Brak!
Sasha menendang pintu toilet hingga terbuka, sontak membuat Randy terkejut.
"Lo ngapain sih, Sha?" tanya Randy.
"Babe, kenapa kamu main sendiri, sih? kan kamu bisa minta tolong aku," ucap sasha sambil mengambil alih kegiatan Randy. Randy terlihat menikmati perlakuan Sasha, Sasha pun tersenyum senang.
*****
Di toilet perempuan, Dania sudah selesai mengganti seragamnya dengan jaket yang Randy berikan. Saat dia keluar dan melewati pintu toilet pria, Dania mendengar suara dari dalam toilet pria.
'Kok, kaya suara Randy,' batin Dania.
Dania semakin penasaran dan lebih mendekat ke arah toilet pria. Dania membulatkan matanya, dia terkejut melihat apa yang terjadi di dalam toilet sana. Randy dan Sasha lagi-lagi sedang berbuat mesum di toilet.
"Kalian!" pekik Dania, dan membuat mereka terkejut.
Sasha pun menatap Dania tak suka 'Dia lagi,' batin Sasha.
Sedangkan Randy menelan air liurnya dengan susah payah, dia segera merapikan penampilannya yang kacau. Dia pun langsung keringat dingin, sudah seperti sedang keperegok selingkuh oleh istri saja.
Ah, bukankah mereka memang suami istri?
Dania menatap tajam pada Sasha dan Randy.
"Lo ngapain masih di sini? Mau gue laporin ke Kepala Sekolah?" ucap Dania sambil menatap Sasha tajam. Sasha menghentakkan kakinya dan keluar dari toilet.
Sementara itu Randy mendadak menjadi sulit bernapas melihat tatapan Dania yang sudah seperti ingin memakannya.
"Mana dompet?" tanya Dania seraya mengulurkan tangannya ke hadapan Randy.
Randy langsung memberikan dompetnya pada Dania.
"Handphone, siniin!" pinta Dania. Lagi-lagi Randy memberikannya pada Dania.
"Kunci mobil, siniin!" pinta Dania lagi, dan lagi-lagi Randy memberikannya.
Dania pun pergi meninggalkan Randy yang masih terdiam mematung.
Waktu istirahat pun selesai, dan dua jam kemudian pelajaran berakhir, bel pulang pun berbunyi.
Dania mengambil alih mengemudikan mobil karena tadi dia sudah mengambil kunci mobil dari Randy sehingga Randy hanya duduk di kursi penumpang depan.
Begitu sampai di apartemen, Dania langsung mengambil kunci kamar Randy dan juga mengambil kunci cadangannya.
'Rasain, emang enak tidur di luar,' gumam Dania dengan geram.
Entah mengapa dia menjadi marah melihat Randy dan Sasha saat di toilet sekolah tadi padahal dia tak memiliki perasaan apapun pada Randy.
******
Tok, tok, tok!
"Dania, buka dong! Siniin barang-barang gue, siniin juga kunci pintu kamar gue, masa gue tidur di luar, sih!" Randy berteriak sambil menggedor pintu kamar Dania.
"Bodo amat, gue ga peduli, itu hukuman buat lo!" teriak Dania.
Randy mengacak rambutnya.
"lo benar-benar keterlaluan, kejam amat lo jadi istri!" geram Randy.
Dania tak menanggapi ucapan Randy, pintu kamarnya pun masih tetap terkunci.
Randy semakin kesal karena kini dompet, handphone, kunci mobil, bahkan kunci kamarnya ada pada Dania.
"Oke, kalau lo gamau ngasih barang-barang gue, gue bakalan tidur di rumah Dio aja," ucap Randy.
Dio adalah teman satu kelas Randy sekaligus sahabatnya sejak masih SMP.
Randy mendekati pintu dan bersiap keluar dari apartemennya.
"Selangkah lagi keluar, lo ga akan bisa masuk ke sini lagi!" ancam Dania.
Randy menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Dania.
"lo ga boleh kejam-kejam, dong, sama suami sendiri. Gue ga bakalan kaya gitu lagi, deh!" ucap Randy dengan sungguh-sungguh.
"Halah! Paling nanti juga diulangin lagi! Lo itu ga bisa apa, pikiran lo itu dibersihin? Jangan isinya pikiran mesum mulu. Lagi lo itu benar-benar murahan banget, bisa-bisanya lo mesum sama si Sasha di toilet, gue dua kali ya pergokin lo, entah sebelum gue di sana, lo berapa kali mesum sama si Sasha?" kesal Dania.
"Ya, habis mau gimana lagi? Gue udah dari sananya kayak begini, kecuali kalau--" Randy menghentikan ucapannya.
"Kalau apa?" tanya Dania. Dania benar-benar tak habis pikir Randy bisa mengatakan semua itu seolah dirinya tak berdosa.
"Ya, kecuali kalau lo jadi istri gue sepenuhnya,"ucap Randy sambil menyunggingkan senyum nakalnya.
"Maksud lo?" tanya Dania bingung.
"Ya, gimana, ya? Em... Ituloh, Dan. Em..." Randy menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.
"Apaan sih, lo? Ga jelas banget!" kesal Dania.
"Ya, kitakan belum malam pertama lho, Dan," ucap Randy.
Dania terkejut mendengar ucapan Randy, dia tahu arah pembicaraan Randy menuju ke mana.
"Ga bisa! Gue masih 17 tahun! Lagian, kita juga masih sekolah! Dan yang terpenting, gue ga cinta sama lo!" tegas Dania.
Randy pun tersenyum kecil. Siapa juga yang peduli pada cinta? Pikir Randy. Persetan dengan cinta!
"Oke, ga masalah kalau lo gamau, gue mau nemuin si Sasha setiap kali gue lagi pengen!" ucap Randy dengan nada mengancam.
Dania menghela napas.
"Oke! Terserah lo, tapi sebelum itu jangan harap semua barang-barang lo akan gue balikin, besok gue bakalan ganti password pintu apartemen ini, jangan harap lo bisa balik lagi ke apartemen ini!" ucap Dania dengan penuh penekanan, Dia pun kembali masuk ke kamarnya.
Brak!
Dania menutup pintu kamarnya dengan kecang dan menguncinya.
Randy semakin kesal dibuatnya, niatnya ingin mengancam Dania agar Dania luluh justru membuat Dania berbalik mengancamnya.
'Gila! Apes banget punya istri galak kayak gitu!' gumam Randy kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Kireina
🤣🤣🤣🤣
2022-12-10
0
Caramel Latte
🤣🤣dah kayak istri beneran nih
2022-11-26
0
EkaYulianti
🤣🤣🤣🤣🤣 biar randy kapok
2022-11-17
0