Bermalam

Disisi lain Farel saat ini sedang berada di apartemennya dan sudah siap dengan pakaiannya, "Kita berangkat," ucap Farel.

Setelah menempuh perjalanan yang tidak terllau jauh tibalah Farel di kediaman Presiden, "Selamat malam tuan," ucap ajudan Presiden.

Sesampainya didalam ruang tamu, Farel melihat seorang pria yang sangat ia kenal, "Malam Tuan Zergan," ucap Presiden.

"Selamat malam juga Presiden, sebelumnya saya berterima kasih karena telah mengundang saya untuk datang hari ini, ini adalah suatu kehormatan bagi saya yang rakyat Baisa bisa bertemu bahkan diundang langsung oleh Presiden," ucap Farel.

"Saya yang sangat terhormat karena anda mau datang ke kediaman saya yang sederhana ini," ucap Presiden.

"Ah, tidak masalah, saya juga disini harus berterima kasih pada anda karena telah membuka pasar global untuk negara ini bahkan perusahaan anda sudah tercatat kedalam data kami, perusahaan anda menjadi salah satu perusahaan tersukses di negara ini," ucap Presiden.

"Memang itu sudah kewajiban saya sebagai pengusaha untuk membuka pasar global," ucap Farel.

"Ayah, ini minumannya, Tuan silahkan diminum," ucap seorang perempuan dengan pakaian mewahnya.

"Tuan Zergan perkenalkan dia adalah putri saya satu-satunya, namanya Amelia, ini juga minuman Amelia yang buat sendiri iya kan sayang?" tanya Presiden.

"Iya Ayah, silahkan diminum Tuan," ucap Amelia.

"Hem, terima kasih," ucap Farel.

"Apa Tuan sudah memiliki pasangan?" tanya Amelia yang duduk disebelah Farel.

"Saya sudah memiliki pasangan," ucap Farel, ia tidak gamblang mengatakan jika ia sudah menikah karena bagaimanapun Raila belum mengetahui identitasnya, kalaupun tersebar luas mengenai pernikahannya sebagai Zergan, Raila tidak akan tahu, tapi tetap saja Farel merasa tidak nyaman dengan hal itu.

"Benarkah, wah ternyata anda sudah memiliki kekasih," ucap Presiden.

"Ini apa?" tanya Amelia pada cincin yang dikenakan Farel dan memegang tangan Farel.

"Maaf, bisa lepaskan tangan saya," ucap Farel.

"Astaga, maaf saya sudah lancang, saya hanya ingin tahu ini cincin apa," ucap Amelia.

"Ini cincin pertunangan saya dengan pasangan saya," ucap Farel yang tentunya membuat Presiden dan Amelia anaknya terkejut.

"Anda sudah bertunangan?" tanya Amelia.

"Iya, sudah dan kami lun sudah menetapkan tanggal pernikahan kami," ucap Farel.

"Apa itu tidak terlalu terburu-buru?" Amelia.

"Terburu-buru kenapa?" tanya Farel.

"Ya, karir anda kan sedang naik-naiknya bahkan banyak investor yang tertarik dengan bisnis anda kalian anda melepas masa lajang Anda bukannya hal itu membuat beberapa pengusaha tidak tertarik," ucap Amelia.

"Apa maksud anda karena status saya, jadi tidak ada kesempatan untuk para perempuan mendekati saya termasuk anda?" tanya Farel.

"Bu-bukan begitu, saya tidak pernah begitu, saya hanya asal saja tadi," ucap Amelia yang gelagapan saya ditanyai hak itu oleh Farel.

Farel yang melihatnya pun tahu, jika Amelia seperti memiliki niat lain pada dirinya, tapi Farel tidak akan pernah tergoda sekalipun itu Amelia yaitu putri seorang Presiden, bagi Farel ratu dihatinya tetaplah Raila sang istri.

*

Setelah pembicaraannya dengan Presiden dan juga Amelia anaknya yang selalu menanyakan mengenai pasangan Farel, akhirnya Farel pun terhindar dari perempuan itu, "Kita langsung ke apartemen atau langsung pulang ke kos?" tanya Evan.

"Kita ke apartemen terlebih dahulu, aku gak mungkin pulang dengan memakai pakaian mahal seperti ini," ucap Farel.

Farel pun menuju apartemen miliknya dan kembali menggunakan pakaian yang ia gunakan tadi, setelah itu ia pun menuju parkiran untuk mengendarai sepeda motornya, "Kau pulanglah, besok aku tidak ke perusahaan kau tahukan aku tidak bisa terus menerus menampakkan wajahku," ucap Farel.

"Rel, lo harus muncul di publik, gue sebenernya bisa nyelesain semuanya, tapi agak susah," ucap Evan.

"Gue bakal muncul kalau gue udah ngasih tahu semuanya ke Raila, gue duluan," ucap Farel lalu pergi meninggalkan Evan dengan mengendarai sepeda motornya.

Sebelum pulang Farel terlebih dahulu membeli beberapa buah dan juga cokelat, karena memang Raila sangat suka cokelat, "Farel, kenapa Lo disini?" tanya Rafka.

"Lo juga ngapain disini? bukannya Lo ada pemotretan?" tanya Farel.

"Biasa gue kabur," ucap Rafka.

"Kenapa lo kabur?" tanya Farel.

"Nyokap gue daritadi nempelin gue terus yaudah gue kabur aja," ucap Rafka.

"Nyokap lo itu pengen lo gak main cewek lagi, makanya dia nempelin lo terus," ucap Farel.

"Ya, tetep aja gue risih, gue kan jadi kayak anak mami gitu," ucap Rafka.

"Emang lo anak mami, cewek-cewek aja gak tahu gimana manjanya lo sama mami lo," ledek Farel.

"Ck, gue ngikut ke kos lo dong," ucap Rafka.

"Kenapa gak bisa, gue gak tahu nih mau kemana, gue mau ke Joven, tapi nyokap gue udah kesana duluan, ke Evan juga gak bisa pasti nyokap gue udah di rumah dia, tempat satu-satunya ya lo," ucap Rafka.

"Gue bukannya mau atau gimana ya, tapi gue udah lainya istri, di kos gue bukan hanya ada gue, tapi juga ada istri gue," ucap Farel.

"Bener juga sih lo, terus gue harus kemana?" tamat Rafka.

"Ke apartemen gue aja gimana," ucap Farel.

"Ogah, di apartemen lo kan ada Tante gue, bisa-bisa habis gue," ucap Rafka.

"Yaudah sih ke hotel aja," ucap Farel.

"Uang gue gak cukup," ucap Rafka.

"Lo gak bawa dompet?" tanya Farel dan Rafka menggelengkan kepalanya.

"Ck, kalau kabur lain kali itu persiapan gitu," ucap Farel.

"Yaudah, lo boleh tidur di kos gue," ucap Farel.

"Kenapa Lo gak kasih gue uang aja buat nginep di hotel?" tanya Rafka.

"Ck, gue cuma bawa dompet ini dan gue cuma ngisi beberapa uang doang, sisanya gue lupa bawa," ucap Farel.

"Lo kebiasaan suka ketinggalan, gue denger juga Lo minta bantuan Joven pas Lo gak bawa uang buat bayar di restoran Nagoya punya dia," ucap Rafka.

"Namanya juga lupa," ucap Farel.

"Yaudah, gue ikut lo gapapakan?" tanya Rafka.

"Hem, tapi lo jangan ember ke Raila, Adi gue bilang kalau gue ada urusan sama temen gue yang baru dapet kerjaan di kota," ucap Farel.

"Siap, tapi lo tadi kan ketemu sama Presiden," ucap Rafka.

"Hem, gimana lancar gak? gue denger anaknya cantik, gue jadi penasaran emang beneran anaknya cantik?" tanya Rafka.

"B aja lebih cantikan Raila," ucap Farel.

"Dasar bucin," gumam Rafka.

Setelah membayar belanjaan mereka, Farel dan Rafka pun menuju kos Farel, sesampainya disana Farel langsung melangkah masuk kedalam kos, "Lo jangan berisik lo ya, lo tunggu disini biar gue bicara dulu sama Raila, jangan masuk dulu," ucap Farel dan diangguki Rafka.

Farel tidak mengizinkan Rafka masuk terlebih dahulu karena ia takut jika Raila mengenakan pakaian yang kekurangan bahan, karena biasanya saya pulang Farel memang selalu mendapati Raila yang mengenakan pakaian seperti itu.

"Sayang, aku pulang," ucap Farel dengan membuka pintu dan melihat Raila yang mengenakan daster yang wajar.

"Eh kamu dateng," ucap Raila lalu menghampiri Farel dan mengecup seluruh wajah Farel, itulah kebiasaan yang mereka lakukan siapapun yang pulang duluan harus mengecup seluruh wajah pasangannya saat baru saja pulang.

"Ada yang mau aku omongin sama kamu," ucap Farel.

"Aku bawa temen dan dia ingin bermalam disini cuma hari ini doang," ucap Farel.

Raila yang awalnya tersenyum menyambut kedatangan Farel pun langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi datar, sedangkan Farel yang melihat perubahan wajah istrinya menjadi was-was.

.

.

.

Tbc.

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

beneran keren banget Thor lanjutkan

2023-02-04

0

Teh Titin Tea

Teh Titin Tea

novelnya bagus²

2023-02-04

0

Susi Yati

Susi Yati

hidup Farel ribet bngt🤦‍♀️🤦‍♀️. entr ribet sndri hadeeh

2023-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Melamar
2 Satu Syarat
3 Calon Suamiku
4 Memberikan Restu
5 Tidak Normal
6 Hidup Melarat?
7 Pernikahan
8 Pindah
9 Ucapan Selamat
10 Belanja
11 Kekasih Lexa
12 Hadiah
13 Perintah Mama
14 Bukan Anak Papa Lagi
15 Kode
16 Bubur Ayam
17 Restoran Jepang
18 Tanpa Membayar
19 Ngerumpi
20 Bermalam
21 Tidur Di atas Karpet
22 Di kelilingi Cowok Tampan
23 JANGAN JADI PEMBINOR
24 Apa!
25 Si Idiot
26 Dasar Gombal
27 Heboh
28 Siluman Ular
29 Jangan Marah Ya
30 Adu Domba
31 Pacaran
32 Kepergian Rosalina
33 Kuasa Tuhan
34 Mengajukan Perceraian
35 Salah Paham
36 Di Pecat
37 Di Usir
38 Hamil?
39 Hadapi Bersama
40 Pertama Kalinya
41 Ujian Dari Tuhan
42 Memilih
43 Lewat Pintu Belakang
44 Kecewa
45 Makan Kepiting
46 Nyonya Kamar Ini
47 Damai
48 Semakin Ragu
49 Masa Depannya
50 Pengganggu
51 Baca Harga
52 Kenapa?
53 Salah Memilih
54 Flashback I
55 Flashback II
56 Flashback III
57 Uang Adalah Vitamin
58 Beneran Di Dubai
59 Bertanya-tanya
60 Surganya Lea
61 Gara-gara Haus
62 Sendirian Lagi
63 Senyum Kemenangan
64 Istri Farel Siapa?
65 Perubahan Raila
66 Pose Terakhir
67 Merasa Tidak Enak
68 Pulang
69 Rasanya Sakit
70 Kamunya Jangan
71 Terharu
72 Sangat Setuju
73 Kecupan Manis
74 Bentuk Balas Dendam
75 Undangan
76 Sering Melamun
77 Karena Raila
78 Pingsan
79 Tawaran Pekerjaan
80 Tawaran Yang Menarik
81 Menantu Buangan
82 Dua Keuntungan Sekaligus
83 Mengabaikannya
84 Istri Tuan Zergan
85 Membunuh?
86 Jaga Bicara Kamu
87 Gak Tahu Malu
88 Ancaman Tante Aulia
89 Pake Pelet?
90 Beneran Sakit
91 Jadi Duda?
92 Jadi Asisten Pribadi
93 Mulai Deh Sombongnya
94 Terbongkar Semuanya
95 Memanfaatkan Kesempatan
96 Titik Terang
97 Rencana Pindah Farel
98 Mode Ngambek
99 Kabur?
100 Cinlok?
101 Tepat Sekali
102 Kelemahan Farel
103 Pernah Buat Salah?
104 Sikap Dingin Farel
105 Raila Yang Marah
106 Menemani Farel
107 Calista Kembali
108 Mengenang Masa Lalu
109 Baju Renang
110 Romantis
111 Mencelakai Keluarga Revion
112 Hancurin Rumah
113 Brownies
114 Akan Melancarkan Aksinya
115 Dalang Dari Semuanya
116 Tante Calista Adalah Kesalahan
117 Mengalami Kebakaran
118 Pengen Nikah
119 Gagal Jadi Anak
120 Lexa Hamil
121 Jangan Keras-keras
122 Membanding-bandingkan
123 Mona
124 Pacar Tante Calista
125 Santai Tanpa Beban
126 Pacar Baru Rafka
127 Video
128 Senyuman Palsu
129 Pasien Rumah Sakit Jiwa
130 Akhirnya Terselesaikan
131 Udah Ketebak
132 Lupain Semuanya
133 Dia Lagi
134 Kabar Kehamilan
135 Terbawa Suasana
136 Melihat Hewan
137 Perkenalkan Keluarga
138 Barter Istri
139 Bom Bunuh Diri
140 Rencana Balas Dendam
141 Masalah Kepindahan
142 Farel Junior?
143 Orang Pertama
144 Sebagai Penyemangatku
145 INFO!!!!!
146 I Love You (END)
147 PENJELASAN!
148 Cerita Baru
149 Married With Mantan
150 Jodoh Dari Allah
151 Sequel Nial & Maudy
152 Istri Pengganti
153 Cinta Dalam Diam
154 Terjebak Cinta Mafia
155 Menikahi Kakak Sahabatku
156 Assalamualaikum Gus Faiz
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Melamar
2
Satu Syarat
3
Calon Suamiku
4
Memberikan Restu
5
Tidak Normal
6
Hidup Melarat?
7
Pernikahan
8
Pindah
9
Ucapan Selamat
10
Belanja
11
Kekasih Lexa
12
Hadiah
13
Perintah Mama
14
Bukan Anak Papa Lagi
15
Kode
16
Bubur Ayam
17
Restoran Jepang
18
Tanpa Membayar
19
Ngerumpi
20
Bermalam
21
Tidur Di atas Karpet
22
Di kelilingi Cowok Tampan
23
JANGAN JADI PEMBINOR
24
Apa!
25
Si Idiot
26
Dasar Gombal
27
Heboh
28
Siluman Ular
29
Jangan Marah Ya
30
Adu Domba
31
Pacaran
32
Kepergian Rosalina
33
Kuasa Tuhan
34
Mengajukan Perceraian
35
Salah Paham
36
Di Pecat
37
Di Usir
38
Hamil?
39
Hadapi Bersama
40
Pertama Kalinya
41
Ujian Dari Tuhan
42
Memilih
43
Lewat Pintu Belakang
44
Kecewa
45
Makan Kepiting
46
Nyonya Kamar Ini
47
Damai
48
Semakin Ragu
49
Masa Depannya
50
Pengganggu
51
Baca Harga
52
Kenapa?
53
Salah Memilih
54
Flashback I
55
Flashback II
56
Flashback III
57
Uang Adalah Vitamin
58
Beneran Di Dubai
59
Bertanya-tanya
60
Surganya Lea
61
Gara-gara Haus
62
Sendirian Lagi
63
Senyum Kemenangan
64
Istri Farel Siapa?
65
Perubahan Raila
66
Pose Terakhir
67
Merasa Tidak Enak
68
Pulang
69
Rasanya Sakit
70
Kamunya Jangan
71
Terharu
72
Sangat Setuju
73
Kecupan Manis
74
Bentuk Balas Dendam
75
Undangan
76
Sering Melamun
77
Karena Raila
78
Pingsan
79
Tawaran Pekerjaan
80
Tawaran Yang Menarik
81
Menantu Buangan
82
Dua Keuntungan Sekaligus
83
Mengabaikannya
84
Istri Tuan Zergan
85
Membunuh?
86
Jaga Bicara Kamu
87
Gak Tahu Malu
88
Ancaman Tante Aulia
89
Pake Pelet?
90
Beneran Sakit
91
Jadi Duda?
92
Jadi Asisten Pribadi
93
Mulai Deh Sombongnya
94
Terbongkar Semuanya
95
Memanfaatkan Kesempatan
96
Titik Terang
97
Rencana Pindah Farel
98
Mode Ngambek
99
Kabur?
100
Cinlok?
101
Tepat Sekali
102
Kelemahan Farel
103
Pernah Buat Salah?
104
Sikap Dingin Farel
105
Raila Yang Marah
106
Menemani Farel
107
Calista Kembali
108
Mengenang Masa Lalu
109
Baju Renang
110
Romantis
111
Mencelakai Keluarga Revion
112
Hancurin Rumah
113
Brownies
114
Akan Melancarkan Aksinya
115
Dalang Dari Semuanya
116
Tante Calista Adalah Kesalahan
117
Mengalami Kebakaran
118
Pengen Nikah
119
Gagal Jadi Anak
120
Lexa Hamil
121
Jangan Keras-keras
122
Membanding-bandingkan
123
Mona
124
Pacar Tante Calista
125
Santai Tanpa Beban
126
Pacar Baru Rafka
127
Video
128
Senyuman Palsu
129
Pasien Rumah Sakit Jiwa
130
Akhirnya Terselesaikan
131
Udah Ketebak
132
Lupain Semuanya
133
Dia Lagi
134
Kabar Kehamilan
135
Terbawa Suasana
136
Melihat Hewan
137
Perkenalkan Keluarga
138
Barter Istri
139
Bom Bunuh Diri
140
Rencana Balas Dendam
141
Masalah Kepindahan
142
Farel Junior?
143
Orang Pertama
144
Sebagai Penyemangatku
145
INFO!!!!!
146
I Love You (END)
147
PENJELASAN!
148
Cerita Baru
149
Married With Mantan
150
Jodoh Dari Allah
151
Sequel Nial & Maudy
152
Istri Pengganti
153
Cinta Dalam Diam
154
Terjebak Cinta Mafia
155
Menikahi Kakak Sahabatku
156
Assalamualaikum Gus Faiz

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!