Sore hari Dania terbangun dari tidurnya. Tubuh Dania sudah tidak demam lagi. Dia merasa tubuhnya lengket karena setelah minum obat tadi tubuhnya mengeluarkan banyak keringat. Dia pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi, Dania sudah selesai mandi, Dia mulai mengeringkan rambut basahnya dengan hairdryer, dia mengambil pakaiannya di lemari dan memakai hot pants yang menampilkan paha putih mulusnya dan kaos hitam lengan pendek yang tak terlalu besar tapi juga tak terlalu ketat.
Setelah selesai, Dia berdandan seperti biasanya. Namun, kini dia tak memakai kacamatanya. Setelah itu, dia keluar dari kamar dan pergi menuju ruang tamu mencari Randy.
Sesampainya di sana, dia tak menemukan Randy. Dilihatnya dapur tetapi tak juga menemukan Randy. Akhirnya Dania memutuskan untuk ke kamar Randy, saat mendekati pintu kamar Randy, ternyata pintunya tak tertutup rapat. Dania akan masuk. Namun, dia terkejut dan tak mampu bergerak atau pun mengatakan apa-apa.
Dania membulatkan matanya, dia menelan air liurnya dengan susah payah.
Dania diam terpaku saat melihat Randy yang mulai keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, rambut dan tubuhnya masih basah, memberikan kesan seksi. Dania baru menyadari, ternyata Randy begitu seksi.
Lagi-lagi Dania membulatkan matanya, jantungnya berdegup lebih kencang lagi, rasanya jantungnya itu seperti sedang berlari marathon saja. Tubuhnya mendadak menjadi panas, wajahnya memerah, dan dia begitu kesulitan menelan air liurnya saat melihat Randy mulai membuka handuknya dan terlihatlah sesuatu dibawah sana, tepatnya di area sensitif Randy.
Nafas Dania semakin berat, dia masih diam terpaku melihat pemandangan tersebut, tubuhnya menjadi gemetar.
Dia masih tetap memperhatikan Randy, sampai Randy selesai memakai pakaiannya.
PRANK!
Dania tersadar saat Randy tak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di meja pinggir tempat tidurnya ke lantai. Dania bergegas kembali ke kamarnya sebelum Randy melihatnya.
Brak!
Dania membanting pintu dengan keras dan menguncinya, dia memegang dadanya yang sedang berdegup kencang.
"Gila, segitu belum hidup, tapi udah segede itu," gumam Dania sambil menutupi wajahnya.
Dania menggelengkan kepalanya.
"Gila, gue rasa gue udah gila, ngapain juga mikirin itu," gumam Dania.
Dania tersentak saat Randy mengetuk pintu kamarnya.
"Dania, lo udah bangun belum?" ucap Randy.
Dania mencoba mengatur napasnya, Dia pun membuka pintu kamarnya.
"Ha-hai, Rand," ucap Dania gugup.
Wajahnya masih memerah, dia sungguh gugup melihat Randy di hadapannya. Dia pun teringat kembali dengan apa yang baru saja dia lihat saat di kamar Randy.
Randy mengerutkan dahinya menatap Dania.
"Lo udah ga demam 'kan?" ucap Randy sambil menyentuh dahi Dania.
Dania tersentak, tubuhnya seperti terkena aliran listrik saat disentuh oleh Randy. Dania langsung menepis tangan Randy.
"Udah enggak, kok." ucap Dania.
Randy mengangguk dan menuntun Dania menuju ruang tamu, Dia pun mendudukan Dania di sofa.
"Lo mau makan malam apa?" tanya Randy.
Dania masih terus menatap Randy.
"Dania! Lo baik-baik aja 'kan? tanya Randy.
Dania mengangguk dan membuang muka ke arah lain.
Randy pun memesan makanan lewat sebuah aplikasi, setelah selesai memesan makanan, Randy merebahkan tubuhnya di sofa dengan kepalanya berbantalkan paha Dania.
Dania sedikit terkejut dan mencoba memberontak. Namun, Randy langsung menghadapkan wajahnya ke arah perut Dania dan melingkarkan tangannya di pinggang Dania. Kini Randy memeluk pinggang Dania. Sontak saja Dania semakin terkejut dan tubuhnya langsung menegang.
Randy mendongakkan wajahnya dan menatap Dania.
"Belum diapa-apain udah tegang gitu," ucap Randy sambil tersenyum.
Dania menatap Randy tajam, wajah Dania benar-benar sudah memerah. Sesaat kemudian, Dania mengalihkan tatapannya dan tanpa sadar melihat ke arah celana yang Randy kenakan.
Mendadak Dania kesulitan menelan air liurnya, Randy pun tersenyum melihat Dania.
"Kalau mau lihat, boleh kok," ucap Randy sambil tersenyum.
Dania melotot dan mendorong tubuh Randy sampai terjatuh ke lantai.
"Gila! Sadis amat, sih, jadi cewek!" kesal Randy sambil meringis kesakitan, sedangkan Dania memutar bola matanya. Semua juga kesalahan Randy yang bicara sembarangan karena itu dia repleks mendorong tubuh Randy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
G** Bp
🤣🤣🤣🤣geumesss deh lihat kalian berdua 😍
2025-03-02
0
faris dibah
malu malu kucing bikin gemeeees 🥰🥰
2025-01-27
0
Nanda Lelo
mereka berdua tu sama2 shy shy cat 🤣🤣🤣
2023-02-16
0