Dania melemparkan tasnya ke atas sofa dan mengempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Sudah satu minggu Dania Sekolah di Sekolah barunya, Dania juga sudah mulai terbiasa dengan lingkungan sekolah barunya.
Waktu menunjukkan pukul tiga sore, Dania memasang alarm pukul lima sore.
Rencananya, malam ini Dania, Mia dan Ina akan bermalam minggu di luar. Dania mulai memejamkan matanya, rasanya hari itu begitu melelahkan.
***
Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sudah menunjukkan pukul lima sore. Alarm pun berbunyi membuat Dania terbangun dari tidurnya. Dania mencoba duduk sebentar, dia keluar dari kamarnya dan pergi menuju dapur untuk mengambil air minum karena tenggorokannya terasa kering. Setelah mengambil air minum, Dania kembali ke kamarnya.
Saat akan melewati tangga, tiba-tiba sang mama memanggilnya.
"Sayang, kamu mau ikut Mama sama Papa ke acara ulang tahun pernikahannya Tante Dara?" tanya mama.
Dara adalah Ibu dari Riko, mantan kekasih Dania.
Dania menggelengkan kepalanya.
"Aku udah ada janji sama temen, mau pergi keluar," ucap Dania.
"Mau ke mana?" tanya Papa yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.
"Paling makan, terus nonton, Pa," jawab Dania.
"Kamu bawa mobil?" tanya papa.
"Nggak, aku dijemput temen," jawab Dania.
Sang papa mengangguk.
"Ya udah, Mama sama Papa mau siap-siap dulu," ucap mama dan masuk ke kamarnya.
Dania masuk kembali ke kamarnya dan bergegas menuju kamar mandi.
Selesai mandi, Dania menuju meja riasnya dan mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer. Setelah itu dia mengambil pakaiannya.
Dia menggunakan rok rempel mini dan jaket kulit dengan dalamnya menggunakan dalaman tanktop. Tak lupa dia juga memoles wajahnya dengan make-up tipis untuk melengkapi penampilannya.
Dania melihat dirinya di cermin dan tersenyum.
"Perfect," gumam Dania.
Sementara di ruang tamu, Mia dan Ina sedang duduk menunggu Dania. Mereka melihat sekeliling ruang tamu dengan rasa tak percaya sekaligus kagum.
"Gue nggak nyangka, ternyata si Dania anak orang tajir, rumahnya udah kayak istana. Gue rasa rumah gue besar, tapi ternyata rumahnya Dania lebih besar," ucap Mia.
Ina mengangguk.
"Iya, gue juga nggak nyangka. Tapi, kenapa dia mau susah-susah naik bis?" ucap Ina heran.
"Entahlah, gue nggak ngerti," ucap Mia.
Dania adalah anak satu-satunya dari Wijaya Hamish dan Rania Hamish. Wijaya Hamish adalah seorang pengusaha perhotelan sukses dan namanya di kenal di negara ini. Siapa yang tak mengenal Wijaya Hamish? Namanya amat di kenal di kalangan pebisnis-pebisnis sukses.
***
Di kamar, sang mama memberitahu Dania bahwa temannya itu sudah sampai dan sedang menunggunya di ruang tamu. Dania bergegas memakai sepatu dan mengambil tasnya. Saat akan keluar kamar tiba-tiba sang mama memanggilnya.
"Sayang, kamu yakin mau keluar dengan penampilan seperti itu?" tanya mama.
Dania melihat ke arah dirinya sendiri.
"Emang ada yang salah, Ma?" tanya Dania bingung.
"Lho... Kamu mau pergi sama teman sekolah kamu 'kan? Terus kok, kamu ga pakai kacamata kamu, Sayang? Terus tompel kamu?" ucap mama bingung.
Dania menepuk dahinya dan bergegas kembali ke kamar. Dia mengambil kacamata dan merubah penampilannya. kini rambutnya sudah diikat dua.
"Untung Mama ngingetin," gumam Dania.
Setelah selesai, Dania turun menemui teman-temannya dan mereka bergegas pergi dari rumah.
"Kita mau kemana nih?" tanya Ina yang sedang mengemudi.
"Makan dulu aja, gue laper," ucap Dania.
Mereka berhenti di salah satu restauran. Setelah masuk ke restauran, mereka memesan makanan dan setelah makanan siap, mereka makan malam bersama. Selesai makan malam, mereka keluar dari restauran.
Mereka masuk ke dalam mobil dan saat Ina akan menghidupkan mobilnya, tiba-tiba ponselnya berdering dan terlihat nama Andre di layar ponselnya.
'Hallo,' ucap Ina.
'Apa kita bisa ketemu?' tanya Andre.
'Sekarang?' tanya Ina.
'Iya, gue tunggu di tempat biasa,' ucap Andre.
'Oke, Lima belas menit lagi gue sampe,' ucap Ina.
Dania dan Mia saling tatap.
"Kenapa?" tanya Mia.
"Andre, ngajak ketemu," ucap Ina.
"Ngapain? Mau minta balikan lagi dia?" tanya Mia sambil menyunggingkan senyum tak senang. Mia kesal dengan Ina yang mudah sekali termakan rayuan Andre. Andre itu Laki-laki brengsek yang sering ganti-ganti pasangan. Entah apa yang membuat Ina begitu menyukai Andre.
"Entahlah, kalian temenin gue, ya. Nanti, kalau gue kenapa-kenapa, kalian bantuin gue," ucap Ina
Dania dan Mia saling tatap kemudian mengangguk.
"Oke, kita temenin. Tapi, jangan lama-lama, gue males lihat muka si Andre," ucap Mia.
"Iya," ucap Ina.
Mereka bergegas menuju tempat biasa Andre dan Ina bertemu.
****
Sesampainya di klub.
"Lo yakin mau ketemuan sama dia di sini?" tanya Dania.
"Iya. Sorry, ya. Lo pasti baru pertama kali, ya, datang ke tempat kayak gini? Soalnya, kayanya lo itu kutu buku, deh. Ngeliat dari kacamata lo yang setebal itu," ucap Ina.
Bukannya tak pernah datang ke Klub. Masalahnya, Dania ini sekarang sedang berpenampilan cupu dan memakai kacamata tebalnya, terkesan aneh saja bila dia masuk ke dalam klub malam.
Dania tersentak saat tangannya ditarik oleh Ina untuk masuk ke dalam Klub.
Begitu masuk ke dalam klub, Ina langsung sibuk dengan urusannya. Sedangkan Mia mengobrol dengan kenalan prianya. Dania benar-benar merasa bosan, dia hanya duduk di depan Bar sambil memasang wajah cemberut.
Tak ada Pria yang mengajaknya berkenalan atau mengobrol. Lagi pula, siapa juga yang mau berkenalan dengan Wanita yang cupu seperti dirinya? Pikirnya.
Tanpa Dania sadari, sejak tadi ada orang yang terus memperhatikannya. Orang yang pernah Dania pergoki sedang berbuat mesum di dalam Toilet Sekolah.
Siapa lagi kalau bukan Laki-laki yang tengah bercumbu dengan Sasha?
Laki-laki itu menyunggingkan senyum liciknya dan meminta seorang Bartender untuk memberikan sebotol mineral water pada Dania yang sebelumnya sudah dia masukkan sesuatu ke dalamnya.
Bartender itu menghampiri Dania dan memberikan mineral water itu pada Dania.
"Gue nggak pesan mineral water," ucap Dania.
"Ya, itu khusus buat lo. Gue liat, lo nggak minum alkohol," ucap Bartender itu.
Dania mengambil mineral water itu dan langsung menenggaknya.
Dari kejauhan, laki-laki itu melihatnya dengan tersenyum puas. Entah apa yang sudah dia masukkan ke dalam mineral water itu. Dania pun terlalu ceroboh. Harusnya dia sadar bahwa tutup botolnya sudah tak tersegel.
Tak lama, Dania langsung merasa pusing, penglihatannya mulai kabur dan dia mulai tertidur dengan kepala menunduk di atas meja bar.
Laki-Laki itu masih terus memperhatikan Dania. Dia semakin menyeringai melihat Dania sudah tak berdaya. Laki-laki itu bergegas menghampiri Dania.
"Biar jelek juga body-nya oke. Lo siap-siap aja, gue bakalan bikin lo ngerasain apa yang gue rasain waktu itu. Tersiksa saat hasrat tak tersalurkan," ucap laki-laki itu sambil menyunggingkan senyum liciknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
G** Bp
siswa edan ..m
2025-03-02
0
なぢあ
anak sekolahan jaman sekarang benerr" astaghfirullah ya, wkwk
2022-01-08
0
Nadiroh
seru kaka... semangatt🤗🤗
2021-12-07
0