"Kalau kau ingin dianggap sebagai anak, maka kau harus menuruti apa yang diperintahkan Mamamu," ucap Papa Alvan.
"Oke, mulai sekarang anda bukan siapa-siapa saya lagi Tuan Alvan, terima kasih atas semuanya yang anda berikan pada saya," ucap Raila dengan sendu.
"Yasudah, kalau begitu kalian pergi jangan disini, mengganggu pemandangan saja," ucap Papa Alvan dan pergi meninggalkan Raila.
"Kalau kau ingin merubah keputusanmu silahkan kabari aku," ucap Mama Sena lalu pergi mengikuti Papa Alvan.
Raila membalikkan tubuhnya dan melihat kearah suaminya yang saat ini sedang menatapnya, Raila tidak dapat menahan tangisannya, ia pun langsung memeluk tubuh kekar suaminya, ia sedari tadi menahan agar tidak terlihat lemah didepan keluarganya, tapi saat ini ia benar-benar sudah tidak sanggup lagi.
"Rel," panggil lirih Raila, Farel tahu saat ini Raila sangat hancur, bagiamana tidak, orangtuanya sendiri yang mengeluarkan Raila dari kartu keluarga.
Farel tidak tahu apa yan terjadi sebenarnya, tapi ia cukup yakin jika semua ini ada kaitannya dengan harta ataupun dengan dirinya, "Kita pulang ya," ucap Farel dengan lembut.
Raila hanya mengangguk pertanda setuju dengan ucapan Farel, jujur saja, Raila sangat lelah, bukan hanya fisik, tapi juga mentalnya, seharian Raila dihadapkan pada dunia yang begitu menyebalkan, Raila ingin sekali mengeluh pada dunia, seakan alam semesta sedang marah dan bermusuhan dengannya karena seharian ini banyak sekali masalah yang semuanya berada di sekeliling Raila.
Sesampainya dirumah Raila langsung masuk ke kamar dan tidur tanpa mandi dan juga mengganti pakaiannya, "Sayang bangun, mandi dulu terus kamu boleh tidur lagi," ucap Farel secara lembut, ia masih dapat melihat mata sembab istrinya itu.
"Engh, ngantuk, hari ini aku gak mandi dulu ya, biarin aku ajak gini aja tidurnya, kalau kamu gak mau tidur sama aku, biar aku tidur dilantai," ucap Raila tanpa membuka matanya dan bersiap untuk turun dan tidur di lantai.
"Siapa yang tidak mau, aku mau kok, aku tadi cuma nyuruh kamu biar bersih aja, tapi kalau emang kamu masih gak pengen yaudah gapapa," ucap Farel lalu membersihkan tubuhnya dan setelah itu ia keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sehat bahkan berkali-kali lipat lebih tampan.
Sayangnya Raila tidak bisa menikmatinya karena ia sudah terlelap di kasur sederhananya, Farel mendekat kearah Raila, "Aku sudah berjanji akan menjagamu, tapi keluargamu malah membuatmu kesakitan seperti ini, aku juga memiliki batas kesabaran dengan semua ini," ucap Farel, saat melihat Raila, Farel dapat melihat mata sembab Raila yang mungkin baru saja keluar karena masih jelas di pipi Raila yang masih basah.
Farel merebahkan tubuhnya di sebelah Raila lalu memeluk Raila dan mengikuti Raila menuju alam mimpi, jujur saja ia juga mulai lelah dengan semua ini, apalagi saat melihat istrinya yang tersakiti, sudah cukup untuk hari ini ia melihat Raila menangis dan untuk seterusnya akan Farel pastikan Raila tidak akan menangis karena keluarganya.
.
Pagi harinya Farel bangun terlebih dahulu dan melihat istrinya, "Kenapa imut sekali sih istriku ini," gumam Farel dan menatap Raila yang masih memejamkan matanya.
"Jangan dilihat terus aku kan jadi malu," ucap Raila dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Farel.
Farel merasa gemas dengan Raila, bisa-bisanya Farel ketahuan sedang menatap Raila, biasanya perempuan yang akan ketahuan saat menatap pasangannya saat tidur, tapi ini justru sebaliknya, Farel mencoba untuk tetap santai karena ketahuan tadi.
"Rasanya aku gak mau kerja deh," ucap Farel.
Raila pun mendongak menatap Farel, "Kenapa gak mau kerja? nanti kalau kamu gak kerja gimana kebutuhan kita nanti?" tanya Raila.
"Ish, kenapa istrinya Farel ini gemes banget sih," ucap Farel dengan mencubit hidung Raila.
"Ih, sakit tau," ucap Raila dan mengusap hidungnya.
"Habisnya kamu gemesin sih makanya aku gak mau kerja," ucap Farel.
"Udah ah kamu siap-siap kerja, aku juga mau kerja," ucap Raila.
"Mandi bareng yuk," ajak Farel.
"Gak mau, kamu mah kalau ngajak mandi bareng ujung-ujungnya pasti minta lebih," ucap Raila yang membuat Farel tertawa.
"Kenapa malah ketawa, emang ada yang lucu apa?" tanya Raila.
"Bibir kamu jangan kayak gitu, kamu ngasih kode buat dicium ya," goda Farel.
"Tuh kan kamu mah gak asik," ucap Raila.
"Yaudah ayo mandi bareng biar cepet," ajak Farel.
"Gak ma ........ AAAAAA," ucapan Raila berganti menjadi teriakan karena tiba-tiba Farel berdiri dan menggendongnya. Akhirnya mereka pun mandi bersama dan benar apa kata Raila, bukan hanya mandi, tapi juga ekhm ekhm (gitulah pokoknya).
"Nanti kalau udah mau pulang kabari ya, soalnya nanti aku pulang sore kok," ucap Farel.
"Iya, kalau gitu aku masuk dulu," ucap Raila lalu masuk kedalam kantornya dan Farel pergi menuju restoran.
"Raila, gawat!" teriak Isna.
"Gawat kenapa?" tanya Raila.
"Penulis Syasya bakal datang ke kantor dan bahas soal kontrak," ucap Isna.
"Terus kenapa emangnya? gue bukan editornya kan jadi bukan urusan gue," tanya Raila.
"Lo gak tahu kabar yang beredar soal dia?" tanya Isna.
"Kabar apa?" tanya Raila.
"Lo beneran gak tahu?" tanya Isna dan diangguki Raila.
"Katanya sih ya, Syasya itu udah hamil," ucap Isna.
"Terus kenapa kalau dia hamil?" tanya Raila.
"Ck, dia itu kan belum nikah Raila, ya masa dia udah hamil aja," ucap Isna.
"Loh bukannya dia itu waktu itu ada kabar kalau dia mau nikah sama anak dari menteri keuangan," ucap Raila.
"Lo belum tahu kabar hubungan mereka, Rai?" tanya Isna.
"Belum kenapa memangnya?" tanya Raila.
"Mereka putus karena Syasya selingkuh dan lo tahu siapa selingkuhannya?" tanya Isna dan Raila menggelengkan kepalanya.
"Rendy," ucap Dahri.
"Rendy siapa?" tanya Raila.
"Dia itu youtuber yang lagi naik daun," ucap Dahri.
"Gue gak tahu, ganteng gak selingkuhannya?" tanya Raila.
"Wah gak B aja, menurut gue lebih gantengan yang mantan calon suaminya," ucap Sarah yang batu saja datang.
"Lebih kaya so Rendy itu ya kok dia mau selingkuh?" tanya Raila.
"Gak mungkinlah, lo tahukan gimana gaji menteri," ucap Dahri.
"Iya juga sih," ucap Raila.
"Tapi, kalau menurut gue, dia itu bodoh karena ngelepasin berlian cuma buat batu kali," ucap Sarah.
"Berarti anal yang dia kandung itu anaknya Rendy kan?" tanya Raila.
"Bukan, Rendy udah bilang kalau mereka udah putus dari dua bulan yang lalu, nah karena itu banyak yang bertanya-tanya siapa ayah dari anak yang lagi ada diperutnya," ucap Isna.
"Terus dia kesini buat pembahasan kontrak, emang siapa editornya?" tanya Raila.
"Kiki," ucap Dahri.
"Wah, kok pas banget Kiki yang dapet," ucap Raila.
"Udah kalian jangan gosip terus lanjutkan kerjaan kalian," ucap Dandi.
"Udah yuk bubar, si maung udah datang," ucap Sarah.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
zhao zhein
mc nya tolol yah🤣🤣🤣
2023-07-01
0
Wirda Lubis
lanjut
2023-06-22
0
Imam Sutoto Suro
top markotop story'lanjut thor seruuuu
2023-02-04
0