Ke esokan paginya.
Dania sudah berada di kelasnya. Semalaman dia tak bisa tidur karena memikirkan apa yang dia lihat kemarin sore saat di kamar Randy. Dania menempelkan kepalanya di atas meja, kepalanya terasa berat karena tidak cukup tidur.
"Gue mulai gila kayaknya. Masa, mikirin si Randy sampai segitunya," gumam Dania.
Dania terkejut dan mendongak saat ada yang menepuk bahunya.
"Mia?" ucap Dania.
"Lo udah sembuh?" tanya Mia.
Dania pun mengangguk.
"Lo ada hubungan apa sama kak Randy?" tanya Mia penasaran.
Dania menggelengkan kepalanya dengan lemas. Dia sungguh mengantuk karena tak bisa tidur semalaman.
"Kalian pacaran, ya?" tanya Mia tersenyum.
"Enggak kok, dia--"
Plak!
Belum sempat Dania melanjutkan ucapannya, tiba-tiba Sasha melempar buku ke atas meja Dania.
Dania menatapnya jengah, sepertinya mulai hari ini hingga sebulan ke depan hidupnya di sekolah tak akan tenang.
"Kerjain PR matematika gue, sekarang!" ucap Sasha.
"Tapi, Sha, gue ga--" ucapan Dania lagi-lagi terhenti karena Sasha langsung menyelanya.
"Gue ga mau tahu, perjanjian kita dimulai hari ini, dan lo udah sepakat 'kan? Atau kita batalin kesepakatan kita biar semua orang tahu kalau lo itu seben--" ucapan Sasha langsung terpotong oleh Dania.
"Oke, gue kerjain sekarang!" kesal Dania.
Sasha pun tersenyum puas, sedangkan Mia menatap Dania dan Sasha dengan heran.
"Harus udah selesai sebelum Guru matematika masuk," ucap Sasha.
Dania mengambil buku milik Sasha dan mulai membukanya.
'Dasar mak lampir, gue 'kan tadi mau bilang kalau gue ga pintar pelajaran matematika, nanti kalau jawabannya salah semua gimana? Gue aja ga yakin sama jawaban PR sendiri," gumam Dania.
"Bodo ah, yang penting dikerjain," gumam Dania.
Setelah selesai mengerjakan PR matematika Sasha, Dania pun mengembalikan buku Sasha.
Tak lama kemudian, Guru datang dan segera memulai pelajaran.
Satu jam berlalu, dan masuklah Guru matematika, Dia meminta semua murid untuk mengumpulkan PR matematika mereka. Setelah pelajaran matematika berakhir, dan bel istirahat pun berbunyi.
Plak!
Sasha melemparkan buku ke meja Dania tepat ketika Dania akan beranjak dari kursinya.
"Lo kenapa sih, Sha? Suka banget lempar buku!" kesal Dania.
"Masih nanya kenapa? Bisa-bisanya PR matematika gue dapat nilai jelek!" geram Sasha.
"Kan tadi gue mau bilang, gue ga pintar matematika, tapi lo yang motong omongan gue duluan," ucap Dania.
"Lo kan bisa ngomong!" geram Sasha.
Dania pun menghembuskan napas kasar.
"Kan lo yang maksa, pake ngancem segala lagi,"ucap Dania dengan santai.
Sasha kesal dan menghentakkan kakinya, Dia pun keluar dari kelas.
"Rasain!" gumam Dania.
"Lo ada urusan apa sama si Sasha? Sejak kapan juga kalian jadi deket?" tanya Mia.
"Ga apa-apa, kok. Yuk kita ke kantin aja," ucap Dania sambil merangkul bahu Ina dan Mia, mereka pun pergi menuju kantin.
***
Di kantin, Dania merasa panas saat melihat sasha sedang duduk di sebelah Randy, ada beberapa teman Randy juga di sana. Dania menghentakkan kakinya dan duduk di kursi kosong yang bersebelahan dengan kursi Sasha dan Randy.
"Hey, tompel. Sini deh!" ucap Sasha sambil memainkan jari telunjuknya agar Dania menghampirinya.
Dania kesal melihat Sasha.
"Mau apa lagi sih, nih, nenek lampir?" batin Dania.
Dengan malas Dania menghampiri Sasha.
"Kenapa?" tanya Dania.
"Pesenin makanan buat kita dong," ucap Sasha sambil tersenyum licik.
Dania membulatkan matanya.
"Enak aja nyuruh-nyuruh, emang gue pembantunya apa?" batin Dania.
"Kenapa diem? Ga mau?" tanya Sasha.
"Oke, gue pesenin," ucap Dania.
Sasha pun tersenyum melihat ke arah Randy.
"Babe, kamu mau pesan apa?" tanya Sasha manja dengan tangannya kini merangkul lengan Randy.
Randy menatap Dania dan tersenyum manis, dia pun menyebutkan pesanannya. Sementara Dania menatap Randy dengan tatapan tajam.
"Ha-ha-ha, lo pasti cemburu," batin Randy.
"Dasar brengsek! Udah punya istri juga masih aja keganjenan," batin Dania.
Dania pun memesan makanan.
"Lo temenan sama Dania?" tanya Randy.
"Enggaklah, bukan gue banget temenan sama orang kayak gitu. Selama sebulan ke depan dia bakalan jadi asisten gue," ucap Sasha.
"Emang kenapa?" tanya Randy penasaran.
"Kami ada kesepakatan yang mengharuskan dia jadi asisten gue selama sebulan ke depan,"ucap Sasha
Randy mengangguk dan terus memperhatikan Dania dari kejauhan.
Tak lama, Dania membawakan pesanan Sasha dan Randy. Kaki Dania tak sengaja tersandung, dan membuat minuman yang Dania bawa sampai tumpah mengenai seragam sekolah Sasha.
Sasha pun geram, dia bangun dari duduknya.
Plak!
Sasha menampar Dania cukup keras sampai Dania tersungkur ke lantai.
"Sasha!" pekik seseorang.
Plak!
Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Sasha.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
G** Bp
Randi atau Baim yang nampol si Masako 🤔🤔
2025-03-02
0
Mimi Ce
iya ko jd gk mikir si danua acam balik ngpa🤦🏼♀️🙄
2021-11-05
0
Neng Iin Iin
randy paling yg nampar sasha
2021-10-19
0