Suara bel istirahat berbunyi.
Dania tengah sibuk memasukkan buku ke dalam tasnya.
Seorang gadis berambut pendek, berkulit sawo matang, dan seorang gadis berambut panjang lurus, berkulit putih menghampirinya.
"Hai, Dania," sapa kedua gadis itu sambil tersenyum.
"Gue Ina," ucap gadis berkulit sawo matang sambil menyodorkan tangannya.
Dania tersenyum dan menyambut tangannya.
"Gue Mia," ucap gadis berkulit putih.
Dania tersenyum melihat kedua gadis itu.
"Salam kenal, ya," ucap Mia dan Ina.
Dania mengangguk.
"Lu mau ke kantin 'kan? Bareng aja sama kita," ucap Mia.
"Boleh," ucap Dania.
Dania, Mia dan Ina bergegas pergi menuju Kantin.
****
Sesampainya di Kantin, mereka memesan makanan dan setelah menunggu beberapa saat makanan pun datang.
"Dania, lu pindahan dari Sekolah mana?" tanya Ina.
"Emm... Dari Sekolah biasa, nggak terlalu populer," ucap Dania sambil tersenyum dan mulai menyesap minumannya.
Ina mengangguk.
"Lu berani banget, deh, gangguin Ketua Kelas kita," ucap Mia.
Dania melihat Mia dengan tatapan bingung.
"Emang, siapa ketua kelas kita?" tanya Dania.
Ina dan Mia saling tatap.
"Lo gimana, sih. Duduk satu bangku, tapi nggak tahu siapa ketua kelas kita. Jangan-jangan, lo juga nggak tahu namanya," ucap Mia.
"Emang, siapa namanya?" tanya Dania.
"Namanya Baim, dia itu Siswa ganteng tapi dingin. Hati-hati aja lu sama dia, dia kalau udah marah kita semua nggak ada yang berani natap dia," ucap Ina.
Dania hanya diam saja sambil mendengarkan ucapan teman barunya itu.
Saat Dania sedang memakan makanannya, dia melihat jauh ke arah seorang murid laki-laki yang sedang memberikan minuman kepada murid Perempuan. Laki-laki itu juga membukakan tutup botol minuman murid perempuan itu dan menyuapi makanan kedalam mulut murid perempuan itu.
Dania melihatnya tak suka. Hatinya terasa panas melihat dua orang yang sedang bermesraan itu.
"Dasar, brengsek!" batin Dania.
Dania bangun dari duduknya.
Brak!
Dania menggebrak meja, membuat Mia dan Ina terkejut dan sontak melihat ke arahnya. Sepertinya, Dania ini memang senang sekali menggebrak meja atau mungkin sudah terbiasa.
"Gue ke toilet dulu," ucap Dania.
Dania bergegas menuju ke toilet.
Di toilet, Dania mencoba menahan emosinya. Dania melihat dirinya di cermin. Wajahnya sudah terlihat memerah.
"Gue tau ini memang konyol, gue sampai rela mempermalukan diri gue dengan berpenampilan kayak gini. Tapi, ini satu-satunya cara yang harus gue lakuin supaya gue tahu perempuan kayak apa yang udah berhasil merebut Riko dari gue. Ternyata nggak sangka, masih cantikan gue ke mana-mana. Gue rasa, si Riko emang udah buta," gumam Dania.
Riko adalah anak kelas XI-4 sekaligus mantan kekasih Dania. Riko memutuskan hubungannya dengan Dania karena Riko mengatakan dia telah menemukan seseorang yang benar-benar dia sukai. Dania penasaran dengan perempuan yang sudah merebut Riko darinya. Karena itu, Dania rela melakukan segala cara agar rasa penasarannya mendapatkan jawabannya. Termasuk salah satu nya dengan pindah ke Sekolah yang sama dengan Riko.
Dania mencoba meredakan emosi yang di rasakannya dengan membasuh wajahnya. Di tengah kegiatannya, tiba-tiba Dia mendengar suara aneh dari dalam toilet.
"Ah, Rand. Ya, disitu. Emhh ... faster, Babe,' racau seorang wanita dari dalam toilet.
Nafas wanita itu terdengar terengah.
Dania mendekatkan telinganya hingga menempel ke pintu, dia pun terkejut. Dia memang masih pelajar tetapi dia tak terlalu polos. Dia tahu suara-suara seperti itu menandakan apa yang sedang terjadi.
Brak!
Dania menendang pintu itu dengan keras hingga pintu itu pun terbuka. Kedua orang yang ada di dalam toilet itupun tak kalah terkejut melihat Dania. Dania semakin di buat terkejut saat melihat laki-laki itu tengah memainkan tangannya di area sensitif wanita itu. Mereka pun langsung mengehentikan kegiatannya.
Gadis itu ternyata Sasha, gadis yang terkenal paling cantik di Sekolah. Sasha segera merapikan seragam sekolahnya yang terlihat berantakan. Sasha bahkan terlihat malu. Dia menatap sinis Dania dan keluar dari toilet.
Dania melihat laki-laki itu dengan tatapan jijik.
Dania pun melenggang keluar dari toilet.
"Gila, berani banget mereka mesum di Sekolah! amit-amit!" kesal Dania.
Sedangkan Laki-laki itu bergegas keluar dari toilet perempuan dan pergi menuju toilet pria.
'Sial! Siapa sih tuh cewek? Ganggu aja! Sshhh... Gue harus tuntasin sendiri,' gumam Laki-laki itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Anik Nur Afiah
kangen cerita ini ,baca lagi ah
2024-09-17
0
Ryan Saja
wah-wah
2023-10-20
0
Liss de valliére
kaya pernah bacaa di watpad dulu apa smaa yaa
2022-10-20
2