"Lo belum jawab pertanyaan gue," ucap Marvel.
"Pertanyaan yang mana?" tanya Farel.
"Ck, gue cuma tanya satu ke lo masa udah lupa, lo udah mulai bangkotan ya?" tanya Marvel.
"Enak aja lo, ya kan gue asik dengerin lo sama Joven ogeb," ucap Farel.
"Huh, gue tanya lo mau kawin?" tanya Marvel.
"Hem," jawab Farel.
"Sama Raila?" tanya Evan.
"Ya iyalah sama siapa lagi kalau bukan sama Raila," ucap Farel yang meninggikan suaranya.
"Biasa aja dong pak bos, kan gue cuma nanya siapa tahu bukan Raila," ucap Evan.
"Kalian nih kalau ketemu selalu aja berantem, kalian ngobrol aja dulu, Papa sama Mama mau ke kamar," ucap Papa Aaron.
"Farel gak mau adik lagi ya, Pa!" teriak Farel.
"Oke, Papa bakal bikin adek yang lucu buat kamu!" jawab Papa Aaron yang ikutan teriak.
"Kapan rencananya lo nikah?" tanya Rafka.
"Kenapa emangnya?" tanya Farel.
"Ya, gue kan buruh pasangan ke nikahan lo, ya kali gue datang sama batang kayak kalian ini," ucap Rafka dengan menunjuk Joven, Marvel dan Evan.
"Sialan lo," umpat Evan.
"Minggu depan," ucap Farel.
"Cepet banget, udah gak kuat lo," ucap Joven.
"Lebih cepat lebih baik, hubungan lo sama Raila juga udah lama, lagian gue lihat Raila ceweknya tulus kok, buktinya dia nerima lo apa adanya," ucap Marvel dan diangguki Farel.
Semua sahabat Farel tahu jika Farel tidak menggunakan identitas aslinya, awalnya mereka menentang karena bagi mereka akan sia-sia, tapi ternyata hal itu berhasil.
"Nanti setelah nikah lo sama Raila mau tinggal dimana secara tempat kos lo itu kecil gitu?" tanya Joven.
"Gue juga gak tahu, tapi ya mau gimana lagi, yang Raila tahu cuma itu," ucap Farel.
"Mau gue cariin rumah yang sederhana gak, ya biar lo sama raila gak kesusahan?" tawar Marvel.
"Gak usah, gue lebih milih di kos, gue pengen berjuang bareng sama Raila," ucap Farel.
"Gue udah gak bisa ngomong apa-apa lagi buat lo, tapi gue selalu berdoa lo bisa lakuin semua ini," ucap Rafka lalu berdiri.
"Mau kemana lo?" tanya Joven.
"Mau ke tempat biasalah, siapa tahu ada cewek baru mumpung junior gue pengen ketemu lautnya," ucap Rafka lali keluar dari kediaman Revion.
"Gila tuh cowok bisa-bisa tiap hari gonta-ganti cewek," ucap Evan.
"Biarin yang penting dia puas," ucap Marvel.
"Oh iya, kapan lo mau kasih tahu Raila soal identitas Lo sebenarnya?" tanya Joven.
"Nantilah, untuk sekarang biarin Raila dan keluarganya tahu Farel sebagai pengantar makanan," ucap Farel.
"Rel, lo tahu sendiri gimana sikap keluarganya Raila, kalau Raila sih gue percaya dia emang tulus sama lo, disini masalahnya ada di keluarganya bahkan keluarga besarnya, lo lupa apa, Lo pernah dipermaluin pas lo nganterin Raila pake motor, gue gak habis pikir sama keluarga mereka, gue pikir keluarga mereka memiliki sifat yang terhormat, tapi ternyata salah," ucap Joven.
"Gue setuju, mana keluarga Laksani ngerendahin Farel didepan kita lagi, kalau aja lo gak ngasih gue kode waktu itu, udah gue pastiin keluarga mereka bakal hilang sekarang," ucap Evan.
"Lo harus cepet-cepet nunjukin identitas lo sebenarnya, semakin lo sembunyiin identitas lo maka orang-orang akan selalu ngehina bahkan ngerendahin lo, Rel," ucap Marvel.
"Thanks sarannya, gue tahu kok, gue gak masalah soal itu, disini gue cuma pengen ngerasain aja jadi orang yang serba pas-pasan," ucap Farel.
"Lo mah bukan serba pas-pasan, Rel, tapi lo mah lebih kayak hidup melarat, masa pas gue ke kos-kosan tempat Lo tinggal kasur cuma 1 mana keras lagi, bahkan dapur aja jadi satu sama kamar cuma dikasih pembatas dari rotan, kamar mandi juga wc duduk dan pake gayung lagi mana sempit," ucap Joven.
"Bukan hanya lo yang ngerasa tempat kayak kos-kosan gue itu melarat, gue duku juga berpikir hal yang sama kayak lo, dulu gue pikir itu tempat gak layak buat gue tinggalin, tapi setelah gue tinggal disana gue baru sadar akan kesederhanaan dan hidup pas-pasan," ucap Farel.
"Memang apa definisi hidup pas-pasan buat lo?" tanya Marvel.
"Gue bisa makan meskipun itu cuma sekali sehari," ucap Farel.
"Udah gak ada atas di anak, makan sekali sehari lo bilang hidup pas-pasan," ucap Joven.
"Udah biarin aja kali, Ven, lagian Farel gak protes sama hidup dia yang sekarang kenapa Lo yang heboh kayak gini sih," ucap Marvel.
"Ya, karena gue gak habis pikir aja sama pikirannya Farel," ucap Joven.
"Gue gak butuh Lo buat ngertiin pikiran gue kok, Ven," ucap Farel yang mampu membungkam Joven.
*
Disisi lain saat ini Raila berada didalam kamarnya dan tiba-tiba Lexa masuk yang tentunya mengejutkan Raila, "Kamu kalau masuk kedalam kamar Kakak bisa ketuk pintu dulu gak sih," ucap Raila.
"Dipanggil Papa," ucap Lexa.
"Kenapa?" tanya Raila.
"Lah mana gue tahu, lo turun dan kesana sendiri," ucap Lexa lalu pergi meninggalkan Raila.
Raila pun turun kebawah dan melihat Papa Alvan yang duduk di sofa ruang tamu, "Raila denger Papa manggil Raila, memangnya ada apa, Pa?" tanya Raila.
"Papa cuma mau tanya kapan rencana pernikahan kamu sama si miskin itu?" tanya Papa Alvan.
"Kata keluarga Farel rencana pernikahannya Minggu depan," ucap Raila.
"Kalau begitu Papa harus buat undangan yang bagus jadi mama uangnya," pinta Papa Alvan.
"Hah! maksud Papa apa?" tanya Raila.
"Ck, mana uangnya, Papa harus pesan undangan yang bagus supaya rekan bisnis Papa dan juga keluarga besar Laksani tidak merendahkan keluarga kita," ucap Papa Alvan.
Papa Alvan merupakan anak dari Daffa Laksani dan Maria Laksani, dimana posisi keluarga Laksani menempati posisi ke-9, namun nasib keluarga Raila berbeda-beda, keluarga mereka dianggap sebagai pembawa sial, sebab itu keluarga mereka tidak di beri kesempatan sedikitpun untuk menangani Laksani grup, banyak menganggap keluarga Laksani salah satu keluarga yang sempurna dalam segala hal, tapi mereka tidak mengetahui bagaimana sifat dari masing-masing anggota keluarga Laksani yang sangat arogan dan materialis. Apapun hal yang dihadapi keluarga Laksani akan cepat terselamatkan selama ada uang disitu.
Daffa Laksani dan Maria Laksani memiliki 3 anak, yang pertama Alvan Laksani yang memiliki 3 anak yakni Keanu Reeves Laksani, Raila Anastasya Laksani dan Lexa Andrea Laksani, yang kedua Samuel Laksani yang memiliki 2 anak yakni Henry Ribery Laksani dan Angel Drafi Laksani dan yang terakhir Gabby Laksani yang hanya memiliki seorang putri yakni Soraya ayu Laksani, dari semuanya hanya keluarga Papa Alvan saja yang di dikucilkan bahkan selalu diejek saat keluarga besar Laksani mengadakan pertemuan atau hanya kumpul keluarga. Terlebih lagi anak-anak dari Om dan Tante Raila yang sangat memandang jelek keluarganya.
"Pa, Raila udah bilang ke keluarga Farel kalau Raila ingin pernikahannya secara sederhana dan hanya pemberkatan saja tanpa perlu adanya resepsi," ucap Raila.
"APA! udah gila kamu, mau ditaruh dimana muka Mama kalau teman-teman arisan Mama tahu kamu menikah hanya melakukan pemberkatan saja tanpa ada resepsi, kamu tahu Mama udah bilang ke teman-teman Mama kalau kamu mendapatkan suami yang kayak dan akan mengadakan pesta pernikahan yang megah dan mewah," ucap Mama Sena.
"Itu salah Mama ngapain juga ngomong kayak gitu ke temen-temennya Mama," ucap Raila.
"Ya, biar Mama gak dianggap rendah lah, kamu gak tahu gimana nanti kalau temen-temen Mama tahu kamu itu cuma nikah sama pengantar makanan," ucap Mama Sena.
"Ma, bisa gak sih sekali saja jangan pandang Farel karena dia cuma bekerja sebagai pengantar makanan," ucap Raila.
"Gak bisa, dia itu udah selamanya seperti itu dimata Mama," ucap Mama Sena lalu pergi meninggalkan Raila dan Papa Alvan.
"Papa kecewa karena kamu tidak mengadakan resepsi," ucap Papa Alvan lalu pergi mengikuti Mama Sena.
"Kenapa keluargaku semuanya mata duitan sih?" tanya Raila pada dirinya sendiri.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
nice thor lanjutkan seruuuu
2023-02-04
0