"Apa? Menikah?" pekik Randy dan Dania bersamaan.
Dania dan Randy terkejut bukan main. Dania langsung menghampiri mereka.
Semua orang pun melihat ke arah Dania.
Mama Dania menghampiri Dania, dia sungguh cemas melihat putrinya.
"Sayang, kamu udah bangun? Apa ada yang sakit, Sayang?" tanya mama Dania.
Randy menatap Dania dengan tatapan tak suka.
'Beneran sial, kalau sampe nikah sama nih cewek tompel,' batin Randy sambil menggelengkan kepalanya.
"Ini ada apa sih, Ma, Pa? Kenapa kalian kumpul kayak gini? Terus, maksudnya apa aku harus nikah sama si mesum ini?" sederet pertanyaan Dania keluarkan. Dia tak mengingat apapun selain terakhir kali dia ada di depan bar dan meminum mineral water.
Mama Randy menghampiri Dania dan memegang tangan Dania.
"Nak, maafkan anak Tante, ya. Apa ada yang sakit? Apa Randy bermain kasar, Sayang?" tanya mama Randy dengan ekspresi wajahnya yang jelas sekali terlihat cemas.
Randy terkejut mendengar ucapan mamanya itu.
‘Apaan sih, Mama? Gue 'kan ga sampe nganiaya nih cewek!’ batin Randy.
"Saya tidak akan menikahkan anak Saya dengan laki-laki brengsek seperti dia!" tegas papa Dania sambil menunjuk ke arah Randy.
Papa Randy mengembuskan napas berat, dia tak ingin Randy di penjara. Karena itu, cara satu-satunya harus menikahkan Randy dengan Dania.
"Bagaimana jika dipikirkan dulu saja? Saya tahu, saat ini Anda sedang marah. Saya pun marah pada Randy, tapi mau bagaimana lagi? Semuanya sudah terjadi, bukan? Bagaimana kalau Dania sampai hamil anak Randy?" ucap papa Randy.
Papa Randy berpikir bahwa Randy sudah merenggut mahkota Dania.
Dania dan Randy lagi-lagi dibuat terkejut.
‘Gimana bisa hamil saat gue nggak ngelakuin apa-apa?’ batin Randy.
Mendengar semua tuduhan yang memojokannya, entah mengapa Randy tak dapat menyangkalnya. Bibirnya terasa berat mengatakan sesuatu.
"Ma, Pa. Tolong jelasin sama aku, apa maksud semua ini? Dan apa maksud papanya Randy ngomong kayak gitu?" Tanya Dania cemas.
Mereka diam, entah bagaimana harus menjelaskannya pada Dania?
Akhirnya Miki membuka suara dan menceritakan apa yang dia lihat.
Dania menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, dia sungguh terkejut mendengar penjelasan Miki.
Randy pun kesal pada Miki yang mengatakan seolah-olah dia sudah merenggut mahkota Dania.
"Lo jangan sok tahu, deh. Cerita sebenernya ga kayak gitu!" kesal Randy sambil menatap tak suka pada Miki.
"Jadi, kamu tidak mau mengakui perbuatanmu?" tanya papa Dania dengan geram.
"Saya emang ga ngelakuin apa-apa, kok, Om," ucap Randy.
"Cukup Randy! Kalau begitu ceritakan yang sebenernya pada kami, apa yang sebenarnya terjadi?" ucap papa Randy.
Randy menarik napas dalam dan mengembuskan-nya perlahan. Randy mulai menceritakan bahwa dia bertemu dengan Dania di salah satu klub malam. Dia berbohong bahwa Dania mabuk, dan dia ingin mengantar Dania pulang karena tak tega melihat Dania yang sudah tak sadarkan diri. Di perjalanan, Randy menjadi tak fokus karena Dania mulai menggodanya dengan membuka bajunya dan hanya menyisakan **********.
Dania menatap Randy dengan tak percaya. Dania mencoba mengingat kembali kejadian tadi di mobil, dan akhirnya dia perlahan mulai ingat.
‘Gue ingat sekarang, memang benar apa yang Randy bilang, tapi kayaknya gue ga mabuk deh, apa jangan-jangan mineral water itu?’ batin Dania.
"Benar, begitu? Lalu kenapa terdapat tanda merah di leher Dania?" tanya papa Randy.
"Em... Itu karena--" Randy gugup, entah harus bilang apa?
"Karena apa, ha?" tanya papa Randy.
Randy menelan air liurnya dengan susah payah.
Papanya sudah sangat murka padanya.
"Iya, itu karena aku ga tahan lihat tubuh seksinya Dania, Pa. Aku cuma cium bibir Dania, dan ga sengaja gigit lehernya karena kebawa suasana dan--" Randy menghentikan ucapannya saat dia kebablasan dan hampir saja mengatakan seluruh kebenarannya, dia tak berani melanjutkan ucapannya. Apa iya, dia harus mengatakan bahwa dia sudah memegang area sensitif Dania, bahkan sampai membuat Dania mengalami puncak kenikmatannya? Pikir Randy.
"Dan apa?" teriak papa Dania geram.
Papa Dania mengepalkan tangannya, dia sungguh berharap apa yang dia takutkan tak terjadi.
"Aku cuma bantu Dania klimaks aja, Om," jawab Randy gugup.
Dia tak berani menatap papanya Dania.
Dania semakin dibuat terkejut. Dia tak mampu mengatakan apapun lagi. Apa benar Randy sepolos itu? Sampai dia harus mengatakan hal seperti itu di depan semua orang. Dania bahkan tak polos-polos amat. Pipi Dania memerah, dia benar-benar malu.
"Apa maksud kamu membuatnya klimaks? Apa kamu melakukannya pada anak Saya?" tanya papa Dania geram.
Randy terkejut mendengar pertanyaan papa Dania. Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Papa Dania dan papa Randy mengembuskan napas berat, sedangkan ibu-ibu hanya diam tak berkata apa-apa.
"Jadi, gimana caranya kamu bisa membuat Dania klimaks kalau kamu tak melakukan apapun? Jangan membohongi kami, Randy. Papa sudah pusing karena ulah kamu ini!" ucap Papa Randy.
‘Duh... gimana cara jelasinnya? Ini semua gara-gara cewek jelek ini. Udah jelek, bikin susah lagi,’ batin Randy.
"Jawab Randy!" Papa Randy pun membentak Randy dan membuat Randy semakin takut dengan papanya.
"Aku ga ngelakuin itu, kok, Pa. Aku bikin Dania klimaks pake j*ri," ucap Randy dengan ragu-ragu mengatakannya.
Semua orang membulatkan mata, mereka terkejut dan tak percaya dengan apa yang Randy katakan. Mereka langsung melihat ke arah Randy dan Dania secara bergantian.
Dania bahkan lebih terkejut lagi, wajahnya benar-benar terasa panas dan memerah.
Haruskan dia menenggelamkan dirinya ke dalam kolam renang di belakang rumahnya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Atoen Bumz Bums
🤪🤪🤪🤪🤪😂😂
2025-03-01
0
Nanda Lelo
di ceritain salah plus malu,, gak d ceritain bikin tambah ribet
2023-02-16
0
Lilisdayanti
perman sekolah ternyata masih orok 🙈🙈🙈🤭
2023-01-08
0