Sudah satu minggu sejak insiden di kantin dan satu minggu itu juga Sasha tak lagi mengganggu Dania seolah tak ada sebuah kesepakatan sebelumnya Sasha justru menjadi baik dan ramah, entah kesurupan hantu apa?
Seperti hari ini saat bel istirahat berbunyi, Sasha menghampiri Dania ke mejanya dan tersenyum manis.
"Hai, Dania," sapa Sasha.
Dania pun melihat ke arah Sasha.
"Oh, Sasha, ada apa?" tanya Dania.
"Ini, buat lo," ucap Sasha sambil memberikan kartu undangan pada Dania.
"Undangan birthday party? gumam Dania.
Sasha pun tersenyum dan mengangguk.
"Iya, dua hari lagi gue ulang tahun ke-17 tahun, gue mau adain pesta ulang tahun di salah satu hotel, gue harap lo datang, ya," ucap Sasha.
Dania mengangguk tanpa curiga.
"Oke, gue bakalan dateng," ucap Dania.
Mia dan Ina menghampiri Dania.
"Ke kantin, yuk!" ajak Ina.
"Oh, kalian, ini buat kalian," ucap Sasha sambil memberikan dua buah kartu undangan birthday partynya pada Mia dan Ina.
Mia dan Ina saling tatap dan mengerutkan dahi, mereka bingung karena Sasha menjadi ramah, tak seperti biasanya. Mereka pun mengambil kartu undangan tersebut.
"Kalian wajib dateng pokoknya, terutama lo Dania, Randy juga gue undang," ucap Sasha sambil tersenyum manis dan meninggalkan meja Dania.
Dania melihat bingung ke arah Sasha yang mulai menjauhinya.
"Apa maksudnya, sih?" batin Dania bingung karena Sasha memberitahunya bahwa Randy juga diundang.
Dania menggelengkan kepalanya, dia mengajak Ina dan Mia ke kantin.
***
Di kantin, Dania tak melihat Randy, Dania melihat ke sekeliling tetapi tetap tak melihat Randy di sana. Dania pun memilih melahap makanannya yang sudah dipesan sebelumnya.
Saat tengah menikmati makanannya, dia terkejut dengan kehadiran seseorang yang tiba-tiba duduk di sampingnya dan ternyata orang itu adalah Baim.
"Lo diundang ke ulang tahunnya Sasha?" tanya Baim.
"Em... Iya, gue diundang, kenapa?" tanya Dania.
"Lo mau ga dateng bareng gue?" tanya Baim sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
"Apa? Lo serius?" tanya Dania sedikit syok.
Baim pun mengangguk. Dania menatap Mia dan Ina yang juga sedang menatapnya.
"Em ... Gue..." Dania berpikir sejenak.
"Ga mau, ya? Atau lo udah ada pasangan?" tanya Baim sambil tersenyum.
Dania hampir tersedak saat melihat senyum manis Baim, selama pindah ke Sekolah itu, inilah pertama kalinya Baim tersenyum pada Dania.
'Gila, ganteng banget sih,' batin Dania.
"Dania!" panggil baim.
"Ah iya, gue mau," ucap Dania.
Baim pun tersenyum.
"Ya udah, lo liat nomor gue di ponsel lo, terus call sekarang, lo waktu itu 'kan udah minta nomor gue, tapi kenapa sampe sekarang lo ga hubungin gue juga?" tanya Baim.
"Emmm, itu ya. Ga apa-apa sih, nih gue panggil sekarang," ucap Dania sambil mengeluarkan ponselnya dan memanggil nomor Baim.
Baim tersenyum lebar saat ponselnya bergetar dan menampilkan nomor baru milik Dania di layar ponselnya.
"Oke, kalau gitu nanti gue jemput lo," ucap Baim, kemudian pergi meninggalkan Dania.
"Ehem... Inget sama yang di belakang," ucap Mia.
"Apa? Siapa?" tanya Dania bingung.
"Tuh!" Mia mengarahkan pandangannya ke arah Randy yang entah sejak kapan sudah duduk di kursi yang berada di belakang kursi Dania.
Dania pun melihat ke belakang.
"Randy, dari kapan dia di sana?" tanya Dania pada Mia.
"Dari tadi kali, dari Baim baru dateng, dia udah duduk di situ," ucap Mia.
Dania mengangguk dan kembali memakan makanannya.
Sedangkan tanpa Dania sadari, sedari tadi Randy menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya. Entah mengapa, Randy menjadi kesal melihat Dania berdekatan dengan pria lain.
Jam istirahat pun selesai dan kembali dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar. Hingga dua jam kemudian bell pulang berbunyi.
Dania mulai membereskan buku-bukunya, dan saat akan berdiri, ponselnya bergetar, dia mlihat ada satu pesan masuk dari Randy.
Si mesum: gue tunggu diparkiran.
Dania mengerutkan dahinya.
"Kenapa ga nunggu di tempat biasa aja, sih?" gumam Dania.
Dania, Mia dan Ina berjalan bersama menuju parkiran.
Dania melihat Randy yang sedang duduk di dalam mobil dengan kaca mobilnya yang sengaja terbuka.
"Cie, udah di tungguin pacar," ucap Mia.
Dania tersenyum dan melambaikan tangan pada Mia dan Ina. Dia menghampiri mobil Randy dan bergegas masuk. Baru saja duduk Dania sudah diintrogasi oleh Randy ketika Randy mulai melajukan mobilnya.
"Lo ngapain tadi?" tanya Randy sambil menatap ke arah jalanan.
"Apanya?" tanya Dania balik.
"Lo ngobrolin apaan tadi sama temen sebangku Lo? Em... Pas di kantin," tanya Randy.
"Oh, itu. Dia ngajakin gue pergi bareng ke ulang tahunnya Sasha," ucap Dania.
Randy mengerutkan dahinya dan melihat Dania sekilas.
"Terus, lo mau?" tanya Randy.
"Iya" ucap Dania.
"Lo ga boleh pergi sama dia," ucap Randy.
"Kenapa?" tanya Dania bingung.
"Gue ga suka lo berduaan sama cowok lain," ucap Randy.
"Kenapa gitu?" tanya Dania semakin dibuat bingung.
"Ya, ga suka aja," ucap Randy.
"Gue udah janji sama Baim, gue mau pergi bareng dia," ucap Dania.
"Batalin!" ucap Randy.
"Ga bisa dong," ucap Dania.
"Harus bisa, ga boleh seorang istri jalan berduaan sama cowok lain yang bukan suaminya," ucap Randy.
Dania mengerutkan dahinya.
"Seorang suami juga ga boleh berduaan sama cewek lain yang bukan istrinya," celetuk Dania.
"Maksud lo?" tanya Randy.
"Lo pikir aja gimana lo dekat sama Sasha? Menurut gue, itu udah kelewat batas," ucap Dania sambil tersenyum miris.
"Itu beda lagi, Dania," ucap Randy.
"Beda apanya maksud lo? Apa menurut lo, gue harus terima kedekatan lo sama si Sasha? Terus, apa lo juga bakalan terima kalau gue sampe ngelakuin hal yang sama kaya apa yang lo sama si Sasha lakuin, ha?" tanya Dania dengan geram.
Randy terkejut mendengar ucapan Dania, Dia menginjak rem mobilnya tiba-tiba membuat Dania terkejut.
"Dania!" bentak Randy sambil menatap tajam ke arah Dania.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
EkaYulianti
Randy cemburu 😘
2022-11-17
0
Neng Iin Iin
cwo mah emg bgtu,,,egois ,maunya enk sendiri
2021-10-19
3
Ashika ruhab
omonganmu di balik k kamu to ren... makanya jadi cow jangan murahan...😁🤭
emang enak dimarahin ma bini...😅😁
2021-09-21
3