Brak!
Dania menutup pintu kamarnya dengan keras. Ya, dia dan Randy sudah sampai di apartemen.
"Dasar egois, suka-suka sendiri, enak banget ngatur-ngatur hidup orang. Ish ... ngeselin!" geram Dania.
Dia mengempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan memijat keningnya, dia memejamkan matanya yang mulai terasa mengantuk.
Sedangkan di kamar lain, Randy pun mulai merebahkan tubuhnya di tempat tidur, Randy menatap langit-langit kamarnya.
"Kenapa gue marah lihat Dania dekat sama cowok lain? Apa gue suka sama dia, ya?" gumam Randy.
Randy pun memejamkan matanya yang terasa mengantuk.
******
Sore hari, Dania bangun dari tidurnya. Dia duduk sebentar dan pergi menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian, tak lupa dia memoles make-up tipis di wajahnya.
Setelah itu Dania berjalan menuju dapur, perutnya mulai terasa lapar. Dia melihat ke meja makan tetapi tak ada makanan di sana, dia membuka lemari es tetapi lagi-lagi tak ada makanan di dalam sana.
"Duh, laper banget," gumam Dania sambil memegang perutnya.
Sedangkan di kamar lain, Randy baru saja selesai mandi. Dania pergi menuju kamar Randy.
"Rand, lo di dalem?" tanya Dania sambil mengetuk pintu kamar Randy.
"Ya, masuk aja!" ucap Randy sambil memakai pakaiannya.
Dania pun membuka pintu kamar Randy.
"Rand!" panggil Dania.
"Kenapa?" tanya Randy.
"laper..." rengek Dania.
Randy tersenyum melihat Dania merengek sambil mengerucutkan bibirnya.
"Duh, itu bibir dimonyong-monyongin kayak gitu, minta dicium, ya?" tanya Randy sambil tersenyum.
Dania menatap Randy dengan malas, dia pun duduk di pinggir tempat tidur Randy dan menatap Randy yang sedang berdiri di depan cermin.
"Dania!" panggil Randy.
"Hem?"
"Keringin rambut gue dong, nanti gue bikinin lo makanan enak," ucap Randy sambil tersenyum. Dia pun duduk di samping Dania dan memberikan handuknya pada Dania.
"Iisshh... Perhitungan banget, sih, jadi orang!" kesal Dania.
Randy terkekeh.
"Ya udah, mau ga nih? Kalau ga mau, ya udah," ucap Randy.
Saat Randy akan berdiri, Dania menarik tangan Randy hingga Randy terduduk kembali. Dania mengambil handuk dan memposisikan dirinya berhadapan dengan punggung Randy, dia pun mulai mengeringkan rambut Randy.
"Sampai benar-benar kering, ya," ucap Randy.
"Duh, ga bisa dong kering cuma pake handuk, lo tunggu di sini, gue ambil hairdryer dulu," ucap Dania.
Dania pergi ke kamarnya untuk mengambil hairdryer, tak lama Dania kembali ke kamar Randy dengan membawa hairdryer dan kemudian menghidupkannya, dia pun mulai mengeringkan rambut Randy.
Di tengah kegiatannya, kepala Randy tak bisa diam membuat Dania menjadi kesal.
"Duuhh, diem apa! Kalau lo ga bisa diem, ini ga akan selesai!" kesal Dania.
Randy tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Geli, ih," ucap Randy.
"Geli apaan, sih? Perasaan gue ga ngapa-ngapain?." ucap Dania bingung.
"Itu geli, kepala gue kena hairdryer"ucap Randy.
"Iissshh, dasar!" ucap Dania.
Setelah benar-benar kering, Dania mematikan hairdryernya. dan saat Dania akan berdiri, tiba-tiba Randy menyenderkan kepalanya di dada Dania dan mendongakkan kepalanya sehingga bisa melihat wajah Dania yang berada di belakangnya.
"Thanks, ya," ucap Randy sambil tersenyum.
"Sama-sama," ucap Dania, kemudian mendorong kepala Randy.
"Duh, pelan-pelan dong, kasar banget sih jadi cewek," ucap Randy sambil memegang kepalanya.
Dania pun terkekeh melihat Randy cemberut.
"Ya udah, ayok cepetan masakin makanan, gue laper tau, Rand," ucap Dania.
Randy mengangguk dan menuntun Dania keluar menuju meja makan dan mendudukan Dania di kursi.
"Lo tunggu di sini, gue mau masakin makanan dulu," ucap Randy. Dia pun membuka kulkas, sesaat kemudian dia menggaruk kepalanya.
"Kenapa?" tanya Dania.
"Gue lupa, ga ada bahan makanan," ucap Randy.
Dania menatap malas pada Randy.
"Kalau ada juga, tadi gue udah masak sendiri," ucap Dania.
"Ya udah, kapan-kapan aja gue masakin. Sekarang pesan aja, ya,"ucap Randy.
Dania mengangguk dan Randy mulai memesan makanan. Sambil menunggu pesanan makanannya datang, Randy mengajak Dania menonton tv di ruang tamu.
"Aarrgghhh..." Dania menjerit saat tiba-tiba lampu padam dan membuat ruangan gelap seketika. Randy pun menjadi panik mendengar jeritan Dania.
"Lo kenapa?" tanya Randy sambil mencoba meraba keberadaan Dania di sampingnya.
"Gelap, gue takut gelap," ucap Dania dan mulai terisak.
Randy menghembuskan napas agak kasar.
"Kirain kenapa? bikin jantungan aja sih, nih orang," batin Randy.
Randy menarik tangan Dania agar mendekat padanya.
"Ga usah takut. Di sini, kan, ada gue," ucap Randy.
Dania pun mendekat ke arah Randy.
"Jangan jauh-jauh, ya, Rand. Gue takut," ucap Dania.
Randy tersenyum mendengar Dania ketakutan, dia jadi memikirkan ide licik untuk mengerjai Dania.
Dia menggerayangi tengkuk Dania, dan membuat Dania merinding geli.
"Rand, tangan lo tuh, nyari kesempatan dalam kesempitan aja!" kesal Dania.
"Apaan? Tangan gue diem aja," ucap Randy sambil menyeringai licik.
"Seriusan? Terus yang gerak-gerak di tengkuk gue apaan, dong?" tanya Dania.
"Ya, ga tahu. Kecoa kali!" ucap Randy sembarang.
"Apa?" Dania memekik terkejut.
Brugh!
Dania melompat dan duduk di pangkuan Randy, dia memeluk Randy dengan erat membuat Randy sampai harus menahan tawanya.
"Rand, gue takut sumpah. Gue geli sama kecoa," ucap Dania sambil terus menggerakkan tubuhnya di atas pangkuan Randy dan membuat sesuatu di bawahnya menjadi ikut tergesek.
"Randy!" Dania tiba-tiba berteriak.
"Apaan, sih?" tanya Randy sambil menutup telinganya.
"Itu lo bangun kayaknya," ucap Dania.
"Apaan?" tanya Randy sok polos.
"Itu lo," ucap Dania.
"Itu apaan, sih?" tanya Randy sambil menyeringai.
"Issshhhhhhh... Adik lo bangun Randy!" pekik Dania.
Ha-ha-ha.
Randy pun tertawa terbahak bahak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Lilisdayanti
apa yg bangun dania,, awaaaaaaasss loh ketahuan saga 🤣🤣🤣🤭
2023-01-08
0
LinaMR
🤣🤣🤣
2021-10-29
1
Neng Iin Iin
hahaaaaaaaaa
2021-10-19
0