Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Raila dan Farel, tepat hari ini Farel akan melamarnya secara resmi, Raila pun turun kebawah dan melihat persiapannya, "Loh kok gak ada dekorasi gitu sih, Ma, kan kemarin Raila udah kasih uang ke Mama buat ngatur dekorasinya?" tanya Raila.
"Kamu itu jangan suka hambur-hamburin uang buat hal-hal yang gak penting, lagi pula kamu itu cuma lamaran, kenapa harus pake dekorasi segala sih, lebay banget," ucap Mama Sena.
"Huh, terus uang yang Raila kasih ke Mama kemarin mana?" tanya Raila dan mengulurkan tangannya untuk meminta kembali uang yang kemarin ia berikan ke Mama Sena.
"Eh, i - itu uangnya udah Mama kasih ke Lexa, dia kan masih sekolah, SPP dia juga perlu di bayar, masa kamu tega sih ngambil uang itu," ucap Mama Sena dengan wajah yang dibuat sendu.
"Hem, sudah Raila duga kok, Ma, tadi Raila cuma ngetes aja dan ternyata bener dugaan Raila, kalau begitu Raila ke kamar dulu," ucap Raila lalu kembali ke kamarnya.
.
Malam harinya sebelum Farel dan keluarganya datang, Raila kembali turun dan memeriksa apakah semuanya sudah siap, karena Raila tidak percaya dengan keluarganya sendiri.
Raila melihat beberapa makanan yang sudah tersedia di meja makan serta ruang tamu, "Loh, kok kamu gak ganti baju?" tanya Raila pada Lexa yang sedang asik menonton televisi di ruang tamu.
"Terserah Lexa dong, mau Lexa ganti baju apa gak," ucap Lexa dengan kesal.
"Kakak tahu, tapi ini bentar lagi keluarga Farel mau datang loh, masa kamu di ruang tamu dan belum ganti baju, kalau pun kamu gak mau ganti baju, kamu jangan disini," ucap Raila dengan lembut berharap Lexa mendengarkannya.
"Apa sih Kakak ganggu banget, cuma si miskin juga yang datang, tapi kayak mau nyambut raja aja," ucap Lexa lalu mematikan televisi dan masuk kedalam kamarnya.
"Pa, Ma, Raila tahu kalian gak suka sama Farel, tapi Raila minta nanti Papa sama Mama gak nunjukkin tidak sukanya kalian sama Farel ya, soalnya kan nanti ada orangtuanya Farel juga," ucap Raila.
"Gak janji," ucap Mama Sena lalu pergi meninggalkanku Raila.
"Pa," panggil Raila.
"Lihat aja nanti, Papa juga gak janji, kamu tahukan semua orang tidak suka dengan si miskin itu," ucap Papa Alvan.
"Ya, Raila tahu karena Farel bukan dari keluarga yang kaya, tapi Raila gak peduli soal itu," ucap Raila. Raila pun kembali ke kamarnya dengan perasaan sedih dan kecewa.
Raila tak habis pikir bagaimana bisa keluarganya lebih mementingkan harta daripada kebahagiaan Raila, selama menjalin hubungan dengan Farel, keluarga Raila selalu merendahkan Farel karena ia berasal dari keluarga yang miskin dan tidak sebanding dengan keluarga Raila.
Raila masih bengong dengan pikirannya hingga suara ketukan pintu pun mengejutkannya, "Si miskin udah dateng tuh," ucap Kak Keanu lalu pergi.
Raila memilih Kakak laki-laki bernama Keanu, dia juga tidak menyukai Farel. Kak Keanu jarang di rumah karena ia sedang menempuh S2 di Yogyakarta dan karena ia libur saja makanya pulang.
Raila keluar dari kamarnya dan turun kebawah seorang diri, Raila dapat melihat orangtua Farel yang tersenyum saat melihat Raila turun dari tangga, "Cantik banget ya calon menantu kita," ucap orangtua Farel.
"Langsung kita mulai saja bagaimana?" tanya Papa Alvan.
"Iya, silahkan," ucap orangtua Farel.
"Farel manggil kalian dengan sebutan apa ya?" tanya Mama Sena.
"Pa....," ucapan orangtua Farel terhenti lantaran Farel menyelanya.
"Bapak sama ibu," ucap Farel.
"Gak berkelas banget sih bapak sama ibu," gumam Mama Sena, tapi masih dapat didengar oleh keluarga Farel.
"Gak jangan percaya Farel, Farel manggil kita Mama dan Papa kok, meskipun kita berasal dari keluarga yang sederhana," ucap Papa Aaron yang merasa sakit hati saat anaknya dihina seperti itu.
"Saya pernah mengatakan jika kamu boleh melamar anak saya kesini, tapi dengan syarat bukan? lalu sekarang mana syarat itu?" tanya Papa Alvan yang sangat terlihat tidak sabar.
"Ini, sesuai dengan syarat yang anda inginkan," ucap Farel lalu memberikan beberapa paper bag yang bertuliskan mereka ternama.
"Wah, bagus banget tasnya, Ma," ucap Lexa yang keluar dari kamarnya lalu mengambil paper bag yang berisikan tas dengan merek ternama tentunya.
"Pa, bagus ini," ucap Mama Sena dengan mengeluarkan gaun dari salah satu paper bag.
Raila yang melihat keluarganya sangat malu, keluarganya sangat terlihat jika mereka memanfaatkan Farel untuk mendapatkan barang-barang bermerek itu, "Ngomong-ngomong kamu dapat darimana uang buat beli barang-barang mahal ini, sedangkan pekerjaan kamu hanya pengantar makanan?" tanya Papa Alvan.
"Itu semua dari tabungan saya, saya sudah mempersiapkan semuanya untuk melamar Raila," ucap Farel.
"Oke, kalau begitu kapan kamu akan menikahi Raila?" tanya Mama Sena.
"Secepatnya kalau memang Om sama Tante tidak keberatan," ucap Farel.
"Terserah, Tante gak peduli itu," ucap Mama Sena lalu pergi meninggalkan keluarga Farel dan Raila yang diikuti Lexa.
Raila tida percaya Mama Sena pergi begitu saja dengan membawa barang-barang yang tadi dibawa Farel, "Pa," panggil Raila.
"Kalian urus sendiri pernikahan kalian, yang penting disini Papa sama Mama sudah memberikan restu untuk kalian," ucap Papa Alvan lalu pergi mengikuti Mama Sena dan Lexa.
"Sayang," panggil Mama Aurel.
"Tante," ucap Raila lalu memeluk Mama Aurel.
"Kok nangis sih," ucap Mama Aurel saat merasakan punggung Raila yang bergetar.
"Maaf," ucap Raila yang melepaskan pelukan tersebut dan terlihatlah wajahnya yang mulai merah karena menangis.
"Hush, gapapa kok, Farel udah cerita semuanya," ucap Mama Aurel.
Raila benar-benar merasa tidak enak dengan keluarga Farel yang melihat bagaimana sikap keluarganya.
"Hem, kalau seandainya Farel ingin membatalkan pernikahan ini, Raila gapapa kok," ucap Raila.
"Hei, sayang aku gak masalah kok sama semua ini, aku malah seneng kok, kita udah bahas ini ya, jadi jangan lagi bahas yang ini lagi, oke," ucap Farel dan diangguki Raila.
"Maaf dan terima kasih," ucap Raila.
"Iya, sama-sama," ucap Farel lalu memeluk erat calon istrinya itu.
"Kalian belum nikah jangan peluk-pelukkan dulu," ucap Papa Aaron.
"Ck, Papa ganggu aja, kalau gitu kita nikah Minggu depan aja ya," ucap Farel.
Raila hanya tersenyum mendengar perkataan Farel, "Aku terserah kamu," ucap Raila.
"Oke, kalau gitu aku bakal siapin semuanya," ucap Farel.
"Hem, tapi aku mau kita pemberkatan aja dan gak usah pake resepsi," ucap Raila.
"Loh kenapa bukannya semua perempuan pengen ngadain resepsi pas pernikahannya?" tanya Papa Aaron.
"Gak usah Om, kasihan juga Farel uangnya kan udah habis buat beli barang-barang untuk keluarga Raila, lagian nanti yang diundang cuma kerabat dekat aja kok," ucap Raila.
"Gapapa sayang, aku masih ada tabungan buat ngadain resepsi kita nanti kok," ucap Farel.
"Gak usah beneran, Rel. Kita harus hemat untuk kehidupan kita setelah nikah oke," ucap Raila.
"Kalau memang kamu mau itu aku bisa apa, aku akan selalu penuhin semua keinginan kamu," ucap Farel.
"Kalau gitu nanti biar Mama yang siapin gaunnya ya," ucap Mama Aurel.
"Makasih, Tante," ucap Raila.
"Kok Tante sih, mulai sekarang panggil Mama sama Papa ya, kan sebentar lagi kamu bakal jadi istrinya anak mama," ucap Mama Aurel dan diangguki Raila.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Febri Ana
lanjuuttt thor
2023-06-27
0
Imam Sutoto Suro
good luck thor lanjutkan
2023-02-03
0