Tengah malam, Dania terbangun dari tidurnya karena tenggorokannya terasa kering.
Dania berjalan menuju dapur, dia melihat ke arah ruang tamu, ternyata Randy sudah tertidur pulas. Dania berjalan mendekati Randy, dia menundukkan kepalanya menatap wajah Randy yang polos seperti bayi. Dania terus menatap wajah Randy dengan intens hingga tatapannya berhenti di bibir tipis Randy.
Dania menelan air liurnya.
'Dia bangun ga, ya, kalau gue cium bibirnya sedikit?' gumam Dania. Sesaat kemudian Dania menggelengkan kepalanya.
'kenapa gue jadi mesum gini, sih? Pasti ketularan ini anak, deh,' gumam Dania.
"Tapi 'kan dia suami gue, sah-sah aja dong kalau mau cium?" Dania terkekeh geli mendengar kata suami yang baru saja dia ucapkan, terdengar lucu karena dia harus menikah di saat usianya masih sangat muda.
Dania mendekatkan wajahnya ke wajah Randy, hingga terasa hembusan napas Randy di wajah Dania.
Saat akan menempelkan bibirnya di bibir Randy, tiba-tiba Randy terbangun, Dia terkejut dan Dania pun tak kalah terkejut.
"Siapa lo?" pekik Randy.
Bugh!
Dania menghantam wajah Randy dengan kepalan tangannya.
Dania mengatur napasnya, gara-gara Randy terbangun, Dania sampai dibuat jantungan.
'Apaan, sih, ini orang? Sampai segitunya, kayak lihat setan aja,' batin Randy.
Dania kembali melihat ke arah Randy, dilihatnya Randy yang ternyata tak sadarkan diri.
"Hah, gawat! Rand, Randy! Rand bangun, Rand! Randy, woy! Randy lo jangan bercanda, dong. Ga lucu tahu, Rand! Randy, Rand, bangun dong, sayangku, cintaku, suamiku, ayok bangun dong!"
Dania terus mengguncangkan tubuh Randy. Namun, Randy tak kunjung bangun.
"Duh... gawat. Dia ga bangun-bangun, gimana kalau mati? Ini gila, gue ga mau jadi janda," ucap Dania.
Dia pun jadi panik melihat Randy tak sadarkan diri.
Dania pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu yang mungkin bisa membuat Randy sadar, langkahnya terhenti saat dia melihat dirinya dari pantulan cermin. Dania terkejut, ternyata dia sedang tidak menjadi Dania yang Randy kenal.
"Pantes aja Randy kaget lihat gue, gue ceroboh banget, untung gue nonjok dia sampe pingsan, kalau enggak--" Dania menggelengkan kepalanya, dia tak dapat membayangkan, apa yang akan terjadi kalau sampai Randy tahu siapa dirinya?
Dania kembali ke ruang tamu dan melihat Randy yang masih tak sadarkan diri.
"kenapa gue jadi kayak gini? Ngapain juga gue peduli sama nih orang? Ga penting banget," ucap Dania.
Dania pun kembali ke kamar dan mencoba untuk tidur kembali. Namun, dia gelisah memikirkan Randy. Dania bangun kembali dan mengambil selimut, dia pun kembali ke ruang tamu.
'Seenggaknya, gue bertanggung jawab ngasih lo selimut,' gumam Dania sambil menyelimuti Randy.
******
Keesokan harinya..
Seperti biasa, Dania sudah mandi dan berpenampilan seperti biasa yang Randy kenal.
Dania membuka yout*be dan mencari tahu tentang resep dan juga cara membuat nasi goreng, rencananya dia akan membuatkan Randy sarapan nasi goreng, Dania merasa bersalah sudah membuat Randy pingsan semalam. Dania pun mulai menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, dia menangis saat mengupas bawang.
'Duh... Apa harus sedrama ini mengupas bawang aja? kenapa perih banget, sih? Kalau orang lain lihat, pasti dikira gue ngalamin sesuatu yang menyedihkan,' gumam Dania.
Beberapa menit kemudian, jadilah nasi goreng kecap dengan telur ceplok yang dihiasi dengan garnish.
'Oke, selesai. Penampilannya, sih oke. Rasanya pasti oke juga,' gumam Dania.
Dania berjalan menuju ruang tamu, dia menunudukkan kepalanya dan mencoba membangunkan Randy.
"Rand bangun. Ayo mandi, gue udah siapin sarapan," ucap Dania.
Randy terbangun dan langsung menarik tengkuk Dania.
Cup!
Dania terkejut, dia terdiam saat Randy mengecup bibirnya sekilas.
"Morning kiss," ucap Randy sambil tersenyum manis.
Dania pun berlari ke kamarnya dan langsung mengunci pintu kamarnya. Dania memegang bibir dan dadanya.
'Kenapa gue jadi deg-degan?' gumam Dania.
Dania segera mengganti bajunya dengan seragam sekolahnya, setelah selesai dia kembali ke ruang makan. Dilihatnya Randy yang sudah rapi dengan memakai seragam sekolahnya.
"Ini lo yang buat?" tanya Randy sambil menatap tak percaya pada nasi goreng itu.
"Hem..." Dania hanya berdehem sambil menganggukan kepalanya.
"Tampilannya, sih, menarik. Ga tahu deh rasanya," ucap Randy.
"Pasti enaklah, gue 'kan bikinnya pake hati," ucap Dania sambil memakan sarapan roti bakarnya.
Randy pun mencoba nasi gorengnya.
Uhuk, uhuk, uhuk!
Randy pun tersedak saat mencoba memakan nasi goreng itu. Bagaimana tidak? Rasanya sudah seperti dia sedang memakan garam saja, terlalu asin.
"Rand, lo kenapa? Makanya pelan-pelan, gue tahu itu enak banget, tapi pelan-pelan aja makannya, gue bikin spesial buat lo, kok. Jadi, gue ga bakal minta," ucap Dania. Dia pun memberikan segelas air minum pada Randy.
'Enak banget apanya? Asin banget begini di bilang enak, bisa darah tinggi gue,' batin Randy.
Randy tersenyum manis pada Dania, dia mulai memakan lagi nasi gorengnya walau dengan terpaksa. Sebetulnya, Randy sudah bangun sejak Dania sedang memasak nasi goreng tadi dan juga melihat saat tadi Dania menangis gara-gara mengupas bawang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Atoen Bumz Bums
🤭🤪😂🤣🤣🤣
2025-03-01
0
Kireina
e randy sayang istri banget
2022-12-10
0
Ikke RiDeva
lucu banget ngegemesin
2022-08-25
0