"Rel, ini ada pesanan lo kirim ya, soalnya gue mau ngirim pesanan juga," ucap Gio.
"Yaudah sana pergi, gue yang ambil aja nanti," ucap Farel yang baru keluar dari ruang ganti.
"Oke," ucap Gio.
"Lit, tadi katanya ada pesanan kan?" tanya Farel.
"Eh, iya lupa aku, ini kamu anter ke alamatnya," ucap Lita.
"Oke, thanks," ucap Farel lalu mengantarkan pesanan tersebut.
Saat sampai ditempat tujuan Farel sedikit terkejut ternyata ia mengantarkan pesanan tersebut ke kantor tempat Raila bekerja, "Permisi pak, ini ada pesanan atas nama Indra," ucap Farel.
"Silahkan masuk mas," ucap satpam dan Farel pun masuk lalu diarahkan ke sebuah ruangan yang ternyata ruangan tersebut ialah ruangan rapat.
Farel dapat melihat jelas Raila, tapi Raila masih belum menyadari kedatangan Farel karena Raila sedang fokus membaca berkas yang ada didepannya, "Eh udah datang toh ayam gorengnya, MAKASIH YA FAREL," ucap Vanya yang sengaja meninggikan suaranya diakhir kalimat.
Raila yang mendengar nama suaminya disebut pun dengan cepat mendongakkan kepalanya dan benar saja ia dapat melihat Farel yang sedang mengeluarkan makanan yang di pesan teman-temannya, Raila tersenyum kearah Farel dan begitupun sebaliknya.
"Rai, kamu jangan makan ayam, nanti biar aku pesankan makanan Jepang saja," ucap Indra yang berada disebelah Raila.
"Tidak perlu Pak, saya makan ayam goreng kok, apalagi ini salah satu ayam goreng favorit saya," ucap Raila dengan sopan.
"Ini bonus buat lo," ucap Vanya dengan memberikan selembar uang pada Farel, saat Farel akan mengambilnya ternyata Vanya menjatuhkan uang tersebut.
"Ups, maaf sengaja," ucap Vanya.
Farel pun menunduk dan berniat untuk mengambil uang tersebut, tapi seseorang terlebih dahulu mengambil uang tersebut, ya, dia adalah Raila, Raila geram melihat perlakuan Vanya terhadap Farel akhirnya ia memilih untuk mendekati Farel dan mengambil uang tersebut.
"Makasih ya Vanya atas bonusnya, ini uangnya, kamu yang semangat ya kerjanya," ucap Raila lalu mengecup pipi Farel.
Banyak karyawan yang terkejut dengan sikap Raila, namun Raila tidak memperdulikannya, "Jangan lupa makan nanti malah kamu sakit lagi," ucap Raila.
"Iya, kalau gitu aku pergi dulu," ucap Farel dan membalas kecupan Raila, namun kali ini Farel mengecup bibir Raila.
"Hati-hati ya sayang," ucap Raila yang sengaja meninggikan suaranya.
Setelah Farel pergi banyak karyawan yang menanyakan hubungan Raila dan pengantar makanan tersebut, "Lo punya hubungan sama dia?" tanya salah satu rekan kerja Raila.
"Iya, dia pria yang gue suka," ucap Raila.
"Kamu udah punya pacar?" tanya Indra.
Tanpa menjawab pertanyaan Indra, Raila memperlihatkan tangannya yang terpasang cincin yang indah, meskipun sederhana, ya, cincin tersebut ialah cincin pernikahan Farel dan Raila.
"WHAT! lo udah nikah kapan kok gue gak diundang?" tanya salah satu rekan kerja Raila.
"Baru sih, emang acaranya sederhana gak pake resepsi," ucap Raila.
"Yah penonton kecewa," ucapnya.
Disisi lain, Farel yang saat ini sudah sampai di restoran pun masih mempertahankan senyum cerianya bagaimana tidak, ia sangat senang karena Raila tidak malu memperlihatkan keromantisan mereka didepan rekan kerjanya.
"Lo kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Gio.
"Gapapa," ucap Farel yang kembali memperlihatkan wajah datarnya.
"Farel," panggil Lita.
"Kenapa?" tanya Farel.
"Ehm, ini sebenarnya aku tadi bawa nasi goreng buat kamu, tapi aku gak tahu kalau kamu udah nikah, aku mau buang, tapi sayang makanya ini aku kasih ke kamu, terserah kamu sih kamu mau nerima ya atau gak," ucap Lita.
"Buat Gio aja ya soalnya tadi aku udah makan nasi goreng," ucap Farel.
"Iya, Lit, mana buat gue aja, gue belum makan laper ini," ucap Gio lalu mengambil nasi goreng yang ada ditangan Lita.
"Iya, ini," ucap Lita setelah itu ia pun pergi.
'Ck, gagal sudah rencana gue, kenapa Farel gak ada tanda-tanda kalau dia mau nikah sih,' ucapan Lita dalam hati.
"Rel, si Lita kayaknya gak bakal berhenti buat ngejar lo deh," ucap Gio.
"Gue juga gak tahu, tapi gue risih lama-lama kalau dia sok akrab sama gue, apalagi sekarang gue udah nikah, gue gak mau Raila salah paham saya ngelihat gue sama Lita," ucap Farel dan diangguki Gio.
"Lo tenang aja nanti kalau lo ada salah apaan sama Raila, gue yang bakal belain lo," ucap Gio.
.
Jam pun menunjukkan pukul 7 malam itu artinya saatnya Farel pulang, "Lo mau langsung pulang, Rel?" tanya Gio, saat ini Farel sedang bersama Gio dan karyawan lainnya karena restoran memang tutup sampai jam 7 malam.
"Iya, tadi Raila minta gue buat nemenin dia," ucap Farel.
"Kalau orang yang udah nikah mah beda ya alasannya," ucap Adi salah satu karyawan di restoran tempat Farel bekerja.
"Ya, begitulah," ucap Farel.
"Kapan-kapan lo bawa dong istri lo terus kenalin ke kita, kita kan juga penasaran gimana istri lo," ucap Adi.
"Nantilah, kalau ada waktu," ucap Farel.
"Raila pasti bakal seneng kalau ketemu teman-teman lo, Rel," ucap Gio.
'Oh jadi nama istrinya Raila bagus juga sih,' ucap Lita dalam hati.
Saat sedang bersiap untuk pulang tiba-tiba ponsel Farel berdering, "Halo sayang kenapa?" tanya Farel kepada si penelepon yang tak lain tak bukan adalah Raila.
"Kamu jadi nemenin aku belanja kan?" tanya Raila.
"Jadi sayang, ini aku udah mau pulang, kamu jangan pergi kemana-mana loh ya," ucap Farel.
"Iya-iya ini aku juga lagi nungguin kamu, tapi aku jangan lama-lama aku capek nanti nunggunya kalau kamunya lama," ucap Raila.
"Iya, ini aku langsung pulang gak mau buat kamu nunggu lama," ucap Farel.
"Yaudah deh aku matiin dulu ya, love you," ucap Raila.
"Love you too," jawab Farel.
"Yaelah pake love you segala kan jiwa kejombloan gue meronta-ronta," ucap Gio.
"Udah gue gak mau bikin drama mah lo, gue pergi dulu," pamit Farel lalu pergi.
.
Saat ini Farel dan Raila sudah berada di minimarket yang dekat dengan kos, "Kamu beli apa aja?" tanya Farel.
"Mungkin cuma beberapa aja, soalnya kan kulkas kamu kecil jadi gak bisa buat stok banyak," ucap Raila.
"Kalau kamu mau kulkas yang besar nanti biar aku beli," ucap Farel.
"Gak perlu, lagian kan kita cuma berdua jadi gak perlulah kulkas yang besar-besar nanti malah takutnya banyak bahan masakan yang kebuang," ucap Raila.
"Cepet tumbuh ya Farel junior biar Daddy sama Mommy gak cuma berdua," ucap Farel dengan mengusap lembut perut rata Raila.
"Kamu pengen banget punya anak?" tanya Raila.
"Pengen, tapi aku gak maksa kok, aku juga masih mau ngerasain pacaran setelah menikah," ucap Farel.
"Kamu gak butuh itu?" tanya Farel dengan menunjuk beberapa peralatan make up.
"Gak, aku gak terlalu butuh itu," ucap Raila.
"Aku lihat bedak kamu udah mau habis loh," ucap Farel.
"Gapapa, aku beli nanti aja, sekarang kita beli ini dulu ya," ucap Raila dan diangguki Farel.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Wirda Lubis
lanjut
2023-06-22
0
Imam Sutoto Suro
luar biasa thor lanjutkan seruuuu
2023-02-04
0
Si Bungsu
like + favorit
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
#udah up
2022-01-29
3