpat Bang Winata tanpa sadar mengungkap jati diri Bang Wira saking emosinya.

Anak buah Pak Subrata mengacungkan senjata pada dua pria tersebut.

"Jika memang takdir saya harus mati, saya ikhlas apapun yang akan kalian lakukan pada saya. Tidak ada satupun pekerjaan yang tidak beresiko, tapi.. ijinkan saya melihat keadaan Netta" kata Bang Yudha.

"Kami hanya menjalankan perintah"

"Saya hanya minta satu waktu saja, saya yakin di antara kalian pasti paham arti dari sebuah keluarga" ucap Bang Yudha penuh makna.

:

"Jauhkan tanganmu dari putriku..!!!! Beraninya kau menyentuh putriku. Inikah caramu menghancurkan ku???? Hajar dia..!!!!!" perintah Pak Subrata.

"Jangan Pa.......!!!!!!" teriak Netta histeris melihat Bang Yudha nyaris tak bisa membuka matanya.

"Sadar kamu Netta, dia ini pengkhianat dan asal kamu tau.. Abangmu pun pengkhianat. Dia menusuk Papa dari belakang..!!!!!!" bentak Pak Subrata.

Netta masih tak paham apa yang sebenarnya terjadi.

"Dia sudah menipumu Netta, Dia hanya memanfaatkan mu saja untuk mengorek informasi darimu. Dia ini adalah orang bayaran agen rahasia" kata Pak Subrata yang sebenarnya juga masih mengambang dalam memahami identitas Bang Yudha.

Netta melangkah tak pasti, ia mendekati Bang Yudha lalu menarik kaos pria yang membuat perasaannya kacau.

"Puaskah Abang sudah menghancurkan semuanya?? Usaha Papa, Bang Alex.. dan membuat Netta mengandung anak Abang..!!!!"

Tak pelak ucapan Netta menimbulkan amarah Pak Subrata dan Bang Winata, terutama Bang Winata yang kembali menghantam Bang Yudha habis-habisan dan itu membuat Netta berteriak histeris. Ia sangat kesal mengetahui kenyataan bahwa Bang Yudha sudah menjadi pengkhianat tapi ada hati tak ikhlas saat melihat orang-orang memperlakukan Bang Yudha tak manusiawi. Seketika ia menghambur dan menutupi tubuh Bang Yudha dengan tubuhnya sendiri.

"Minggir Netta, ini urusan laki-laki..!!!!!!" bentak Bang Winata.

Pak Subrata memang sangat garang dan disegani lawan, tapi soal anak.. ia begitu lemah.

"Abang bunuh saja Netta..!!!! hajar Netta juga Bang" teriak Netta.

"Apa maumu??"

"Jangan sakiti Bang Oriii, bagaimanapun juga dia ayah dari anaknya Netta" Netta semakin histeris.

"Kamu anak perempuan kesayangan Papa Netta, kamu pun harapan dan kebanggaan Mama. Satu kekecewaan Papa yang tidak bisa Papa terima.. kamu tidak bisa menjaga amanah yang Mama berikan. Di luar pekerjaan Papa.. Mamamu tidak ada celanya di hati Papa. Karena kesalahan ini.. keluarlah kamu dari rumah ini. Mulai detik ini, kamu bukan putriku lagi. Dan saya tidak akan peduli apakah kamu akan hidup atau mati..!!!" ucap tegas Pak Subrata.

"Papa bisa menghabisi nyawaku, tapi tolong biarkan Netta tinggal di sini..!!" Bang Winata berlutut dan memohon pada Papa nya untuk Netta.

"Kalian berdua keluarlah dari rumah ini.. Papa tidak butuh anak-anak pengkhianat seperti kalian...!! Papa tidak melenyapkan kalian berdua hanya karena Papa sangat mencintai Mama. Jadi keluarlah dari rumah ini sebelum Papa berubah pikiran...!!!!!" bentak Pak Subrata.

...

"Ini semua salahmu pot..!!" Bang Winata berucap kesal apalagi saat melihat Netta lemas bersandar di dada Bang Yudha.

"Aku akan nikahi Netta..!!"

"Kamu jangan main-main Yud.. Lihat latar belakang Netta, tidak mungkin kamu bisa bersama" tolak Bang Winata.

"Kalau tidak bisa ya nikah Agama saja" jawab Bang Yudha.

"Lalu sebagai istrimu, Netta tidak akan punya kekuatan hukum apapun??????"

"Aku tidak akan menyakiti adikmu, aku akan menjaganya lahir batin" janji Bang Yudha.

"Omong kosong, banyak perempuan di luar sana yang jauh lebih sempurna dari adikku. Tanpa kekuatan hukum apapun kau akan meninggalkan nya, apalagi saat ini status mu adalah tunangan Tania" sergah Bang Winata.

"Kamu mau lihat perut Netta semakin besar? Kamu kuat mental jika lingkungan luar menggunjingnya??" tanya Bang Yudha.

Bang Winata memukul kemudi mobilnya dengan kencang. Batinnya terasa tercabik nyeri.

"Nama Netta tetap akan kunaikan. Kau pun tau semua butuh waktu, kalau kita gegabah mengambil langkah.. semua akan hancur berantakan" jawab Bang Yudha mengingatkan.

"Lalu apa rencana mu?"

...

plaaaaakkk...

"Bodoh..!!!!"

"Saya menugaskan kamu dalam misi ini bukan untuk terjerumus pada hal yang salah. Sekarang kamu malah menghamili anak mafia itu" tegur Komandan.

"Saya akan menikahinya Dan"

"Militer tidak akan mengabulkan permintaanmu Yudha. Tidak ada anggota yang berurusan dengan pemberontak negara kecuali dalam penyelesaian pekerjaan" jawab komandan.

"Tapi Netta sudah hamil anak saya Dan. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya"

"Tinggalkan dia, anggap saja ini semua taktik untuk mendapatkan informasi" ucap Komandan.

Wajah Bang Yudha berubah kesal. Rasa marah, sakit, lelah berkecamuk menjadi satu.

"Yang ada di dalam rahimnya Netta itu anak saya Dan"

"Dia anak mafia, bisa saja dia bukan anakmu"

Rasa panas langsung membakar hati Bang Yudha hingga ubun-ubun kepala.

buugghhh...

"Jangan pernah mulutmu yang kotor itu menghina ibu dari anakku..!! Tanpa status pun dia tetap Nyonya Yudha. Tolong jaga sopan santunmu..!!!!"

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Siti Maimunah

Siti Maimunah

jangan hina ibu dari anak q.. kerennn dan menyentuh bgd... itu perkataan laki2 hebat..

2022-10-08

1

Mhd fathir al khory daulay

Mhd fathir al khory daulay

top cer juga ya babang yuda sekali senggol langsung goll

2022-03-22

1

Widya

Widya

karya mu selalu the best thor❤️❤️❤️

2022-01-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!