Bang Yudha memakai salep di perutnya yang terlihat membiru akibat cubitan kuku macan. Netta memalingkan wajahnya dengan kesal.
"Kita ini mau bulan madu atau bulan racun?" tanya Bang Yudha.
"Nggak ada bulan madu ajak orang ketiga" jawab Netta.
Bang Winata ternganga dan tersindir baru tersadar bahwa dirinya yang sudah menjadi orang ketiga.
"Abang khan nggak ikut nyelip di tengah kalian" protes Bang Winata.
"Kalau begitu kembali lah ke kamarmu sendiri. Mau apa kau di tengah pasangan suami istri????" tegur Bang Yudha.
"Apa aku boleh tidur di sofa saja? Kamarku terlalu sepi untuk kutiduri sendirian" kata Bang Winata.
Bang Yudha tidak menjawab. Hanya tatapan mata tajam yang menunjukkan bahwa pria itu sedang membawa kejengkelan di puncak kepala.
"Oke, aku pergi. Nggak apa-apa, sebentar lagi aku juga nikah" Bang Winata pun segera kembali ke kamarnya.
:
Ponsel Bang Yudha berdering, ada panggilan telepon dari Bang Ubed.
"Ada apa?" tanya Bang Yudha saat mengangkat panggilan telepon itu, tak lupa Bang Yudha mengaktifkan speaker agar Netta bisa mendengarnya juga.
"Ijin.. Mbak Tania mencari Abang, katanya beliau pusing dan hanya Abang yang tau obatnya" kata Bang Ubed.
Bang Yudha terdiam sejenak mengingat kebiasaannya dulu dengan Tania. Jika mantan kekasihnya itu pusing, maka ia akan mengajaknya jalan-jalan dan memijat pelipisnya hingga tertidur. Tapi karena saat ini dirinya sudah menikah, maka ia enggan mengatakan apapun lagi.
Netta tau sebenarnya Bang Yudha paham keinginan Tania, ada sedikit rasa bahagia karena Bang Yudha masih berusaha menjaga perasaannya. Netta pun mengambil ponsel Bang Yudha.
"Om Ubed, tolong belikan bakso mercon level granat pecah yang tidak jauh dari kompi dan kirimkan ke mbak Tania. Katakan ini hadiah khusus dari istri kesayangan Abang Yudha"
"Oohh.. gitu ya Mbak, apa ini pesan dari Abang?"
"Ini dari saya. Sesama perempuan pasti akan lebih mengerti.. nggak mungkin khan Abang datang kesana hanya untuk antar bakso. Kata Abang.. kecuali Mbak Tania dalam bahaya, baru Abang mau datang. Misalnya tersetrum atau di patok ular"
Mata Bang Yudha melotot mendengar jawaban Netta yang lembut tapi begitu menghanyutkan.
"Baik mbak.. nanti akan saya sampaikan sambil antar baksonya" jawab Bang Ubed.
...
"Apa?? Istri Bang Yudha bilang begitu??" tanya Netta tak percaya.
"Iya mbak. lebih baik cepat di makan sekarang biar pusingnya hilang. Mumpung masih panas." jawab Bang Ubed.
"Hmm.. coba saya pinjam ponsel Om Ubed. Saya mau hubungi Abang" pinta Tania.
Bang Ubed pun menyerahkan ponselnya.
~
"Ada apalagi Bed??" Bang Yudha nampak kesal karena Om Ubed terus mengganggunya sampai panggilan video call.
"Ini aku Bang..!!" kata Tania.
"Tania..????"
Masih kaget dengan suara di seberang sana, ada suara dari kamar mandi.
"Abaaaanng.. handuknya Netta dimana??" pinta Netta manja.
"Bukannya tadi kamu bawa dek?" tanya Bang Yudha sampai tidak fokus menanggapi Tania. Bang Yudha membawa handuk dan mengantar ke kamar mandi.
Tanpa persiapan.. Bang Yudha terkejut saat Netta menarik tangannya dan membawanya di bawah air terjun sampai pakaiannya basah. Bang Yudha mengangkat ponselnya tinggi bermaksud agar tidak tersiram air dari pancaran shower. Terlihat Netta basah kuyup terlilit handuknya sendiri. Bang Yudha pun paham maksud Netta.
"Mau apa kamu?" bisik Bang Yudha, seketika itu juga bagian tubuhnya menegang.
"Kita kesini untuk bulan madu khan sayang?" Netta balik berbisik di telinga Bang Yudha.
"Pintar sekali caramu memanasi Tania, tapi kamu salah sasaran.. caramu ini mengundang perkara lain. Abang sudah sesak. Mana tanggung jawabmu???" Bang Yudha dengan beringasnya menyambar bibir Netta dan meletakkan ponsel itu di rak atas kamar mandi dan lupa mematikan nya lebih dulu.
Netta begitu gugup dan takut tak bisa mengimbangi hasratt sang suami yang tengah berada di puncak, tapi ia menyadari ponsel itu masih menyala dan terus memanggil nama Bang Yudha. Netta melonggarkan celana pendek Bang Yudha tanpa memperlihatkan pada Tania. Dengan nakalnya, Netta terus meladeni Bang Yudha.
"Pindah yuk..!! Abang sudah nggak kuat..!!" ucap jujur Bang Yudha saat Netta terus memancing birahinyaa.
"Matikan lampunyaa..!!" pinta Netta, ia membuang rasa malunya. Ingin sekali rasanya mencakar wajahnya sendiri karena merasa kehilangan harga diri di hadapan Bang Yudha.
Tangan Bang Yudha meraba-raba.
klik..
:
"Kamu yang keterlaluan..!!"
"Nyeri sekali Bang..!!" kata Netta memegangi perut bawahnya.
"Kamu terus pancing Abang. Wajarlah kalau Abang terganggu, Abang masih normal dek, laki mana nggak kelojotan di service seperti itu"
"Netta cuma pengen panasi Tania, tapi Abang nggak bisa berhenti" protes Netta.
"Iyaa.. maaf. Abang nggak sengaja. Kamu mau apa? Abang belikan.. jangan marah lagi ya" sungguh kenakalan Netta kali ini terbayang dalam benaknya. Bang Yudha bertekuk lutut tak berkutik menghadapi bumil.
"Mobil...!!"
"Kamu bisa kemudikan mobil?" tanya Bang Yudha.
"Nggak. Motor aja..!!"
"Bisa kendarai motor??" tanya Bang Yudha lagi.
"Nggak juga. Sepeda gowes aja deh" pinta Netta.
"Bisa nggak? Motor aja nggak bisa"
"Nggak bisa juga" jawab Netta lirih.
"Terus piye to ndhuk?? Mabur nganggo swiwi??" gumam lirih Bang Yudha.
"Abang belikan yang lain saja ya?"
"Apa?"
Bang Yudha mengambil ponselnya dari kamar mandi. Terdapat puluhan panggilan telepon tak terjawab dari Ubed dan nomer lain hingga jumlahnya ratusan. Melihat nomer baru itu, Bang Yudha sudah paham jika kemungkinan besar itu adalah nomer ponsel Tania. Bang Yudha segera memasukan nomer itu ke daftar hitam dan memblokir nomer tersebut.
...
"Om Ubed, apa Bang Yudha terlihat sayang sama perempuan itu?" tanya Tania masih tidak terima apalagi Bang Yudha sampai mengabaikannya.
"Sayang sekali Mbak, ibarat dunia runtuh.. Bang Yudha pasti akan menyangganya untuk Mbak Netta." jawab Bang Ubed.
"Masa sih Bang??"
"Iya Mbak. Waktu baru datang dari Jawa. Mbak Netta nggak bisa tidur karena kasurnya menurut istri Bang Yudha itu terlalu keras.. Jam empat pagi Bang Yudha sudah mengutus anggota untuk berangkat ke kota untuk beli kasur terbaik. Mbak lihat gudang di belakang itu? Semalam Bang Yudha order barang khusus untuk Mbak Netta. Isinya susu ibu hamil khusus untuk Mbak Netta, makanan ringan.. masih banyak lagi sampai banyaknya seperti supermarket mini."
Tania terdiam, ada rasa iri dalam hatinya. Jika saja ibunya tidak menentang hubungannya dengan Bang Yudha, pasti sekarang ini dirinya sudah menyandang gelar sebagai Nyonya Yudha.
Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Bang Yudha itu seorang perwira, tidak mungkin Bang Yudha gegabah mengambil keputusan seperti ini. Pasti gadis itu sudah memakai cara kotor menipu Bang Yudha. Aku harus menyelamatkan hubunganku dari perempuan liar itu.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
timbuljaya
bkn jodohmu taaaniiiaaaa...jgn rusak rmhtga orang. cari yg lain pastia ada yg lbh dari yudha. gemes deh iiih sm tania..
2022-09-12
1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
maksain amat tania... sadar woi restu tak berpihak padamu.....
2022-03-03
2
Fitra Hidayat
hubungan yang mana..taniiia???kaga ada akhlak memang
2022-01-23
2