Baim terkejut melihat Dania menggenggam tangannya di saat Dania masih memejamkan matanya, Dania bahkan mengendus tangan Baim, membuat Baim merasakan seperti terkena sengatan aliran listrik. Baim merasakan tergelitik akibat endusan Dania.
'Sshhh... Ini cewek benar-benar,' gumam Baim sambil terkekeh melihat tingkah Dania.
"Ini cewek lucu juga ternyata," batin Baim.
Tak lama Dania pun bangun, Baim segera melepaskan tangannya dengan agak kasar, membuat Dania tersentak.
"Lho, Baim. Gue di mana?" tanya Dania sambil melihat ke sekeliling ruangan.
"Lo di UKS, tadi lo demam," ucap Baim.
"Jadi, lo yang bawa gue ke sini?" tanya Dania.
"Bukan, lo sendiri yang datang ke sini," ucap Baim sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar. Sebelum sampai di pintu, Baim pun berbalik dan menatap Dania.
"Kalau masih demam, jangan lupa minum obat." ucap Baim, dia keluar dari ruang UKS.
Dania melihat kepergian Baim dengan bingung.
'Kok, gue ga inget ya kalau gue ke sini,' gumam Dania.
'Duh... Kepala gue pusing,' gumam Dania sambil memegang kepalanya.
Dania pun kembali memejamkan matanya dan tertidur.
***
Waktu berlalu, bel pulang sekolah berbunyi.
Di tempat lain, satu persatu murid-murid mulai meninggalkan sekolah, Mia dan Ina ke ruang UKS terlebih dulu untuk memastikan keadaan Dania. Mia dan Ina melihat Dania yang masih tertidur dan ternyata tubuhnya masih agak demam, mereka pun membiarkan Dania tidur dan mereka akan menunggu Dania sampai bangun.
Tak lama, ponsel Dania bergetar karena ada panggilan masuk.
Mia pun mencoba melihat ponsel Dania, dia mengerutkan dahinya melihat nama yang ada di layar ponsel Dania.
'Si mesum?' gumam Mia.
"Jawab aja, siapa tahu penting," ucap Ina.
Mia pun menjawab panggilan masuk itu.
'Halo,' ucap Mia.
'Halo, lo di mana, sih? Gue udah nunggu lo dari tadi ini, di tempat biasa,' ucap seseorang di dalam telepon.
'Oh, maaf. Ini temannya Dania, Dania 'nya lagi istirahat di UKS, tadi badannya demam soalnya,' ucap Mia.
Tut... Tut... Tut...
Telepon itu berakhir.
***
Di sisi lain, Randy bergegas menyalakan mobilnya dan berputar balik kembali ke sekolah. Sesampainya di Sekolah. Dia langsung memarkirkan mobilnya dan berlari menuju UKS.
"Huh! Apa Dania baik-baik aja?" tanya Randy membuat Mia dan Ina menoleh ke arah pintu.
"Lho, kak Randy?" ucap Mia dan Ina bersamaan.
Ternyata nama si mesum di ponsel Dania adalah nomornya Randy.
Mia dan Ina saling tatap.
"jadi, yang tadi telepon, Kak Randy?" tanya Mia.
Randy pun mengangguk.
"Kalian pulang aja, Dania biar gue yang urus," ucap Randy.
Mia dan Ina mengangguk.
"Ya udah, Kak. Titip Dania, ya. Ini tasnya, kakak tolong anterin dia sampai rumahnya," ucap Mia.
Randy mengangguk dan mengambil tas Dania.
Randy menggendong tubuh Dania dan berjalan keluar dari UKS.
Saat di perjalanan menuju parkiran, Dania terbangun. Dania syok saat tahu dirinya ada di gendongan Randy, Dania pun memberontak.
"Aw ..." Dania meringis kesakitan karena terjatuh dari gendongan Randy.
"Randy! Lo keterlaluan banget, sih, bikin gue sampai jatuh!" kesal Dania sambil menatap Randy tajam.
"Lah? Lagian ga bisa diem, sih. Emang enak jatuh," ucap Randy sambil terkekeh, Randy pun mengulurkan tangannya ke arah Dania.
"Lo ga peka banget, sih, jadi cowok. Ya, tahan gue kek biar ga jatuh," ucap Dania.
Randy hanya tertawa melihat Dania yang masih meringis kesakitan.
'Dasar cewek, suka ga mau kalah. Udah jelas dia yang ga bisa diem, malah nyalahin orang,' batin Randy.
Dania melihat Randy.
'Orang lagi kesakitan malah diketawain,' gumam Dania.
"Duh... Jangan kayak gitu dong natapnya, serem amat," ucap Randy.
Dania menepis tangan Randy dan berdiri sendiri, Dia pun melenggang pergi meninggalkan Randy.
Randy hanya menggelengkan kepalanya dan mengekori Dania. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan pulang ke apartemen.
Sesampainya di apartemen, Dania langsung ke kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur. Tubuhnya terasa lemas dan masih agak demam.
Sedangkan Randy langsung terjun ke dapur dan memasak bubur untuk Dania.
Setelah bubur matanya, Randy segera mengambil satu mangkuk bubur dan satu gelas air putih, dia juga mengambil obat demam dan membawanya ke kamar Dania. Dilihatnya Dania sedang tertidur,
Randy pun mendekati Dania dan menundukkan kepalanya, dia mencoba membangunkan Dania.
"Dania, bangun dulu, lo harus makan dulu, terus minum obat, nih. Gue udah bikinin bubur,"ucap Randy sambil mengguncangkan tubuh Dania.
Dania membuka matanya dan duduk bersandar di kepala tempat tidur.
"Nih, makan dulu," ucap Randy sambil memberikan mangkuk buburnya.
Dania menggelengkan kepalanya.
"Enggak pengen makan bubur," ucap Dania manja.
"Jadi, maunya makan apa?" tanya Randy.
"Mau makan tomyam, gue lagi mau makan yang pedas-pedas," ucap Dania.
"Makan bubur aja! Lo lagi demam, ga boleh makan pedas dulu," ucap Randy. dia mulai menyendok bubur dan mendekatkan ke mulut Dania. Dania pun menggelengkan kepalanya.
"Please, Dania. Lo harus dengerin gue kali ini aja, gue ga mau, ya, direpotin sama lo," ucap Randy.
Dania membulatkan matanya, dia kesal mendengar ucapan Randy. Dia pun melahap bubur yang Randy suapkan ke mulutnya. Randy tersenyum melihat Dania makan sambil memasang wajah cemberut.
Setelah selesai memakan bubur itu, Randy memberikan satu kaplet obat demam pada Dania, tapi lagi-lagi Dania menggelengkan kepalanya dan membuang muka ke arah lain.
Randy pun menghembuskan nafas kasar dan menyentuh kening Dania, Randy merasakan tubuh Dania masih agak demam.
Randy memasukan obat itu ke mulutnya dan meminum sedikit air, Dia pun menarik tengkuk Dania dan memencet hidung Dania.
Uhuk, uhuk, uhuk!
Dania terbatuk saat Randy memasukkan obat demam itu melalui mulutnya sendiri ke dalam mulut Dania. Dania menatap Randy tajam.
"Randy!" pekik Dania.
Randy hanya terkekeh melihat Dania dengan wajah yang memerah.
"Lagian bandel, disuruh minum obat aja susah," ucap Randy sambil tersenyum dan berjalan keluar kamar.
"Dasar! Nyari kesempatan dalam kesempitan aja!" teriak Dania geram.
Dania memegang dadanya yang sedang berdegup kencang.
'Kenapa akhir-akhir ini gue jadi suka jantungan, sih, kalau deket-deket dia? Dia benar-benar ga bisa di tebak, benar-benar mesum,' gumam Dania sambil menyembunyikan wajahnya di atas bantal.
Sedangkan di luar kamar, Randy hanya tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Anonymous
aq suka,,wlapun terpaksa mnikah tapi Randi takut SMA Dania...suka2
2022-07-19
0
Theresia Anita
dania sama rendy lucu sih, gemes
tp kenapa aku pengennya dania sama baim, atau gak usah ada baim aj kali ya
kasihan baim, kalo nanti si baim suka sama dania
wkwkwkkw, ngehalu sendiri
2021-12-16
0
Neng Iin Iin
cieeeee
2021-10-19
0