Setelah melakukan perdebatan cukup panjang, akhirnya tuan Hamish setuju untuk menikahkan Dania dengan Randy. Namun, dengan satu syarat, Randy tak boleh membuat Dania hamil karena Dania masih seorang pelajar. Tuan Sebastian pun memastikan bahwa Randy akan menyetujui syarat tersebut.
Lalu, bagaimana dengan Randy saat mendengar bahwa pernikahan dengan Dania akan dilaksanakan?
Ya, tentu saja Randy menolak untuk menikahi Dania, Randy menyesal sudah mengatakan bahwa dia berpacaran dengan Dania, Randy bahkan mengutuk dirinya atas kebodohannya karena niatnya untuk membalas dendam pada Dania justru menyeretnya pada posisi yang tak pernah dia harapkan.
Penyesalan memang selalu datang di akhir bukan?
Dania bahkan sampai memohon tak ingin dinikahkan dengan Randy. Namun, keputusan sudah bulat dan tak bisa diganggu gugat, kedua keluarga memutuskan untuk menikahkan mereka demi untuk menghindari masalah yang tak di inginkan di kemudian hari.
Dan pagi ini pukul 10.00 wib, acara ijab qobul telah di laksanakan di kediaman keluarga Dania dan hanya di hadiri oleh kedua keluarga inti saja di karenakan Dania dan Randy masih seorang pelajar.
Setelah acara ijab qobul selesai, Dania dan Randy bergegas ke kamar. Memakai baju pengantin sungguh membuat mereka tak nyaman dan kegerahan.
Randy melihat Dania dengan tatapan tak suka.
'Sial, niatnya mau ngerjain malah jadi nikahin!' batin Randy kesal.
Dania menatap malas pada Randy.
'Apes banget sih harus nikah sama cowok rese, dan mesum ini!' kesal Dania.
Mereka pun saling membuang muka.
"Ambilin baju gue, dong!" ucap Randy. Dia kini sudah bertelanjang dada.
Dania tak mendengarkan ucapan Randy, dia sibuk dengan kegiatannya membuka jepit rambutnya.
"Woy! budeg, ya?" pekik Randy kesal.
Lagi-lagi Dania tak mendengarkan Randy, dia lebih memilih melanjutkan kegiatannya.
Randy pun menjadi semakin kesal.
"Dasar, istri durhaka!" kesal Randy dan mengambil bajunya sendiri.
Dania menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Randy.
"Apa lo bilang?" tanya Dania sambil menatap Randy dengan tatapan tajam.
"Istri Dur-ha-ka." ucap Randy dengan penuh penekanan.
Dania mengepalkan tangannya.
"Lo benar-benar, ya!" geram Dania.
Randy tak menanggapi ucapan Dania dan memilih keluar dari kamar.
"Dasar, ngeselin!" kesal Dania.
Dania pun mengganti kebaya pengantinnya dengan kaos putih polos, yang menampilkan lekukan bagian atasnya dan celana hot pants yang menampilkan paha putih mulusnya. Dania memang sudah terbiasa berpenampilan seperti itu di dalam rumah.
***
Beberapa menit berlalu, Randy pun kembali ke dalam kamar.
Randy menelan air liurnya dengan susah payah melihat Dania berpenampilan seperti itu.
"seksi," batin Randy.
Randy menatap tubuh Dania dengan intens sampai pandangannya berhenti pada celana hot pants yang Dania kenakan.
Lagi lagi randy kesulitan menelan air liurnya.
"Itu dia, di balik celana itu" batin Randy.
Dia menyunggingkan seringai mesumnya.
Dania pun menyadari Randy yang terus memperhatikannya.
Bugh!
"Aauwww..." Randy meringis saat Dania melempar bantal ke wajahnya.
"Dasar, mesum!" kesal Dania.
Randy semakin tersenyum lebar.
"Huh, gue bahkan udah pernah sentuh, cuman lihat aja yang belum," ucap Randy sambil tersenyum mesum.
Dia mengambil ponselnya yang berada di atas meja dan keluar dari kamar.
Sedangkan Dania masih diam mematung.
'Dasar mesum, gue benar-benar terancam kalau hidup sama dia,' gumam Dania. Dia pun menggeleng kan kepala.
*****
Setelah semalam Randy dan Dania menginap di Rumah orang tua Dania, pagi ini mereka rencananya akan pulang ke apartemen Randy. Mereka pun pamit pada kedua orangtua Dania.
"Ingat, ya, Randy, jangan buat anak Saya hamil. Kalau sampai itu terjadi, kamu akan tahu akibatnya!" ancam papa Dania.
Randy menelan air liurnya dengan susah payah.
'Galak banget, sih, punya mertua,' batin Randy.
"Dengar ya, Sayang, sekarang kamu sudah bukan tanggung jawab kami lagi, jadi kamu harus patuh sama suami kamu, layani suami kamu dengan baik,' ucap sang mama menasehati Dania.
Dania menatap malas ke arah Randy tetapi mengangguk saat melihat sang mama. Tak lama mereka pun pergi menuju apartemen.
***
Sesampainya di apartemen Randy.
"Rand, lo cowok bukan, sih? masa gue yang harus bawa koper!" kesal Dania. Dania kesulitan membawa dua buah koper yang berukuran besar.
"Itu kan koper lo, jadi lo lah yang harus bawa. Lagi, ngapain, sih, bawa koper sebesar itu?" ucap Randy sambil memainkan ponselnya.
"Ini tuh, barang-barang kesukaan gue." ucap Dania.
"Oh," ucap Randy malas. Terserah saja, dia tak peduli dengan itu.
Sesampainya di dalam apartemen, Dania langsung menuju kamar sedangkan Randy pergi menuju dapur.
Saat Randy akan memasuki kamar, Randy terkejut karena barang-barangnya sudah berserakan di luar kamar.
"Lo apa-apaan, sih? kenapa barang-barang gue, lo, berantakin?" kesal Randy.
"Lo pindah ke kamar sebelah. Kamar ini, sekarang jadi kamar gue," ucap Dania.
Randy tercengang.
"Ini apartemen gue, jadi gue yang akan tinggal di kamar utama," ucap Randy.
"Sekarang ini juga apartemen gue, dan gue nyonya di sini. Jadi, lo harus dengerin nyonya rumah ini, ngerti!" ucap Dania.
Dia menutup pintu kamarnya lalu menguncinya.
"Dasar, istri kurang ajar!" teriak Randy geram.
'Hah? Istri? Ih, amit-amit deh punya istri kayak dia, lihat bodynya, sih, oke, bikin tegang, tapi lihat mukanya langsung bikin lemes,' batin Randy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Nanda Lelo
itu muka palsu ny bro,, kalo Lo liat aslinya,, beeeuhhhh gwe yakin Lo bakal ngurung dia d kamar tros,,, kalo dia mau ma Lo !! 🤣🤣🤣
2023-02-16
1
Lilisdayanti
belum tau aja kamu rendi,,aqu tunggu2 bucinmu 🤣 🤣🤣
2023-01-08
0
Kireina
lucu🤣🤣🤣
2022-12-10
0