Randy Sebastian, berusia 18 tahun, murid Kelas XII di Sekolah yang sama dengan Dania. Randy Siswa populer di Sekolah. Berkulit putih, berwajah tampan dan baby face. Memiliki lesung pipi yang membuatnya tampak semakin manis.
Randy membawa Dania keluar dari klub dan memasuki mobilnya. Entah kemana Randy akan membawa Dania.
Di tengah jalanan yang sepi, Dania terbangun karena merasakan tenggorokan dan tubuhnya terasa panas.
"Uuhh... Panas banget, gue nggak kuat," ucap Dania.
Dania membuka jaket kulit yang dia kenakan.
Randy yang sedang mengemudi pun menjadi tak fokus karena kini Dania hanya mengenakan tanktop hingga memperlihatkan kedua bulatan milik Dania dari balik tanktop-nya.
Dania menggeliatkan tubuhnya ke samping kiri dan samping kanannya. Dia terlihat begitu gelisah.
Randy yang sejak tadi memperhatikan Dania menjadi ikut gelisah, tak terasa area sensitifnya menjadi terasa sesak.
Randy mengusap wajah agak kasar.
"Ah... Ini cewek! Gue nggak boleh terpancing. Niat gue bukan mau nyentuh dia, gue cuma mau buat dia tersiksa karena obat perangsang itu!" ucap Randy frustrasi.
Ternyata, sesuatu yang dimasukan ke dalam minuman Dania tadi adalah obat perangsang dan tampaknya obat itu memang benar-benar bereaksi pada tubuh Dania. Namun, tunggu! Randy hanya menuangkan sedikit saja, tetapi sepertinya reaksi Dania berlebihan.
Randy semakin gelisah karena kini Dania akan membuka tanktop-nya. Randy segera menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menahan tangan Dania agar tak membuka tanktop-nya.
"Lo apa-apaan, sih? jangan buka di depan gue!" ucap Randy.
Dania tak mendengarkan ucapan Randy, dia benar-benar sudah tak tahan dan area sensitifnya terasa sangat tak nyaman.
Dania menarik tengkuk Randy dan ******* bibir Randy dengan kasar. Randy menjadi kewalahan mengimbanginya dan mendorong tubuh Dania.
"Brengsek! Gue Nggak akan bertindak lebih jauh dari ini!" kesal Randy sambil mengusap wajahnya agak kasar.
Hatinya menolak, tapi pikirannya sebenarnya sudah diselimuti oleh gairah karena melihat tubuh mulus Dania.
Dania semakin gelisah dan membuka tanktop-nya.
Jantung Randy berdegup kencang, Dia menelan air liurnya dengan susah payah.
'Apa-apaan, nih, cewek? Mukanya, sih, nggak cantik. Tapi, body-nya? Wow... gue nggak tahan,' gumam Randy.
Randy segera mengatur kursi mobil dan mendorong Dania hingga telentang. Randy langsung ******* bibir merah muda Dania. Keduanya begitu tak bisa diam hingga mengakibatkan guncangan pada mobil.
Randy tengah asik mencecap bibir Dania dan perlahan turun menuju leher Dania hingga meninggalkan tanda kissmark di sana.
Randy terus memperjauh kegiatannya hingga Dania merasakan gelombang dahsyat yang keluar dari dalam tubuhnya. Bagi Dania, ini adalah pertama kalinya dia merasakan sensasi seperti itu. Dania pun langsung tak sadarkan diri.
Randy mendengus kesal melihat Dania tak sadarkan diri.
'Nyusahin aja!' gumam Randy.
Saat Randy akan memakaikan kembali jaket Dania, tiba-tiba ada suara ketukan dari kaca mobil.
Randy pun terkejut di buatnya.
'Polisi!' gumam Randy.
Randy mengacak rambutnya.
'Kurang ajar! Gue lupa kalau gue berhenti di pinggir jalan. Mana sepi banget lagi,' gumam Randy.
Randy segera menutupi tubuh Dania dengan jaketnya. Dia bergegas membuka pintu mobilnya dan segera menutupnya. Dia takut Polisi akan memeriksa isi mobilnya.
"Selamat malam, apa yang sedang Anda lakukan? Mengapa Anda berhenti di pinggir jalanan sepi seperti ini?" tanya Polisi.
"Ah anu, Pak. Saya ngantuk. Jadi, saya berhenti sebentar," ucap Randy gugup dan membuat polisi menjadi curiga.
"Baiklah, bisa Saya periksa isi mobil Anda?" tanya Polisi.
Randy semakin gugup, keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya.
"Maaf, Pak. Nggak bisa. Saya ga ngizinin Bapak melihat isi mobil Saya," ucap Randy.
Polisi itu mengerutkan dahinya, dia semakin curiga melihat gelagat Randy yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Polisi itu memaksa membuka pintu mobil, dia terkejut saat melihat Dania yang sedang tertidur dengan bagian tubuh atasnya di selimuti jaketnya.
"Brengsek! Kamu apakan adik sepupu Saya, ha?" tanya Polisi itu dengan nada membentak.
Polisi itu ternyata Kakak Sepupu Dania, Dia mengenali penampilan Dania karena memang Dia mengetahui identitas Dania yang lainnya.
Randy pun terkejut saat tahu Polisi itu ternyata kakak sepupunya Dania. Randy semakin panik, dia tak tahu mau menjawab apa.
Polisi itu bernama Miki. Miki segera memeriksa tubuh Dania dan betapa terkejutnya dia saat melihat tanda merah di leher Dania. Miki jelas mengenal Dania meski Dania berpenampilan seperti itu karena Miki pun tahu tentang rahasia Dania.
Bugh!
Miki langsung menghantam wajah Randy hingga membuat Randy tersungkur ke aspal.
"Tenang, Pak. Saya bisa jelaskan semuanya," ucap Randy sambil memegang pipinya yang terasa ngilu akibat hantaman kepalan tangan Miki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
G** Bp
untung Dania pingsan klu ga pasti fatal akibatnya..
2025-03-02
0
Dede Mila
emang enak kena bogem pak pol .....👊👊👊
2022-12-01
0
Nur Maryam
ini dah direvisi pasti klo dulu waktu awal2 rasa2nya rada vulgar tp y mending sih sejarang gx terlalu vulgar bhsnya
2022-05-16
0