3. Sulitnya pengakuan.

Banyak assisten Netta yang membantu gadis itu di rumah sakit, juga dua orang penjaga khusus untuk Netta dan dua orang pengawal tambahan, tapi Bang Yudha tak meninggalkan rumah sakit sedikitpun. Sebagai pria yang masih punya kewarasan penuh, ia tidak akan meninggalkan Netta sendirian yang sedang sakit karena ulahnya.

"Bagaimana Netta??" tanya istri ke tiga Papa Netta pada Bang Yudha. Istri ketiga Papa Netta hanya berumur dua tahun lebih tua dari usia Bang Yudha.

"Sedang tidur di dalam Bu" jawab Bang Yudha.

"Apa sakitnya parah?"

"Tidak Bu, hanya kurang istirahat saja" Bang Wira tetap menjawab pertanyaan Ibu tiri Netta dengan sopan meskipun ibu tiri Netta sangat culas.

"Bawakan tas saya..!!" perintahnya.

Saat tangan Bang Yudha akan menerima tas itu, Ibu Elena menjatuhkan tasnya sampai Bang Yudha harus membungkuk untuk mengambilnya.

Saat Bang Yudha menengadah, Ibu Elena sengaja menggoyangkan kaki memamerkan paha mulus di hadapan wajah Bang Yudha hingga terlihat sesuatu yang bersifat rahasia dari balik belahan rok wanita muda itu.

Bang Yudha memejamkan mata, tak ingin lagi melihat 'yang lain'. Saat ini baginya cukup ia menyentuh Netta dan itu menutup petualangan batinnya untuk penasaran dengan sosok wanita lain.

"Mari saya antar..!!" ucap Bang Yudha dengan sopan ibarat jongos dan majikan.

"Badan besar nggak doyan perempuan? Homo??" ledek Ibu Elena.

Bang Yudha tak peduli itu, tugasnya hanya mengantar istri ketiga Tuan besar.

~

"Butuh apa? Biar Mama belikan?" tanya Bu Elena tapi dengan nada yang culas.

"Nggak ada" jawab Netta.

"Baiklah, Mama pulang. Kamu cepat sembuh biar Mama nggak setiap hari kesini untuk lapor keadaanmu sama Papa." kata ibu Elena.

"Katakan Netta baik-baik saja. Itu sudah cukup"

...

Siang hari.

Rombongan kakak kandung Arnetta tiba. Betapa terkejutnya Bang Yudha melihat sosok yang datang ke rumah sakit. Tak berbeda dengan Bang Yudha pria itu juga melihat pria di hadapannya dengan rasa terkejut yang tidak dapat di hindari.

"Nona muda ada di dalam." Bang Yudha sedikit menunduk dan memberi hormat pada 'tuan muda'.

"Kamu ikut saya dulu..!!" perintah tuan muda mengajak Bang Yudha ke taman.

:

"Sekarang kau sudah tau alasanku. Aku menjadi tentara karena itu cita-cita ku. Aku berusaha keras mendapatkan seragam loreng itu dengan caraku"

"Tapi Win..!!!"

"Ingat, disini namaku Alex Adiazta, bukan Evan Winata." tegur Bang Winata.

"Oke.. Alex dan kamu juga harus paham kalau aku disini bekerja untuk negara. Papamu mafia kelas berat. Aku disini menjadi pengawal pribadi Arnetta" jawab Bang Yudha.

"Aku tau."

"Dalam kesatuan kita adalah litting. Tapi di luar itu, kita musuh. Aku ingatkan.. jangan pernah kau dekati adik semata wayangku. Dia nyawaku pot"

Tangan Bang Yudha mengepal kuat, hatinya berantakan mengingat semalam sudah menodai adik dari litting nya itu.

"Bagaimana kalau aku ada rasa?"

"Langkahi dulu mayat Abangnya..!!!" jawab Bang Winata.

"Dia dibesarkan dalam kerasnya dunia mafia. Tapi aku dan Papa sungguh menjaga berlian kesayangan kami itu. Dia sepolos kain sutra putih. Liar.. tapi buta 'arah', dan kau.. playboy cap garong. Jaga mata dan cobra mu yang celamitan itu" pesan Bang Winata yang tau betul bagaimana kelakuan littingnya.

Bang Winata meninggalkan Bang Yudha yang masih terbengong bingung.

:

"Tapi.. kenapa kamu bisa sampai disini?" tanya Bang Winata sembari membelai rambut panjang Netta.

"Ada pria mengganggumu?"

Bang Yudha berdiri di sudut layaknya seorang pengawal yang sedang berjaga.

Netta mengangguk.

"Siapa orangnya? beraninya mengganggu adik kecil Abang sampai seperti ini?" wajah Bang Winata sudah terlihat kilat marah.

"Beruk bodoh celamitan" jawab Netta.

"Di apakan kamu sama dia???" bentak Bang Winata.

"Netta sudah mengatasinya Bang"

"Benarkah itu? Kalau kamu nggak bisa selesaikan biar Abang yang cincang dia..!!" kata Bang Winata masih begitu marah.

"Heehh kamu.. kamu tau siapa b*****n yang membuat adikku seperti ini??" tegur Bang Winata melihat tajam ke arah Bang Yudha.

"Iya.. saya tau tuan muda" jawab Bang Yudha dengan jantan.

"Siapa?? Beraninya dia buat adik saya jadi seperti ini..!!"

"Saya.. saya orangnya yang sudah buat Netta sakit"

"Apa maksudmu?? Kamu apakan adikku ini?????" bentak Bang Winata sembari mengangkat tinggi kerah pakaian Bang Yudha.

"Jangan salah paham Bang. Waktu aku bertengkar sama pacarku, pengawalmu ini terlambat datang, itu pun karena aku mematikan GPS di ponselku. Jadi dia menungguku di kampus sedangkan aku kabur ke cafe" alasan Netta.

"Kamu itu cerita yang betul Netta, jangan sampai Abang salah hantam orang karena ceritamu yang hanya sepotong" Bang Winata menghempas kerah baju Bang Yudha dengan kasar.

Bang Yudha menatap mata Netta tak sepaham dengan jawaban gadis itu. Ia pahami gadis itu pasti takut setengah mati jika Abang atau papanya marah saat tau gadis itu sudah ia nodai. Netta pun menatap mata Bang Yudha, ada raut wajah penuh permohonan disana.

...

Bang Winata telah pergi. Bang Yudha masuk dalam kamar rawat Netta.

"Kenapa kamu cegah Abang katakan sama Abangmu??"

"Abang nggak tau bagaimana kalau Bang Alex sedang marah. Kau bisa mati hancur lebur Bang" jawab Netta.

"Abang nggak takut Netta. Abang sudah bilang akan menanggung semua perbuatan Abang, meskipun nyawa Abang taruhannya" ucap tegas Bang Yudha.

"Lalu apa yang akan Abang lakukan kalau Netta di usir dari keluarga ini??? Netta nggak cinta sama Abang" teriakan Netta membuat Bang Yudha terdiam sejenak.

"Dalam agama.. kita harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita. Apalagi kita sudah melakukan kesalahan besar Netta"

"Kalau Abang memang paham tentang semua ini, kenapa Abang berani buka baju Netta. Abang tau itu tidak boleh" teguran telak Netta begitu menusuk hati Bang Yudha.

"Orang tua Netta selalu mengajarkan agar Netta bisa menghargai diri sendiri, tidak ada yang boleh menyentuh tubuh ini kecuali Mama. Tapi ternyata Netta tak bisa menjaganya"

"Biarkan Abang bertemu orang tuamu. Abang janji semua akan baik-baik saja Netta"

"Apa Abang mau menemui Mama di makam???"

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Karmila

Karmila

sdh lama penasaran
mba Nara "pot" itu apa sih...apa sebutan utk sahabat atau apa...tlng jwb dong

2022-10-20

2

Sa_Ri

Sa_Ri

Nara tuh paling keren... diaplikasi ini semua karya Nara udah aq baca semua🥰Nara kabur aja aq cari diaplikasi lain😅😅😅

2022-02-11

3

Araya Raya

Araya Raya

karya mu tak diragukan lagi kak nara

2022-01-13

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!