Hari senin, hari yang paling dibenci oleh Dania, karena menurutnya hari senin merupakan hari yang panjang dan melelahkan.
Pagi ini, Dania sedang membuat sarapan. Sarapan kali ini, dia membuat roti bakar dengan selai cokelat kesukaannya. Di tengah kegiatannya, Randy keluar dari kamarnya dan berjalan menuju meja makan.
"Gue mau nasi goreng," ucap Randy sambil menarik kursi makan kemudian dia pun duduk.
Dania hanya diam dan sibuk mengoleskan selai cokelat ke dalam roti bakarnya.
"Mana sarapan gue?" tanya Randy.
"bikin sendirilah," ucap Dania sambil mulai menyantap sarapannya.
"Lo gimana, sih? Lo itu istri gue sekarang, dan udah jadi kewajiban lo buat layanin gue. Lagian lo lupa apa kata mama lo? Em... Maksud gue kata mama, kalau lo itu harus melayani gue dengan baik?" ucap Randy.
"Gue bukan pembantu lo, ya. Gue nyonya apartrmen ini," ucap Dania.
"Lo benar-benar, deh, ngeselin! Jadi istri, kok, ga guna banget!" kesal Randy. Dia pun mengambil bahan-bahan untuk membuat nasi goreng.
Dania hanya memperhatikan Randy sambil menikmati sarapannya.
Beberapa menit berlalu, jadilah nasi goreng buatan Randy, nasi goreng kecap dengan telur ceplok.
'Beneran, tuh, bisa dimakan?' batun Dania. Dia terus memperhatikan nasi goreng itu.
"Apa itu enak? Em... Maksud gue, apa lo emang beneran bisa masak?" tanya Dania.
"Ya, seperti yang lo lihat. Asal lo tahu aja, gue tuh udah ganteng, manis, populer, bisa masak, pokoknya perfect," ucap Randy sambil tersenyum bangga.
"Ih, amit-amit, deh, geer banget jadi orang!" ucap Dania.
Dania masih terus melihat nasi goreng itu. Dania menelan air liurnya melihat Randy begitu menikmati nasi gorengnya.
"Kenapa? Mau?" tanya Randy.
"Emang boleh?" tanya Dania.
"Boleh, nih." Randy menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut Dania dan disambut oleh Dania dengan melahapnya.
'Em... Lumayan,' gumam Dania.
Dania merebut nasi goreng Randy dan langsung memakannya.
"Woy! Nasi goreng gue, tuh!" pekik Randy kesal.
"Yaelah, jangan pelit-pelit sama istri mah, dosa lho bikin istri kelaparan," ucap Dania sambil tersenyum.
Randy pun mendengus kesal.
"Ga ngelayanin suami juga dosa," ucap Randy..
"Bukannya gamau layanin, tapi gue memang ga bisa. Biar gue kasih tahu lo, gue ga bisa masak, gue ga bisa beres-beres rumah, gue ga bisa nyuci piring, apa lagi nyuci baju," ucap Dania.
"Jadi, lo bisanya apa?" tanya randy. Masa iya, perempuan tak bisa melakukan semua itu? Pikir Randy.
"Shopping," jawab Dania singkat.
"Huh, mulai hari ini lo ga boleh sering shopping," ucap Randy.
"kenapa?" tanya dania bingung.
"Karena lo bisa bikin jebol Atm gue," ucap Randy.
"Ga masalah, gue punya banyak uang," ucap Dania dengan bangga.
Randy memutar bola matanya jengah.
Setelah selesai sarapan, mereka pun bersiap untuk pergi ke sekolah.
*****
Sesampainya di sekolah, Dania bertemu dengan Ina dan Mia.
"Dania, lo hilang kemana, sih, pas di klub?" tanya Mia.
"Oh... Itu, gue pulang duluan," jawab Dania.
"Tuh 'kan, gue bilang apa? Dania emang udah pulang duluan," ucap Ina.
"Emang kenapa, sih?" tanya Dania.
"Waktu gue balik ke bar, gue tanya sama bartendernya, katanya lo pingsan terus dibawa sama cowok," ucap Mia.
"Hah? Enggak kok, gue pulang sendiri, mungkin itu orang salah lihat," ucap Dania gugup.
"Eh tapi, malem itu kita mastiin lagi lho ke rumah lo, takutnya lo belum pulang. Kata scurity rumah lo, sih, lo emang udah pulang sama cowok, terus kok, gue kaya lihat mobilnya kakak kelas kita, ya," ucap Mia sambil menatap menyelidik ke arah Dania.
"Duh, lo salah lihat pasti. Lagi pula, yang punya mobil kayak gitu 'kan, bukan cuman kakak kelas aja, banyak kali yang punya," ucap Dania.
"Ya, iya, sih," ucap Mia.
Tak lama guru masuk dan memulai kegiatan belajar mengajar.
***
Dua jam kemudian bel istirahat berbunyi. Dania, Ina, dan Mia, bergegas menuju kantin.
"Biar gue yang pesenin makanan, kalian tunggu di sini," ucap Dania.
Dania bergegas memesan makanan.
Saat dia berbalik tiba-tiba seseorang menabraknya dan menumpahkan minumannya di seragam sekolah Dania.
"Issshh... Baju gue jadi basah 'kan, lo tuh bisa lihat jalan ga, sih, ha?" kesal Dania.
Dia mencoba membersihkan baju seragamnya dan kemudian dia melihat ke arah orang yang menabraknya.
"Riko?" Dania terkejut melihat orang yang dia sukai ada di hadapannya.
"Ya? lo kenal gue?" tanya Riko.
Dania masih diam menatap Riko, begitupun sebaliknya.
'Kok, matanya kayak ga asing, ya,' batin Riko.
Lamunan keduanya berakhir, saat Randy menarik tangan Dania dan membawa Dania ke toilet.
"Duh, apa-apaan, sih, Rand? tangan gue sakit, nih!" ucap Dania sambil meringis kesakitan.
"Pake ini!" ucap Randy sambil memberikan jaketnya pada Dania.
"Apaan nih? punya siapa? Gue ga mau pake," ucap Dania. Dia tak terbiasa memakai barang milik orang lain.
"Lo yakin ga mau pake ini? Lo mau pake seragam Lo yang basah ini biar orang-orang bisa lihat warna dalaman Lo, gitu?" ucap Randy.
Dania pun melihat ke seragamnya.
"Apa peduli, lo? Terserah gue mau ngapain," ucap Dania malas.
Randy mengembuskan napas kasar.
"Karena lo istri gue sekarang, gue ga mau orang lain lihat tubuh lo, cuma gue yang berhak atas tubuh lo, ya!" tegas Randy sambil menyentuh tubuh bagian atas Dania.
"Eummhh..." Dania terkejut ketika suara aneh tiba-tiba keluar dari mulutnya. Dia pun bergegas menutup mulutnya.
Randy tersenyum jahil mendengar suara yang keluar dari mulut Dania.
Sementara Dania justru diam saja.
"Lo suka, ya, yang barusan? Mau lagi? Sini, dengan senang hati," ucap Randy sambil menyentuh bagian atas Dania dengan kuat membuat Dania tersadar dari lamunannya.
"Auww, lo gila, ya? Kasar banget, sih. Lo ga bisa lembut apa sama cewek?" kesal Dania.
Randy menegang melihat Dania meringis memegang bagian atas tubuhnya.
Randy menelan air liurnya dengan susah payah.
Sesuatu di bawah sama bahkan menjadi ikut menegang melihat Dania memegang dadanya di saat bajunya basah.
'Oh, shit! Ga mungkin gue nafsu sama nih cewek," batin Randy.
Randy bergegas keluar dari toilet dan masuk ke dalam toilet pria. Dengan tergesa-gesa Randy masuk ke dalam toilet dan mengunci pintu toilet.
Dia pun membuka celananya yang terasa amat sesak.
'Auw... Sial! Dia udah tegang banget. Ah... Harus di tuntasin,' gumam Randy.
Randy pun mulai menyentuh sesuatu di bawah sana sambil mengingat Dania.
'Oh, sial! Seksinya, tuh, cewek,' gumam Randy.
Napas Randy sudah semakin berat, sepertinya sebentar lagi dia akan mendapat pelepasannya.
Randy semakin mempercepat kegiatannya, berharap secepatnya dia akan mencapai pelepasannya.
Brak!
Randy terkejut saat tiba-tiba ada yang menendang pintu toilet hingga pintu itupun terbuka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
matcahua
urat malu gue mau putus baca beginian
2022-02-10
0
Siti Nurhalimah
ngeri rasanya anak sekolah jmn skrg 😭😭
2021-12-24
0
Chobi Yati
ini sekolah apa ajang pelampiasan
2021-11-07
0