Petang hari, Randy sedang menyiapkan makan malam di dapur.
Ting tong!
Randy berjalan membuka pintu apartemennya setelah mendengar suara bel.
"Dio? Lu ngapain ke sini?" Randy terkejut melihat teman sekolah sekaligus sahabatnya itu datang ke apartemennya dengan masih menggunakan seragam Sekolah.
"Kenapa, sih? Kok, kaget gitu gue dateng? Biasanya juga gue ke sini," ucap Dio.
Dio pun memasuki apartemen Randy.
Randy menggaruk kepalanya dan tersenyum.
"Ya, bukannya gitu, abis lo dateng tiba-tiba, lagi lo abis dari mana? belum pulang ke rumah apa?" ucap Randy.
"Ada urusan tadi, gue nginep sini, ya. Gue males balik ke rumah," ucap Dio.
Randy berjalan menuju dapur melanjutkan kegiatannya, sedangkan Dio berjalan menuju kamar Randy yang kini ditempati oleh Dania.
"Gue mau mandi, gue juga pinjem kaos lo, ya, Rand. Gue ga bawa baju soalnya," ucap Dio sambil berjalan menuju kamar Randy yang ditempati Dania.
Randy bergegas mencegah Dio agar tak masuk ke dalam kamar.
"Tunggu! Mau kemana, sih?" tanya Randy mulai panik.
"Mau mandi," ucap Dio santai.
Dio membuka pintu kamar Dania, pertama kali yang Dio dengar adalah suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Dio pun mengerutkan dahinya seraya menatap Randy curiga.
"Ada orang, ya?" tanya Dio menapat menyelidik pada Randy.
"Itu, gue lupa matiin shower tadi," ucap Randy sambil menggaruk kepalanya.
Dio pun mengangguk, dia memasuki kamar dan membuka seragam sekolahnya, sedangkan Randy masih diam berdiri di dekat kamar mandi, dia berharap Dio tak akan masuk ke dalam kamar mandi.
Randy dan Dio ini sudah bersahabat sejak SMP, mereka sudah sangat dekat bahkan tak canggung lagi. Randy pun tak pernah marah barang-barang miliknya di pakai oleh temannya itu, begitupun sebaliknya.
Saat Dio akan berjalan menuju pintu kamar mandi, Randy langsung merentangkan tangannya mencegah Dio masuk ke kamar mandi.
"Lo kenapa sih, Rand? Gue mau mandi ini, badan gue udah lengket banget," ucap Dio.
"Mandi di kamar sebelah aja, jangan di sini. Gue mau mandi juga," ucap Randy sedikit panik.
Dio mengerutkan dahinya dan menatap Randy curiga karena tingkah Randy menjadi aneh.
"Kok, gue jadi curiga, ya," ucap Dio sambil memegang dagunya dan mencoba menyelidiki Randy.
Randy pun semakin panik dan menarik tangan Dio untuk keluar kamar.
"Udah deh ayo, kalau mau mandi di kamar sebelah aja, kamar mandi yang ini lagi rusak, jalan pembuangan airnya mampet," ucap Randy.
"Huh, oke, oke. Tapi, matiin dulu sana showernya, nanti banjir tuh, lagi mampet 'kan?" ucap Dio.
"Iya udah, nanti gue matiin," ucap Randy.
"Ya udah sekarang, apa gue yang matiin, nih?" ucap Dio sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Tunggu! Gue aja yang matiin," ucap Randy sambil berjalan menuju pintu kamar mandi.
Begitu di depan pintu kamar mandi, Randy ragu untuk masuk karena di dalam ada Dania sedang mandi. Randy masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Kok, diem aja sih, Rand" ucap Dio.
Randy mulai membuka pintu kamar mandi dengan perlahan, jantungnya mulai berdegup kencang.
"Semoga Dania ga histeris ngeliat gue masuk ke kamar mandi," batin Randy.
Randy pun buru-buru menutup pintu kamar mandi dan menguncinya.
Jantung Randy semakin berdegup kencang melihat Dania di hadapannya.
"Seksi banget," gumam Randy.
Randy menelan air liurnya dengan susah payah, jantungnya benar-benar berdegup kencang.
Pertama kalinya Dia melihat dengan jelas tubuh istrinya itu, di bawah sana perlahan terasa sesak.
Dania masih asyik dengan mandinya, sedangkan Randy masih diam mematung melihat tubuh istrinya itu. Saat Dania akan berbalik, dengan cepat Randy memeluk Dania dari belakang dan membekap mulut Dania agar Dania tak berteriak.
"Eemmpphh..." Dania pun terkejut, dia mencoba memberontak.
"Ssstt ... Jangan berisik, ada temen gue di kamar, nanti ketahuan," bisik Randy.
Jantung Dania berdegup kencang, tubuhnya terasa lemas, untuk pertama kalinya tubuhnya itu dilihat oleh Randy. Di tambah, Dania pun takut identitasnya akan terbongkar.
"Lo diem, jangan bersuara, dan cepetan matiin airnya," bisik Randy lagi.
Dania mengangguk dan langsung mematikan keran. Randy masih tetap memeluk dan membekap mulut Dania.
Dania tersentak dan membulatkan matanya saat merasakan ada sesuatu yang keras di bagian belakangnya. Dania pun menepuk tangan Randy agar Randy melepaskannya.
Randy melepaskan tangannya dan membalikkan tubuh Dania, Dania langsung menutupi pipi kanannya dengan telapak tangan kanannya dan tangan kirinya menutupi area sensitifnya.
Randy menelan air liurnya dengan susah payah, Randy menatap kagum ke arah Dania. Randy mendorong tubuh dania ke dinding kamar mandi dan menatap intens setiap lekuk tubuh Dania. Saat Randy akan menarik tangan Dania, Dania langsung membuka suara.
"Kalau lo ga keluar sekarang juga, gue ga akan pernah mau ngomong sama lo lagi!" ancam Dania.
Lagi-lagi Randy kesulitan menelan air liurnya, Dia pun masih terdiam bengong.
"Randy, lo tuli apa gimana, sih? Cepetan keluar, sekarang!" geram Dania.
Randy masih saja diam mematung hingga membuat Dania menjadi semakin kesal.
Dugh!
"Aaaaarggghhhh..." Randy berteriak kencang saat lutut Dania menghantam **** ***** Randy.
Tok tok tok...
"Rand, lo kenapa?" teriak Dio panik sambil mengetuk pintu.
"Gue ke peleset!" teriak Randy.
"Ya udah, cepetan keluar, lama amat sih di dalem!" ucap Dio.
Randy masih meringis kesakitan sambil memegang area intimnya.
"Kasar banget, sih. Harta berharga gue, nih! Lo bakalan sedih kalau sampe harta berharga gue kenapa-napa!" kesal Randy sambil masih meringis kesakitan.
"Lagian tuli banget, sih. Lo keluar sekarang, udah cukup lo lihat tubuh gue!" kesal Dania.
"Huh! Oke, gue keluar," ucap Randy.
Belum sampai di pintu keluar, Randy berbalik dan menyentuh dada Dania.
"Randy! Dasar, mesum!" geram Dania.
Randy pun terkekeh dan bergegas ke luar dari kamar mandi, setelah itu dia mengganti pakaiannya yang basah dan kembali ke dapur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
G** Bp
apa Randy ga.mlhat wajah asli nya Dania y...
2025-03-02
0
Atoen Bumz Bums
jahil banget
2025-03-01
0
Nanda Lelo
dah saling lihat nih yee
2023-02-16
0