Restoran Jepang

Saat ini Farel dan Raila sudah berada di salah satu restoran Jepang, "Kamu mau pesan apa?" tanya Farel.

"Hem, aku mau pesan bubur ayam aja," ucap Raila.

"Hah! bubur ayam lagi, mana ada bubur ayam disini sayang," ucap Farel.

"Terus aku pesan apa dong orang aku pengennya bubur ayam?" tanya Raila.

"Huh, ramen atau gak sushi mau?" tanya Farel.

"Terserah kamu," ucap Raila.

"Mau pesan apa mas?" tanya pelayan.

"Saya pesan ramen 2, sushi, sama dungo terus minumnya lemon tea 2, udah itu aja," ucap Farel.

"Baik mohon ditunggu," ucap pelayan tersebut lalu pergi.

"Kok gak beli Donburi?" tanya Raila.

"Katanya tadi terserah," ucap Farel.

"Huh, iya iya," ucap Raila.

Saat mereka sedang menunggu pesanan mereka tiba-tiba seseorang duduk disebelah Raila, "Hai sepupuku tersayang," ucap Henry.

"Ish, apa sih ganggu aja," ucap Raila dan menjauh dari Henry.

"Gitu banget sama saudara," ucap Henry.

"Bodoh," gumam Raila.

"Eh, salah, kita kan udah bukan keluarga lagi ya, denger-denger nama lo udah dicoret dari kartu keluarga, ya wajar sih emang lo gak pantes ada di keluarga Laksani," ucap Henry.

"Bacot," maki Raila.

"Rai," peringat Farel.

"Hehehe, keceplosan habisnya nih setan sih," ucap Raila.

Henry menatap tajam Farel, "Oh, lo sama suami lo yang berguna ini, gue bingung banget sama lo mau-maunya lo sama dia," ucap Henry.

"Lo ngapain sih disini mending lo pergi deh, males gue ngelihat muka lo, gak kakak gak adik sama aja, ck, dasar pengganggu," ucap Raila.

"Lo kok kasar sih sama gue, Rai," ucap Henry.

"Kayak peduli banget gue, udah mana pergi," usir Raila.

"Lo yakin mau ngusir gue, restoran ini harganya mahal-mahal loh, gue gak yakin si miskin itu bisa bayar loh," ucap Henry.

Raila menatap sekilas Farel, "Bisalah udah sana pergi, tuh j****g lo nungguin," ucap Raila dengan menunjuk seorang perempuan yang duduk sendirian dan terus menatap Henry.

"Namanya Clara, lumayanlah bisa gue masukin, lo tahu sendirikan gimana junior gue yang gak betah puasa lama-lama," ucap Henry.

"Pergi gak lo, sebelum gue cakar tuh muka," ancam Raila.

"Oke oke gue pergi mantan saudara," ucap Henry lalu pergi.

"Kamu nakutin kalau marah," ucap Farel.

"Dia yang mulai duluan, males banget aku kalau ngobrol sama golongannya dia," ucap Raila.

"Tadi kamu ketemu saudaranya dia-kan, kok bisa?" tanya Farel.

Raila menatap Farel dengan tatapan yang Farel pun tidak tahu maksudnya, "Kenapa kamu natap aku kayak gitu?" tanya Farel.

"Kamu gapapa?" tanya Raila.

"Maksud kamu apa?" tanya Farel.

"Aku tahu semuanya, tadi kamu dipermaluin sama Angel kan," ucap Raila.

"Dia datang ke kamu tadi buat bilang itu?" tanya Farel.

"Iya, tadi pas aku baru kelaut dari kantor tiba-tiba dia keluar dari mobilnya dan nunjukkin video kamu jatuh di kantor bahkan uang kamu diambil sama seorang pria," ucap Raila.

"Oh, gapapa kok, itu hal biasa jadi pengantar makanan emang kayak gitu," ucap Farel.

"Biasa apanya, kamu juga pasti tahu kalau Angel itu sengaja kayak gitu ke kamu," ucap Raila.

"Yaudah sih lagian udah lewat juga, terus tadi dia bilang apa aja ke kamu?" tanya Farel.

"Dia cuma ngelihatin video itu doang," ucap Raila.

"Huh, kamu mau aku percaya sama kamu," ucap Farel.

"Maksudnya?" tanya Raila.

"Gak usah bohong, kamu itu bukan aktris jadi akting kamu jelek banget," ucap Farel.

"Ketahuan ya?" tanya Raila dan diangguki Farel.

"Padahal aku udah totalitas loh aktingnya," ucap Raila.

"Dia bilang apa tadi?" tanya Farel.

Saat akan menjawab tiba-tiba pesanan mereka pun datang, "Terima kasih," ucap Raila pada pelayan yang mengantarkan makanan.

"Iya, sama-sama," ucap pelayan tersebut.

"Dia bilang apa tadi, Rai?" tanya Farel lagi.

"Udah aku ceritanya nanti aja, sekarang kita makan, aku laper banget nih," ucap Raila.

"Huh, yaudah kamu makan yang kenyang ya," ucap Farel.

Mereka pun menyantap makanan dengan tenang dan damai tanpa ada pembicaraan apapun dan semua itu karena Farel yang tidak suka jika saat makan ada yang berbicara, Raila yang biasanya berbicara saat menyantap makanannya pun langsung diam karena ia pernah ditegur oleh Farel hingga sampai saat ini Raila tidak berani jika bersuara saat makan.

.

Setelah menyantap makanannya, Farel dan Raila mengobrol terlebih dahulu sebelum pulang, "Kamu ada uang?" tanya Raila.

"Kenapa memangnya" tanya Farel.

"Hem, tadi kan aku lihat uang kamu diambil sama orang, kalau aku gak punya, pake uangku dulu aja," ucap Raila.

"Aku punya kok, jadi pake uangku aja," ucap Farel dan diangguki Raila.

"Yakin punya uang, gak minjem dulu nih karena gue lagi baik hati, jadi gue kasih deh gak usah minjem, kan kita dulu juga pernah jadi keluarga," ucap Henry.

"Ini uangnya," ucap Henry yang mengeluarkan uang dari dompetnya dan melempar yang tersebut tepat di wajah Farel hingga uang tersebut jatuh ke lantai.

"Ambil ya jangan dibiarin kasihan tahu uangnya nanti nangis loh," ucap Henry.

"Kenapa Lo ngasihnya kayak gitu sih, bisa lebih sopan kan gak harus dilempar kayak gitu," ucap Raila yang mulai emosi.

"Masalahnya uang yang pantes buat di pegang sama si miskin ini itu cuma dua yaitu uang receh atau uang yang udah jatuh, terus biar dipungut deh," ucap Henry.

"Lo bener-bener keterlaluan," ucap Raila fan bersiap untuk berdiri, namun Farel menahannya.

"Udah gak usah ditanggepin orang kayak dia," ucap Farel lalu memungut uang dari Henry tersebut.

"Kan apa gue bilang dia itu pantes buat mungutin uang hahahaha," ucap Henry.

"Rel, kok kamu ambil uangnya sih?" tanya Raila.

"Gak baik buang-buang uang, ini aku kasih ke kamu, kamubhatua mencoba bersyukur dan juga aku masih sanggup untuk bayar kok, lebih baik uang itu kamu kasih ke anak yatim atau kamu sumbangin untuk orang yang membutuhkan," ucap Farel.

"Kamu disini dulu ya, biar aku bayar dulu," lanjut Farel dan diangguki Raila.

"Wleeeh, syukurin," ejek Raila.

"Udah sana Lo pergi," lanjut Raila.

"Ogah, gue masih aku disini, gue mau lihat suami lo yang kelimpungan buat bayar makanan mahal ini, lo tahu makanan disini 3 kali lipat lebih mahal daripada restoran Jepang lainnya,' ucap Henry.

"Hah!"

"Makanya gue pengen lihat gimana cara suami lo itu bayar semua makanan ini, kalau dihitung-hitung semua makanan yang lo makan ini mungkin hampir satu juta," ucap Henry.

"Masa kayak gini doang hampir satu juta, jangan bercanda deh," ucap Raila yang mulai cemas.

"Gue gak bercanda, Lo mulai takut suami lo gak bisa bayar ya, hahahaha, udah gue tebak sih," ucap Henry.

.

.

.

Tbc.

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

Wirda Lubis

si Henry keterlaluan sombong

2023-06-22

0

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

good story'thor lanjut

2023-02-04

0

Bennydeh Kong

Bennydeh Kong

suami mcm apa ni...nama sj kaya dan berkuasa tp kili kiliiii

2023-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Melamar
2 Satu Syarat
3 Calon Suamiku
4 Memberikan Restu
5 Tidak Normal
6 Hidup Melarat?
7 Pernikahan
8 Pindah
9 Ucapan Selamat
10 Belanja
11 Kekasih Lexa
12 Hadiah
13 Perintah Mama
14 Bukan Anak Papa Lagi
15 Kode
16 Bubur Ayam
17 Restoran Jepang
18 Tanpa Membayar
19 Ngerumpi
20 Bermalam
21 Tidur Di atas Karpet
22 Di kelilingi Cowok Tampan
23 JANGAN JADI PEMBINOR
24 Apa!
25 Si Idiot
26 Dasar Gombal
27 Heboh
28 Siluman Ular
29 Jangan Marah Ya
30 Adu Domba
31 Pacaran
32 Kepergian Rosalina
33 Kuasa Tuhan
34 Mengajukan Perceraian
35 Salah Paham
36 Di Pecat
37 Di Usir
38 Hamil?
39 Hadapi Bersama
40 Pertama Kalinya
41 Ujian Dari Tuhan
42 Memilih
43 Lewat Pintu Belakang
44 Kecewa
45 Makan Kepiting
46 Nyonya Kamar Ini
47 Damai
48 Semakin Ragu
49 Masa Depannya
50 Pengganggu
51 Baca Harga
52 Kenapa?
53 Salah Memilih
54 Flashback I
55 Flashback II
56 Flashback III
57 Uang Adalah Vitamin
58 Beneran Di Dubai
59 Bertanya-tanya
60 Surganya Lea
61 Gara-gara Haus
62 Sendirian Lagi
63 Senyum Kemenangan
64 Istri Farel Siapa?
65 Perubahan Raila
66 Pose Terakhir
67 Merasa Tidak Enak
68 Pulang
69 Rasanya Sakit
70 Kamunya Jangan
71 Terharu
72 Sangat Setuju
73 Kecupan Manis
74 Bentuk Balas Dendam
75 Undangan
76 Sering Melamun
77 Karena Raila
78 Pingsan
79 Tawaran Pekerjaan
80 Tawaran Yang Menarik
81 Menantu Buangan
82 Dua Keuntungan Sekaligus
83 Mengabaikannya
84 Istri Tuan Zergan
85 Membunuh?
86 Jaga Bicara Kamu
87 Gak Tahu Malu
88 Ancaman Tante Aulia
89 Pake Pelet?
90 Beneran Sakit
91 Jadi Duda?
92 Jadi Asisten Pribadi
93 Mulai Deh Sombongnya
94 Terbongkar Semuanya
95 Memanfaatkan Kesempatan
96 Titik Terang
97 Rencana Pindah Farel
98 Mode Ngambek
99 Kabur?
100 Cinlok?
101 Tepat Sekali
102 Kelemahan Farel
103 Pernah Buat Salah?
104 Sikap Dingin Farel
105 Raila Yang Marah
106 Menemani Farel
107 Calista Kembali
108 Mengenang Masa Lalu
109 Baju Renang
110 Romantis
111 Mencelakai Keluarga Revion
112 Hancurin Rumah
113 Brownies
114 Akan Melancarkan Aksinya
115 Dalang Dari Semuanya
116 Tante Calista Adalah Kesalahan
117 Mengalami Kebakaran
118 Pengen Nikah
119 Gagal Jadi Anak
120 Lexa Hamil
121 Jangan Keras-keras
122 Membanding-bandingkan
123 Mona
124 Pacar Tante Calista
125 Santai Tanpa Beban
126 Pacar Baru Rafka
127 Video
128 Senyuman Palsu
129 Pasien Rumah Sakit Jiwa
130 Akhirnya Terselesaikan
131 Udah Ketebak
132 Lupain Semuanya
133 Dia Lagi
134 Kabar Kehamilan
135 Terbawa Suasana
136 Melihat Hewan
137 Perkenalkan Keluarga
138 Barter Istri
139 Bom Bunuh Diri
140 Rencana Balas Dendam
141 Masalah Kepindahan
142 Farel Junior?
143 Orang Pertama
144 Sebagai Penyemangatku
145 INFO!!!!!
146 I Love You (END)
147 PENJELASAN!
148 Cerita Baru
149 Married With Mantan
150 Jodoh Dari Allah
151 Sequel Nial & Maudy
152 Istri Pengganti
153 Cinta Dalam Diam
154 Terjebak Cinta Mafia
155 Menikahi Kakak Sahabatku
156 Assalamualaikum Gus Faiz
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Melamar
2
Satu Syarat
3
Calon Suamiku
4
Memberikan Restu
5
Tidak Normal
6
Hidup Melarat?
7
Pernikahan
8
Pindah
9
Ucapan Selamat
10
Belanja
11
Kekasih Lexa
12
Hadiah
13
Perintah Mama
14
Bukan Anak Papa Lagi
15
Kode
16
Bubur Ayam
17
Restoran Jepang
18
Tanpa Membayar
19
Ngerumpi
20
Bermalam
21
Tidur Di atas Karpet
22
Di kelilingi Cowok Tampan
23
JANGAN JADI PEMBINOR
24
Apa!
25
Si Idiot
26
Dasar Gombal
27
Heboh
28
Siluman Ular
29
Jangan Marah Ya
30
Adu Domba
31
Pacaran
32
Kepergian Rosalina
33
Kuasa Tuhan
34
Mengajukan Perceraian
35
Salah Paham
36
Di Pecat
37
Di Usir
38
Hamil?
39
Hadapi Bersama
40
Pertama Kalinya
41
Ujian Dari Tuhan
42
Memilih
43
Lewat Pintu Belakang
44
Kecewa
45
Makan Kepiting
46
Nyonya Kamar Ini
47
Damai
48
Semakin Ragu
49
Masa Depannya
50
Pengganggu
51
Baca Harga
52
Kenapa?
53
Salah Memilih
54
Flashback I
55
Flashback II
56
Flashback III
57
Uang Adalah Vitamin
58
Beneran Di Dubai
59
Bertanya-tanya
60
Surganya Lea
61
Gara-gara Haus
62
Sendirian Lagi
63
Senyum Kemenangan
64
Istri Farel Siapa?
65
Perubahan Raila
66
Pose Terakhir
67
Merasa Tidak Enak
68
Pulang
69
Rasanya Sakit
70
Kamunya Jangan
71
Terharu
72
Sangat Setuju
73
Kecupan Manis
74
Bentuk Balas Dendam
75
Undangan
76
Sering Melamun
77
Karena Raila
78
Pingsan
79
Tawaran Pekerjaan
80
Tawaran Yang Menarik
81
Menantu Buangan
82
Dua Keuntungan Sekaligus
83
Mengabaikannya
84
Istri Tuan Zergan
85
Membunuh?
86
Jaga Bicara Kamu
87
Gak Tahu Malu
88
Ancaman Tante Aulia
89
Pake Pelet?
90
Beneran Sakit
91
Jadi Duda?
92
Jadi Asisten Pribadi
93
Mulai Deh Sombongnya
94
Terbongkar Semuanya
95
Memanfaatkan Kesempatan
96
Titik Terang
97
Rencana Pindah Farel
98
Mode Ngambek
99
Kabur?
100
Cinlok?
101
Tepat Sekali
102
Kelemahan Farel
103
Pernah Buat Salah?
104
Sikap Dingin Farel
105
Raila Yang Marah
106
Menemani Farel
107
Calista Kembali
108
Mengenang Masa Lalu
109
Baju Renang
110
Romantis
111
Mencelakai Keluarga Revion
112
Hancurin Rumah
113
Brownies
114
Akan Melancarkan Aksinya
115
Dalang Dari Semuanya
116
Tante Calista Adalah Kesalahan
117
Mengalami Kebakaran
118
Pengen Nikah
119
Gagal Jadi Anak
120
Lexa Hamil
121
Jangan Keras-keras
122
Membanding-bandingkan
123
Mona
124
Pacar Tante Calista
125
Santai Tanpa Beban
126
Pacar Baru Rafka
127
Video
128
Senyuman Palsu
129
Pasien Rumah Sakit Jiwa
130
Akhirnya Terselesaikan
131
Udah Ketebak
132
Lupain Semuanya
133
Dia Lagi
134
Kabar Kehamilan
135
Terbawa Suasana
136
Melihat Hewan
137
Perkenalkan Keluarga
138
Barter Istri
139
Bom Bunuh Diri
140
Rencana Balas Dendam
141
Masalah Kepindahan
142
Farel Junior?
143
Orang Pertama
144
Sebagai Penyemangatku
145
INFO!!!!!
146
I Love You (END)
147
PENJELASAN!
148
Cerita Baru
149
Married With Mantan
150
Jodoh Dari Allah
151
Sequel Nial & Maudy
152
Istri Pengganti
153
Cinta Dalam Diam
154
Terjebak Cinta Mafia
155
Menikahi Kakak Sahabatku
156
Assalamualaikum Gus Faiz

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!