Langkah kaki tegap menghadap ke ruangan Bang Yudha.
"Ijin Dan, ada seorang wanita datang menemui komandan"
"Siapa?" tanya Bang Yudha sebab tak mungkin ada wanita yang kenal dengan nya dalam waktu satu Minggu kecuali ibu kantin.
"Wanita itu mengaku bernama Tania"
...
Bang Yudha sudah menghubungi Netta dan memberi pesan singkat agar segera datang ke ruangannya tapi sepertinya istrinya itu sedang sibuk.
"Darimana kamu tau alamat Abang disini?" tanya Bang Yudha.
"Aku tanya di tempat dinas Abang yang lama tapi mereka bilang Abang sudah mendapat mutasi ke wilayah timur" jawab Tania.
"Kamu tinggal dimana?"
"Nggak tau Bang, yang penting aku ketemu Abang dulu. Aku nggak mau menikah dengan pria itu" kata Tania dengan mata berkaca-kaca.
"Abang nggak mungkin bawa kamu tinggal bersama Abang" ucap tegas Bang Yudha.
"Aku bisa kost."
"Disini nggak ada tempat kost. Ini pelosok. Disini juga tempatnya para pria. Lagipula Abang sudah menikah, Abang harus jaga perasaan istri"
"Kapan Abang menikah??" wajah Tania berubah sedih, kesal dan marah.
"Itu urusan rumah tangga Abang.. Tania..!!"
"Aku sengaja meninggalkan pria itu demi Abang dan aku sampai kesini juga demi Abang Kenapa Abang tega mengkhianati aku????" Tania menangis tidak terima dengan semua ini. Sungguh ia begitu mencintai Bang Yudha hingga dunianya terasa runtuh dan hancur tak bisa menerima kenyataan bahwa Bang Yudha sudah menikah dengan wanita lain.
"Orang tua mu tidak merestui hubungan kita Tania..!!"
tok..tok..tok..
Saat Bang Yudha dan Tania terlibat perdebatan, seorang anggota mengetuk pintu.
"Ijin Dan, ibu sedang ada di taman. Tadi menuju ke ruangan ini tapi sudah tidak kuat jalan karena mual"
"Ya sudah saya kesana..!!" Bang Yudha meninggalkan Tania yang terpaku bingung di ruangannya.
:
"Mau makan apa dek? Hari ini kamu susah makan.. makanya perutmu kosong begini" Bang Yudha memijat lembut tengkuk Netta.
"Semua rasanya nggak enak Bang. Ini sudah coba makan tapi mual"
"Aduuuhh.. gimana ya dek. Mau sup ubi? Kamu bisa lemas kalau nggak makan"
"Jangan bicara makanan lagi Bang, Netta mual" Netta hampir terjungkal tak sanggup menahan beban tubuhnya. Kepalanya terasa berat berkunang-kunang.
"Belum ada dua bulan sejak pertengkaran kita Bang, tapi Abang sudah berpaling pada perempuan lain bahkan wanita ini sampai hamil" Tania berteriak dengan emosinya yang memuncak dan berusaha menyerang Netta.
"Heiii.. sini kamu wanita murahan. Dia ini calon suamiku..!!!!"
Netta mendengarnya dengan jelas, tapi badannya yang lemas membuatnya ambruk menimpa Bang Yudha membuat suaminya itu panik bukan main.
...
Di ruang tamu sudah ada Bang Winata duduk tenang namun tidak dengan hatinya yang cemas memikirkan Netta sedangkan di kamar, Bang Yudha sedang berusaha keras membantu Netta yang tengah mabuk berat.
"Wanita penggoda, kalau dia tidak menyodorkan tubuhnya.. mana mungkin Bang Yudha tergoda" tak hentinya Tania mencibir Netta penuh hinaan membuat telinga Bang Winata panas.
"Tutup mulutmu..!! Netta bukan wanita seperti itu" tegur Bang Winata. Ingin rasanya menampar mulut Tania tapi ia tidak bisa menutupi kenyataan kalau memang Netta hamil di luar nikah.
"Sedari tadi Abang terus membelanya, atau jangan-jangan.. anak yang di kandung Netta itu anaknya Abang?? Karena tidak mungkin Bang Yudha melupakan ku semudah itu"
"Jaga bicaramu Tania..!!!!!"
:
"Alhamdulillah.." Bang Yudha mengusap wajahnya.
"Apa yang sakit dek??" tanya Bang Yudha saat Netta baru saja sadar.
"Siapa perempuan itu Bang? Mantan Abang?"
"Nanti kita bicarakan itu, yang penting kesehatan mu dulu..!!" kata Bang Yudha.
"Jawab Bang..!!" pinta Netta.
"Dia mantan Abang, sebulan yang lalu orang tua Tania meminta nya untuk menikah dengan pria pilihan keluarga, tapi Tania malah kabur dari pernikahan dan mencari Abang sampai bisa ada disini" jawab jujur Bang Yudha.
"Cantik ya mantan Abang" ucap Netta lirih.
"Istri Abang di atas segalanya"
Netta menatap mata Bang Yudha.
"Masihkah ada rasa untuk Tania?"
"Sudah tidak ada, saat Abang memutuskan untuk menyatukan diri sama kamu.. tidak ada wanita lain lagi selain kamu. Kamu segalanya dan satu-satunya" jawab Bang Yudha.
"Kalau begitu berikan dia waktu dan biarkan dia disini beberapa hari. Pesawat ke pusat kota hanya ada dua kali seminggu kecuali Abang pulangkan dia lewat kapal atau helikopter. Apa Abang tega membiarkan wanita yang pernah mengisi hati Abang kesusahan di jalan"
"Dek.. dunia ini jangan kamu tanggapi dengan pikiran lugu dan hatimu yang baik, yang lembut hati itu. Pria yang punya adik ipar perempuan saja akan lebih baik tidak tinggal satu atap, apalagi ini orang luar yang tidak ada hubungan apapun dengan kita."
"Hanya sampai ada pesawat Bang. Perlakukan tamu kita dengan baik" pesan Netta.
"Abang yang nggak nyaman, hidup seatap dengan perempuan lain. Mantan tetaplah mantan apapun yang sudah terjadi di antara kami dan tidak untuk di kenang lagi"
"Percaya sama Netta..!! Semua akan baik-baik saja Bang"
:
"Aku nggak bisa tidur di kamar yang berukuran kecil. Aku mau tidur di kamar itu" tunjuk Tania pada kamar milik Netta dan Bang Yudha.
Bang Winata sudah stress melihat tingkah Tania, sedangkan Bang Yudha sudah terbakar emosi karena memikirkan Netta akibat ulah Tania.
"Silahkan mbak, nanti bapak dan ibu kantin akan temani mbak Tania disini. Mbak Tania bisa minta tolong pakde dan bude jika butuh sesuatu. Juga nanti ada beberapa anggota berjaga ketat dan wakil Abang yang standby on call. Kebetulan saya sama Abang mau bulan madu di resort kaki gunung. Maklum mbak.. di dedek minta di sayang papanya terus" ucap Netta dengan polosnya.
"Kalian tidak akan tinggal disini?"
"Nggak mbak, Abang pengen berduaan" jawab Netta semakin membuat hati Tania panas terbakar.
:
Bang Yudha melirik Netta yang berwajah datar tapi jelas sekali istrinya itu sedang marah.
"Bu Danki cemburu ya?"
Netta memalingkan wajahnya tak ingin menunjukan rasa kesalnya karena sikap Tania. Ia menatap ke sisi jalan.
"Apa yang buat Abang suka dengan wanita seperti itu?"
"Hmm.. seksi, bohay, bahenol, putih, d*danya besar....." jawab Bang Yudha dengan sengaja kemudian kembali fokus pada jalanan.
"Ooohh.. selera Abang sapi?"
Bang Yudha menahan tawanya.
"Padahal semua itu ada di kamu, berarti kamu sapi nih?" goda Bang Yudha.
"Yaaa.. akhirnya hari ini dadakan kita bulan madu karena Bu Danki kesal. Pakai mengkambing hitamkan Abang yang pengen berduaan"
Seketika Netta melirik Bang Yudha.
"Jadi Abang nggak mau nih berduaan sama Netta?? Maunya sama Tania????"
"Maksud Abang nggak begitu dek"
"Netta mau turun disini..!!" ucap Netta marah.
"Mau apa turun disini.. sepi lho dek"
"Pokoknya netta mau turun. Kalau Abang nggak berhenti juga.. Netta loncat nih" ancam Netta.
"Jabang bayiiii.. judes e kok tenan to dek" gumam Bang Yudha.
"Jadi Netta ini judes?????"
"Eehh.. nggak dek"
Netta yang geram mencubiti perut Bang Yudha kecil sampai sampai hatinya puas.
"Pot.. adikmu ini lho. Kenapa sih daritadi diam aja" pekik Bang Yudha menghindari serangan Netta.
"Siapa suruh dari tadi celometan. Dari tadi aku sudah meminimalkan resiko. Makan tuh kuku macan" ucap Bang Winata tak mau tau dan cari aman.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Lani Kusmaryani
bumil"a bang yudha ngegemesin😆😆
2022-01-18
1
Araya Raya
ngakak dech🤣🤣🤣🤣
2022-01-13
1
Alif Septino
semangat kak Nara
2022-01-13
1