Dania tersadar dari pingsannya dan melihat langit-langit ruangan yang tak asing baginya.
Dia bangun dan duduk sejenak di pinggir tempat tidurnya.
'Duh... Kepala gue sakit banget, kenapa gue bisa ada di kamar? Bukannya gue ada di klub, ya?' gumam Dania sambil memegang kepalanya yang masih terasa berat.
Dania berjalan keluar kamar dan turun menuju dapur untuk mengambil air minum karena tenggorokannya terasa kering.
Saat sedang mengambil air, tiba-tiba perhatiannya teralihkan saat terdengar suara seseorang yang sepertinya sedang marah-marah.
'Ada apaan, sih?' gumam Dania.
Dania berjalan ke arah datangnya suara itu. Ternyata suara itu berasal dari ruang tamu.
Dania mengintip di balik dinding, Dia mencoba mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang yang berada di ruang tamu.
Di sana terlihat papa dan mama Dania. Ada Miki, papa Randy dan mama Randy serta Randy ada di sana.
Dania pun terkejut ketika pandangannya tertuju pada Randy.
'Kok, ada si mesum itu di sini?'gumam Dania.
"Papa ga pernah ngajarin kamu untuk kurang ajar sama seorang gadis, Randy!" bentak papa Randy.
Randy terkejut karena papanya membentaknya. Randy menundukkan kepalanya, dia tak berani menatap papanya.
"Tapi, Pa. Sumpah, aku ga ngapa-ngapain Dania, Pa. Aku masih bisa tahan diri aku," ucap Randy.
Dania terkejut karena namanya disebut-sebut oleh Randy.
'Kok, dia bawa-bawa gue, sih?' batin Dania.
Dania masih terus mendengarkan pembicaraan mereka. Sementara Miki sudah mengepalkan tangannya dan kembali memukul wajah Randy. Semua yang ada di ruangan tersebut terkejut dan Dania langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Ga berbuat apa-apa kamu bilang, ha? Lalu, kenapa pakaian Dania sampai terbuka? Dan, kenapa di leher Dania terdapat tanda merah? Jelas sekali itu tanda kissmark!" ucap Miki dengan setengah berteriak.
Dania semakin terkejut mendengar ucapan Miki.
Dia menyentuh lehernya.
"Apa maksudnya? Gimana bisa? Gue bahkan ga pernah ketemu si mesum selain waktu di toilet, itu ketemunya seminggu yang lalu," ucap Dania.
"Ini pasti salah paham, gue harus jelasin semuanya," ucap Dania.
Dania menghentikan langkahnya saat mendengar suara papanya.
"Asal kamu tahu, Dania adalah putri Saya satu-satunya, dia berharga untuk Saya, tetapi kamu sudah berani melecehkan putri Saya!" geram papa Dania.
Plak!
Papa Dania melayangkan satu tamparan di pipi kanan Randy. Dia sangat geram karena Randy berani melecehkan anak satu-satunya yang paling dia sayangi.
Randy hanya diam tak berani bersuara.
Papa Randy hanya bisa pasrah. Dia sadar anaknya memang bersalah karena sudah melecehkan seorang gadis.
Sementara mama Dania dan mama Randy sudah sama-sama menangis. Mereka memikirkan bagaimana dengan masa depan anak-anak mereka nanti?
Mama Dania bahkan sudah berpikir yang tidak-tidak. Dia berpikir bahwa anaknya itu pasti sudah dinodai oleh Randy.
"Saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum, kamu segera siapkan laporannya, Miki," ucap papa Dania. Semua orang yang berada di ruangan itu terkejut mendengar apa yang papa Dania katakan.
Wajah Randy bahkan semakin pucat.
'Gimana nasib gue, kalau sampe gue di penjara?' batin Randy.
Mama Randy semakin terisak, dia takut putranya itu akan dimasukkan ke dalam penjara.
"Maaf, Tuan Hamish. Saya rasa, ini adalah masalah yang sangat sensitif. Anda adalah pengusaha besar, Apa Anda tidak takut seluruh dunia tahu tentang masalah ini? Sudah pasti Dania yang akan kena imbasnya, dia pasti akan malu menghadapi dunia kalau sampai semua orang tahu tentang masalah ini," ucap papa Randy.
"Benar, Om. Kasihan Dania, Dania pasti akan merasa malu," ucap Miki.
Papa Dania mengembuskan nafas lelahnya.
Dia memijat pangkal hidungnya. Tak enaknya menjadi seseorang yang di kenal oleh banyak orang bahkan kerap kali menjadi sorotan penting di negaranya sendiri adalah ketika mengalami masalah seperti inu, terlebih masalah ini menyangkut putrinya.
"Jadi, Saya harus bagaimana? Saya menginginkan keadilan untuk anak Saya," ucap papa Dania.
"Bagaimana kalau kita nikahkan mereka saja?"ucap papa Randy.
Sontak semua yang ada di ruangan tersebut termasuk Dania yang masih diam-diam mendengarkan percakapan mereka sampai membulatkan matanya, mereka terkejut mendengar ucapan papa Randy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Neng Iin Iin
tuh kn bnr nikh kn mereka brdua jdi nya hihiiii
2021-10-19
0
Malaikatkecilku Malaikatkecilku
yaah kok g sama si ketua kelas sih
2021-10-09
2
kiki
emng gak ada laki lain ya
2021-10-07
3