Satu tamparan keras mendarat di pipi Sasha, membuat perhatian semua orang yang berada di kantin kini menuju pada Sasha.
"Beraninya lo nampar gue!" geram Sasha sambil melihat Mia yang baru saja menamparnya.
"Kenapa gue ga berani? Lo emang pantas ditampar!" ucap Mia menatap sinis pada Sasha.
Sasha pun semakin geram dan akan menampar Mia, Mia mencengkram tangan Sasha dengan kuat, membuat Sasha sampai meringis kesakitan.
"Dasar ga waras!" ucap Sasha sambil mencoba melepaskan tangan Mia yang masih mencengkramnya.
"Lo yang ga waras, masalah sepele aja lo sampai berani nampar teman gue!" ucap Mia sambil menghempaskan tangan Sasha.
Ina segera membantu Dania berdiri dan mengambil kacamata Dania yang sempat terlepas saat Sasha menamparnya tadi, beruntunglah identitas Dania tak sampai terbongkar. Sedangkan Randy yang sekarang statusnya suami Dania, justru diam saja melihat istrinya itu terhempas di lantai.
Dania memperhatikan Mia, Dania tak menyangka Mia akan membelanya sampai seperti itu padahal mereka belum lama berteman.
"Gue akan balas kalian berdua!" kesal Sasha sambil menunjuk Mia dan
Dania, Sasha pun pergi meninggalkan kantin.
Randy akan menghampiri Dania, tetapi Mia bergegas menghalanginya.
"Mau kemana, kak?" tanya Mia.
"Gue mau lihat keadaan Dania," ucap Randy.
Mia tersenyum sinis.
"Kenapa baru peduli sekarang? Dari tadi ngapain aja saat si Sasha nampar Dania? Kakak ini pacar macam apa, sih? Masa diem aja ngeliat ceweknya ditindas!" ucap Mia kesal.
"Apa? Apa maksud lo?" tanya Randy bingung.
"Kalian berdua pacaran 'kan?" tanya Mia sambil menatap Randy dan Dania bergantian.
Randy dan dania pun hanya diam saling tatap.
"Udahlah. Gue udah tau kali, gue sering lihat kalian berangkat bareng, terus kakak nurunin Dania di jalanan ujung dekat bengkel, pulangnya juga kakak selalu nungguin Dania di bengkel itu. Waktu Dania sakit, kakak juga kelihatannya khawatir banget, ga mungkin 'kan kalian ade dan kakak? Karena setahuku, Dania anak satu-satunya," ucap Mia.
Dania terkejut karena ternyata Mia tahu semua itu.
"Kita seben--" belum sempat Randy melanjutkan ucapannya, Dania langsung menyela ucapan Randy.
"Duh... Pipi gue perih nih, anterin aku ke UKS, yuk!" ucap Dania sambil menarik tangan Mia dan Ina.
Mia dan Ina pun mengantar Dania ke UKS, dan Randy hanya diam sambil terus melihat ke arah Dania yang kini berjalan menjauh.
Randy bergegas ke toilet, dia segera membasuh wajahnya.
"Sial! Suami macam apa gue ini? Kenapa gue diem aja ngeliat istri sendiri ditindas?" gumam Randy sambil menatap dirinya di cermin.
"Sasha..." Randy mengepalkan tangannya.
******
Jam pulang sekolah.
Dania melangkah menuju pintu gerbang karena seperti biasa, Randy akan menunggunya di luar Sekolah agar tak ada yang mencurigai hubungan mereka. Belum sempat Dania keluar dari gerbang, tiba-tiba Randy menariknya masuk ke dalam mobil yang ternyata masih terparkir di parkiran Sekolah.
Randy segera menuntun Dania masuk dan menutup pintu mobil disusul dengan dia yang ikut masuk juga ke dalam mobil. Randy menyalakan mobilnya dan melajukannya.
Dania dan Randy masih tetap diam tak bersuara, sampai tak akhirnya sampailah di apartemen.
Randy bergegas turun dan membukakan pintu mobil untuk Dania, Dania merasa bingung karena Randy tak pernah membukakan pintu mobil untuk Dania sebelumnya.
Randy menuntun Dania menuju lift dan begitu sampai di lantai unit tempat apartemen mereka tinggal, Randy langsung menuntun Dania masuk dan mendudukannya di sofa ruang tamu.
"Tunggu di sini," ucap Randy.
Randy bergegas mengambil kompresan es dan kembali menghampiri Dania.
Randy duduk di sebelah Dania dan memegang pipi Dania yang terkena tamparan Sasha tadi, dia menatapnya dan mengusapnya lembut. Sementara Dania hanya diam melihat Randy. Randy pun mulai mengompres pipi Dania, membuat Dania tersentak karena pipinya kini terasa dingin.
"Sakit banget, ya?" tanya Randy sambil masih mengompres pipi Dania.
Dania pun mengangguk.
"Maaf," ucap Randy, dia merasa bersalah karena dia tak berbuat apa-apa saat Dania ditampar oleh Sasha tadi.
Dania tersenyum mendengar ucapan maaf dari Randy.
Randy tersentak melihat senyuman Dania yang begitu manis, Randy melepas kompresannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Dania sehingga kini jaraknya sudah sangat dekat.
Jantung Dania berdegup kencang saat bibirnya bersentuhan dengan bibir Randy, Sedangakn Dania masih bengong dengan apa yang Randy lakukan. Seakan terhipnotis, dirinya tak dapat bergerak atau pun bersuara, bahkan tubuhnya terasa kaku.
Sadar tak mendapatkan respon dari Dania, Randy melepaskan bibirnya.
Randy mengecup pipi Dania yang terkena tamparan tadi, dia pun mengusapnya dengan lembut.
"Lain kali, gue ga akan biarin siapapun nyakitin lo lagi," ucap Randy sambil terus menatap Dania.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
G** Bp
semoga aja benih cinta telah bersemi di hati keduanya..
2025-03-02
0
Pertiwi Tiwi
Uda mulai ada bibit bibit cinta pada keduaya
2021-12-29
0
Aswaly Timahery
ya ampun, kan Dania bisa ngancam balik akan kejadian Sasa dan Randy d toilet
impaskan??
🤨🤨
2021-12-26
1