"Kata siapa aku perlu berpikir lagi, aku gak perlu berpikir lagi, aku sudah percaya sama kamu dan yang harus kamu tahu aku gak peduli soal penghasilan yang kamu dapatkan, kita udah lama menjalin hubungan ini, kalau aku butuh berpikir lagi untuk apa aku bertahan sama kamu, Farel," ucap Raila.
"Makasih, Rai. Selama ini kamu udah mau bareng aku terus dan maaf," ucap Farel.
"Maaf untuk apa?" tanya Raila.
"Maaf karena aku, kamu jadi sering dihina sama temen-temen kamu," ucap Farel.
"Rel, kayaknya kita udah bahas ini pas awal kita pacaran deh, jadi gak usah bahas ini lagi ya," ucap Raila.
"Yaudah, kalau gitu kamu mau makan apa?" tanya Farel.
"Kita makan soto mang Andi aja," ucap Raila.
"Baik tuan putri, silahkan naik," ucap Farel yang terlebih dahulu mengendarai sepeda motor sederhana miliknya.
Farel pun mengendarai sepeda motornya menuju tempat soto mang Andi, sesampainya di sana Farel dan Raila segera turun dari sepeda motor milik Farel, "Mang Andi," sapa Raila saat memasuki warung sederhana tersebut.
"Eh ada neng Raila, apa kabar neng?" tanya Mang Andi pemilik warung soto tersebut.
"Baik Mang," ucap Raila.
"Mang sotonya dua ya," ucap Farel, yang memberhentikan kekasihnya itu karena jika tidak maka ia harus menunggu berjam-jam untuk makan. Bagaimana tidak, jika Raila dan Mang Andi sudah bertemu maka Raila akan membahas apapun yang terjadi di luaran sana dengan Mang Andi.
"Siap den," ucap Mang Andi.
Farel dan Raila pun duduk di salah satu kursi yang ada disana, "Rai," panggil Farel.
"Iya, ada apa?" tanya Raila.
"Kira-kira kamu siap aku ke rumah kamu kapan?" tanya Farel.
"Hah, kamu kan sering ke rumah aku, kenapa tanya gitu? ya aku siap kapan ajalah," tanya Raila.
"Maksud aku bukan itu, maksud aku itu aku ke rumah kamu bawa keluargaku buat ngelamar kamu," ucap Farel.
"Kamu beneran Rel pengen nikah sama aku?" tanya Raila.
"Kalau aku gak mau nikah sama kamu, aku udah pergi ninggalin kamu dan aku juga gak bakal mau ngelamar kamu kayak tadi," ucap Farel.
"Kalau gitu aku bicara sama Papa, Mama dulu ya, gimanapun mereka juga harus tahu soal ini kan," ucap Raila.
"Iya, kamu bilang ke Papa sama Mama kamu dulu, aku siap kok dengan jawaban apapun yang akan Papa dan Mama kamu berikan ke aku," ucap Farel.
"Nanti kalau orangtuaku gak ngerestuin kita berdua, gimana kalau kita kawin lari aja," ucap Raila lalu mendapatkan pukulan sangat pelan di keningnya.
"Awsh, sakit tau Farel," rengek Raila dengan memegang keningnya.
"Maaf sayang, sini," ucap Farel dan mengecup kening Raila yang tadi ia pukul.
"Kamu mah gak berperikepacaran," ucap Raila.
"Apa itu berperikepacaran?" tanya Farel.
"Ya, gak tau, aku kan asal ceplos aja," ucap Raila.
"Ini sotonya, silahkan dinikmati," ucap Mang Andi.
"Makasih, mang," ucap farel dan diangguki Mang Andi.
.
Saat ini Raila Sudah berada di rumah, ia bersiap untuk memberitahukan niat baik Farel kepada Papa dan Mamanya. Raila pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu, disana sudah ada Papa Alvan dan Mama Sena.
"Ma, Pa," panggil Raila.
"Ada apa?" tanya Mama Sena dengan jutek.
"Huh, ada yang yang mau Raila bicarain ke Mama sama Papa," ucap Raila.
"Apa?" tanya Papa Alvan yang tak kalah juteknya dengan Mama Sena.
"Farel udah lamar Raila secara pribadi dan dia pengen bawa orangtuanya ke rumah kita buat melamar Raila kira-kira Papa sama Mama gimana?" tanya Raila.
"Kamu itu ya masih saja berhubungan dengan pria miskin itu, Raila banyak yang mau sama kamu, kenapa kamu harus milih dia sih sampe mau nikah lagi, ogah ya Mama punya menantu miskin dan kere kayak dia, bukannya Vanya udah ngedeketin kamu sama Indra si pengusaha itu kan, kenapa kamu malah sama si miskin itu sih?" tanya Mama Sena.
"Bener kata Mama kamu," ucap Papa Alvan.
"Pa, Ma, Raila itu mau cari pasangan yang buat Raila nyaman dan itu Raila dapatin di farel," ucap Raila.
"Kamu kalau sama Indra juga bakal nyaman malah nyaman banget kalau menurut Mama, semua yang kamu butuhin pasti ada dan yang terpenting Indra bisa bantu keluarga kita, kamu tahukan kalau kamu nikah sama si miskin itu nama keluarga kita semakin dipandang rendah dalam perkumpulan keluarga besar nantinya," ucap Mama Sena.
"Ma, kenapa sih Mama selalu aja bahas itu terus, yang ngejalanin hidup Raila itu ya Raila bukan Mama, Papa ataupun Vanya, Raila tahu mana yang baik buat Raila, Raila tahu yang buat Raila bahagia dan uang gak masuk didalamnya, Raila tahu semuanya butuh uang, tapi bukan nomor satu bagi Raila," ucap Raila.
"Jadi gimana?" tanya Raila.
"Kamu pasti tahulah apa jawaban Mama, Mama gak akan sudi nerima si miskin itu untuk lamar kamu ke rumah, apalagi bawa orangtuanya yang sama-sama miskin, asal kamu tahu ya Raila, orangtua terburuk di dunia itu adalah orangtuanya si miskin kamu tahu kenapa karena mereka gak sadar derajat mereka dengan keluarga Laksani," ucap Mama Sena.
"Ma, stop, lebih baik Mama ngerendahin Raila daripada ngerendahin orangtuanya Farel, mereka tidak tau apa-apa bahkan mereka tidak tahu kalau anak mereka direndahkan oleh orangtua pacarnya sendiri," ucap Raila.
"Bagus, biar mereka tahu terus mereka batalin lamarannya," ucap Mama Sena.
"Papa setuju kalau si miskin itu mau lamar kamu ke rumah," ucap Papa Alvan yang mengejutkan Mama Sena dan Raila.
"Maksud Papa apa? gak Lexa gak mau punya Kakak ipar miskin," tanya Lexa adik dari Raila.
"Maksud Papa apa ngebolehin si miskin itu ke rumah?" tanya Mama Sena dengan meninggikan suaranya.
"Huh, kamu boleh bawa si miskin itu, tapi dengan satu syarat," ucap Papa Alvan.
"Syarat? kenapa harus pakai syarat?" tanya Raila.
"Kalau kamu gak mau yaudah," ucap Papa Alvan.
"Apa memang syaratnya, Pa?" tanya Raila.
"Belikan pakaian bermerek untuk Papa, Mama, Lexa dan juga Keanu, sama perhiasan dan aksesoris lainnya, semuanya harus dari mereka terkenal," ucap Papa Alvan yang membuat Raila terkejut. Sedangkan, Mama Sena dan lexa tersenyum karena akan mendapat barang yang mereka impikan.
Meskipun keluarga Raila termasuk kedalam keluarga terkaya di Indonesia, bahkan masuk kedalam sepuluh besar, tapi itu hanya untuk keluarga besar. Sedangkan, untuk keluarga Raila belum mampu jika untuk membeli merek-merek terkenal. Keluarga Raila selalu di pandang rendah oleh keluarga Laksani lainnya karena didalam keluarga Raila tidak ada yang berhasil mendapatkan proyek-proyek yang dapat menguntungkan bagi keluarga besar Laksani.
"Bagaimana?" tanya Papa Alvan.
"Raila, akan bilang ke Farel terlebih dahulu, Pa, karena dia harus tahu masalah ini," ucap Raila.
"Oke, Papa kasih waktu sampai besok sore," ucap Papa Alvan.
"Bukannya itu terlalu cepat, Pa," ucap Raila.
"No, itu malah sangat lambat," ucap Papa Alvan lalu pergi meninggalkan Raila, begitu juga dengan Mama Sena.
"Kak, cari kayak gue dong, gue bisa dapetin Kak Tama yang bahkan gak ada apa-apanya daripada calon lo itu," ejek Lexa lalu pergi meninggalkan Raila.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
semangat thor lanjutkan
2023-02-03
1
chaa
ikut baca karna penasaran 🤔🤔
2022-01-21
3
re
Next
2022-01-19
1